CARA MUDAH MENGOMPOSKAN Tandan Kosong Kelapa Sawit

TKKS (Tandan Kosong Kelapa Sawit) adalah limbah pabrik kelapa sawit yang jumlahnya sangat melimpah. Setiap pengolahan 1 ton TBS (Tandan Buah Segar) akan dihasilkan TKKS sebanyak 22 – 23% TKKS atau sebanyak 220 – 230 kg TKKS. Apabila dalam sebuah pabrik dengan kapasitas pengolahan 100 ton/jam dengan waktu operasi selama jam, maka akan dihasilkan sebanyak ton TKKS. Jumlah limbah TKKS seluruh Indonesia pada tahun 2004 diperkirakan mencapai 18.2 juta ton. Jumlah yang luar biasa besar. Ironis sekali, limbah ini belum dimanfaatkan secara baik oleh sebagian besar pabrik kelapa sawit (PKS) di Indonesia.


Link terkait: Pabrik pengolahan kompos tkks



limbah tkks pabrik sawit
Gambar 1. TKKS di sebuah pabrik kelapa sawit

Pengolahan/pemanfaatan TKKS oleh PKS masih sangat terbatas. Sebagian besar pabrik kelapa sawit (PKS) di Indonesia masih membakar TKKS dalam incinerator, meskipun cara ini sudah dilarang oleh pemerintah. Alternatif pengolahan lainya adalah dengan menimbun (open dumping), dijadikan mulsa di perkebuna kelapa sawit, atau diolah menjadi kompos.

Cara terakhir merupakan pilihan yang terbaik, namun cara ini belum banyak dilakukan oleh PKS karena adanya beberapa kendala, yaitu waktu pengomposan, fasilitas yang harus disediakan, dan biaya pengolahan TKKS tersebut. Dengan cara konvensional, dekomposisi TKKS menjadi kompos dapat berlangsung dalam waktu 6 bulan s/d 1 tahun. Lamanya waktu ini berimplikasi pada luas lokasi, tenaga kerja, dan fasilitas yang diperlukan untuk mengomposkan TKKS tersebut.

TAHAPAN PENGOMPOSAN TKKS

Pengompoasan dilakukan dalam beberapa tahap, pertama pencacahan, inokulasi dengan activator pengomposan, inkubasi, pemanenan kompos.

Pencacahan

Pencacahan adalah salah satu tahapan penting dalam pengomposan TKKS. Pencacahan ini bertujuan untuk memperkecil ukuran TKKS dan memperluas luas permukaan area TKKS. TKKS yang baru keluar dari pabrik pengolahan langsung dimasukkan ke mesin pencacah. Kapasitas mesin pencacah disesuaikan dengan volume TKKS yang dihasilkan pabrik. Mesin cacah ini sebaiknya dapat memperkecil ukuran TKKS menjadi kurang lebih 5 cm. Mesin dirancang secara khusus yang disesuaikan dengan karakteristik TKKS yang berserat-serat. Selain memperkecil ukuran, pencacahan juga akan mengurangi kadar air TKKS. Sebagian air akan menguap karena luas permukaan TKKS yang meningkat.

mesin pencacah
Gambar 2. Pencacahan TKKS dengan mesin pencacah

tkks yang telah dicacah
Gambar 3. Hasil cacahan TKKS ditampung di tempat penampungan

Inokulasi dengan Aktivator Pengomposan

Secara alami jika TKKS dibiarkan saja akan mengalami dekomposisi. Namun, dekomposisi ini memerlukan waktu yang sangat lama, berbulan-bulan hingga satu tahun. Agar proses pengomposan dapat berlangsung lebih cepat dapat ditambahkan activator pengomposan. Aktivator ini berbahan aktif mikroba decomposer. Mikroba-mikroba ini akan berperan aktif dalam pempercepat proses pengomposan. Mikroba yang umum digunakan sebagai decomposer adalah Fungi Pelapuk Putih (FPP) dan Trichoderma sp. Mikroba-mikroba ini menghasilkan enzim yang dapat mendegradasi senyawa lignoselulosa secara cepat.

Di pasaran saat ini telah beredar beberapa activator pengomposan, seperti ActiComp, OrgaDec, EM4, Biopos, dll. Setiap activator menghendaki perlakuan khusus dan spesifik yang bisa berbeda antara satu dengan yang lain. Aktivator yang dikembangkan untuk mengkomposkan TKKS dan lebih sederhana penangananya adalah ActiComp. Aktivator ini berbahan aktif FPP dan Trichoderma harzianum yang berkemampuan besar dalam mendegradasi TKKS. Dengan menggunakan ActiComp pengomposan TKKS tidak memerlukan pembalikan lagi. Aktivator ini dicampurkan secara merata mungkin ke dalam TKKS. Aktivator yang merata akan menjamin bahwa activator akan bekerja secara optimal.

Kadar air yang optimal untuk pengomposan berkisar 60%. Kadar air TKKS sebelum proses pengomposan dimulai harus diupayakan dalam kisaran tersebut. Apabila kadar air kurang, proses pengomposan tidak berjalan sempurna. Salah satu penyebabkan adalah karena mikroba kekurangan air dan kelembaban tidak optimum untuk bekerjanya mikroba. Apabila kadar air terlalu tinggi, oksigen yang ada di dalam TKKS hanya sedikit, sehingga proses pengomposan akan berlangsung dalam kondisi anaerob.

Inkubasi

TKKS yang telah diinokulasi selanjutnya ditutup dengan terpal plastic. Penutupan ini bertujuan untuk menjaga kelembaban dan suhu kompos. Terpal plastik dipilih terpal yang cukup tebal, tahan panas, dan tahan matahari.

Selama proses pengomposan suhu kompos akan meningkat dengan cepat. Suhu kompos dapat mencapai 70oC. Suhu tinggi ini akan berlangsung dalam waktu cukup lama, kurang lebih 2 – 3 minggu. Suhu yang tinggi juga menunjukkan bahwa proses dekomposisi sedang berlangsung intensif. Suhu akan menurun pada akhir proses pengomposan. Salah satu ciri kompos yang sudah matang adalah apabila suhu kompos sudah kembali seperti suhu di awal proses pengomposan.
inkubasi
Gambar 4. Inkubasi selama 1,5 – 2 bulan

Beberapa activator memelukan pembalikan selama proses pengomposan. Pembalikan ini bertujuan untuk menurunkan suhu kompos dan memberikan aerasi pada kompos. Pembalikan biasanya dilakukan seminggu sekali. Namun, proses pembalikan memerlukan biaya yang cukup besar, terutama untuk tenaga kerja dan alat.

Proses pengomposan akan berlangsung dalam waktu 1,5 – 3 bulan. Pengomposan TKKS dengan ActiComp berlangsung dalam waktu 1,5 bulan. Kompos yang sudah matang dapat dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut:

  • Terjadi perubahan warna menjadi coklat kehitaman
  • Suhu sudah turun dan mendekati suhu pada awal proses pengomposan
  • Jika diremas, TKKS mudah dihancurkan atau mudah putus serat-seratnya

Pengamatan secara kimia ditunjukkan dengan rasio C/N yang sudah turun. Rasio C/N awal TKKS berkisar antara 50 -60. Setelah proses pengomposan rasio C/N akan turun dibawah 25. Apabila rasio C/N lebih tinggi dari 25 proses pengomposan belum sempurna. Pengomposan perlu dilanjutkan kembali sehingga rasio C/N di bawah 25.

Panen Kompos

Kompos yang sudah matang segera di panen. Kompos tersebut diangkut ke lokasi pengemasan atau tempat penampungan sementara kompos, sebelum diaplikasikan ke lapang. Rendemen kompos TKKS kurang lebih sebesar 60-65%. Dari satu ton TKKS dapat dihasilkan kompos sebanyak 600 – 650 kg kompos. Kadar air kompos juga masih cukup tinggi kurang lebih 50-60%. Apabila kompos terkena air hujan, kadar air ini bisa lebih tinggi lagi.

limbah tkks pabrik sawit

Gambar 5. Kompos TKKS

Peningkatan Kualitas Kompos

Kompos yang sudah dipanen dapat langsung diaplikasikan ke lapang, misalnya di perkebunan sawit. Namun demikian, kompos TKKS ini masih dapat ditingkatkan kualitasnya. Kualitas kompos yang dapat ditingkatkan antara lain dengan menurunkan kadar air kompos menjadi 20 – 30%, meningkatkan kandungan hara kompos dengan menambahkan bahan-bahan organic kaya hara lain, dan menambahkan mikroba-mikroba yang bermanfaat bagi tanaman.

Kadar air merupakan permasalahan tersendiri bagi kompos. Kadar air yang tinggi menyebabkan biaya angkut yang tinggi. Misalkan kompos TKKS dengan kadar air 60%, maka dalam 1 ton kompos terkandung 0,6 m3 air (setara dengan 600 kg, bj air = 1) dan 400 kg padatan kompos. Biaya angkut kompos akan lebih besar digunakan untuk mengangkut air yang terkandung di dalam kompos tersebut. Apabila kadar air dapat diturunkan hingga 20 – 30 %, maka kadar kompos akan meningkat dua kali lipatnya.

Menurunkan kadar air kompos dilakukan dengan proses pengeringan. Cara sederhana untuk mengeringkan kompos adalah dengan menjemurnya di bawah sinar matahari. Namun cara ini banyak kelemahannya, antara lain: memerlukan tempat yang luas, waktu yang lama, kadar air yang sulit dikontrol, dan cuaca yang sulit diduga. Cara lain adalah dengan menggunakan mesin pengering kompos. Cara ini lebih mudah dan cepat, namun memerlukan tambahan energi dari luar.

Kandungan hara kompos kurang lebih sebagai berikut: 1 %N, …% P, ……%K, dan beberapa hara mikro. Kandungan ini dapat ditingkatkan antara lain dengan menambahkan bahan lain, seperti abu janjang, rock phosphate, dolomite, dll. Penambahan ini akan meningkatkan kandungan hara kompos.

Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) telah mengembangkan formula khusus mikroba untuk memperkaya kompos. Formula tersebut diberi nama ActiComp Plus yang berbahan aktif: mikroba perangsang pertumbuhan tanaman, mikroba penambat N non simbiotik, mikroba pelarut P, bakteri perangsang pertumbuhan tanaman, dan agensia hayati. Mikroba-mikroba ini akan berperan aktif dalam proses penyerapan hara tanaman dan melindungi tanaman dari serangan penyakit tular tanah.

NILAI EKONOMI

Biaya yang diperlukan untuk pengolahan kompos bervariasi yang tergantung dari teknologi yang digunakan, biaya tenaga kerja, dan fasilitas yang diperlukan. HPP (harga pokok produksi) kompos TKKS yang diolah dengan menggunakan ActiComp kurang dari Rp. 100/kg. Rendahnya biaya ini antara lain disebabkan karena teknologi ActiComp tidak memerlukan penyiraman dan pembalikan selama proses pembuatan kompos. Peningkatan kualitas kompos tentu saja akan meningkatkan HPP kompos. Peningkatan ini juga tergantung pada teknologi, bahan-bahan, peralatan, dan tenaga kerja.

Misalkan kompos tersebut dapat dijual dengan harga Rp. 350/kg – Rp. 400/kg. Maka selisih keuntungan kotor sebesar Rp. 250 – Rp. 350/kg kompos. Dalam satu pabrik yang menghasilkan TKKS sebanyak 60.000 Ton/tahun akan dihasilkan kompos sebanyak 3900 Ton dengan nilai Rp. 13.65 M- Rp. 15.6 M. Potensi keuntungan kompos ini adalah sebesar Rp. 9.75 M – Rp. 13.65 M. Jumlah yang tidak sedikit.

DOWNLOAD PUPUK ORGANIK

Silahkan didownload resources yang mungkin Anda perlukan juga:

  1. Buku Petunjuk Pupuk Organik Granul
  2. Buku Petunjuk Teknis Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT): Padi Sawah Irigasi
  3. Petunjuk Teknis Uji Mutu Pupuk Organik
  4. Standard Mutu Pupuk Organik
  5. Kompos
  6. SNI Dolomit
  7. Kompos Limbah Kakao
  8. Petunjuk Lapang PTT Padi
  9. Budidaya Padi Sehat
  10. Brosur Budidaya Padi Sehat
  11. Brosur Kompos Jerami
  12. Pengelolaan Lahan untuk Budiaya Sayur Organik
  13. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati
  14. Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya
  15. Analisis Biologi Tanah
  16. Juknis Mutu Pupuk Organik
  17. Menuju Pertanian Lahan Kering Lestari
  18. Pembuatan Kompos-Balittanah
  19. Pemupukan Berimbang
  20. Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya
  21. Petunjuk Pengambilan Sampel Tanah untuk Analisis Biologi Tanah
  22. Compost Quality TestGermination Index Method
  23. Compost and Soil Conditioner Quality Standards 2005
About these ads

63 responses to “CARA MUDAH MENGOMPOSKAN Tandan Kosong Kelapa Sawit

  1. Maryanto Achmad

    Saya punya pengalaman dengan bacteri bacillus, cellulotic dan ragi serta jamur pada Activator Green Phoskko yang kami beli di pasaran, walaupun dalam skala kecil, bisa selesai lebih cepat hanya 14 hari menjadi hitam dan remah. Memang belum sempat diukur C/N ratio maupun kelembaban namun sudah dingin, hitam dan gembur. Apakah jenis bakteri Trichoderma memang mutlak ? apa beda dengan bacillus tadi ?

  2. Terima kasih telah berkunjung ke blog saya.
    Setiap aktivator memiliki keunggulan masing-masing dan kemungkinan bahan aktifnya berbeda. Kebetulan bahan aktif Green Phoskko adalah bacteri bacillus, ragi, dan jamur. Memang mikroba-mikroba ini memiliki kemampuan untuk mendekomposisi bahan organik menjadi kompos. Jadi tidak harus trichoderma atau yang lainnya. Kebetulan saja, mikroba yang saya pakai adalah trichoderma.

    Oh….ya..bahan yang Anda komposkan apa ya… Apakah tandan kosong kelapa sawit juga. Kalau memang benar bisa terkomposkan dalam waktu 14 hari sangat bagus sekali itu. Sebenarnya ada cara yang mudah untuk menentukan kemantangan kompos selain dengan cara menguji rasio C/N, yaitu dengan metode perkecambahan. Saya sedang menuliskan metodenya. Kalau tulisan ini selesai akan segera saya posting di blog dan Anda akan saya beri tahu.

    isroi

  3. asssalamualikum warahmatullahi wabarakatuhu.
    Bagaimana kabar mas isroi, kalau ngga salah mas isroi ini angkatan 1993 biologi unsoed, bener khan? moga2 baik-baik aja.
    saya ingin tanya tentang pengomposan menggunakan EM4, bila dibandingkan dengan trichoderma lebih baik mana? Kebetulan saya masih sesring menggunakan EM4, kalau aktivator lain saya ngga punya. Saya juga pernah mengomposkan dengan menambah ampas tahu yang masih berair, ternyata pengomposannya lama, tolong kasih saran!

  4. Wa’alaikum salam,
    Ya… memang betul saya alumni biologi unsoed 93. Alhamdulillah saya
    dalam keadaan baik-baik, sehat wal afiat, dan tidak kurang satu apapun.
    Ngomong-ngomong Mas Anang ini alumni Unsoed juga, dari fak mana dan angg
    berapa? Maaf kalo saya lupa. Maaf saya ini orangnya visual, kalo wajah
    atau tempat cepat ingat, tapi kalo nama sering lupa.

    Oh..ya.. memang EM4 sangat terkenal di Indonesia untuk membuat bokashi
    (kompos). Tapi dari pengalaman saya, EM4 tidak selalu efektif untuk semua
    bahan organik. Saat ini sudah ada banyak sekali produk-produk
    bioaktivator pengomposan, ada BioPos, DegraSimba, OrgaDec, SuperDec,
    ActiComp, GreenPhosnka, YOAM, dll. Setiap produk memiliki keistimewaan
    dan keunggulan sendiri-sendiri. Saya juga tertarik untuk membuat
    aktivator pengomposan ini dan jadilah PROMI.

    Rasanya salah satu bahan aktif EM4 adalah trichoderma, tetapi setiap
    mikroba memiliki karakteristiknya sendiri-sendiri.

    Pengomposan bisa berlangsung secara aerobik atau anaerobik. Umumnya
    pengomposan dilakukan secara aerobik, jadi memerlukan udara. Kuncinya
    adalah keseimbangan antara udara dan air. Kalau kebanyakan air maka udara
    jadi sedikit dan pengomposan berlangsung anaerob yang memerlukan waktu
    lebih lama. Salah satu ciri anaerob adalah menimbulkan bau yang kurang
    sedap. Rasanya pengomposan dengan ampas tahu menjadi lama karena kadar
    air yang terlalu tinggi. Coba baca makalah saya di link berikut ini:

    http://isroi.wordpress.com/2008/02/20/makalah-tentang-kompos/

    Ok.. demikian dulu. Semoga membantu. Nanti dilanjut lagi.
    Wassalam.

    isroi

  5. Ok ….Materinya cukup bagus…..apalagi di Indonesia banyak perkebunan kelapa sawit, tandannya banyak yang terbuang percuma. Tanpa dioalh lebih lanjut ….. seperti yang diuraikan pada tulisan di atas. Kita butuh banyak pupuk ….di negara agraris ini……pupuk harganya mahal….semoga dapat diaplikasikan oleh banyak pengelolah kelapa sawit.

  6. Oh ya 1 lagi…
    Apakah pengaplikasian pupuk kompos TKKS ini bisa menggantikan kebutuhan akan pupuk kimia secara total baik untuk tanaman musiman (cabai,padi,tomat dll) maupun tanaman keras (Karet, Sawit, Kakao dll) ?

    Trims.

  7. Terima kasih atas komentar dan do’nya.

  8. saya mau tanya apakah pengomposan untuk blotong dan ampas tebu dapat dilakukan dengan menggunakan trichoderma? karena ampas tebu memiliki lapisan lignin yang tebal. apakah waktu yang diperlukan akan lama?lalu bagaimana cara mempersingkatnya…

  9. Mengomposkan Blotong dan Bagase Tebu

    Saya belum pernah mengkomposkan blotong atau bagase tebu.
    Setahu saya bagase saat ini sudah habis dipakai untuk bahan bakar boiler atau dijual ke pabrik kertas. Sedangkan blotong langsung dipakai oleh pabrik gula tanpa harus dikomposkan terlebih dahulu.
    Biasanya PG membawa blotong langsung ke kebun lalu diratakan dengan traktor pada saat membajak kebun. Oleh karena itu saya tidak terlalu tertarik untuk mengkomposkan blotong atau bagase. Tantangan saya selama ini yang belum bisa saya pecahkan adalah mengkomposkan sisa pangkasan tebu.

    Saya tidak paham dengan maksud anda ampas/bagase tebu mempunyai lapisan lignin yang tebal. Mungkin maksud anda lapisan luar di batang tebu tersebut. Trichoderma sp adalah salah satu mikroba yang sering dipakai sebagai bahan aktif pengomposan. Tetapi trichoderma ada banyak sekali jenisnya. Saya tidak tahu trichoderma yang Anda pakai, jadi tidak bisa memberi saran, apakah tricho anda bisa atau tidak?
    Kalau Anda tertarik untuk mengkomposkan bagase, sebenarnya pada prinsipnya sama saja seperti mengkomposkan limbah biomassa yang lain. Mungkin blotong bisa ditambahkan setelah bagase telah jadi kompos. Atau bisa juga blotong ditambahkan ke bagase dengan perbandingan tertentu untuk mempercepat proses pengomposan.
    Silahkan baca diartikel saya tentang dasar-dasar pengomposan. Ada banyak strategi untuk mempercepat proses pengomposan.
    Pengalaman saya, kira-kira ada 3 yang perlu mendapat perhatian. Pertama, gunakan aktivator pengomposan yang sesuai. Kedua: rasio antara air dan udara. Dan ketiga, ukuran bahan. Silahkan baca di link berikut ini:

    http://isroi.wordpress.com/2008/02/20/makalah-tentang-kompos/

    Demikian semoga membantu.

    isroi

  10. pak isroi yang terhormat,
    saya sangat tertarik dengan teknologi pengomposan tandan kosong kelapa sawit yang Bapak kembangkan.
    yang ingin saya tanyakan, bagaimanakan dengan komposisi hara dari kompos tkks tersebut. info ini saya perlukan untuk membuat feasibility study-nya

    • Masukan ya Pak Isroi

      Untuk meningkatkan kandungan hara pada kompos sawit dapat ditambahkan Nutrisi pada kompos TTKS, sehingga hara makro dan mikro dapat lebih lengkap, memang kompos sebaiknya dicampur dengan pupuk kandang, permasalahaan yang ada untuk mendapatkan kotoran hewan sebanyak itu rada sulit, saya usulkan untuk penambahan nutrisi pada kompos yang sudah jadi
      Terimakasih
      salam
      Sabda

  11. bukureferensi

    Pak Isroi, dimana saya dapatkan aktivator kompos?
    Kalau ada agen di sekitar pamulang-Ciputat , tolong informasi alamatnya.
    Jawabannya tolong cc ke dadang71@yahoo.com

  12. Rusdy Kartono

    pak isroi yang terhormat,
    saya sangat tertarik dengan teknologi pengomposan tandan kosong kelapa sawit yang Bapak kembangkan.
    yang ingin saya tanyakan, bagaimanakan caranya, proses seperti apa yg paling cepat TKKS untuk menjadi tepung (60- 100 mesh).

  13. pak isroi yang terhormat
    saya sangat tertarik dengan tkks yang bapak komposkan dan kembanmgkan,saya ingin tanyakan aktivator yang dicampur dengan air perbandingannya berapa dan tkks yang akan dikomposkan berapa.

  14. saya mengucapkan banyak terima kasih terhadap tanggapan yang saudara berikan, kalo saya nanya lagi boleh tidak ?
    saya ingin tau cara untuk mengatur faktor lingkungan supaya proses pengomposan dapat berlangsung dengan cepat

  15. Assalamualaikum wr. wb. apa kabar saudara isroi
    sebenarnya banyak sekali pertanyaan yang ingin saya tanyakan, salah satunya adalah bagaimana aplkasi pengkayaan kompos dengan penambahan pupuk N, atau pupuk kimia yang lain, berapa dosis yang ditambahkan untuk 1 ton tandan kosong kelapa sawit, bagaimana mengatur kelembaban untuk mencapai pada kondisi optimum, cara untuk membuat pH optimum, bagaimana cara untuk mencapai C/N rasio optimum, berapa konsentrasi inokulm yang harus ditambahkan, berapa kali harus dilakukan pembalikan pada pembalikan pengomposan, atas bantuannya saya ucapkan banyak terima kasih
    maaf karena kelancangan saya mengganggu waktu saudara yang sibuk
    Wasslmkm wr. wb

  16. Saya mau mengadakan penelitian mengenai optimasi pengomposan TKKS dengan penambahan limbah cair latex dan Trichoderma, ide ini dari dosen saya di balai penelitian perkebunan Bogor Dr. Tri panji. Hipotesisnya dengan penambahan limbah lateks yang mempunyai pH kurang dari 4, dan rasio C/N yang rendah 30. bisa mempercepat perolehan rasio untuk kompos matang yaitu <20, juga dengan penambahan Trichoderma bisa dihasilkan waktu pengomposan optimum yang lebih cepat. Tujuannya selain memanfaatkan limbah TKKS juga memanfaatkan limbah latex, biasanya perkebunan karet berdampingan dengan perkebunan kelapa sawit, bahkan perkebunan karet dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit.

  17. Assalamu’alaikum..
    saya mahasiswi teknik kimia semester 7 yang sedang membuat pra rancangan pabrik bioethanol dengan menggunakan Tandan kosong kelapa sawit (TKKS)…
    namun, saya mengalami kesulitan untuk memperoleh physical&chemical properties dari TKKS tersebut… dimana saya bisa mendapatkan data2 tsb… mohon bantuannya, terimakasih…

  18. chandra hary sukma

    assalamualaikum wr.wb
    saya mahasiswa TIP smester 5, saya meneliti masalah trikoderma pada pengkomposan TKKS, saya kesulitan mendapatkan referensinya, kira-kira saya bisa dapatkan dimana yak. mohon bantuannya. terimaksaih………..

  19. Asw…
    Saya mau tanya tentang aktivator. Saya pernah menemukan jurnal Indonesia setelah searching di google tentang penggunaan aktivator anorganik untuk pengomposan limbah padat kopi. Namun sayangnya hanya terdapat abstraknya saja. Apa bapak tahu tentang jenis-jenis aktivator anorganik dan kelebihannya? Saya cari referensinya kok susah ya? Terima kasih jawabannya.

    • Itulah susahnya di Indonesia. Saya juga mengalami masalah yang sama. Untuk mendaptkan jurnal berbahasa Indonesia, susahnya setengah mati. Saya punya literatur Internasional yang lebih banyak daripada literatur dalam negeri. Saran saya untuk literatur dalam negeri sebaiknya minta bantuan pustakawan, mereka tahu link-link pustaka di Indonesia.

  20. apa nama jamur yang di makan masyarakat pada janjang koson kelapa sawit Mas dan bagai mana cara memanfaatkan jangjang kosong dengan baik pada perkebungan kelapa sawit

    • Sebenarnya saya punya posting tentang jamur di tumpukan tkks, tetapi foto-fotonya pernah kehapus. Jamur yang bisa dimakan adalah sejenis jamur merang. Memang ukurannya lebih besar daripada jamur merang yang dijual di pasaran. Saya lihat juga ada jamur kuping dan semacam jamur tiram. Cuma hati-hati karena banyak juga jamur yang beracun.

  21. pak kalau fermentasi pada janjang kosong untuk pengkomposan itu seperti apa karena saya lagi menyusun laporan praktek kerja lapangan saya,
    terus gimana dengan komposting menggunakan Clean Development Mechanism
    minta bantuannya ya pak

    terimakasih sebelumnya

    hormat saya

    chandra

    • Proses fermentasi tankos ya..komposting itu. Saya sudah menuliskan beberapa posting untuk masalah ini. CDM sebenarnya adalah istilah untuk pengelolaan limbah, bukan salah satu metode komposting. Proses compostingnya juga bermacam-macam, tetapi prinsipnya bisa mengurangi gas rumah kaca.

  22. terima kasih bapak atas balasannya yang masalah tricoderma

  23. Muhammad Fariz

    Assalammu’alaikum WR.WB.
    Saya mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan di salah satu perguruan tinggi Bandung..
    Saya ingin bertanya pak,,
    kalo kita ingin mengolah limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk menghasilkan kompos sangat tidak efisien dikarenakan proses waktu yang lama,memakan luas lahan yang cukup besar, dan sulitnya melakukan pembalikan..

    Apa kita bisa mengkombinasikannya dengan proses anaerob (misal dengan Anaerobic Digester) agar bisa menghasilkan gas Methane yang cukup untuk sumber listrik buat proses kompos itu sendiri, sehingga lahan yang digunakan pun jadi lebih sedikit??trims paakk..nuhun..thank you

    • Wa’alaikum salam. Pertanyaan ini memang sering dilontarkan. Apakah Anda pernah datang ke kebun sawit dan melihat areal pengolahan limbahnya? Untuk pabrik dengan kapasitas 60-120ton TBS/jam hanya membutuhkan areal pengolahan tidak lebih dari 14-20 ha. Mereka umumnya punya kebun dengan luas di atas 10.000 ha (kebun inti) dan hingga 40.000 (plasma). Jadi kalau hanya menyediakan lahan dengan luas 14 ha bukan merupakan masalah bagi pabrik sawit. Teknologi ini sudah berhasil dilakukan dalam skala pabrik dan sangat ekonomis.
      Secara teori proses anaerob memang cukup menjanjikan. Tetapi rasanya belum ada yang berhasil melakukan di tingkat industri. Data-data di labu erlenmeyer hanya data lab saja. Masih jauh sekali untuk aplikasi industri. Untuk mengolah limbah cair PKS secara efisien dan ekonomis saja belum banyak yang berhasil. Masih banyak tantangan yang mesti dihadapi dan dipecahkan. Mungkin suatu saat nanti ketika ilmu dan teknologinya ‘nyampai’. Entahlah. Semoga bermanfaat.

  24. saya dengar apa betul saat ini tkks diminati untuk dijual ke china ,terima kasih atas jawabannya

  25. Assalamualaikum wr.wb.
    saya petani kelapa sawit di bengkulu,ingin bertanya dimana saya bisa membeli mesin pencacah kapasitas kecil.

  26. Yth, Bpk Isroi
    Salut untuk tulisan Bapak tentang pengomposan TTKS yang cukup detail, apakah sudah ada PKS di Indonesia yang berhasil mengelola TTKS-nya hingga menjadi pupuk kompos? Disamping itu berapa komposisi yang ideal untuk substitusi pupuk kimia?

    Terima kasih dan sukses selalu

    • Sudah ada banyak PKS yang mengolah TKKS menjadi kompos. Di palembang ada PT Pinago Utama, Sinar Mas group (di beberapa tempat, OKI). Di sumut beberapa pabrik PTPN 4 sudah mengomposkan, misal di Dosin, perdagangan. Trus di Senakin Kalimantan ada juga. Kalau substitusi yang tepat perlu melihat hasil rekomendasi pemupukan yang dilakukan kebun, trus kemampuan kebun memproduksi kompos, dan masalah biaya. Saat ini memang belum ada aturan yang baku. Semoga membantu.

  27. mas,tlg saya mau tahu informasi kandungan dari kompos yang terbuat dari janjang kosong dan efektivitasnya dibanding menggunakan pupuk organik jika di aplikasikan ke tanaman kelapa sawit

  28. Yth Bapak Isroi,

    Nama saya Anton dan tahun ini perusahaan saya berhasil menciptakan mesin yang bisa mengolah TKS dan limbah organik lainnya menjadi kompos dalam 24 jam. Nilai NPK nya 6 atau lebih. Apakah Bapak mempunyai kenalan di PTPN yang menurut Bapak akan berminat mengenai pengolahan limbah menjadi pupuk organik? Saat ini saya sudah memasuki pasaran Malaysia. Saya yakin terobosan terbaru ini akan menjadi jawapan untuk meningkatkan kebutuhan pupuk organik bagi petani-petani dalam jumlah banyak dan murah. Kalau ada yang berminat silakan hubungi saya. Terima kasih

    Salam saya,
    Anton Wibowo

    • Yth.
      Bapak Anton Wibowo

      Selamat datang di blog saya.
      Bukannya apriori, tetapi terus terang saya ragu dengan pernyataan Anda ini. Di Malaysia katanya ada yang bisa membuat pupuk organik dalam waktu 1 jam. Lebih fantatis tetapi juga lebih tidak masuk akal. Saya belum bisa mempercayai teknologi ini, kalau belum melihat sendiri dan membuktikan sendiri. Tahun lalu, ada rencana sebuah PTPN mau membuat pabrik dengan teknologi instant composting ini. Tetapi sampai saat ini tidak terealisasi. Kalau memang teknologi ini benar-benar bagus, saya rasa akan segera diserap oleh pasar. Karena memang teknologi semacam ini sedang banyak dibutuhkan oleh industri sawit.

  29. Pingback: links for 2010-03-23 « Berbagi Tak Pernah Rugi

  30. Pak Isroi,

    Saya berminat untuk membuat kompos dari TKKS, tolong diberi informasi lebih lanjut untuk mesin pencacah, acticomp, dll. Bila tidak keberatan minta no tlp. nya. Saya mau belajar lebih detil. Tks

  31. mohon info, apakah kandungan lignoselulosa dalam kompos tkks yang bapak sebutkan diatas akan tetap stabil atau sudah hilang???
    kalau lignoselulosa-nya masih stabil dimana saya memperoleh kompos tkks di jakarta?
    atas ilmu dan informasi dari bapak saya ucapkan terima kasih.
    mohon dibalas ke pera.tandi@yahoo.co.id

    • Saya belum pernah ngecek berapa selulosa yang masih tersisa di kompos tankos. Kompos yang belum terlalu matang, mungkin masih cukup banyak selulosanya. Tetapi rasanya kalau kompos yang sudah matang, selulosanya tinggal sedikit.

  32. Ass,wr wb
    pagi pak isroy dan salam kenal sy mau tanya pak bila menanam padi dan memakai bokashi terlalu tinggi yaitu 5 ton/ha apa tidak mempengaruhi tanaman ( 0ver dosis pupuk organik) yng membuat hasil pasca panen menjadi berkurang,pak dan sy membaca refrensi pertian pembuatan 1 ton bokashi dapat memupuk 0,5 ha tetapi di media internet dapat memupuk lahan 1 ha mana yang benar ya pak …… mohon lewat email tik.tak 416 @gmail kom dari wahyu

    • Wa’alaikum salam wr wb,
      Kalau dalam skala lapang sebenarnya sangat jarang ada kasus over dosisi pupuk organik. Petani sayuran seperti di daerah Dieng, Kopeng (Jateng) atau di Lembang Bandung mereka memupuk ladang mereka dengan dosis lebih dari 5 ton pupuk kandang. Sampai beberapa truk per ha-nya.
      Pertimbangan dosis 0,5 atau 1 ton/ha biasanya merupakan pertimbangan ekonomi. Maksudnya dengan dosis tersebut secara ekonomis masuk ke anggaran biaya dan hasilnya menguntungkan.
      Semoga bermanfaat
      Wassalam.

  33. Asalaamualaikum. posting yg sangat apik pak. sgt berguna bg saya penggila Pupuk organik di Riau yg sering membuat kompos dr perpaduan tangkos dan kotoran sapi dn bhn2 lain. 6 ton /2 hektar dalam 3x panen dg umur klp sawit 21 th. salam kenal ya pak. blh berkunjung ke jogja pak bln 12 insya Alloh.

  34. Galueh katulistiwa

    Asswrwb,saya banjarnegara,2th diriau,t kimia di ist akprind,yk angkatan 95.boleh bertanya pak,..kira kira modal awal yg dibutuhkan,tmsk obat untuk pembuatan dari 10ton tandan sawit kosong berapa pak? Tandan sawit kosong disini melimpah,dibuang buang.teman saya ada pwto dari umm tkimia malang produk etanol tapi dari molase.. Kayaknya lebih condong ke p organik,tolong pak.atas jawabanya saya ucapkan terimakasih.

    • Assalamu’alaikum wr wb. pertanyaannya terlalu banyak singakatan, saya agak sulit menerjemahkannya.
      10 ton tankos sedikit sebenarnya. Kalau pakai mesin terlalu sedikit, manual lumayan juga tenaga yang dibutuhkan.
      Cari sj dari tumpukan tankos itu mana yang sudah jadi kompos lalu dipakai. Karena kalau mau membuat sendiri dalam skala kecil agak ribet juga.
      Untuk dekomposeernya 10 ton cuma perlu 10 kg, harganya sekitar 17rb/kg + ongkos kirim.
      Perlengkapan lain bisa dihitung sendiri dengan membaca prosedur di atas.
      Semoga bermanfaat.

  35. saya ingin menanyakan bagaimana cara menurunkan kadar air pada tankos kelapa sawit. karena pada saat ini kadar air masih diatas 50%. dengan menggunakan alat monopress (mengepress) dan shreder (pencacah). dengan kondisi kadar air seperti itu jika untuk bahan bakar boiler maka api pada boiler susah hidup. mhn info nya. tks

    • Menurunkan kadar air, kalau tidak dijemur/dikeringkan atau dipress. Sekarang kan banyak mesin pencacah untuk tankos sawit, setelah dicacah bisa dimasukkan lagi ke mesin pegrepres untuk menurunkan kadar air. Kalau mau diturunkan sampai kadar air <30% rasanya cukup sulit juga. Kemampuan mesinnya mesti cukup besar untuk mengepres ratusan ton tankos per hari.

  36. Ass,wr wb
    Pagi pak Isroy dan salam kenal, sy tertarik dg TEKNOLOGI PENGOMPOSAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT yg bpk paparkan. Kebetulan sy jg Petani Kelapa Sawit, dan sy msh agak awam mengenai pengomposan tangkos. Sy ada rencana bikin, cuma teknologi detailnya berikut peralatan/mesinnya sy blm paham betul. Beberapa bln ini tandan ksg sy cm manfaatkan u/ mulsa di kebun. Mengenai bahan tangkos di tpt Pabrik yg sy kirimin TBS sangat melimpah, krn mereka tdk olah, cm ditumpuk dan mreka jg tdk punya kebun inti/plasma. Sy cuma kena biaya tambahan 25rb per Truk u/ upah sovel muat keatas Truk. Sy ambil tangkos di Pabrik tsb jg saat sy kirim buah/TBS, pulangnya Truk sy muatin tangkos. Jd bisa dibilang biaya pengadaannya kecil. Kebetulan disamping sy ada kebun sendiri, sy jg mengelola beberapa kelompok tani. Mungkin total luas kebun berkisar antara 500 ha yg sudah berproduksi. Sy ada rencana mengolah tangkos tsb sy campur dg limbah kotoran Sapi, krn disini jg melimpah …… mohon saran dan masukannya tks atas bantuannya, wassalam.

    • Asslm. Cara pengomposan kelapa sawit sudah cukup lengkap saya jelaskan di blog ini. Bisa dibaca sendiri. Gunakan fasilitas pencarian yang ada di kolom kiri atas. Kalau ada yang kurang jelas bisa ditanyakan lagi.

  37. assalamulaikum wr wb.
    kpd bapk isroi, klu pengomposan dengan TKS+kotoran kambing+lembu+EM4, reaksi dari pengomposan tsb gmn?
    trus C/N nya brp?

    • Reaksinya rumit sekali, saya juga tidak bisa menjelaskan. Reaksi umumnya adalah dekomposisi bahan organik menjadi molekul yang lebih sederhana dengan menghasilkan panas dan CO2, mungkin dihasilkan H2O juga.
      Rasio C/N mesti dilihat dari bahan-bahannya dulu, tkks rasio c/n nya tinggi, kalau mau tahu pastinya ya..dianalisakan ke lab dulu. Untuk tkks sekitar >40, kotoroan kambing mungkin >30. Rasio C/N rasio setelah jadi kompos <25.

  38. mas kalo activator yang ada dengan berbagai merek kita campur . kira kira bagus gak ya dan beli activator ActiComp Plus beinya dimana dan pemakaiannya dengan perbandingan berapa ,kalo berkenan tolong dikirim ke email saya mas .pur_cahyo@yahoo.com

    • Sebaiknya tidak mencampur bermacam-macam bioaktivaktor. Biasanya setiap biaktivator memiliki metode optimum yang berbeda-beda, ada yang perlu bahan tambahan tertentu, alat tertentu, atau proses tertentu.

  39. Dwi Suci Lestariana

    assalamualaikum
    Pak untuk penambahan ActiCom, perlakuanya ditutup dengan terpal dan tanpa di balik, bearti itu terjadi secara anaerob y Pak???

    ActiCom dan Promi sudah dijual di pasaran bebas???

    kebetulan saya rencana ada project untuk mengkomposkan TKKS,

    terimakasih Pak jawabannya

    wassalam

  40. kira-kira dalam membuat pupuk kompos dari tandan kosong kelapa sawit ini,, bisa 1 minggu sudah jadi pupuk kompos ?

  41. Bapak Isroi yang terhormat.

    Di kampung saya ada pabrik kelapa sawit PTPN XIV, tangkosnya ada banyak sekali dan tidak diolah.

    Kebetulan juga saya tergabung di organisasi pecinta alam anggotanya lebih dari 50 orang. Mungkin dengan usaha pembuatan pupuk kompos ini bisa membantu kami untuk memberdayakan anggota organisasi kami.

    Hanya saja saya masih bingung harus memulainya seperti apa. Apa saja yang harus saya persiapkan, prosesnya sprti apa, bahan dan alat2 apa yang harus dimiliki, bagaimana cara membuat inkubatornya, apa itu mikroba dan lain sebagainya.

    Kalau Pak Isroi berkanan, mengirikan kpd kami tutorial lengkapnya dari mulai bahan dasarnya sampai siap pakai / jual.

    Terima Kasih.

  42. ass
    saya mau tanya pak,,
    perbandingan yang tepat antara tandan kosong dg EM4 serta dg pupuk kandang brp pak???
    trmmksih pak

    • Wa’alaikum salam.
      Saya tidak tahu kalau untuk EM4. Jika menggunakan Promi dosisnya hanya 1 kg Promi untuk 1 ton tandan kosong, tanpa perlu penambahan pupuk kadang atau bahan-bahan lain. Hanya air saja sesuai kebutuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s