Category Archives: Lignoselulosa

Pretreatment Biomassa Lignoselulosa.pdf

Pretreatment Biomassa Lignoselulosa.pdf: http://scribd.com/doc/142221592

About these ads

Cara mudah mengomposkan seresah, dan sampah-sampah organik lunak

Pengomposan sisa-sisa seresah daun, hasil pangkasan tanaman, sampah dari taman, kebun, atau rumput-rumputan sangat mudah dilakukan dengan aktivator pengomposan PROMI. Pengomposan dapat dilakukan dengan menggunakan kantong plastik besar. Seresah dimasukkan ke dalam kantong, kemudian disiramkan dengan larutan PROMI, didiamkan. Kurang lebih 3 – 4 minggu (tergantung pada bahannya kompos sudah cukup matang dan bisa digunakan sebagai pupuk organik.

Kompos Jerami, solusi bagi petani Indonesia

Artikel terkait: Presentasi Kompos Jerami | File MS PowerPoint Kompos Jerami | Video Pengomposan Jerami | Sejarah PROMI | Informasi Pembelian PROMI

Makalah Kompos

Metode Analisa Enzyme Ligninolitik; lac, MnP, LiP

Metode analisis lengkap kandungan biomassa lignoselulosa dengan metode Chesson-Datta

Uji aktivitas beta glukosidase

Enzyme beta glucosidase adalah salah satu enzyme penting untuk menghidrolisis selulosa dalam pembuatan etanol dari biomassa lignoselulosa. Ada beberapa metode pengujian aktivitas enzyme beta glukosidase salah satunya menggunakan substrat p-nitrophenyl-B-D- glucopyranoside yang sering disingkat PNP-glu. Referensi dasarnya adalah Herr et al., 1978. Berikut ini penjelasan singkat uji aktivitas beta glukosidase dengan menggunakan PNP-glu sebagai substrate.

Substrat: 2mM PNP-glu dalam 5mM buffer sitrat pH 4.8
Catatan: buffer yang digunakan disesuaikan dengan pH dan buffer yang optimum untuk aktivitas enzyme yang akan diuji. Beberapa literatur menggunakan buffer pada pH 5, pH 4.5 dan lainnya.

Enzyme beta glucosidase: enzyme diencerkan dengan menggunakan buffer sitrat pH 4.8 5mM.
Aktivitas enzyme pada pengenceran ini kurang lebih 2-5 unit/ml. Kalau aktivitasnya belum diketahui perlu dicoba-coba dulu sampai ketemu pengenceran yang memberikan absorbansi di bawah 1.

Suhu: suhu pengujian disesuaikan dengan suhu optimum untuk aktivitas enzyme yang akan diuji, biasanya adalah 50 oC.
Continue reading

Iseng membuat etanol dari kertas

Analisa Kandungan Lingin, Selulosa, dan Hemiselulosa dalam biomassa lignocellulosa

Banyak yang bertanya kepada saya bagaimana menganalisa kandungan lignin, selulosa (cellulosa), dan hemiselulosa (hemicellulosa) di dalam biomassa lignoselulosa. Ada banyak metode yang bisa digunakan, seperti metode dari TAPPI dan metode dari NERL. Namun, karena keterbatasan peralatan laboratorium di Indonesia, jadi tidak jarang metode ini sulit dilakukan atau kalau bisa dilakukan biayanya lumayan mahal.

Ada metode lama yang bisa digunakan dengan peralatan laboratorium yang relatif mudah di dapat dan lebih murah. Memang metode ini ada kelemahannya, namun setidaknya bisa digunakan untuk memprediksi kandungan lignin, selulosa, dan hemiselulosa. Metode ini dijelaskan oleh Datta (1981) yang dimodifikasi dari metode yang dijelaskan oleh Chesson (1978). Prinsip dasar dari metode ini adalah gravimetri, jadi berdasarkan berat biomassa yang hilang. Biomassa dihidolisis secara bertahap dengan menggunakan asam sulfat. Tahapa utama metode ini bisa dilihat di dalam gambar di bawah ini.
Continue reading

Penentuan Kandungan Zat Ekstraktive dalam Biomassa Lignocellulosa

Penentuan kandungan zat ekstraktive dalam biomassa lignocellulosa dilakukan dengan mengacu pada metode NREL (dokumen bisa didownload di link ini: Metode NREL). Penentuan kadar zat ekstraktif ini dilakukan sebelum melakukan analisis kandungan biomassa yang lain, seperti lignin, cellulosa, dan hemisellulosa.
Analisa lignin, cellulosa, dan hemiselulosa menggunakan sampel yang bebas zat ekstraktif. Karena kandungan zat ekstraktif bisa mengacaukan hasil analisis biomassa, terutama kandungan lignin. Sampel yang tidak bebas zat ekstraktif akan terbaca lebih tinggi dari yang seharusnya.
Analisis ini sebenarnya sederhana tetapi cukup makan waktu, sekali analisis 6 s/d 12 jam. Kalau sampelnya banyak pekerjaan yang tidak sederhana.