Category Archives: Uncategorized

Robot pun Rajin Sholat


(dari tetangga sebelah)

Foto Unik dari Alam: Jangan Berpikiran “Ngeres” Dulu

Intermezoo. Awalnya saya memotret jamur yang bentuknya unik di pedalaman Sumatera Selatan. Ternyata di alam ada juga bentuk-bentuk abnormal seperti itu. Silahkan dilihat, “ngeres” dan tidak tergantung “isi kepala” yang melihatnya.

jamur saru

This slideshow requires JavaScript.


Continue reading

Mengaspal Jalan: Cepat & Rapi

aspal jalan goteborg
Empat orang petugas sedang memperbaiki jalan Gilbaltargatan.

Daya penciuman Aziz ternyata sangat tajam, mungkin lebih tajam dari anjing anggota Brimop atau aparat bea cukai (sorry…Ziz…).  Dia mencium bau aspal di departemen Kemi. Padahal tidak ada yang kerja dengan aspal di lantai ini.

Saya baru tahu kalau ada petugas yang sedang memperbaiki jalan setelah keluar untuk mencari makan siang. Di jalan Gibaltargatan yang jaraknya sekitar 10 menit jalan dari departemen Kemi. Ada empat orang petugas yang sedang memperbaiki jalan. Lebar jalan yang diperbaiki kira-kira 5 m x 15 m. Saya tidak tahu pasti. Waktu kami lewat mereka baru mengaspal sebagian ujung jalan.

Mereka mengerjakannya dengan menggunakan ‘slender kecil’, pengeras jalan manual, dan truk aspal yang digerakkan dengan remot.  Sambil jalan saya perhatikan mereka kerja. Kerja mereka rapi dan cermat.

aspal jalan goteborg
Continue reading

Hantu Gentayangan

kuntilanak hantu ghost

JANGAN TERUSKAN MEMBACA KALAU PENAKUT, PUNYA SAKIT JANTUNG, LEMAH JANTUNG, DAN DARAH TINGGI. ANDA SUDAH DIPERINGATKAN…!!!!!

Hantu, setan, memedi, jurik, ‘ghost’ atau yang semacamnya biasanya menarik diperbincangkan. Khususnya orang Indonesia yang suka dengan sesuatu yang berbau klenik.

Nah….ngemeng-ngemeng masalah hantu saya jadi ingat pengalamanku dengan ‘sesuatu’ yang katanya hantu (Klik di sini). Hantu-hantu yang terkenal di Indonesia antara lain: pocong, kuntilanak, tuyul, gendruwo, dan rekan-rekannya yang lain. Berhubung saya blm pernah melihat dengan mata kepala & mata kaki sendiri, saya jadi tergelitik untuk mencari info tentang makhluk ‘dunia lain’ di dunia maya’. Dan berikut ini beberapa yang aku temukan. Saya mencoba untuk menyeleksi informasi yang ada, hanya informasi yang menurut saya mendekati realita yang saya cantumkan – pertimbangan subjektif tentunya. Selamat bertakut ria.

Pocong

Banyak video, gambar, dan tayangan lain yang menampilkan sosok ‘pocongan’. Pocong adalah sebutan untuk orang mati yang dibungkus dengan kain kapan putih, diikat di ujung kepala, badan dan kaki. Ketika dikubur, bagian mukanya dibuka dan disentuhkan ke tanah. Poncongan berarti sesuatu yang menyerupai pocong.

Cerita, sinetron, bahkan film pun banyak yang memvisualisasikan pocongan.  Saya mendapatkan video amatir yang berhasil menangkap sosok ‘pocong’. Sebagian sangat jelas & sebagian samar-samar. Video ini amatir & tidak direkayasa. Silahkan di klik tombol play-nya.

Pocong di SMP

Pocong ini menampakkan diri ketika matahari masih terang benderang. So, setan tidak selalu muncul di malam hari. Perhatikan wujud pocong ini, dia hanya anak yang membawa kamera yang menyadari kehadirannya. Sedangkan anak-anak yang lain asik dengan kesibukannya sendiri. Bahkan sepasang siswa-siswi itu pun tidak sadar kalau dibelakangnya ada pocong. Aku coba putar ulang video ini berkali-kali, sepertinya memang bukan rekayasa.

Lebih menyeramkan lagi, si pocong dapat menghilang dan berpindah ke tempat lain dengan cepat. Hi….seremmmm……!!!!! Jangan menoleh ke belakang, siapa tahu ada pocong di belakang Anda.

Kalau Pocong yang satu ini dilihat oleh banyak orang, nemenin orang yang sedang mancing. Sama seperti pocong sebelumnya, dia juga bisa berpindah dengan cepat.

Ini pocong gedongan. Kabarnya di sebuah gedung pencakar langit di jakarta. Meskipun tampaknya samar-samar, mungkin karena pakai kamera HP. Dia juga berpindah dengan cepat dari satu tempat ke tampat lain. Rasanya mustahil direkayasa. Pocong ini muncul di malam hari.

Ini pocong-pocong yang nampak hanya sekilas, tetapi cukup menyeramkan juga.

Ini pocong yang paling jelas dan paling menyeramkam menurut saya. Diambil oleh anak-anak yang kurang kerjaan. Kalau dilihat dari bahasa dan logatnya, seperti di daerah banyumas dan sekitarnya. Kalau sudah mulai takut jangan diklik tombol PLAYnya.

Video pocong yang lain:


Videonya tanpak nyata dan tanpa rekayasa. Tidak ada jeda yang jelas pada saat pocong muncul atau menghilang. Pocong ini malah ngincengin kamera. Bener nggak ya…????!!!!!

Pocong juga suka ngenet, kaya loe…..!!!!! Pocong juga suka ngenet, main FB, update status, mungkin juga sedang chating atau nyari-nyari pilem blue….???? Dasar setan…..

Pocong ini sepertinya banyak ditemukan di wilayah Indonesia dan Malaysia. Di belahan dunia lain sepertinya dia tidak suka.

Kuntilanak

Kuntilanak, wewe gombel atau sundel bolong, mungkin sama saja. Sosoknya perempuan berambut panjang dan pakai baju putih. Berikut ini kenampakan yang paling jelas tertangkap kamera dalam waktu lama.

Si Kunti ini nampak jelas terlihat. Dia menghilang dan tahu-tahu sudah pindah ke atas lemari. Entah bagaimana caranya. Ketiga wanita ini bisa melihatnya semua, bahkan sampai jejeritan.

Kunti ini menampakkan diri di siang hari bolong. Meskipun hanya sekilas, tetapi sangat nyata terlihat.

Video kunti berbaju merah di Sukabumi

Kunti tidak selalu hadir di tempat yang sepi-sepi, bahkan di tempat hura-hura pun dia hadir.

Ini dari tayangan di televisi, ngak yakin asli atau rekayasa.


Si kunti hanya terlihat sepintas pada detik ke 0.04-0.06. Coba putar sekali lagi kalau tidak berhasil melihatnya.

Ternyata kunti bule pun hampir sama kenampakannya. Lihat video di bawah ini. Dia hanya muncul sekilas, kalau Anda tidak melihatnya coba diputer ulang. Kunti terlihat pada detik ke 1.55. Seperti terbang dan tidak terlihat kakinya.

Dari video lain yang tertangkap kurang jelas.

Yang membuat saya agak aneh, kok tidak ada yang rambutnya dipotong pendek seperti Demi Moore. Rambut panjang itu untuk menutupi sebagian wajahnya.  Juga kok tidak ada yang  pakai baju selain putih. Merah kek atau hijau gitu..biar sedikit modis.

Coba perhatikaan film-film horor dari jepang, sosoknya mirip si kunti ini. Cuma kalau Kunti Jepang jalannya merangkak. Masih lebih canggih kunti Indonesia, bisa menghilang dan terbang.  Cie….

Tuyul

Konon kabarnya tuyul berwujud anak kecil, botak, plontos, pakai cawat kain putih dan suka mencuri uang. Di TV-TV sering ada demonstrasi menangkap tuyul, tapi sosok tuyulnya tidak pernah jelas kelihatan.

Hanya video ini yang menujukkan wujud tuyul dengan jelas.

Jalannya merangkak dan mirip Seagol yang di filmnya ‘Lord of the Ring’. Perhatikan gerakannya, rasanya bukan manusia. Makanya jangan suka bergadang.

Hantu anak-anak

Kalau ini sepintas tidak seperti hantu, karena mirip anak-anak yang sedang bermain. Saya juga tidak yakin ini rekayasa atau bukan. Tetapi kalau saya yang mengalaminya sendiri, bisa ketakutan setengah hidup.

Gendruwo

Gendruwo wujudnya raksasa jelek. Klo warnanya hijau disebut Buto Iji (Buto=raksasa, Ijo=hijau). Kalau di ‘Barat’ namanya keren: HULK, si raksasa hijau. Sayang saya tidak mendapatkan banyak gambar atau tayangan yang menampakkan si gendruwo ini.

***
Saya percaya dengan mahluk Allah ‘yang lain’, seperti Setan (Syaithon), jin, malaikat, atau makhluk ghoib lain yang tidak disampaikan ke manusia. Tapi, saya tidak percaya dengan orang yang sudah mati kemudian ‘roh’-nya gentanyangan. Orang yang sudah mati tidak akan pernah bisa kembali ke dunia lagi (baca QS. : ).  Saya belum tahu kenapa ada pandangan semacam itu di kalangan orang Indonesia.

Video atau gambar yang saya camtumkan di atas mungkin saja bener, tapi mungkin saja juga tidak bener. Itulah faktanya. Anda boleh percaya boleh tidak.

Posted from WordPress for Android

Catatan Tiga Tahun Ngeblog di WordPress.com

Tidak terasa sudah tiga tahun saya ngeblog di WordPress.com, waktu yang cukup lama. Awalnya ngeblog cuma ingin menuangkan uneg-uneg di kepala atau nulis apa saja yang mungkin berguna untuk orang lain. Akhirnya saya jadi kecanduan ngeblog. Karena di sini bisa nulis apa aja, sesuka hati, kata orang sunda: Blog aing…kumaha aing….

Tak terasa juga aku sudah menulis lebih dari 580 posting. Isinya macam-macam. Aku nulis macam-macam, mulai dari puisi-puisiku jaman baheula, tips dan triks, kompos, pupuk organik, pestisida nabati, komputer, penelitianku, atau sekedar iseng aja. Kalau dihitung-hitung dua hari sekali saya update postingan di blog.

Biasanya saya menuliskan apa yang sedang saya pelajari. Baca sesuatu atau belajar sesuatu langsung saya tulis di blog. Kadang-kadang saya menuliskan pengalaman-pengalamanku atau pengalaman orang lain yang menarik. Kadang-kadang juga saya menuliskan mimpi-mimpi atau khayalan yang terlintas di kepala. Pendek kata, semua yang bisa saya tulis akan saya tuliskan di blog ini.

Saya lupa dapat ide dari mana, tagline BERBAGI TAK PERNAH RUGI saya jadikan moto blog ini. Dan saya merasa tagline ini yang cocok mengambarkan isi blog ini. Saya ingin berbagi pengalaman dan berbagi ilmu dengan orang lain. Saya tuliskan apa saja yang mungkin berguna bagi orang lain. Saya menghindari tulisan yang hanya sekedar keluh kesah atau omelan tak menentu.

Silahkan saja kalau ada yang mau copy-paste isi blog ini. Kalau saya lihat di blog-blog lain melarang mengcopy, saya justru ingin menyebarluaskan ide dan catatan ini. Siapa tahu orang lain bisa lebih mengambil manfaatnya. Tentunya, harapan saya, orang yang mengcopy-paste tetap mencantumkan sumbernya. Mau dijiplak plek jiplek nggak apa-apa. Mau diubah sana-sini juga nggak apa-apa. Mau dimodifikasi dan diperkaya silahkan saja.

Ternyata respon orang sangat luar biasa. Aku mulai perhatikan statistik blogku. Tidak tahu mulai sejak kapan, tetapi statistik kunjungan ke blogku mulai meningkat. Saat ini hampir sejuta kunjungan atau rata-rata per harinya > 1500 kunjungan. Komentar orang pun juga membuatku sedikit tertegun, lebih dari 5000 komentar (termasuk pingback dan komentarku sendiri tentunya). Isi komentar macem-macem juga, mulai yang tanya, sampai yang sinis. Semua komentar saya layani dengan senang hati.

Ternyata aktivitas ini banyak sekali manfaatnya. Pertama yang aku rasakan adalah bertambahnya temen. Banyak temen-temen yang ketemunya di dunia maya, lalu berlanjut ke copy-darat ke dunia nyata. Kalau saya pergi ke Aceh, ada temen di sana, saya pergi ke Medan ada temen di sana, saya pergi ke Makasar ada temen juga di sana. Meskipun baru pertama bertatap muka, rasanya kita sudah akrab sekali.

Kedua, blog ini jadi gudang catatan saya. Otak saya kemampuannya terbatas, tidak mungkin mengingat semuanya. Jadi, kalau lupa tinggal searching di blog. Serpihan-serpihan catatan itu, suatu saat nanti bisa disusun ulang dan diurutkan agar lebih mudah dibaca dan dipahami. Entahlah, mungkin nanti kalau sudah tua dan ngak ada kerjaan…saya akan baca ulang catatan-catatan ini, lalu susun lagi sampai bosen.. ;-)

Ketiga, ternyata blog juga bisa jadi sarana jualan. WordPress.com memang bukan untuk toko online seperti Jomla, Mambo, atau AuraCMS, tetapi jualan bisa untuk memajang dagangan kita. Keterangan pelengkap dan data-data pendukung lainnya. Awalnya sama, iseng-iseng aja, ternyata cukup efektif dan jualanku mulai laku. Perlahan-lahan grafik permintaannya mulai naik, meskipun tidak drastis naiknya.

Perkembangan microblogging seperti Facebook dan Twitter tidak bisa menggantikan aktivitas ngeblog. Keduanya saling melengkapi. Isi blog bisa diposting ke Facebook atau Twitter, demikian pula sebaliknya update status bisa ditampilkan di blog. Kombinasi keduanya bisa menjaga komunikasi dengan pengunjung blog.

Saya akan tetap menulis di blog selama yang saya bisa. Insya Allah.

Yang Hobi Nulis, Ikutan Yuk.. lomba nulis di Kompasiana

Hobi nulis perlu disalurkan. Penyalurannya bisa macem-macem, salah satunya bisa lewat blog. Nah, penyaluran hobi menulis dan ngeblog ini sekarang dilombakan. Penyelenggaranya adalah Kompasiana milik grup kompas.com Hari kamis, tanggal 29 Juli 2010, Kompasiana akan menyelenggarakan Blogging Day. Antara jam 14 sampai 15.40. Hanya 100 menit. Taglinenya: 100 menit 1000 tulisan. Untuk kamu yang suka menulis dan suka ngeblog, cepetan daftar.

Klik di link ini: Blogging Day Kompasiana.

Kategori juaranya banyak: 3 juara utama, 10 juara harapan, 10 juara favorit pembaca. Total 23 posisi juara. Hadiahnya menarik:

* Juara 1 Kamera DSLR Canon 500D
* Juara 2 Notebook HP Presario
* Juara 3 BlackBerry 9700 Onyx
* Juara Harapan I-V Nokia C3
* Juara Harapan VI-X Modem HSDPA
* Juara Favorit I-V Nokia C3
* Juara Favorit VI-X Modem HSDPA

Dadap Srep: Obat Penurun Panas Warisan Leluhur

dadap srep

Aku dan temenku - Masirol, di dekat pohon dadap srep

Kalau ada anak panas biasanya langsung diberi obat penurun panas, Parasetamol. Obat yang paling umum dan mudah di dapatkan saat ini. Rasanya Parasetamol adalah obat-obatan PPPK wajib yang selalu ada, terutama kalau punya anak kecil. Itu jaman sekarang.

Jaman dulu, waktu saya masih balita, orang tua ngak kenal yang namanya Parasetamol. Apalagi di desa, sulit sekali mendapatkan obat-obatan kimia. Tapi, yang namanya anak sakit panas, hampir selalu ada. Orang-orang desa jaman dulu, termasuk orang tua saya, biasa mengobati anak-anaknya yang sakit panas dengan tanaman-tanaman yang ada di sekitar pekarangan rumah. Obat-obatan dari alam. Tanaman yang majur untuk obat penurun panas adalah daun DADAP SREP (begitu orang kampung saya menamakannya).

dadap srep
Daun Dadap srep
Continue reading

Kebutuhan untuk Menulis

Pernah suatu ketika ada temen yang bertanya padaku: mengapa aku suka menulis? Kalau pertanyaannya di awali dengan kata ‘apa’, mudah aku menjawabnya, tinggal tunjukkan….nih….baca sendiri…!

‘Mengapa’…sebuah pertanyaan yang tidak mudah aku jawab. Aku sendiri binggung mau njawab apa.

Aku coba mengingat-ingat sejak kapan aku mulai menulis. Waktu SD dulu aku suka niru-niru tulisannya para pujangga jaman pergerakan: Armin Pane, Sanusi Pane, Sultan Haji; baca ceritanya HAMKA; atau kadang-kadang syair Ronggowarsito, geguritan, dan syair jawa lainnya.

Aku punya buku khusus untuk itu dan aku tulis sampai aku SMP. Tapi, buku itu sudah tidak ada lagi, diminta seorang temen dan katanya sekarang sudah hilang. Duh…..

Continue reading

Orok-orok Tanaman Antara Kaya Hara

Ilmu dan Pengalaman dari Petani

image

Ilmu bisa diperoleh dari mana saja dan siapa saja, kadang-kadang dari sumber yang tidak terduga. Kemarin ketika sedang jalan-jalan di pasar saya bertemu dengan petani. Dia membawa biji-bijian yang belum pernah saya lihat. Saya tergelitik untuk bertanya pada Beliau.

“Nopo niku, Pak?” tanya saya.
“Niki winih orok-orok“, jawabnya.
Nama benih yang asing, Orok-orok, kalau orok saya tahu, tapi kalau orok-orok belum tahu. Rasa ingin tahu saya mejadi tergelitik.

“Lha…Orok-orok niku kangge nopo, tho?”
“Niki kangge lemi, rabuk”

Lemi (huruf ‘e’ dibaca seperti ‘e’ pada kata lem) atau rabuk atau bahasa indonesianya pupuk, ilmu yang saya geluti. Ngak pernah denger ada rabuk namanya orok-orok. Rasa ingin tahu semakin saya semakin mengebu. Lha wong saya ini berkecimpung di dunia perpupukkan organik, tetapi baru kali ini saya denger ada rabuk dari tanaman orok-orok.

Selintas kemudian saya kembali mengorek-ngorek keterangan dari Pak Tani ini tentang orok-orok. Sebuah kearifan lokal yang perlu dicontoh. Semoga ada manfaatnya untuk yang lain, terutama temen-temen yang menanam dengan budidaya organik.
Continue reading

links for 2010-04-17