Belajar Meramu Pestisida Nabati untuk Pertanian Organik

aku dan pak haji zaka
Aku sedang asik mendengarkan penjelasan Pak Haji Zaka

Tidak terasa sejak tiga tahun yang lalu aku sudah banyak menulis posting tentang pestisida nabati ini, silahkan dibaca, semoga bermanfaat.

  1. Pengendalian Hama dan Penyakit dengan Pestisida Nabati
  2. Antara Petani dan Pestisida Kimia
  3. Daftar Tanaman untuk Pestisda Nabati
  4. Contoh Pembuatan Pestisida Nabati
  5. Ekstrak Pestisida Nabati
  6. Buku dan Situs Pestisida Nabati

Kumpulan Resep MOL (Mikroorganisme Lokal)


hormon tanaman giberelin auksin sitokininSaya belajar membuat pestisida organik secara tidak sengaja. Awalnya hanya sekedar ingin tahu, sekarang mencoba untuk serius membuatnya. Kasihan petani yang sudah demikian dijajah oleh pestisida kimia.

Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu. Duniaku hanya sebatas laboratorium dan laboratorium. Kadang-kadang diajak ke lapang untuk melihat ‘dunia nyata’. Sampai akhirnya, mungkin karena tidak ada yang mau, aku diminta untuk menjadi peneliti pendamping petani. Setelah melihat TOR dan juklaknya, aku jadi befikir ‘Bos’ku di kantor pasti salah milih orang. Jelas-jelas di TORnya ditulis peneliti senior, yang dikirim peneliti ‘bau kencur’. Tapi apa boleh buat, semua seperti sudah ditakdirkan. Mau tidak mau, suka tidak suka aku mesti belajar tentang pertanin.

Aku mendapatkan wilayah yang sebenarnya kurang layak di sebut pertanian, yaitu di Jakarta Utara, tepatnya di Rorotan. Ternyata di ibu kota metropolitan ini masih tersisa sedikit petak-petak sawah. Jadilah aku terjun sekalian di dunia pertanian ini.

Aku banyak belajar dari Pak Haji Zaka. Hampir tiap minggu aku main ke saungnya. Mendengarkan semua penjelasannya dan keterangan-keterangannya. Salah satunya tentang pestisida nabati ini. Pak Haji banyak menunjukkan padaku tanaman-tanaman yang bisa digunakan sebagai pestisida organik dan bagaimana cara membuatnya. Pak Haji juga banyak memberiku ceramah tentang bahaya pestisida kimia dan manfaat pestisida nabati. Keterangan Pak Haji itu aku tulis di posting berikut ini:

Pengendalian Hama dan Penyakit dengan Pestisida Nabati

Setelah itu aku sering ke petani-petani, belajar langsung ke lapang. Mencoba mengamati petani dan permasalahannya. Tetunya ‘kacamata’ yang saya pakai adalah ‘kacamata’ saya sebagai seorang mikrobiolog. Apa yang bisa aku sumbangkan ke petani.

Aku melihat petani sudah sangat terjajah oleh pestisida kimia. Ngeri sekali kalau melihat petani menyemprot pestisida kimia. Lihat di posting ini.

Antara Petani dan Pestisida

Aku jadi lebih giat dan semangat untuk belajar tentang pestisida nabati. Aku coba searching di internet, beli buku-buku di Gramed, dan tanya-tanya langsung ke petani. Aku ketemu dengan orang-orang yang bergelut dengan pestisida kimia. Kebetulan beberapa temanku sedang mengambil S3 tentang pestisida nabati, jadi aku sedikit banyak ‘nyuri’ ilmunya.

biji bengkoang
Biji bengkoang untuk pestisida nabati

Sekarang aku mencoba lebih serius untuk pestisida nabati ini (meskipun aku juga sedang fokus di bidang lain). Aku belajar lebih banyak, tanya lebih banyak, membaca lebih banyak, dan mencoba lebih banyak. Jangan sampai petani kita dijajah oleh bahan-bahan berbahaya kiriman dari luar. Petani Indonesia bisa maju dengan bahan-bahan yang ada di sekitar mereka untuk mengalahkan hama dan penyakit tanaman. Insya Allah.

biji mindi
Biji mindi untuk pestisida nabati

Sebenarnya, menurutku secara pribadi, petani bisa membuat pestisida nabati sendiri. Repot sedikit tidak apa-apa. Rupanya petani kita agak sulit untuk itu. Maunya instant dan langsung jadi langsung pakai. Tidak mau pusing dan cenderung menggunakan segala sesuatu secara berlebihan. Masalah ini perlu dicarikan solusinya.

Saat ini aku sedang belajar, bagaimana membuat ekstrak pestisida nabati yang efisien untuk beberapa macam hama?
Bagaimana membuat pestisida nabati ini tahan disimpan dalam beberapa waktu, kalau bisa sampai 6 – 12 bulan.
Bagaimana memubat pestisida nabati dalam skala besar, kalau perlu skala industri, agar petani mudah mendapatkan pestisida ini?

Mengekstrak dan meramu pestisida nabati tidak terlalu sulit. Sudah banyak contohnya dan sudah banyak metode yang disarankan. Yang agak repot adalah untuk mencoba ke hama-nya langsung. Serangan hama kadang-kadang tidak merata dan ada di tempat-tempat yang cukup jauh dijangkau. Aku tidak sempat mencobanya secara langsung. Problem kedua adalah beberapa bahan tidak mudah didapat. Mencarinya harus di pinggir-pinggir hutan, itu saja jumlahnya terbatas. Problem ketiga adalah penyediaan dalam volume besar. Misalkan saja ada permintaan 100rb liter. Pusing juga mencari bahan-bahannya.

Info pestisida nabati hubungi Manto: 085643907204

About these ads

40 responses to “Belajar Meramu Pestisida Nabati untuk Pertanian Organik

  1. mksh infonya yg sangat berguna mdh2an bs dipraktekan dengan hasil yg lbh memuaskan semoga dengan disebarkanya tulisan ini selalu menjadi amal baik karena telah ikut serta mengurangi resiko peyakit karena lebih sehat dengan organik….tks wassalam

  2. Pingback: Resep pestisida nabati yang lain lagi « Berbagi Tak Pernah Rugi

  3. Pingback: Pestisida Nabati: Esktrak Mindi (Melia azedarah) « Berbagi Tak Pernah Rugi

  4. Pingback: Tanaman Pestisida Nabati: Mimba (Azadirachta indica I.) « Berbagi Tak Pernah Rugi

  5. Pingback: Pestisida Nabati: Esktrak Jeringau atau Dlingo « Berbagi Tak Pernah Rugi

  6. Pingback: Pestisida Nabati: Ekstrak Suren « Berbagi Tak Pernah Rugi

  7. Pingback: Pestisida Nabati: Ekstrak Biji Bengkoang « Berbagi Tak Pernah Rugi

  8. Pingback: Pestisida Nabati: Esktrak Tembakau (Nicotiana tobaccun L.) « Berbagi Tak Pernah Rugi

  9. Pingback: Buku & Situs tentang Pestisida Nabati « Berbagi Tak Pernah Rugi

  10. Pingback: Pengendalian Hama dan Penyakit dengan Pestisida Nabati « Berbagi Tak Pernah Rugi

  11. Pingback: Daftar Tanaman untuk Pestisda Nabati « Berbagi Tak Pernah Rugi

  12. Pingback: Tanaman Pestisida Nabati: Sirsak (Annona muricata L.) « Berbagi Tak Pernah Rugi

  13. Pingback: Antara Petani dan Pestisida « Berbagi Tak Pernah Rugi

  14. Pingback: Tanaman Pestisida Nabati: Biji Bengkoang (Pachyrhizus erosus) « Berbagi Tak Pernah Rugi

  15. Pingback: Tanaman Pestisida Nabati: Tuba alis Jenu alias Derris elliptica Bth. « Berbagi Tak Pernah Rugi

  16. Pingback: Tanaman Pestisida Nabati: Tembakau (Nicotiana tobacum L.) « Berbagi Tak Pernah Rugi

  17. Pingback: Tanaman Pestisida Nabati: Mindi (Melia azedarah L.) « Berbagi Tak Pernah Rugi

  18. Pingback: Contoh Pembuatan Pestisida Nabati « Berbagi Tak Pernah Rugi

  19. Pingback: Contoh Pembuatan Pestisida Nabati « Berbagi Tak Pernah Rugi

  20. Pingback: Pestisida Nabati: Walang Sangit, Pengerek Batang, dan Ganjur 1 « Berbagi Tak Pernah Rugi

  21. Pingback: Pestisida Nabati: Walang Sangit, Pengerek Batang, dan Ganjur 3 « Berbagi Tak Pernah Rugi

  22. Pingback: Pestisida Nabati: Walang Sangit, Pengerek Batang, dan Ganjur 2 « Berbagi Tak Pernah Rugi

  23. Pingback: Pestisida Nabati: Wereng 3 « Berbagi Tak Pernah Rugi

  24. Pingback: Pestisida Nabati : Wereng 2 « Berbagi Tak Pernah Rugi

  25. Pingback: Pestisida Nabati : Wereng 1 « Berbagi Tak Pernah Rugi

  26. Pingback: Pestisida Nabati: Hama Tikus « Berbagi Tak Pernah Rugi

  27. goklas silalahi

    Mas isroi, ada gak pestisida nabati tuk mengendalikan layu bakteri dan layu fusarium pada tanaman pisang? Trima kasih sebelumnya.

  28. sangat bagus skli..

    mohon petunjuk cara pembuatan pestisida nabati..
    klo ada mohon dkirim ke email saya ya pak..

  29. Mas, apakah air rendaman cengkeh (ex proses pelunakan cengkeh sebelum cengkeh dirajang) bisa digunakan sbg pestisida alami? dan cocoknya untuk jenis hama / tanaman apa? dan estimasi dosis aplikasinya. Tx

    • saya belum pernah mencoba air rendaman ini, tapi menarik juga dan bisa dicoba. Cengkeh bermanfaat untuk penyakit jamur.

      • dari industri rokok, ada air ex rendaman cengkeh yg menurut saya bisa dimanfaatkan sbg pestisida alami. bgmn kita bisa mencoba untuk aplikasi? salam

  30. Pingback: MANFAAT TANAMAN MINDI (Melia azedarach L) | PERHIMPUNAN ENTOMOLOGI INDONESIA – PERHIMPUNAN FITOPATOLOGI INDONESIA

  31. bagus sekali artikelnya bos !! bahan2 untuk buat pestisida nabati apa saja?apa bisa berantas hama keong,tikus&rumput liar?tlg bls ke email sy,mksh

  32. Pingback: Kumpulan Resep MOL (Mikroorganisme Lokal) | Berbagi Tak Pernah Rugi

  33. Pingback: MOL dari Limbah Sayuran | Berbagi Tak Pernah Rugi

  34. Pingback: Video Pengomposan Jerami (YouTube.com) | Berbagi Tak Pernah Rugi

  35. Pingback: Resep MOL Nasi 3 | Berbagi Tak Pernah Rugi

  36. pak isroi saya mau tanya, adakah bahan atau ramuan yang bisa membuat pestisida tersebut tahan lama karena saya sudah mencoba bahan yang saya gunakan hanya saya larutkan dalam air, selama 3 hari larutan/ekstraksi bahan tersebut sudah berbau seprerti busuk…. setelah bahan bahan saya campurkan, dalam waktu 2 hari ad salah satu larutan yang terlihat terdapat koloni2 jamut dipermukaanya…… terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s