Isolasi Mikroba Pelarut Fosfat

Mikroba pelarut fosfat (MPF) umumnya diisolasi dari contoh tanah. MPF yang umum didapatkan antara lain dari kelompok fungi, bakteri, dan actinomicetes. Prosedur umum untuk mengisolasi MFP adalah sebagai berikut:

  1. Satu gram contoh tanah dimasukkan ke dalam 99 ml larutan garam fisiologis (0.85% NaCl) steril dan dikocok selama 24 jam atau semalam. Dari pengenceran ini diperoleh seri pengenceran 10 ext-2. Tujuan pengocokan ini agar diperoleh lebih banyak isolat, khususnya isolat fungi.
  2. Satu ml larutan dari pengenceran 10 ext. -2 ditambahkan ke dalam 99 ml larutan garam fisiologis dan dikocok/diaduk hingga tercampur merata. Langkah ini diperoleh pengenceran 10 ext. -4. Pengenceran terus dilakukan hingga seri pengencera 10 ext. – 6 s/d 10 ext. – 8.
  3. Buat medium agar Pikovskaya.
  4. Satu ml dari setiap seri pengenceran yang telah dibuat dimasukkan ke dalam cawan petri steril. Medium agar Pikovskaya yang masih cair (suhu kurang lebih 50oC) dituangkan ke dalam cawan. Cawan digoyang agar sample dan media tercampur merata.
  5. Ulangi langkah di atas secukupnya.
  6. Inkubasi dalam posisi terbalik selama beberapa hari.
  7. Mikroba yang dapat melarutkan fosfat akan membentuk zona bening di dalam medium Pikovskaya.
  8. Setelah diperoleh MPF segera dipisahkan dan dimurnikan di dalam medium Pikovskaya yang lain.

Isolat bakteri dan actinomicetes biasanya segera tumbuh pada umur 2 – 3 hari, sedangkan fungi baru mulai tumbuh setelah 1 – 2 minggu.

jamur pelarut fosfat

Jamur pelarut fosfat yang membentuk zona jernih pada medium Pikovskaya.

bakteri pelarut fosfat

Bakteri pelarut fosfat yang membentuk zona jernih pada medium Pikovskaya

Saya biasanya menggunakan antibiotik (antibakteri) apabila akan mengisolasi fungi. Tanpa antifungi fungi pelarut fosfat sulit diperoleh. Fungi umumnya kalah cepat tumbuhnya dengan bakteri, sehingga pertumbuhannya terhambat oleh bakteri.

[isroi]


Download literatur gratis: Download di sini | Recomended site: Gudang Ebook Gratis

donwload ebook gratis microbiology

About these ads

37 responses to “Isolasi Mikroba Pelarut Fosfat

  1. Apa untuk membuat campuran spora fungi + bakteri, spora fungi harus jauh lebih banyak karena tumbuh lebih lambat?

  2. Tidak selalu. Justru dari pengalaman saya, fungi lebih mudah tumbuh dan tahan di bahan pembawa daripada bakteri. Memang waktu pertumbuhan fungi lebih lama dari bakteri. Kalau bakteri 2 – 4 hari sudah bisa dipanen, kalau fungi biasanya lebih dari seminggu baru dipanen.

  3. Inokulum fungi untuk biofertilizer apakah harus berupa spora atau bisa pelet miselia? JIka iya, mana yang seharusnya diaplikasikan, spora atau pelet miselia?

  4. Inokulum fungi bisa diberikan dalam bentuk spora ataupun miselia. Tapi saya kurang jelas dengan yang anda maksud dengan pelet miselia. Sebenarnya bukan harus atau tidak harus. Ini hanya masalah pilihan saja. Saya sering menggunakan spora + miselia, daripada harus memisahkan spora dan miselia. karena kedua-duanya bisa digunakan sekaligus. Untuk tujuan-tujuan tertentu mungkin lebih baik menggunakan spora. Spora lebih tahan daripada miselia.

  5. sri nurhatika

    untuk identifikasi bakteri pada sampah sebaiknya medium diencerkan sampai 10 pangkat berapa

  6. Bakteri/mikroba yang ada di sampah mungkin ada ribuan/jutaan.
    Memangnya mau identifikasi apa, neng…?
    Tahapan umumnya biasanya begini:
    1. Tentukan dulu, mau isolasi apa? Bakteri, fungi, atau actinomycetes. Ini penting karena setiap jenis biasanya pake medium sendiri-sendiri. Misal: Fungi dan Actino = PDA atau MEA, bakteri = NA atau NB. Agar lebih mudah lagi di dalam medium tersebut diberi antimikroba yang sesuai. Misal: Kalau mau isolasi bakteri, berarti diberi antibiotik untuk fungi dan actino.

    2. Isolasi
    Sampel diencerkan dari mulai 100 x sampai 100.000.000. Mikroba yang tumbuh lalu dipisahkan dan dimurnikan sampai diperoleh kultur asenik (kultur murni).

    3. Identifikasi
    Gunakan metode identifikasi yang umum digunakan, misal untuk bakteri bisa menggunakan Bargey’s manual.

    Semoga membantu.

    isroi

  7. ass. numpang nanya nih, apakah bakteri dan fungi pelarut P bisa di mixed culture,klo bisa apa yg terjadi, apakah ada antagonisme antar mikroba tersebut. mohon bantuanya dan ane minta tolong lagi, minta refernsi or link jurnal tentang mikroba pekarut P serta interaksi bakteri dan fungi pelarut P, tolong kirim ke email saya. makasih. wass.

  8. Wassalamu’alaikum,
    Bakteri dan fungi bisa dikombinasikan (mixed) dalam satu bahan pembawa. Namun perlu dilakukan uji kompatibilitas dari kedua mikroba tersebut. Tujuannya apakah ada efek kompetisi atau penghambatan pertumbuhan dari kedua mikroba tersebut. Misalnya dapat dilakukan uji cawan. Mirip dengan uji untuk mikroba biocontrol. Lalau uji di lapangan dengan tanaman, misal: ada empat perlakuan 1) kontrol, 2) fungi, 3) bakteri, 4) bakteri + fungi. Lakukan dengan mengikuti kaidah statistik.
    Dilakukan analisis statistik dan bagaimana hasilnya. Hasil ini digunakan untuk menentukan apakah fungi dan bakteri bisa digambungkan menjadi satu. Kalau satu saja sudah baik, pilih yang satu saja. ngak perlu dikombinasikan. Lihat juga analisis ekonominya. Dari sisi ekonomi menggunakan dua mikroba costnya lebih tinggi dari pada satu mikroba. Jika penggabungan dua mikroba tidak signifikan dari sisi ekonomi, mendingan gunakan satu mikroba saja.
    Ada banyak literatur, tetapi dalam bentuk hardcopy. Agak repot dilampirkan di email.
    Semoga membantu.

  9. Assalammualaikum wr.wb.
    Pak Isroi saya sangat tertarik tentang bakteri pelarut fosfat. Saya mempunyai 4 isolat bakteri pelarut fosfat yang saya dapat dari rhizosfer mangrove…yang ingin saya tanyakan bagaimana y pak cara memprosesnya agar dapat saya aplikasikan dalam biofiltilizer?…

    Oh y pak…mau tanya sekalian…jika saya tertarik meneliti tentang biofiltilizer untuk TA lebih dalam lagi kira-kira mungkin bpk dapat memberikan rekomendasi yang tepat di Balai mana/ di Instansi mana saya dapat mempelajarinya.
    Terima kasih…^^
    Wassalam

  10. Assalammualaikum wr.wb.
    Pak Isroi saya sangat tertarik tentang bakteri pelarut fosfat. Saya mempunyai 4 isolat bakteri pelarut fosfat yang saya dapat dari rhizosfer mangrove…yang ingin saya tanyakan bagaimana y pak cara memprosesnya agar dapat saya aplikasikan dalam biofiltilizer?…

    Oh y pak…mau tanya sekalian…jika saya tertarik meneliti tentang biofiltilizer untuk TA lebih dalam lagi kira-kira mungkin bpk dapat memberikan rekomendasi yang tepat di Balai mana/ di Instansi mana saya dapat mempelajarinya.
    Terima kasih…^^
    Wassalam

  11. saya ingin tanya…perbedaan mikrobia dan mikoriza tuh apa?
    terimakasih

  12. saya kemarin melakukan isolasi bakteri pelarut fosfat tapi ternyata banyak tumbuh jamur, warnanya hitam dan merah apakah itu berarti isolasi saya gagal?

    • Salah satu ciri mikroba pelarut fosfat yang tumbuh di dalam media pikovskaya adalah terbentuknya zona jernih. Di dalam mikroba yang tumbuh itu ada tidak zona jernih, kalau ada berarti ada mikroba pelarut fosfatnya. Segera dimurnikan sebelum sulit dipisahkan. Tetapi kalau belum ada zona jernih berarti belum ada mikroba pelarut fosfat. Isolasi diulangi lagi. Semoga bermanfaat.

  13. saya sedang mencari medium pikovskaya yang menggunakan sumber fosfat Al2PO4 dan FePO4, kira2 dimana yah mendapatkannya?

  14. mikroba pelarut P sebanarnya sangat berpengaruh besar terhadap pertanian indonesia. jadi perlu diadakan penelitian lebih lanjut tentang mikro organisme ini

  15. lina biologi UNUD

    mas, mau tanya dong!!!
    kan saya isolasi bakteri pelarut fosfat dari sedimen limbah lagoon BTDC nusa dua bali, trus kalo menurut mas kolam mana yang paling banyak bakterinya, apakah kolam penampungan limbah pertama atau kolam sedimentasi atau kolam aerasi????? kalo mas ada pengalaman kasi tau saya ya…. thanks

  16. Ass. Wr.Wb.,

    Pak Isroi mohon dibantu bagaimana cara membuat pupuk bio fosfat?, komposisi bahan-bahan penunjang/pembawanya?, dan alternatif bahan pengganti apabila salah satu bahan penunjang tersebut ketersediaannya terbatas (misal : gambut diganti kompos) terima kasih banyak. Mohon dibalas secepatnya

  17. Ass Pak,
    Mau tanya,saya mau membuat PGPR dari bakteri rizosfer.Bagaimana mambuat bakteri jadi dormat sehingga bisa dipake sewaktu2.
    Wass,Trima kasih

    • Wassalamu’alaikum. Membuat bakteri dorman untuk disimpan lama maksudnya? Kalau di lab biasanya dimasukkan tabung kecil, khusus untuk penyimpanan isolat, beberapa bakteri sepertinya ditambahkan glyserol atau cairan pengawet lainnya. Setelah itu disimpan di dalam freezer.
      Kalau sewaktu-waktu mau pakai, tinggal ditumbuhkan lagi dimedia cair.
      Semoga menjawab pertanyaannya.

  18. Ass. pak,

    Mohon bantuannya pak: bagaimana cara mendapatkan dan mengembang biakkan bakteri pengurai ammonia pada limbah cair (Nitosomonas dan nitrobacter). Dimana harus beli bakteri tersebut, dan bagaimana cara membuatnya agar dorman sehingga bisa dipakai lama. Apkh pakai glyserol berapa dosisnya ? trimakasih

  19. Pingback: Mikroba Pelarut Fosfat untuk Memenuhi Kebutuhan Pupuk Fosfat | Berbagi Tak Pernah Rugi

  20. Pak Isroi, saya saat ini sedang melakukan pengukuran kuantitatif pada media cair pikovskaya dengan spektrofotometer. bisakah bapak memberi penjelasan mengenai metode pengukuran dan cara membaca data tersebut? sebelumnnya saya sudah mencoba tapi masih bingung dengan hasilnya. apakah yang terukur di spektrofotometer itu P terlarut atau P sisa di media. tolong Pak bantuannya.terima kasih seblumnya

    • Sumber P-nya pakai apa? Mesti ada kontrol dari media yang tidak diberi mikroba pelarut fosfatnya. Selisih antara kontrol dengan yang pakai mikroba itu menunjukkan kemampuan mikroba dalam melarutkan fosfat.

      • P nya pakai Ca3(PO4)2. kontrolnya udah ada.perlakuannya juga sudah ada. untuk uji menggunakan spektro, saya menggunakan larutan standar Amonium molibdat panadat,panjang gelombang 470. terus dapat angkanya…kemudian apakah angka yang didapat itu, merupakan posfat terlarut atau fosfat yang tersisa di media tersebut?

      • Yang kebaca di monitor itu adalah absorbansinya. Untuk mengetahui berapa konsentrasi phosphatenya perlu buat kurva standardnya dulu. Buat larutan phosphate (bisa pakai asam phosphate) yang sudah diketahui konsentrasinya. Buat sekitar 5-8 konsentrasi. Setelah ketemu kurva standardnya, persamaan kurva itu digunakan untuk menghitung konsentrasi phosphate terlarut.
        Agar lebih jelas, coba baca buku tentang analisa dengan menggunakan spektrofotometer. Termasuk cara membuat larutan standard dan kurva standardnya.

  21. Pingback: Improvement Granul Fosfat Alam | Berbagi Tak Pernah Rugi

  22. Assalamualaikum wr.wb.
    pak asroi, saya ingin mengetahui lebih lanjut tentang bakteri pelarut P, terutama Pseudomonas dan Bacillus. cara memurnikannya dan untuk memisahkannya kedua bakteri tersebut bagaimana jika dengan menggunakan media pikovsraya. karena saya khawatir jika kedua bakteri tersebut digunakan bersamaan akan memimbulkan efek kompetisi.
    Terimaksih atas penjelasannya.

    • Assalamu’alikum wr wb.
      Karakteristik Pseudomonas dan Bacillus kan beda. Dimurnikan dulu pakai metode umum isolasi mikroba. Salah satu ciri Pseudomonas adalah berpendar di bawah sinar UV, sedangkan Bacilus tidak berpendar di bawah sinar UV.
      Untuk masalah kompetisi bisa diuji di atas cawan.
      Semoga membantu.
      Wassalam.

  23. mutiara pramudya

    assalamualaikum,,
    saya tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peranan jamur dalam degradasi hidrokarbon siklik, kira-kira karakter jamurnya seperti apa ya pak? misal dari segi metabolisme atau jenis enzim yang dihasilkan?
    kemudian jika ingin ditumbuhkan dalam medium yang dicampur minyak, medium apa yang cocok dan berapa konsentrasinya dalam medium tersebut? terimakasih atas jawabannya/referensi yang bisa diberikan mengenai pertanyaan saya. :)

  24. saya mau tanya mas, klu diliat dari media Pikovskaya, kira2 apa yang menyebabkan MPF/BPF dapat melarutkan P? apa dari komposisi Pikovskaya tersebut atau dari apax…. trimaksi

  25. assalammu’alykum..
    pak Isroi, saya mau tanya..
    caranya mendormankan bakteri yang dibiakkan sendiri dengan cara sederhana (fermentasi didalam galon), itu seperti apa pak?
    klo yang dari bapak berikan kayaknya baru cara mendormankan bakteri di dalam lab ya pak?
    atauy ada tidak pak cara mendorman kan bakteri secara sederhana (tidak dilakukan didalam laboratorium)?
    terimakasih banyak pak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s