Yang Kesasar
- 3,660,605 hits
Choose Your Language
Cari di sini
- Buku Tamu
Silahkan isi buku tamu, agar saya tahu Anda pernah berkunjung. Klik di sini, atau Follow @Isroi Be My Friend on Facebook
Follow me on Twitter
- RT @PolresBogorKota: Terjadi perampasan Mobil Nissan Serena Hitam Nopol B-2822-BD di Tol BORR arah Jl. Sholis, Bila melihat hub @PolresBogo… 2 days ago
- RT @PolresBogorKota: Petugas Polsek Tanah Sareal masih lakukan pengejaran pelaku perampasan Mobil Nissan Serena Hitam Nopol B-2822-BD di Jl… 2 days ago
- Center goo.gl/ssYhi #photography #abstract #nature #plant http://t.co/2X7DCnzvu4 2 days ago
- Biodecomposer Bioethanol Biofertilizer Biofuel Download Fotografi Göteborg Jamur Jerami Kompos Komputer Kuliner Lignoselulosa Limbah Perkebunan Literatur MS PowerPoint MyFamily MyPoems MyResearch OpenOffice Organik Pestisida Nabati PROMI Pupuk Pupuk Organik Cair Pupuk Organik Granul Sampah Tikus Uncategorized Unik
-
Recent Posts
Kategori
Archives
Pustaka
- ASM
- Bank Pengetahuan Padi
- Bioresources
- Biotechnology for biofuel
- Canadian Journal of Microbiology
- Cari PDF
- Cellulosic Ethanol
- DocStroc
- Elseiver
- Fermentasi
- Fermentasi 2
- Gudang Ebooks
- Japan Society for bioscience
- JBC
- Journal Biological Chemistry
- Kelapa Sawit
- Lignin by Lundquist
- MDPI
- Mycologia
- National Agricultural Library
- NCBI
- Proquest
- PubMed
- Pustaka Biofuel
- Pustaka Gratis
- Science Direct
- springerlink
- Teori Distilasi
- USDA Library
Category Archives: PROMI
Kompos Limbah Kakao
Presentasi Kompos Jerami
Klik di sini untuk download file MS Power Point : http://db.tt/SpDDBsjn
Posted in Biodecomposer, Jerami, Kompos, Limbah Perkebunan, MyResearch, Organik, PROMI, Pupuk, Sampah
Tagged Download, free, gratis, jerami, Kompos, Organik, petani, Presentasi, PROMI, Pupuk
Cara mudah mengomposkan seresah, dan sampah-sampah organik lunak
Pengomposan sisa-sisa seresah daun, hasil pangkasan tanaman, sampah dari taman, kebun, atau rumput-rumputan sangat mudah dilakukan dengan aktivator pengomposan PROMI. Pengomposan dapat dilakukan dengan menggunakan kantong plastik besar. Seresah dimasukkan ke dalam kantong, kemudian disiramkan dengan larutan PROMI, didiamkan. Kurang lebih 3 – 4 minggu (tergantung pada bahannya kompos sudah cukup matang dan bisa digunakan sebagai pupuk organik.
PUPUK ORGANIK GRANUL: SEBUAH PETUNJUK PRAKTIS
Draf buku ini sebenarnya sudah saya buat sejak tahun 2007an. Waktu itu saya sedang belajar membuat pupuk organik dari kompos. Dan waktu itu pupuk organik granul (POG) belum seramai saat ini. Aku mencoba mendokumentasikan apa yang aku pelajari. Tahun-tahun berikutnya ketika krisis moneter tahun 2008 harga pupuk kimia melambung tinggi. Saya semakin lebih rajin belajar tentang pupuk organik ini. Saya melihat, waktu itu, bahwa petani seharusnya bisa dan mampu membuat pupuk organik sendiri. Maka, saya selesaikan draf buku ini dan saya gratiskan. Harapannya agar lebih banyak orang yang bisa membuat dan memproduksi pupuk organik granul.
Buku ini aku tulis pada saat liburan. Tidak banyak agenda yang saya miliki, jadi bisa full speed waktu menulis. Kalau tidak salah draf ini selesai dalam waktu 3 hari, ngedur bin nglembur. Ngak tidur sebelum drafnya selesai. Semoga karya sederhana ini bermanfaat untuk petani dan dunia pertanian di Indonesia
Makalah Kompos
Posted in Biodecomposer, Biofertilizer, Kompos, Lignoselulosa, Limbah Perkebunan, Organik, PROMI, Pupuk, Pupuk Organik Granul, Sampah
Tagged Download, free, gratis, Kompos, pupuk organik, Scribd
Kompos Jerami untuk Solusi Kebutuhan Pupuk Petani: Murah, Mudah, & Cepat
![]() Haji Ahmad Zakaria atau biasa dipanggil Pak Haji Zaka adalah KTNA Jawa Barat dan Ketua Gapoktan Sulih Asih Kab. Bogor. Sebagian besar yang saya sampaikan di sini adalah hasil menimba ilmu pertanian dari Beliau. Terima kasih Pak Haji. Artikel terkait: Presentasi Kompos Jerami | File MS PowerPoint Kompos Jerami | Video Pengomposan Jerami | Sejarah PROMI | Informasi Pembelian PROMI [isroi] |
Daftar Isi:
- Dari Tanah Kembali ke Tanah
- Cara Pembuatan Kompos Jerami
- Mengatasi Permasalahan Pengomposan Jerami
- Panen dan Aplikasi
- Video Pengomposan Jerami
- Nilai Hara Kompos Jerami
Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Tanah menemukan bahwa kandungan bahan organik di sebagian besar sawah di P Jawa menurun hingga 1% saja. Padahal kandungan bahan organik yang ideal adalah sekitar 5%. Kondisi miskin bahan organik ini menimbulkan banyak masalah, antara lain: efisiensi pupuk yang rendah, aktivitas mikroba tanah yang rendah, dan struktur tanah yang kurang baik. Akibatnya produksi padi cenderung turun dan kebutuhan pupuk terus meningkat. Solusi mengatasi permasalah ini adalah dengan menambahkan bahan organik/kompos ke lahan-lahan sawah. komposharus ditambahkan dalam jumlah yang cukup hingga kandungan bahan organik kembali ideal seperti semula.
Praktek pembuatan kompos jerami oleh H Zaka, Ket. Gapoktan Sulih Asih, Cigombong, Bogor
Lihat lanjuta video ini di bagian bawah posting ini atau lihat di Video Praktek Pengomposan Jerami
Dari Tanah Kembali ke Tanah
Padi atau tanaman menyerap unsur hara dari dalam tanah. Dengan bantuan energi dari sinar matahari, hara dari dalam tanah ditambah dengan CO2 dari udara ini diubah menjadi senyawa komplek untuk membentuk batang, daun, dan bulir-bulir padi/beras. Padi/beras akan dipanen dan dibawa ke tempat lain, sedangkan jerami sisa-sisa panen umumnya dibakar.
Proses ini berlangsung lama. Unsur hara dan bahan organik tanah semakin lama akan semakin habis. Selama ini unsur hara lebih banyak dipenuhi dengan menambahkan pupuk-pupuk kimia anorganik. Bahan-bahan organik yang ada di dalam tanah tidak mendapat perhatian dan kandungannya di dalam tanah semakin menipis.

Gambar 1. Jerami dari sisa panen padi
Jerami yang dihasilkan dari sisa-sisa panen sebaiknya jangan dibakar, tetapi diolah menjadi kompos dan dikembalikan lagi ke tanah. Kompos jerami ini secara bertahap dapat menambah kandungan bahan organik tanah, dan lambat laun akan mengembalikan kesuburan tanah.


Gambar 2. Seresah dan sisa-sisa daun dapat juga dibuat kompos
Kompos selain dibuat dari jerami dapat juga dibuat dari seresah atau sisa-sisa tanaman lain. Rumput-rumputan, sisa-sisa daun dan batang pisang, atan daun-daun tanaman dapat juga dibuat kompos. Pada prinsipnya semua limbah organik dapat dijadikan kompos.
Batang kayu, bambu, ranting-ranting pohon, atau tulang juga termasuk bahan organik tetapi sebaiknya tidak ikut dikomposkan dengan jerami. Limbah-limbah ini termasuk limbah organik keras. Meskinpun dapat juga dibuat kompos, namun bahan-bahan ini memerlukan waktu yang lama untuk terdekomposisi.
Continue reading
Orok-orok Tanaman Antara Kaya Hara
Ilmu dan Pengalaman dari Petani
Ilmu bisa diperoleh dari mana saja dan siapa saja, kadang-kadang dari sumber yang tidak terduga. Kemarin ketika sedang jalan-jalan di pasar saya bertemu dengan petani. Dia membawa biji-bijian yang belum pernah saya lihat. Saya tergelitik untuk bertanya pada Beliau.
“Nopo niku, Pak?” tanya saya.
“Niki winih orok-orok“, jawabnya.
Nama benih yang asing, Orok-orok, kalau orok saya tahu, tapi kalau orok-orok belum tahu. Rasa ingin tahu saya mejadi tergelitik.
“Lha…Orok-orok niku kangge nopo, tho?”
“Niki kangge lemi, rabuk”
Lemi (huruf ‘e’ dibaca seperti ‘e’ pada kata lem) atau rabuk atau bahasa indonesianya pupuk, ilmu yang saya geluti. Ngak pernah denger ada rabuk namanya orok-orok. Rasa ingin tahu semakin saya semakin mengebu. Lha wong saya ini berkecimpung di dunia perpupukkan organik, tetapi baru kali ini saya denger ada rabuk dari tanaman orok-orok.
Selintas kemudian saya kembali mengorek-ngorek keterangan dari Pak Tani ini tentang orok-orok. Sebuah kearifan lokal yang perlu dicontoh. Semoga ada manfaatnya untuk yang lain, terutama temen-temen yang menanam dengan budidaya organik.
Continue reading
MEMBUAT POC SENDIRI DENGAN BIANG POC. Bagian 4.
Baca juga Membuat Pupuk Organik Cair: Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4
DOWNLOAD PROSEDUR PEMBUATAN POC DENGAN BIANG POC | Buku Panduan Pembuatan POC | ZIDDU | SCIBD | Contoh perhitungan bahan baku
Revisi Petunjuk Pembuatan POC dengan Biang POC: Dokumen awal | Revisi 1 | Revisi 2
Download: Petunjuk Pemakaian Langsung Hormon Tanaman.
Strategi Pemasaran POC
Catatan penulis:
Terus terang saya bukan ahli pemasaran dan marketing. Kalau saya ahlinya, pasti saya sudah kaya bin raya. Saya hanya punya pengalaman sedikit tentang pembuatan POC, tapi belum bisa melakukan strategi pemasaran yang jitu. Jadi isi tulisan ini hanyalah pengalaman orang lain, denger cerita mereka, ditambah membaca dan melamun. Nikmati aja.
Saya ngak tahu mau mulai dari mana, dari yang kecil atau langsung yang besar. Gini aja deh…, mulai dari yang nongol di kepala lebih dulu. So… jangan protes kalau tulisannya tidak sistematis. Baca aja, kalau ada yang bermanfaat ambil, kalau ngak…. buang ke laut aja……Happy Reading…!!!
Dapatkan Proyek Gede
Pemerintah punya program untuk pengadaan POC melalui beberapa BUMN. Beberapa perusahaan plat merah lain juga sudah mulai menggunakan POC (perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan, pertanian, dan agrikultur/agroindustri). Semakin besar perusahaannya tentu saja akan semakin besar kebutuhan POC-nya. Kadang-kadang mereka mengadakan tender pengadaan POC. (Ngak tahu tender beneran apa tender-tenderan…tau ah….gelap.) Strategi pertama: mendangkan tender dan dapatkan PO-nya. Sebut saja strategi ini STRATEGI MARPROY alias Makelar Proyek.
Ngak usah punya perusahaan sendiri. Pinjam aja ke temen yang punya PT atau CV. Lalu ajukan proposal tendernya. Jangan lupa untuk melakukan PDKT ke panitia tender dan orang-orang yang punya kekuasaan untuk menentukan pemenang tender. Ngak usah ragu-ragu untuk ‘main depan’ yang diperkuat dengan ‘main belakang’.
Volume bin kuantiti PO-nya buesar zekali. Jadi keuntungannya bisa dibayangkan….segunung. Kata orang jawa: ‘jer basuki mowo beo’. Semua ada biayanya. Gede untungnya, modalnya juga tidak sedikit.
Setelah dapat PO-nya, baru kita mulai produksi sendiri. Ngak usah pusing-pusing, pakai aja BIANG POC. (Sorry…ini murni promosi…). Tinggal diencerkan, tambah ini, tambah itu, botolin, kasih label. Langsung kirim.
Kalau ngak bisa ikut tender atau ngak menang tender. Masih ada jalan lain untuk mendapatkan PO, yaitu deketi orang-orang yang menang tender. Biasanya mereka juga cari-cari suplier untuk nge-sub kontrak. Tentu saja langkah ini keuntungannya lebih kecil. Tapi…daripada ngak jual POC…???!!
Selain perusahaan ‘plat merah’, perusahaan swasta pun banyak yang mulai menggunakan POC. Setahu saya ada perusahaan sawit besar yang melakukan penyiraman dengan menggunakan pesawat….(Gile..bener….kaya di luar negeri aja…). Coba banyangkan kalau air penyiramannya diberi POC… Berapa liter ya…kira-kira…volume penjualannya ya…. ????
Menjual ke perusahaan besar perlu taktik dan seni yang berbeda dengan menjual ke perusahaan plat merah. Cara paling jitu adalah deketi ownernya. Jangan lewat lewel dua apalagi level tiga. Owner punya hak veto yang bisa menganulir semua keputusan orang-orang di bawahnya. Kalau ownernya sudah OK..yang lain…bisa diatur….!!!
Continue reading
Posted in Kompos, Organik, PROMI, Promo, Pupuk, Pupuk Organik Cair
Tagged auksin, giberelin, pemasaran, pemerintah, plat merah, POC, pupuk organik cair, sitokinin, strategi, swasta
PENUTUP/COVER KOMPOS
Ada banyak cara membuat kompos, salah satunya dengan metode windrow. Cara ini umumnya dipakai untuk pengomposan skala besar, misalnya pengomposan tandan kosong kelapa sawit. Dengan metode ini bahan baku kompos ditumpuk memanjang seperti gundukan yang disebut windrow. Metode ini sangat mudah dilakukan dan sejauh ini hasilnya cukup memuaskan.
Pengomposan dengan metode windrow bisa menggunakan petutup bisa juga tidak. Tetapi untuk wilaya tropis seperti di Indonesia, penutupan sepertinya wajib dilakukan. Sinar matahari yang terik bisa membuat kompos menjadi kering dan proses pengomposan gagal berlangsung. Demikian pula ketika kondisi hujan. Tumpukan kompos menjadi sangat basah dan proses pengomposan juga menjadi lambat.
Continue reading
PROBLEM & SOLUSI PENAMBAHAN MIKROBA BIOFERTILIZER DI DALAM PUPUK ORGANIK GRANUL (POG)
Dalam tulisan sebelumnya saya sudah menjelaskan tentang penambahan mikroba biofertilizer di dalam pupuk organik, baik granul maupun curah ( Penjelasan Tambahan Tentang Mikroba untuk Memperkaya Kompos). Saat ini pemerintah mensyaratkan jika semua pupuk organik granul (POG) terutama yang bersubsidi harus mengandung mikroba biofertilizer. Namun, ternyata ada permasalahan pada penerapan aturan pemerintah tersebut.
Posted in Biodecomposer, Biofertilizer, PROMI, Promo, Pupuk, Pupuk Organik Cair, Pupuk Organik Granul
Tagged Biofertilizer, fosfat, mikroba, mikroba pelarut fosfat, POC, POG, problem, pupuk organik granul, Rhizobium, solusi











