Impian Bioethanol Skala Kecil
Mewujudkan teknologi bioethanol selulosa skala kecil adalah impianku, tetapi ‘jalan masih panjang’. Masih diperlukan banyak coba-coba, uji coba, dan penelitian. Dan semua itu membutuhkan biaya dan peralatan yang tidak sedikit bin tidak murah . Saya akan terus berjuang mewujudkan mimpi ini. Dalam mimpiku, suatu saat nanti akan banyak pengrajin bioethanol skala kecil diseluruh pelosok negeri. Seperti halnya pengrajin ethanol dari tetes yang sudah ada di beberapa daerah. Harapanku negeri ini akan mandiri energi. Setiap orang (asal mau) bisa membuat ‘bensinnya’ sendiri.
Aku berusaha untuk selalu menuliskan apa yang aku tahu dan apa yang sudah aku pelajari. Biarlah ilmu itu tersebar ke semua orang yang menginginkannya. Silahkan baca posting tentang bioethanol yang saya buat di BIOETHANOL.
Masih Banyak yang harus Dilakukan
Teknologi bioethanol terus berevolusi. Saat ini teknologi ethanol dari gula dan pati sudah sangat mapan. Bioethanol dari selulosa adalah pengembangan dari teknologi yang sudah ada. Perbedaannya hanya dua tahapan di muka, yaitu: pretreatment dan hidrolisis lignoselulosa. Teknologi yang sekarang dikembangkan umumnya untuk industri besar, untuk skala kecil masih belum tersedia.
Jadi ada dua tahapan yang perlu dikembangkan dalam skala kecil: pretreatment dan hidrolisis. Mewujudkan agar teknik pretreatment dan hidrolisis menjadi sederhana dan bisa dilakukan oleh semua orang ternyata tidak mudah. Inilah tantangannya. Memang tidak mudah, tetapi bukan tidak mungkin.
Untuk pretreatment misalnya, harus dicari bahan yang murah dan banyak tersedia di sekitar masyarakat. Kemudian dicari cara-nya bagaimana agar mudah dan murah. Setelah itu dicari juga peralatan yang paling efisien, tetapi tetap murah dan mudah.
Teknik hidrolisis menawarkan banyak pilihan. Yang sudah cukup mapan adalah hidrolisis dengan kimia/fisika. Kedua adalah hidrolisis dengan enzim. Cuma biayanya masih muahal zekali untuk skala kecil. Ini tantangan kedua. Ada dua pilihan, mau hidrolisis dengan kimia/fisika atau dengan enzim. Untuk mengetahui jawabannya, harus dilakukan penelitian dan uji coba. Pekerjaan yang tidak mudah dan tidak murah.
Berikutnya adalah tahapan fermentasi dan pemurnian ethanol. Ini sih relative lebih mudah untuk dilakukan. Hanya perlu optimasi saja, agar bisa dilakukan dalam skala kecil yang ekonomis.
Keterbatasanku
Ada banyak yang ingin aku lakukan untuk mewujudkan teknologi bioethanol skala kecil ini. Tetapi banyak sekali keterbatasan yang menghambat wujudnya mimpi-mimpiku ini.
1. Ketiadaan Fasilitas yang Memadai
Untuk melakukan penelitian ini perlu fasilitas yang memadai. Tidak perlu yang canggih-canggih, memadai saja sudah cukup. Tetapi inilah yang tidak aku miliki. Aku tidak punya lab kecil sendiri yang bisa untuk coba-coba. Aku tidak punya alat-alat sederhana yang bisa digunakan untuk melakukan uji coba dan coba-coba.
2. Dana yang Mencukupi
Terus terang, penelitian itu tidak murah. Banyak bahan yang harus dibeli, banyak alat yang harus dibeli atau dibuat, banyak tenaga pembantu yang diperlukan (karena tidak mungkin aku lakukan sendirian). Dan itu semua perlu dana alias duit yang cukup. Masalahnya adalah saya tidak cukup memiliki dana itu.
Uji coba itu seperti ‘gambling’ yang terarah. Kadang-kadang berhasil dan kadang-kadang gagal. Kegagalan biasanya lebih banyak dari keberhasilannya. Tetapi dari setiap kegagalan itu kita bisa belajar dan selangkah lebih maju. Nah..setiap kegagalan itu selalu ada dana yang menyertainya, dana untuk bahan, dana untuk alat, dan dana untuk tenaga.
Jadi kalau dana saya sedikit, sedikit juga yang bisa saya coba, sedikit juga yang gagal, lebih sedikit lagi yang berhasil. Artinya lebih lama mimpi ini bisa terwujud.
3. Keterbatasan Tenaga dan Pikiran
Tidak mungkin setiap ujicoba ini saya pikir sendiri, dan saya lakukan sendiri. Saya tetap membutuhkan bantuan dari orang lain. Ini juga yang belum saya miliki. Saat ini yang saya miliki baru otak satu dikepala dan tenaga di badan. Itu masih harus berbagi dengan kerja mencari uang untuk keluarga, sedikit untuk dimasyarakat, dan sisanya untuk mikirin mimpi ini. Oleh karena itu yang banyak saya lakukan adalah berfikir dan berfikir. Saya belajar ke sana ke mari. Merenung sejenak. Dan berfikir bagaimana caranya teknologi ini bisa terwujud. Ada banyak rancangan dan rencana di kepala saya. Semua menunggu untuk dicoba dan dikembangkan.
Apa yang Aku Perlukan
Seperti yang sudah aku uraikan di atas, keperluanku terkait dengan keterbatasanku.
Fasilitas yang Memadai : Pabrik Bioethanol Mini
Pertama agar aku bisa melakukan uji coba, aku harus memiliki sebuah pabrik mini bioethanol. Di sini tersedia alat-alat untuk membuat ethanol, meskipun ukurannya kecil dan sederhana. Alat-alat itu antara lain adalah:
1. Fermentor. Ini bisa dibuat dengan bahan yang sederhana dan murah.
2. Distilator. Nah ini alat yang lumayan mahal.
3. Reaktor Hidrolisis. Ini juga lumayan mahal. Karena untuk percobaan, jadi perlu ada beberapa sensor dan harus bisa dioptimasi sesuai kebutuhan.
4. Reaktor Pretreatment. Ini bisa murah atau mahal, tergantung apa yang akan dicoba.
5. Peralatan pendukung. Banyak sekali yang diperlukan, ada yang murah dan ada yang mahal. Misalnya: alat-alat gelas, tangki-tangki, heater, kompor, panci, komputer, meja kursi, dan lain-lain.
6. Peralatan analisa: beberapa alat analisa yang diperlukan seperti: timbangan analitik, pH meter, thermometer digital, oven, alcohol meter, brik meter, autoclave dan lain-lain.
7. Bahan-bahan. Bahan-bahan yang diperlukan mulai dari bahan baku sampai bahan untuk analisis dan uji coba. Harganya tentunya bervariasi.
8. Ruangan. Semua alat itu perlu ditempatkan di ruangan khusus. Semacam lab kecil. Ukuran satu kamar sudah cukup.
Itu kira-kira daftar fasilitas minimal yang aku perlukan untuk mewujudkan mimpi ini.
Dana Penelitian yang Cukup Memadai
Kalau motor bahan bakarnya bensin, maka penelitian bahan bakarnya ‘dana’. Penelitian membutuhkan dana yang cukup banyak. Kalau dananya lancar, penelitian juga lancar. Kalau dananya seret penelitian juga seret.
Tenaga Pembantu
Sudah saya sampaikan di atas: “ngak mungkin dilakukan sendiri”, oleh karena itu saya perlu orang untuk membantu melaksanakan penelitian ini.
Bantuan dan Donasi
Kalau Anda peduli dengan nasib bangsa ini, peduli dengan krisis energi, dan peduli dengan kelangsungan kelestarian bumi ini, anda bisa membantu saya untuk mewujudkan ‘mimpi ini’. Segala bantuan akan saya terima dengan senang hati, terutama yang ‘tulus ikhlas’. Anda mau menyumbang/meminjamkan ruangan akan saya terima. Anda yang mau menyumbangkan alat akan saya terima juga. Anda mau punya kelebihan dana dan mau menyumbangkan akan saya terima juga.
Jika Anda ingin menyumbangkan dana, bisa ditransfer ke rekening berikut ini:
BCA:
No. Rek. 174 125 0514
KCP BCA Kebong Kembang a.n. Isroi
BNI:
No. Rek. 015 454 8177
BNI Cab. Bogor
Saya akan berusaha menggunakan dana-dana itu untuk mewujudkan mimpi ini. Saya akan terus berusaha menularkan ilmu dan pengetahuan yang saya miliki, minimal menuliskannya di blog ini. Insya Allah.





Bisakah anda kontak saya? ke email atau ke HP?
salam andrew joudie
wah keren pak..bisa bisnis kecil kemudian dengan bertambahnya umur akan tumbuh besar
Pak, saya dg teman2x pengen sekali dan punya cita2x usaha mandiri, sampai2 dr pihak departemen dengan menginkubasi biar cepet tumbuh semangat wirausaha. tetapi kami selalu terbatas pada rasa pesimis. gaman pak ada saran buat keluhan ini?
Usaha bisa untung bisa juga rugi. Kalau mau usaha tetapi sudah takut rugi duluan, mendingan tidak usah usaha. Banyak pengusaha yang berhasil saat ini, meraih kesuksesan setelah melewati berkali-kali rugi. Jadi jalani saja dan tetap berusaha.
saya jasman, juga sangat tertarik pada pembuatan bioetanol dari bahan-bahan selulosa, saat ini
saya sedang penelitian tentang hal itu menggu-
nakan kertas bekas, jerami, dan serbuk gergaji
sebagai bahan baku. metode yg saya gunakan un-
tuk hidrolisis selulosa adalah pengasaman, dan
fermentasi dgn bakteri dari rumen sapi, tapi
tampaknya kurang berhasil.hidrolisat menunjuk-
kan ada glukosa, tetapi setelah fermentasi dgn
saccharomyces, etanolnya tidak nampak, apa pen-
dapat Bapak ttg hal ini, trimakasih
Berapa kandungan gula yang diperoleh? Kalau hasil gula cukup tinggi, tetapi fermentasi tidak optimal mungkin ada senyawa beracun bagi yeast. Perlu tahapan detoksifikasi. Tetapi kalau gulanya masih rendah, berarti hidrolisisnya yang belum optimal. Keep trying.
Assalamunalaikum,ww. Alhamdulillah saya dah membangun pabrik kecil untuk Bio Ethanol, insya Allah ahir bulan ini bisa start,bagimana kalo kita kerjasama,kita bisa ketemu dulu untuk membicarakannya. terimakasih ditunggu jawabannya
saya lupa mencantumkan alamat pabriknya, lokasi pabrik di warung nangka ciawi Bogor
Perkenalkan
saya Tyo dari bogor.
saya, beberapa hari kemarin jalan-jalan ke beberapa tempat di Jawa dan melihat fenomena etanolisasi.
kaya’ euforia tapi bagus juga karena masa depan negeri ini bisa membaik.
Pak…
Project ni masih menyisakan banyak PR,
Btw,saya punya sedikit cara untuk cari modal
kalau bapak tertarik
saya senang bisa ngerjain bareng,tk
salam kenal bg isroi kenalkan namaku febri gunawan, dari medan bisakah bapak membantu saya,saya butuh informasi Megenai perbedaan etanol.spritus,alkohol, bagaimana membedakannya secara fisik,dan bagaimanan cara menentukan kadaRnya, trimakasih buaat kesempatan dan jawabanya, saya doakan bapk sukses selalu dan tercapai segala mimpinya.AMIN
tolong dibalas ke email saya ya pak tntang masalah perbedaan spritus,alkohol, etanol,metanol dan menentukan kadarnya, trimakasih, sukses bersama mu
kalau saya baca-baca, kok mirip dengan pencernaan di perut sapi atau kambing ya..??? apakah sesederhana itu?
Kalau sesederhana itu mungkin tidak. Konsepnya sederhana tetapi pada praktenya masih belum terwujud sampai saat ini. Doakan saja semoga ketemu.
saya bantuin promosi ya bro…
Halo Pak Isroi, Bapak punya literatur yang berkaitan dengan pembuatan bietanol dari selulosa?bisa di share gak Pak?Kedepan, saya ingin diskusi dengan Bapak, saya bekerja di salah satu Lembaga Pemerintah, yang juga sedang merekayasa industri ini, so diskusinya saya tunggu…
pak ku lagi bingung dg bio ethanol da cara efektif ekstraksi glukosa tanaman G?
tolong kasih tau ya….
pak da metode ekstraksi glukosa tanaman yang efektif g??
tolong kasih tau,makasih…
Mohon info alamat pembelian alpha dan gluko amilase kemasan 1 liter gak?
perbedaan etanol.spritus,alkohol
etanol C2H5OH itu merupakan salah satu jenis alkohol alkohol macemnya banyak sekali pokoknya yang mempunyai gugus -OH itu merupakan alkohol seperti methanol, buthanol, propanol dan lain-lain
sedangkan spritus itu biasanya etanol yang diberikan zat metil blue sebagai pewarna dan ditambahkan zat perusak berupa minyak tanah kadar etanolnya biasanya dibawah 90%
cara menentukan kadarnya secara kasar dapat menggunakan alat alkohol meter (murah kok harganya)
klo secara fisik spritus warna biru
untuk tahu betul itu bahan apa ya harus dicek sifat fisisnya TD, TL densitas danlain2
moga bermanfaat
CV endsany solo
perancang bioetanol atsiri IPAL
Perkenalkan Pak! Saya wisnu, saya membaca tulisan bapak sangat menarik sekli, sekiranya bapak berkenan, berharap sekali bapak dapat membantu saya dalam mempelajari bioethanol, ini dikarenakan saya ditugaskan untuk mempelajarinya oleh instansi saya. kebetulan saya juga pegawai baru, masih dalam masa percobaan, sekiranya bapak dapat membantu saya dalam bentuk tulisan2 bapak mengenai biethanol untuk dapat diemailkan ke email saya. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Yang saya tahu, itu yang saya tulis di blog ini. Silahkah dinikmati. Semoga bermanfaat.
Bgs bgt aq setuju..dan mendukung program dan pemikiran anda..suatu hari kelak penelitian dari hasil buah pikiran anda akan …banyak berguna utk orang2 yang membutuhkan.. TERUS…
assalamu’alaikum
salam kenal mas.saya salut dgn pemikiran anda.dan mdh2an impian mas isroi bisa terwujud ttg produksi bioetanol skala kecil.saya prnh jg berangan2 andai dlm tiap lingkungan(RW/kelurahan) punya Depo Bioetanol sendiri dr bahan sendiri (misal sampah organik di daerah itu).saya tertarik jg untuk ikut dlm “proyek” mas isroi.mngkn dlm hal pendanaan,walaupun jg kecil2an.karena saya jg ingin bikin proyek sndiri (sprti anda) tp modalnya lebih cekak (ilmu,tempat dan alat) msh blm sbanyak anda.kalo mas isroi berkenan,bs bls ke email saya.terimakasih.
Wassalamu’alaikum
lam knal mas…..
saya mw nanya masalah hidrolisis jerami padi dengan menggunakan asam itu prosedur kerjanya gimana? trus kondisi operasi nya brp?
tolong mas ya, ini menyangkut penelitian yang sedang saya lakukan sekarang.
tks b4
Ada jurnalnya dan metodenya cukup jelas disebutkan. Coba cari dengan google dengan kata kunci: bioethanol ethanol rice straw hydrolysis taherzadeh karimi acid. Seingat saya, jurnal bisa didownload gratis. Semoga membantu.
mas,
metode hidrolisis jerami padi itu gimana ya?
tks
makasih y mas…
atas bantuan nya.
oya mas, kalau bahan baku jerami yang kita gunakan sebanyak 1 kg, kira-kira untuk pretreatmentnya rasio jerami dan air kapurnya berapa mas ya?
oia, 1 lagi mas, pada hidrolisis itu tekanan berpengaruh tidak mas terhadap hasil hidrolisis?
tks b4.
Untuk pertanyaan pertama, sulit dijawab, karena harus empirik.
Hidrolisis dengan asam, faktor-faktor yang berpengaruh: konsentrasi asam, suhu, dan tekanan. Suhu dan tekanan saling berkaitan, ada teorinya di kuliah fisika.
Assalamu’alaikum wr wb.
Saya senang sekali menemui web anda ini, dan saya cukup bangga dengan anda yang sangat aktif dalam berkarya, terutama keinginan anda untuk mewujudkan produksi bioethanol di tanah air. Saya juga sama dengan anda, waktu kecil bercita-cita untuk menemukan alternatif terbaik untuk mengatasi masalah limbah/sampah. Sekarang saya berada di Jepang dan saya mempunyai group penelitian sendiri. Alhamdulillah saya punya beberapa kerjasama dengan beberapa instansi dan universitas di tanah air dalam penelitian pemanfaatan limbah ini untuk produksi bioethanol, biogas dan biodegradable plastic. Penelitian saya adalah tentang enzyme cellulase, lipase, biopolymer (cellulose, polyester). Jika anda tertarik kita bisa berkenalan lebih jauh nantinya.
***referensi lama, tidak ada salahnya di baca***
Pohon Rekayasa Genetika, Ciptakan Kemitraan Berbahaya dalam Perubahan Iklim
10 Dec 2007
Koalisi Hutan Global menyelenggarakan acara side event pada hari Rabu, 5 Desember 2007, saat berlangsungya Konferensi Perubahan Iklim PBB di Nusa Dua, Bali, dengan tajuk “Strategi yang berlawanan: mempromosikan bahan bakar agro dan mengurangi penggundulan hutan”. Presentasi ini mengangkat tema besar tentang kontradiksi antara pengembangan dan produksi bahan bakar agro (agrofuels) dan pengurangan tingkat penggundulan hutan dan perusakan hutan di negara-negara berkembang yang dikenal dengan konsep REDD (Reducing Emissions from Deforestation and Degradation), juga pentingnya menjaga hak-hal masyarakat lokal.
Pembicara pertama merupakan salah seorang aktivis lingkungan yang juga peneliti dari Paraguay yang mempresentasikan bagaimana usaha untuk promosi serta pengembangan bahan bakar agro yang dipercaya dapat mengurangi emisi karbon dan memiliki dampak yang sangat kuat dan besar terhadap perusakan dan penggundulan hutan, karena terjadinya Euphoria bahan bakar agro yang dapat memberikan pemasukan yang besar sehingga lahan hutan berubah menjadi lahan untuk kebutuhan bahan bakar agro.
Kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari salah seorang peneliti dari Koalisi Hutan Global yang mengangkat persoalan bagaimana generasi kedua dari bahan bakar biologis (biofuels) akan merusak hutan alam dan juga malah memperburuk pemanasan global. Biofuel generasi kedua yang saat ini dipromosikan adalah ethanol yang terbuat dari selulosa. Pertanyaan utamanya adalah apakah etanol selulosa ini merupakan sebuah solusi atau masalah besar lainnya?
Konferensi ini dibuka dengan paparan mengenai bagaimana generasi kedua dari biofuel ini, yaitu biofuel yang berasal dari sumber-sumber selulosa seperti pohon dsb dilahirkan. Hal ini terjadi karena adanya kesadaran dan perhatian akan terjadinya kompetisi antara pemenuhan kebutuhan makanan dan bahan bakar yang terjadi dalam bentuk perebutan tata guna lahan. Hal ini diperkuat dengan dokumentasi yang sangat baik dari perusakan hutan-hutan tropis yang sangat parah seperti hutan Amazon, untuk penanaman kedelai, sebagai reaksi langsung dari meningkatnya kebutuhan akan biofuel. Maka berkembanglah wacana tentang generasi kedua biofuel. Global Forest Coalition (GFC) berargumen bahwa pemanfaatan selulosa terutama yang berasal dari pohon akan memperbesar masalah yang ada, bahkan membuat persoalan baru.
Menurut GFC, industri bioteknologi melihat ethanol dari bahan selulosa ini sebagai kesempatan untuk mempromosikan penemuan mereka berupa pohon ‘frankentree’, yaitu pohon-pohon yang dikembangkan melalui rekayasa genetik, sebagai jawaban atas nama membantu menyelesaikan masalah pemanasan global. GFC berargumen bahwa industri bioteknologi ini memperkuat dirinya bersama perusahaan agrobisnis dan perusahaan minyak untuk menciptakan kemitraan yang berbahaya.
Menurut GFC, agrofuels ini merupakan hegemoni yang diciptakan oleh Amerika Serikat, dengan argumen-argumen sebagai berikut :
*
Departemen energi Amerika Serikat telah berinvestasi secara besar-besaran di dalam apa yang disebut sebagai agrofuel ’generasi kedua’ termasuk ethanol selulosa yang berasal dari rekayasa genetis terhadap pepohonan. Salah satu fasilitas riset yang mendukung adalah Oak Ridge National Laboratory, tempat dikembangkannya bom atom.
*
Center Intelligent Agency (CIA) terlibat dalam pengembangan ini.
*
Biofuels menjadi salah satu cara yang paling baru yang digunakan oleh Amerika Serikat untuk tetap mengontrol serta mengelola suplai energi dunia dan juga untuk tetap mempromosikan agenda global mereka tentang dominasi korporasi.
Beberapa fakta yang dideskripsikan dengan baik oleh GFC adalah sebagai berikut :
*
Salah satu dari daerah hutan terluas di AS bagian tenggara, ditutupi oleh perkebunan pinus. Daerah ini menjadi salah satu produsen terbesar pulp untuk kertas.
*
Saat ini ada aktifitas untuk mengubah perkebunan pinus ini menjadi sumber biofuels untuk ethanol selulosa. Negara bagian Georgia bahkan ingin menjadi ’Saudi Arabia’ dari biofuels, dengan menggunakan perkebunan pinus mereka menjadi sumber biofuels.
*
Transformasi perkebunan pinus dari sumber pulp menjadi sumber biofuels akan sangat mengurangi jumlah pulp yang tersedia untuk kebutuhan kertas.
*
Pemenuhan untuk kebutuhan pulp ini akan mencari sumber yang lain. Permintaan akan tetap, sehingga pemenuhannya akan dipenuhi dari AS atau perusahaan-perusahaan akan mendapatkannya dari daerah lain.
Dari segala akibat dan ancaman agrofuels terhadap hutan dan kelompok tradisional yang hidup dari hasil hutan, menurut GFC, ethanol selulosa adalah ancaman terbesar, karena timbulnya permintaan yang sangat besar terhadap kayu yang akan menimbulkan perubahan orientasi pemanfaatan kayu dari pasar kertas menjadi pasar agrofuels.
Timbulnya kebutuhan yang besar terhadap kayu ini akan mengakibatkan beberapa hal seperti: penebangan atau penebangan liar terhadap hutan-hutan asli, dan juga ekspansi perkebunan pohon-pohon monokultur. Di mana? Di hutan-hutan alam, ekosistem yang lain (seperti padang rumput), di kawasan yang dihuni oleh kelompok-kelompok masyarakat lokal.
Organisme Berbahaya
Salah satu hal yang juga diperhatikan oleh GFC adalah adanya penciptaan sebuah organisme, dimana ethanol selulosa ini memerlukan penggunaan modifikasi genetik serta penggunaan organisme baru. Yang kita tidak tahu adalah akibat yang akan terjadi pada lingkungan jika ketika organisme ini secara tidak sengaja terlepaskan. Contohnya, saat ini ada perusahaan-perusahaan yang sedang mengembangkan enzim untuk mencerna kayu untuk ethanol selulosa. Perusahaan-perusahaan ini juga sedang mengembangkan pohon dengan enzim melalui rekayasa gentik yang dapat mencerna dirinya sendiri. Kita bisa sama-sama membayangkan betapa bahayanya ketika enzim ini dilepaskan di hutan.
Hal berikutnya yang menjadi perhatian adalah adanya invasi ’makhluk asing’ pada hutan-hutan. Siapakah ’makhluk asing’ tersebut? Mereka adalah pohon-pohon yang telah direkayasa secara genetis. Contoh yang paling nyata adalah rekayasa genetik terhadap Eucalyptus agar menjadi lebih tahan terhadap suhu dingin. Yang akan terjadi adalah kemungkinan invasi ’makhluk asing’ berupa pohon dengan rekayasa genetik ini ke wilayah-wilayah lain, yang akan mengancam ekosistem hutan yang ada. ArborGEN sebuah perusahaan rekayasa genetik dari AS telah menerima ijin dari USDA (badan pembangunan AS) untuk mencoba hasil test Eucalyptus mereka dan mengembangkan biji Eucalyptus tersebut, dan perusahaan ini sedang meminta ijin yang sama kepada pemerintah Brazil. Persoalannya adalah akan terjadi kontaminasi terhadap hutan berupa pohon-pohon dengan rekayasa genetik.
Memperburuk Pemanasan Global
Menurut laporan yang dibuat oleh World Resources Institute dan juga US EPA (Badan Perlindungan Lingkungan AS), hutan tropis dapat menyimpan karbon dengan jumlah empat kali lebih banyak daripada perkebunan. Maka perubahan dari hutan asli kepada perkebunan akan memperburuk pemanasan global. Alasannya adalah perkebunan dengan pohon yang telah direkayasa secara genetis akan mengurangi lignin sehingga menaikkan selulosa pohon, mempercepat pertumbuhan, tahan terhadap dingin (Eucalyptus), tahan terhadap serangga, menghasilkan produk lebih banyak (perkebunan sawit).
Persoalannya adalah pohon-pohon tersebut lebih cepat melepaskan CO2 dibandingkan pohon-pohon yang asli. Studi dan pembuatan model yang dilakukan oleh Universitas DUKE pada tahun 2004 menghasilkan temuan bahwa hutan di North Carolina, Amerika bagian tenggara dapat menyebarkan benihnya sampai ke Canada bagian timur, lebih dari 1200 kilometer. Hal ini menggambarkan potensi ancaman pohon-pohon dengan rekayasa genetik terhadap hutan asli. Kontaminasi hutan asli oleh pohon-pohon yang direkayasa secara genetis akan merusak dan mengganggu ekosistem hutan dan akan meningkatkan tingkat kematian hutan asli, kehilangan keanekaragaman hayati, dan bahkan memperburuk pemanasan global.
Salah satu kasusnya adalah kebakaran hutan yang terjadi di California baru-baru ini, dimana perkebunan pinus di California terbakar hebat dan ada usaha untuk menggantinya dengan perkebunan Eucalyptus yang telah direkayasan secara genetis. Sementara pohon eucalyptus merupakan pohon yang sangat mudah terbakar. Efek lainnya adalah cadangan air tanah yang akan berkurang, karena perkebunan Eucalyptus terbukti telah mengkonsumsi air permukaan serta air tanah yang menyebabkan situasi kekeringan.
Maka, ketika karbon yang dilepaskan melalui deforestasi serta kebakaran hutan dimasukkan dalam faktor penghitungan, biofuels yang berbasis kayu bukan lagi menjadi solusi bagi perubahan iklim, tetapi malah menjadi masalah.
Salah satu efek lain yang akan timbul adalah pengaruh terhadap masyarakat lokal / tradisional. Di mana masyarakat dengan pengetahuan lokal mereka untuk bertahan hidup harus menyesuaikan diri dengan hutan yang ’baru’. Juga studi terakhir menemukan bahwa pohon Eucalyptus merupakan rumah yang baik bagi jamur patogen yang cukup mematikan, yaitu Cryptococcus Gattii.
Belajar dari pengalaman tersebut di atas, maka kita perlu terus menjadi kritis terhadap kebijakan-kebijakan energi yang dikembangkan saat ini. Di satu sisi, perubahan iklim memang menjadi isu dan persoalan yang penting, juga persoalan kebutuhan energi. Tetapi juga harus dikritisi selalu, bahwa pemenuhan kebijakan energi ini harus dapat menjaga ekosistem yang ada dan juga membawa manfaat pada masyarakat lokal dan tradisional, bukan malah mengancam.
Dalam konteks ini, dibutuhkan sebuah penguatan-penguatan terutama di bidang riset dan teknologi di tingkat lokal, yang dilakukan oleh peneliti-peneliti lokal dengan melibatkan masyarakat lokal dan tradisional, sehingga ilmu tentang perubahan iklim dan energi itu sendiri akan bermanfaat buat masyarakat lokal dan ekosistem.
wacana diatas menggambarkan ketakutan amerika dalam menanggapi perkembabngan teknologi di negara yang kaya akan sumber daya alam.. wacana seperti ini juga pernah muncul ketika pertanian kapas amerika terancam dengan majunya tekstil indonesia dan berkembangnya pertanian kapas indonesia menuju kemandirian. tapi kemudian dihembuskannya isu kapas transgenik membuat pertanian kapas hancur berikut industri tekstil indonesia karena tergantung terhadap impor dari amerika. sekarang hal seperti ini akankah terulang lagi,,, CUKUP…
Jangan pernah berhenti untuk mencoba n meneliti sesuatu yang baru. jangan pernah patah semangat dengan perlengkapan yang terbatas, bergabunglah dengan peneliti diseluruh dunia.. untuk menjaga dan mengelola kekayaan alam negara kita…
Dear mas isroi,
Saya da bikin bioethanol, tolong saya diberitahu cara membuat pupuk cair dari limbah bioethanol berbahan molases. Jumlah limbahnya 10 x dibanding hasil ethanolnya.Kalo dibuang begitu saja rasanya kok eman pak.Matur suwun atas bimbingannya.
Edie Tanudjaja.
lam kenal ms isroi, sungguh ct2 yang luar bikasa. sy ingin sekali membantu, tp dr dana, peralatn, t4,sampai skrg blm bs membantu. tp untuk tenaga insyaallah sy bs. sy jg ingin mengembangkan bioetanol dari limbah pertanian karena pemanfaatannya blm optimal. klu blh tau enzim yang digunakan apa, dan harganya brp?
saya sangat senang sekali membaca artikel anda, sallam kenal mas saya kardi di tangerang,setelah membaca beberapa artikel dari berbagai sumber termasuk artikel yang anda tulis di website ini, saya mencoba memperaktekan pembuatan bioethanol dengan menggunakan bahan baku dari buah pisang dengan masa fermentasi selama 7-11 hari dengan volume air 20 liter dan bahan baku pisang sebanyak 8 kg, dan ethanol yang di hasilkan hanya 2,8 liter, kok hasilnya kira2 hanya 10% saja, mengapa demikian? tolong beri pencerahannya ke pada saya lewat email, sebelumnya saya ucapkan terimakasih…wassallam
Selamat datang di blog saya, semoga bermanfaat.
Kalau melihat informasi dari P Kardi 8 kg pisang jadi 2.8 liter
etanol. Pertanyaan saya berapa kadar etanolnya?
Kalau untuk molases konversinya 5 kg dapat 1 kg etanol kering (99%).
Kemudian proses yg dilakukan seperti apa? Apakah ada proses hidrolisis
dulu atau langsung fermentasi? Fermentasi langsung hanya mengubah gula
dlm pisang saja, sedangkan patinya tidak terfermentasi.
Semoga bermanfaat.
Salam.
Pada prinsipnya kami tertarik untuk Ethanol Plant Skala dari dengan bahan baku selulosa. Untuk kegiatan anda saya bisa bantu peralatan distilasi kapasitas 10 s/d 20 ltr / jam . Untuk itu silahkan kontak kami
maz saya alfian.,, baru ja lulus sma…
saya dah mencoba pembuatan bioetanol tp bingung nich cara pemasarannya, mohon saranya ya…
selamat berinovasi aja saya tunggu hasilnya, saya pernah denger n baca di daerah karanganyar solo sudah ada yang berhasil membuat bioetanol dari limbah rumah tangga n pertanian, saya coba cari referensinya lagi buat bantu para pembaca blog mas isroi, ok coy
pak,saya mau tanya untuk proses riset saya..
pembuatan bioethanol dari alang-alang itu, bagian mananya ya yang diambil???
daunnya??
bunganya??
batang bunga??
batang daun??
atau akarnya ya pak…
tolong sekali saya mohon bantuannya
bapak bisa kirim jawabannya via email saya RimmaApriana@yahoo.com.
Yang paling mudah dibuat ya…di bagian akarnya. Akarnya kan manis tuh…tinggal ekstrak dan langsung di fermentasi. jadi deh..etanol.
pak isroi…tapi kan bukannya bagian yang banyak lignin ada di daun ya, bukan di akar..
saya takutnya kalo di bagian akar banyak sekali kandungan airnya, sehingga pengeringan nya sulit pak…
Lalu waktu itu bapak bilang akarnya diekstrak…lho??bukannya alang2 tersebut yang saya bingungkan bagiannya kan dihidrolisis,,lalu kenapa bapak bilang diekstrak..itu bukannya beda jauh ya prosesnya??
Trus juga pak,,untuk tahap akhir kan didistilasi ya pak…Saya juga bingung,,ada yang mengatakan lebih baik untuk menghasilkan yield yang tinggi, lebih baik kita melakukan evaporasi..
Karena distilasi katanya terlalu rumit dan yield nya ?
Kenapa pembuatan bioethanol tidak dievap saja daripada didistilasi??
Untuk yang terakhir pak,,saya baca litelatur bahwa alang-alang jenis ‘switcgrass’ yang bisa dijadikan bioethanol..lalu saya meneliti alang-alang (Imperata Cylindica) yang berada di sekitar palembang-sumsel,,apa itu bisa pak??
maaf ya pak banyak sekali pertanyaannya..
Tolong mohon penjelasannya ya pak..
dan ada tidak referensi literatur dari bapak tentang riset saya ini..
Mas Isroi
Saya tertarik dengan tulisan Mas, kebetulan saya sedang melakukan penelitian sehubungan dengan judul blog ini produksi bioetanol skala kecil terutama yang Generasi Kedua. Kebetulan penelitian yang saya lakukan meninjau dari sisi Engineering Economics untuk efektifitas dan optimalisasi nya. Sehubungan dengan masalah tersebut boleh ga kalo saya minta alamat – alamat atau orang – orang yang sudah melakukan produksi bioethanol dalam skala kecil tersebut.
Terima kasih sebelum nya buat Mas Isroi. basic saya industrial Engineering, saya juga sudah add fb Mas.
Industri bioetanol selulosa skala kecil baru impian, setahu saya belum ada yang merealisasikannya. Ini juga obsesi saya, cuma jalan masih panjang.
Terima kasih mas infonya. Untuk yang tetes tebu sendiri bagaimana mas, apakah sudah ada yang melakukan produksinya dalam skala kecil ? Mohon info nya.
Kalau dari tetes sudah banyak. Misal: Di bojonegoro jatim, di solo, di lumbir banyumas. Mereka sudah membuat etanol skala rumah tangga sejak jaman penjajahan.
boleh belajar ilmu pertanian pak, salut mari wujudkan pertanian yang mandiri
Mas Isroi,
Salam kenal , saya Muljo dari jakarta. mohon info mas, tandan kosong kelapa sawit bisa didapat dimana yang terdekat dari jakarta? Makasih banyak atas infonya.
Kebun sawit di P Jawa hanya ada di Rajamandala, Banten, milik PTPN 8. Atau yang banyak di Lampung, PTPN 7.
Salam kenal Pak,
Saya sangat tertarik dgn tulisan2 di blog ini, krn saya dan teman2 sdg dlm proses mendirikan pabrik kecil2an utk produksi bioetanol.
Kami merencanakan memproduksi etanol dr bahan Singkong, kapasitas 300 L/hr. yg ingin kami tanyakan, sepengetahuan Bapak :
1. Kemana etanol ini dijual utk lokal?
2. berapa perkiraan harga 1 unit mesin utk kapasitas 100L/hari atau 300L/hari?
Terimakasih atas bantuan pencerahaannya.
Salam kenal juga. Semoga sukses usahanya.
Untuk produksi bioetanol skala kecil sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan dinas perindustrian dan bea cukai setempat. Biar tidak jadi masalah di kemudian hari.
1. Untuk pasar lokal, biasanya ethanol dipakai untuk disinfektan di rumah sakit atau di kampus/lab. Jadi bisa dijual di tempat ini.
2. Skala 300 L/hari berarti perlu sekitar 1.8 ton singkong per hari. Alat yang diperlukan, parutan, pemeras, pemasak, fermentor, dan distilator. Yang paling mahal distilator. Untuk harganya ya…harus dikonsultasikan dulu dengan workshop yang mau mengerjakan. Saya bukan orang mesin jadi tidak paham untuk urusan seperti ini.
Semoga membantu.
Mas Isroi,
Terimakasih untuk jawaban atas pertanyaan saya sebelumnya.
Saya mohon rekomendasinya workshop utk pembuatan unit mesin bio etanol.
Mohon alamat atau kontak yg bisa dihubungi.
Salam kenal pak sy guru smk kimia industri km jg rencana membangun mini plant bioetanol mohon info workshop yg bs dihubungi. sukses untuk rencana pak isro semoga segera tercapai.
Saat ini workshop bioethanol sudah jarang yang menyelenggarakannya. Beberapa tahun yang lalu banyak yang menyelengarakan pelatihan semacam ini, mulai dari Trubus, IPB, kreative energi, dll. Saat ini saya tidak tahu informasi itu.
Sebenarnya membuat ethanol tidak sulit, banyak buku yang membahas tentang ini. Coba ikuti buku-buku itu, insya Allah bisa membuat ethanol. Untuk anak SMA bisa, mungkin untuk pengenalan bisa dibuat ethanol plant skala kecil, tetapi lengkap mulai dari pretreatment (untuk bahan lignoselulosa) sampai fermentasi, distilasi, dan dehidrasi.
Bahan-bahannya bisa dari limbah yang mengandung gula: sisa minuman, sampah buah-buahan, nira, dll.
Semoga sukses.
Entah kenapa, semenjak 3 bulan lalu saya tertarik tentang dunia etanol dan memimpikan sekaligus menjajaki untuk membuat pabrik etanol sendiri. Senang sekali membaca tulisan Bapak.
Mas, ada teman saya yang sudah mengembangkan spt. mas, namanya kang Sonny dari Bandung, bisa berbincang-bincang dengan dia. Tidak hanya membuat bioetanol dari pohon2an atau semak2 tapi juga mengembangkan bahan bakar dari bahan yang sama tadi menjadi bahan bakar lain yang revolusioner.
Lengkapnya data ada di saya.
Salam
dan sukses.
Assalamu’alaikum..
Salam kenal pak. Saya dapat info ttg Bapak dari pak muhammad (unlam banjarmasin). Kebetulan saat ini saya jg lagi research ttg bioetanol dr selulosa. Rasanya perjalanannya msh panjang ya utk merealisaikannya. Semoga kita bisa shearing pak…
Assalamu’alaikum wr wb, salam untuk pak Muhamat..
O ya pak, backgroundq teknik kimia, jd yg selama ini aq lakukan hidrolisis asam.
salam, pak saya mahasiswa yang mau penelitian tentang bioetanol dari limbah kulit kopi…kebingungan dengan data:
waktu hidrolisis dengan asam H2SO4 konsentrasi yang biasa dipake berapa dan mekanismenya gmana?
email: junaidi.tijue@gmail.com,mohon datanya pak
Ada tiga parameter yang biasanya dipakai: konsentrasi asam, biasanya dalam %, suhu hidrolisis dalam oC, dan waktu hidrolisis (jam). Konsentrasi yang biasa dipakai 1% atau 2%, suhu sekitar 180oC, dan waktu bisa beberapa menit sampai lebih dari 1 jam.
mas isroi salam kenal…
sya coba destilasi bioetanol dengan crudeoil destilasion apakah bisa??
dan apa2 sja yg perlu diperhatikan dalam fermentasi dan destilasi…
kmaren sya gagal membuat bioetanol dri nira kelapa
mohon bantuan pnjelasan mas isroi…
tanks so much……
Prinsip distilasi sudah saya tuliskan, coba dicari ditulisan yang lain. Saya tidak tahu crudeoil distilation, jadi tidak tahu juga bisa tidak digunakan untuk distilasi etanol. Distilasi etanol suhu diperhatikan pada suhu 80oC. Karena pada suhu ini etanol sudah menguap dan air belum mulai menguap.
Untuk etanol dari nira sudah ada resepnya dan contohnya di posting yang lain, silahkan dibaca juga.
asalamualaikum pak…
salam kenal
pak saya mau menanyakan biasanya kalo hidrolisis asam menggunakan asam yang berkonsentrasi rendah, keuntunganya apa dibandingkan dengan menggunakan asam yang berkonsentrasi tinggi?
biasanya saya sllau bc,,, hidrolisis asam biasanya selalu menggunakan asam sulfat. bisa ga menggunakan asam lain dan kenapa lebih banyak yang menggunakan asam sulfat? segi keuntunganya?
trz yang tergolong konsentrasi rendah untuk proses hidrolisis rangenya sekitar berapa persen y pak?
mksh sebelumnya…
mohon jawabanya pak..
Wassalamu’alaikum wr wb…
Sudah ada di jurnalnya Pak Taherzadeh bisa didownload gratis jurnal ilmiahnya di link ini: http://www.ncsu.edu/bioresources/
Cari dengan kata kunci taherzaeh, karimi, enzimatic hidrolysis, acid
Diulas secara lengkap keunggulannya dan menjawab pertanyaannya dengan lebih detail dengan referensi ilmiahnya.
Semoga bermanfaat.
Asslmualaikum.wr.wb. Dahsyat pak, semenjak saya membaca blog bapak, saya sangat tertarik dan menjadikan impian bapak menjadi impian saya juga. Tidak banyak hal yang bisa saya berikan seperti dana ataupun tempat praktek, tapi dengan keterbatasan itu saya dengan ini bersedia untuk jadi tim yang membantu bapak dlm penelitian jika bapak tidak berkeberatan. Saya adalah lulusan dari prodi S1 farmasi, mudah-mudahan dengan ini juga ilmu saya dapat segera dimanfaatkan. sangat ditunggu balasannya. Terima kasih sebelumnya. Jazakumulloh khoiron katsiro. Wassalam
Wa’alaikum salam. Senang saya membaca tawaran ini. Sayangnya saat ini posisi saya juga masih ‘student’, masih perlu banyak belajar juga. Saya tulis mimpi-mimpi saya untuk selalu mengingatkan saya. Mimpi itu sekarang masih tergantung di langit tinggi. Saya juga tidak tahu kapan bisa mewujudkannya. Bukan saat ini, tetapi mungkin suatu saat nanti, jika waktu dan pikiran saya bisa saya fokuskan ke ‘mimpi’ ini, mungkin kita bisa kerjasama dan mewujudkan bioetanol ini. Insya Allah.
pak saya mau nanya ,
caranya menggunakan akar alang-alang sebagai etanol bagai mana ya ?
email : ayusekar_joli@yahoo.com
mohon kirim datanya ya pak ^^
Coba baca-baaca di posting yang lain
http://isroi.wordpress.com/tag/ethanol/
Atah http://isroi.wordpress.com/tag/etanol/
salam kenal bapak, saya indah nurlita mahasiswi teknologi industri pertanian ipb.saya sedang menyelesaikan tugas akhir mengenai lca bioetanol berbahan baku limbah tanaman jagung skala ukm.saya sedang kesulitan dalam mengelola limbah cair yang dihasilkan.limbah cair yang dihasilkan tidak mungkin langsung dibuang karena kadar COD nya sangat tinggi.mohon bantuannya, terimakasih
Memangnya sudah ada industri etanol dari limbah tanaman jagung di Indonesia? Baru tahu saya. Limbah cair tergantung prosesnya, pengolahannya juga tergantung proses awalnya seperti apa? apa saja yang ada di dalamnya dll.
Sudah banyak sekali penelitian tentang limbah cair, bisa diawali dari sana.
Saya juga sudah pelajari semua bahan baku untuk Bioethanol
dari : Singkong,jagung,tebu,dll ,tapi setelah saya bandingkan itu semua ternyata saya bahan baku dari lumut alasannya klu dari lumut tidak perlu lahan yang luas ( di produksi skala manufacturing dan memanfaatkan sinar matahari ).
Saya sudah berhubungan dengan pihak Belanda ( yang mendesain pabrik lumutnya )…ini modal besar.
Kalau modal kecil bisa kita buat skala rumahan.
Bila berkenan kita bisa kerjasama dan Hubungi saya
tks.
Menarik juga. Pernah dikaji berapa produktivitas lumut dibandingkan dengan komoditas lainnya tidak? Apakah ada data-data awal yang mendukung asumsi itu?
Tolong dianalisa Pak. Tim kami pernah melatih koordinator PPL se Kab. Enrekang untuk membuat bioetanol dari limbah Kubis, dicampu dengan limbah pisang, ragi tape dan urea. dgn volume larutan beer dari bahan tersebut diperoleh Bioetanol kadar 50% sebanyak 1,5 ltr. Tapi setelah diulang dgn perlakuan yang sama hasilnya tidak seperti itu. Tolong sarannya Pak untuk perbaikan. Tim saya juga dgn segala keterbatasan mencoba membedah misteri yg kami hasilkan itu
informasinya sedikit sekali, yang penting adalah berapa kadar gula di bahan awalnya. kadar gula ini yang akan dikonversi menjadi etanol. Sebaiknya dianalisakan dulu berapa kira-kira kadar gula awalnya.
Berapa bahan-bahan awal yang digunakan? berapa volume awalnya? dan berapa fermentat yang didistilasi sampai dihasilkan 1.5% itu?
met malam pak isroi….
saya ida…sorg mahasiswi uni.negeri palembang..
saya ingin bertanya kpd bapak…
saya mau mengadakan riset mengenai bioetanol….tapi saya lg bingung dgn literatur….
adakah bapak tau ttg pembuatan bioetanol tanpa fermentasi dari ubi kayu?
trimakasih pak…
penting buat saya
Saya tidak tahu sama sekali pembuatan bioethanol dr ubikayu tanpa fermentasi. Setahu saya yang pakai fermentasi.
iya…itulah pak…makannya penelitian ku stagnan…………….ntahlah…bgmn penemuan ini bs dilakukan dgn hanya sdikit pengethuan..thx ya pak..
Ada dua cara membuat bioethanol: biochemical platform & thermochemical platform. Kalau yang bahan bakunya pati hampir selalu dilakukan dg hidrolisis & fermentasi. Coba baca di roadmapnya NREL (national renewable energy laboratory).
pak saya mahasiswa Teknik Lingkungan, saya akan memulai skripsi dengn judul bioetanoldan saya ingin memanfaatkan limbah buah yang ada di pasar Johar.
saran dari bapak limbah buah apa yang bagus dan baik untuk pembuatan bioetanol?selain pepaya, kulit nanas dan salak?yang memiliki kadar gula tinggi.
trus untuk proses fermentasi yang baik menggunakan Sacharomyces atau zymomonas?
Buah yang kandungan gulanya tertinggi yang paling bagus untuk produksi bioetanol. Jadi silahkan diukur kandungan gulanya terlebih dahulu. Saya juga tidak tahu, buah mana yang gulanya tertinggi.
Tetapi menurut saya, tidak usah dipisahkan per buah, karena mungkin akan sulit, jadi semua buah dijadikan satu, kemudian diukur kandungan gulanya. Kalau dipilih-pilih nanti repot pada saat pembuatannya. Buah kan musiman, kalau sedang musim mangga mungkin yang paling banyak mangga, kalau sedang musim rambuatan yang paling banyak rambutan.
Fermentasi yang umum pakai yeast, saya belum pernah ketemu zymomonas yang bagus.
Asskum.. pak Osroi, saya mhasiswi asal Malang JATIM yg akan penelitian tentang bioetanol dari ampas suweg (Amorphopallus campanulatus) dengan menggunakan hidrolisis asam H2SO4.. yang saya tanyakan. Konsentrasi berapa yang saya gunakan untuk hirolisis asam H2SO4?? Terimakasih
Assalamu’alaika,
Yg mau dihidrolisis pati dr suweg? Sy tdk pernah melakukan hidrolisis pati dg asam. Coba cari di http://www.google.com/scholar dg kata kunci: acid hydrolysis amylum. Banyak literaatus yg bisa dijadikan rujukan.
Saya tertarik dengan bio etanol ..yang saya ingin tanyakan apa kelemahan dari bio etanol singkong ? Apa yg membuat bapak tertarik untuk membuat bio etanol selolusa ?
Kelemahan bioethanol selulosa dari sisi bahannya, karena singkong juga bisa untuk pangan, ampasnya bisa untuk pakan. Pilihannya ngisi perut kita atau perut mobil kita.
Bioethanol singkong juga sensitif terhadap harga singkong, harga tepung tapioka.
Kalau dari sisi bioetanolnya sama saja, mau dari molases, dari singkong, atau dari kayu.
Saya tertarik dg bioetanol selulosa krn potensi Indonesia yg luar biasa besar, teknologi ini masih dlm perintisan, masih banyak yg mesti diteliti dan dikerjakan.
Selamat berkunjung ke blog saya.
Salam Kenal.
Mas Isroi, apakah ada buku2 guidance utk pembuatan bioethanol dari ubi kayu?, mohon Info.
Trims
DARMAJI
Salam kenal juga.
Ada banyak buku yang dijual di toko buku yang membahas tentang ini.
assalamualaikum..pak isroi adakah pengaruh penghilangan print atau tinta bekas pada kertas untuk bioetanol itu sendiri???jazakalloh
Wa’alaikum salam. Saya belum pernah menggunakan kertas bekas jadi tidak tahu perbedaannnya atau pengaruhnya. Kalau tintanya banyak mungkin ada pengaruhnya, tetapi kalau sedikit mungkin pengaruhnya kecil.
aq tertarik u memproduksi samapah rumah tangga (sisa makanan) agar bs jd pupuk, tp msh bingung mulai dr mana. ad yg bs bantu…..????
Ada buku2 yg cukup bagus terbitan PS/agromedia tentang kompos sampah rumah tangga. Coba baca dan ikuti. Kadang2 kita perlu improvisasi dlm pelaksanaannya.
salam kenal mas. saya erina supandi blog ini sangat menbantu saya. saya mahasiswi sedang melakukan penelitian bioetanol dari rumput laut. tapi hasil destilasinya malah asam dan tidak menghasilkan etanol padahal rumput laut menpunyai pati cukup tinggi. saya tidak menggunakan hidrolisis enzim maupun asam. karena di kota saya sulit mendapatkan enzim tersebut. kira2 kalau menggunakan HCL atau H2SO4 berapa konsentrasinya / gram bahan / liter pada suhu 100OC. dan dimana kira2 saya bisa mendapatkan enzim alfa da glukoamilase ukuran 100ml kebawah. terimakasih
mohon dibantu.
Terimakasih atas jawaban sebelumx kalo boleh sy mohon bimbingannya lg, sy akan mengadakan percobaan dengan siswa tentang pembuatan bioetanol dr limbah kertas skala lab mohon diberikan rancangan kerjanya mulai dr bahan dan prosedur serta komposisi bahan masing2 kalo alat km punya alat gelas lengkap untuk prosesx mohon dikirim ke email, semoga ilmu yg bapak bagi bermanfaat dan mendapatkan keuntungan yg melimpah (pahala). terimakasih
Saya sudah menulis beberapa tulisan tentang bioethanol dari biomassa lignocellulosa. Limbah kertas termasuk biomassa lignocellulosa. Tahapan utamanya adalah sbb: 1) hydrolysis, 2) fermentasi, 3) distilasi, 4) fermentasi. Saya sudah membahasanya di beberapa tulisan (coba cek di link ini: http://isroi.wordpress.com/?s=bioethanol). Bisa dilakukan dalam skala kecil. Untuk hydrolisis bisa menggunakan hydrolysis asam, tetapi perlu langkah tambahan yaitu detoksifikasi sebelum fermentasi. Yang perlu diperhatikan adalah gula hasil hydrolisisnya diusahakan lebih dari 10%, karena kalau kurang hasil fermentasinya jadi rendah sekali dan sulit didistilasi.
Percobaan ini bisa dilakukan di lab dan tidak perlu dilihat efisiensinya. Yang penting membuat ethanol dari kertas sudah bagus sekali.
Selamat berkarya.
salam kenal,
Pak,saya bisa ikut pelatihan dgn Bapak? saya mau belajar proses bioetanol,khususnya bioetanol dari ampas kelapa sawit. Terima kasih banyak.
Dina
Saya tdk menyelenggarakan pelatihan.
salam kenal pak, saya sedang melakukan penelitian pembuatan bioetanol dari tongkol jagung, kira2 bapak punya literatur ga ttg pretreatment tongkol jagung dan kondisi operasi hidrolisis asam yang dapat menghasilkan kadar glukosa >10%
Penelitian tongkol jagung sdh banyak banget. Banyak sekali literaturnya. Coba tanya Mbah Google Schoolar.
pak lebih praktisnya cara pembutan bioetanol apa aja ya…pengen cabain sayang nih byk molases terbuang? bisa kirim keemail saya pak
Coba cek di posting yang lain, sudah saya postingkan di blog ini.
Salam,
sekarang saya sedang melaksanakan penelitian Tugas Akhir saya,pak
mengenai bioetanol dari rumput laut
sekarang sya sedang mencari sponsor untuk melaksanakannya,pak
kira-kira bpk ada referensi dan email,serta contact person untuk saya hubungi.
supaya bisa memfasilitasi penelitian saya.
mohon kerja samanya
terima kasih
Pak, minta e-mail atau socmed (facebook/ twitter) bapak ya, saya ingin berdiskusi/ menanyakan mengenai bioetanol
*saya juga mahasiswa tingkat akhir*
Ada di kolom sebelah kiri. Di klik saja.
SAYA TERTARIK ANDA MEMPRAKTEKKAN , MENGAJAR MASYRAKAT DI TEMPAT KAMI,& KITA BISA KERJASAMA,TOLONG DI BUATKAN RINCIAN BIAYA,BAHAN ,ALAT DLL,KIRIM K SODIKIA@YAHOO.CO.ID
smoga lancar slalu ya pa.
saya tertarik untuk memproduksi bioethanol
tapi yang jadi masalahnya saya tidak tau harus kemana dan bagaimana menjualnya?
mohon infonya mas isroi
Terima Kasih
ass…pak isroi…saya mahasiswi tingkat akhir yg sedang melakukan penelitian tentang bioetanol ini…kalo untuk bioetanol berbahan dasar sampah sayur, apakah bpk punya referensi tentang persentase jenis sayuran tertentu terhadap konversi bioetanol?lalu proses ap yg cocok utk dipakai?lalu jika fermentasi yg dipakai, apa enzim yg cocok?trima kasih sudah berbagi ilmu y pak…
Note: JANGAN MENYINGKAT ASSALAMU’ALAIKUM DENGAN ASS…..artinya jelek sekali dalam bahasa Ingris.
Assalamu’alaikum wr wb. Konversi bioethanol bisa dihitung dari kandungan gula dan karbohydrat dari bahan tersebut. Atau kandungan cellulosa dan hemicelullosanya. Silahkan cari di posting yang lain untuk menghitung konversinya.
Jadi cek dulu kandungan karbohydratnya.
Saya tidak punya literature seperti itu.
salam sejahtera pak..
saya berterima kasih atas kesempatan dan ilmu yang Bapak bagikan..sangat bermanfaat..
Sya sedang bingung bagaimana caranya mengukur kadar metanol pada bioetanol ya Pak?
Trimakasih
pakai HPLC