-
Yang Kesasar
- 2,507,667 hits
Cari di sini
- Buku Tamu
Silahkan isi buku tamu, agar saya tahu Anda pernah berkunjung. Klik di sini, atau Follow @Isroi Be My Friend on Facebook
Follow me on Twitter
- Demokrat tak bisa lagi bohongi rakyat @kompasdotcom: Masyarakat Kian Pintar, Suara untuk #Demokrat Pembohong Anjlok http://t.co/ktTE73Ja 4 days ago
- Sung Ha Jun - Talented Guitar Player http://t.co/acTAFQU4 1 week ago
- lucunya negeriku via @Detikcom Aneh, Jadi Tersangka Angie Malah Digeser ke Komisi Hukum DPR http://t.co/xBnCSRX3 1 week ago
Category Cloud
Biodecomposer Bioethanol Biofertilizer Biofuel Download Göteborg Hormon Tanaman Jamur Jerami Kompos Komputer Kuliner Lignoselulosa Limbah Perkebunan Literatur MS PowerPoint MyBooks MyFamily MyPoems MyResearch OpenOffice Organik Pestisida Nabati PROMI Pupuk Pupuk Organik Cair Pupuk Organik Granul Sampah Tikus Uncategorized-
Recent Posts
Kategori
Archives
Pustaka
- ASM
- Bank Pengetahuan Padi
- Bioresources
- Biotechnology for biofuel
- Canadian Journal of Microbiology
- Cari PDF
- Cellulosic Ethanol
- DocStroc
- Elseiver
- Fermentasi
- Fermentasi 2
- Gudang Ebooks
- Japan Society for bioscience
- JBC
- Journal Biological Chemistry
- Kelapa Sawit
- Lignin by Lundquist
- MDPI
- Mycologia
- National Agricultural Library
- NCBI
- Proquest
- PubMed
- Pustaka Biofuel
- Pustaka Gratis
- Science Direct
- springerlink
- Teori Distilasi
- USDA Library
Jamur
Category Archives: Göteborg
Memancing ikan di tengah sungai yang beku
This slideshow requires JavaScript.
Musim dingin tahun lalu, ketika naik tram saya sempat melihat beberapa orang yang sedang mancing di tengah kanal yang airnya membeku. Saya penasaran sekali, karena pemandangan semacam ini tidak pernah saya temukan di tanah air tercinta. Niat saya ini baru kesampaian di musim dingin berikutnya, musim dingin ini.
Dari kejauhan, Brunnsparken, saya lihat ada orang yang sedang duduk tafakur di tengah sungai. Pasti sedang mancing ikan nih orang, pikir saya. Saya segera mendekat ke tempat mereka memancing. Dari pingir sungai saya lambaikan tangah saya sambil saya tunjukkan kamera saya. Dia membalas lambaian tangan saya, artinya dia mau saya ambil fotonya. Saya pakai lensa zoom agar bisa mengambil foto dari jarak yang cukup jauh. Maklum, saya masih ragu-ragu untuk turun ke sungai.
Kemudian saya mencoba berjalan berkeliling. Rupanya dia tahu saya ingin turun dan dia menunjukkan jalan turun menuju sungai. Di pinggir sungai ada tangga, namun pinggir sungai es-nya tidak begitu tebal, jadi tidak bisa langsung turun ke sungai. Untuk menuju ke tengah sungai mereka menggunakan tangga besi yang biasa digunakan untuk menyelamatkan orang yang tenggelam. Melaluii tangga ini saya dan Royan turun ke sungai dan mendekat ke orang-orang yang sedang memancing. Saya mendekat dan sambil berbasa-basi.
Namanya Henrik Sandgren. Dia dengan beberapa orang temennya biasa memancing di sungai ini ketika airnya sedang membeku. Air sungai di musim dingin membeku menjadi es, tebalnya sampai 20 cm. Jadi aman untuk dipijak. Bahkan saya pernah lihat anak-anak main ice hockey di tengah sungai. Es dilubangi dengan bor, lalu pancing kecil yang sudah diberi umpan dimasukkan ke dalam lubang itu. Umpannya adalah Maggot, belatung lalat. Pancingnya juga kecil, seperti pancing mainan. Tidak perlu waktu beberapa lama, ada ikan yang termakan umpan itu.
Ikan yang dipancing adalah ikan sungai, orang Swedia menamakannya Abborre (Perca fluviatilis). Ikannya mirip ikan wader kali, tetapi siripnya belakang, dan sirip renangnya berwarna merah. Di bagian tubuhnya juga ada belang-belangnya. Ikan yang didapat lumayan banyak juga.
Mereka memancing ikan untuk dimakan sendiri. Tapi kalau ada yang ingin membelinya boleh saja. Mereka juga tergabung dalam klub memancing. Karena mancing ikan di Swedia juga tidak boleh sembarangan. Ada semacam lisensinya. Kalau tidak sedang musim dingin, mereka memancing dari pingir sungai, memancing di laut, atau di danau.
Gulai Kepala Salmon

Masih segar dalam ingatan saya waktu makan di RM Padang Pagi Sore di Palembang. Salah satu menu favorit saya adalah gulai kepala kakap. Satu piring berisi satu kepala, sudah cukup memenuhi isi perut. Meskipun hanya bagian kepala, tapi dagingnya banyak sekali. Makannya pun mesti sabar dan pakai tangan, ‘sendok alami’ karunia Allah.
Nah, di Göteborg tidak ada yang namanya ikan kakap. Memang sih di sini dekat laut dan banyak yang jual ikan, namun harganya itu ….minta amphyunnn….. Salah satu makanan ikan yang mewah adalah ikan Salmon. Dagingnya yang merah segar rasanya nikmat sekali. Ikan salmon di makan mentah tanpa di masak. Dagingya dipotong tipis-tipis. Daging salmon biasa dimakan dengan kentang, menu tambahan baquete, atau susi.
Indahnya Persahabatan Manusia dengan Alam di Danau Hitam
Kalau manusia mau bersahabat dengan alam, maka alam pun akan bersahabat dengan manusia. Itulah yang tercermin dari harmoni kehidupan di Danau Hitam.
Namanya Svartemossen, kalau diterjermahkan artinya Danau Hitam. Danau ini letaknya tidak jauh dari apartemen kami di Biskopgarden, Göteborg, Swedia. Hanya lima menit jalan kaki. Ukurannya tidak begitu besar, panjangnya hanya sekitar lima kali panjang lapangan bola dan lebarnya dua atau tiga kali lebar lapangan bola. Danau ini dinamakan danau hitam karena warna airnya yang kehitaman. Di danau ini tumbuh ganggang yang berwarna kehitaman.
This slideshow requires JavaScript.
Tempat Tinggal Ribuan Burung
Meskipun ukurannya kecil dan berada di tengah pemukiman, danau ini menjadi tempat tinggal yang nyaman untuk ribuan burung. Mereka hidup dan berkembang biak dengan tenang. Tidak ada orang yang mengusik kehidupannya. Bahkan penduduk yang tinggal di sekitar danau menyayangi dan merawat mereka. Mereka bisa hidup berdampingan dengan damai.

Ada banyak jenis burung yang tinggal di danau Hitam. Ada yang tinggal menetap sepanjang musim, dan ada juga yang hanya tinggal di musim-musim tertentu. Burung yaang tinggal sepanjang musim adalah burung merpati, beberapa jenis angsa, beberapa jenis bebek, beberapa jenis burung pipit, burung camar, burung gereja, dan burung-burung kecil lainnya. Burung-burung yang tinggal pada musim-musim tertentu adalah burung camar dan burung gagak.
Burung-burung yang tinggal di danau jinak-jinak dan tidak takut dengan manusia. Seringkali burung-burung itu terbang dan mencari makan di sekitar apartemen, atau balkon. Ada beberapa burung merpati yang jadi langganan balkon kami. Setiap pagi mereka selalu datang ‘meminta jatah’ makan. Biasanya kami beri makan dengan biji-bijian yang kami beli di supermarket atau serpihan roti sisa makanan.
Continue reading
Tagged alam, Biskopgarden, blackberry, blackcurren, blueberry, burung, danau, Göteborg, kelestarian, Svartemosse, Swedia
Dukung Foto Saya
Performance Perkusi di Kungsportplatsen
Kungsportplatsen merupakan tempat yang biasa digunakan untuk melakukan performance. Tempatnya di bawah patung Carl IX. Di sini tempatnya cukup luas dan banyak orang yang berlalu-lalang, menjadikannya ideal untuk melakukan pertunjukan. Misalnya saja sekelompok pemusik perkusi ini. Sambutan orang cukup meriah, karena musiknya yang bersemangat. Selamat menikmati.
[Foto:Dokumentasi Pribadi]






