-
Yang Kesasar
- 2,507,667 hits
Cari di sini
- Buku Tamu
Silahkan isi buku tamu, agar saya tahu Anda pernah berkunjung. Klik di sini, atau Follow @Isroi Be My Friend on Facebook
Follow me on Twitter
- Demokrat tak bisa lagi bohongi rakyat @kompasdotcom: Masyarakat Kian Pintar, Suara untuk #Demokrat Pembohong Anjlok http://t.co/ktTE73Ja 4 days ago
- Sung Ha Jun - Talented Guitar Player http://t.co/acTAFQU4 1 week ago
- lucunya negeriku via @Detikcom Aneh, Jadi Tersangka Angie Malah Digeser ke Komisi Hukum DPR http://t.co/xBnCSRX3 1 week ago
Category Cloud
Biodecomposer Bioethanol Biofertilizer Biofuel Download Göteborg Hormon Tanaman Jamur Jerami Kompos Komputer Kuliner Lignoselulosa Limbah Perkebunan Literatur MS PowerPoint MyBooks MyFamily MyPoems MyResearch OpenOffice Organik Pestisida Nabati PROMI Pupuk Pupuk Organik Cair Pupuk Organik Granul Sampah Tikus Uncategorized-
Recent Posts
Kategori
Archives
Pustaka
- ASM
- Bank Pengetahuan Padi
- Bioresources
- Biotechnology for biofuel
- Canadian Journal of Microbiology
- Cari PDF
- Cellulosic Ethanol
- DocStroc
- Elseiver
- Fermentasi
- Fermentasi 2
- Gudang Ebooks
- Japan Society for bioscience
- JBC
- Journal Biological Chemistry
- Kelapa Sawit
- Lignin by Lundquist
- MDPI
- Mycologia
- National Agricultural Library
- NCBI
- Proquest
- PubMed
- Pustaka Biofuel
- Pustaka Gratis
- Science Direct
- springerlink
- Teori Distilasi
- USDA Library
Jamur
Indahnya Persahabatan Manusia dengan Alam di Danau Hitam
Kalau manusia mau bersahabat dengan alam, maka alam pun akan bersahabat dengan manusia. Itulah yang tercermin dari harmoni kehidupan di Danau Hitam.
Namanya Svartemossen, kalau diterjermahkan artinya Danau Hitam. Danau ini letaknya tidak jauh dari apartemen kami di Biskopgarden, Göteborg, Swedia. Hanya lima menit jalan kaki. Ukurannya tidak begitu besar, panjangnya hanya sekitar lima kali panjang lapangan bola dan lebarnya dua atau tiga kali lebar lapangan bola. Danau ini dinamakan danau hitam karena warna airnya yang kehitaman. Di danau ini tumbuh ganggang yang berwarna kehitaman.
This slideshow requires JavaScript.
Tempat Tinggal Ribuan Burung
Meskipun ukurannya kecil dan berada di tengah pemukiman, danau ini menjadi tempat tinggal yang nyaman untuk ribuan burung. Mereka hidup dan berkembang biak dengan tenang. Tidak ada orang yang mengusik kehidupannya. Bahkan penduduk yang tinggal di sekitar danau menyayangi dan merawat mereka. Mereka bisa hidup berdampingan dengan damai.

Ada banyak jenis burung yang tinggal di danau Hitam. Ada yang tinggal menetap sepanjang musim, dan ada juga yang hanya tinggal di musim-musim tertentu. Burung yaang tinggal sepanjang musim adalah burung merpati, beberapa jenis angsa, beberapa jenis bebek, beberapa jenis burung pipit, burung camar, burung gereja, dan burung-burung kecil lainnya. Burung-burung yang tinggal pada musim-musim tertentu adalah burung camar dan burung gagak.
Burung-burung yang tinggal di danau jinak-jinak dan tidak takut dengan manusia. Seringkali burung-burung itu terbang dan mencari makan di sekitar apartemen, atau balkon. Ada beberapa burung merpati yang jadi langganan balkon kami. Setiap pagi mereka selalu datang ‘meminta jatah’ makan. Biasanya kami beri makan dengan biji-bijian yang kami beli di supermarket atau serpihan roti sisa makanan.
Continue reading
Tagged alam, Biskopgarden, blackberry, blackcurren, blueberry, burung, danau, Göteborg, kelestarian, Svartemosse, Swedia
Portrait Photography by Loreta Lux
Portrait photography mungkin salah satu objek fotofrafi yang banyak digemari. Selalu ada yang menarik dan menantang ketika memotret wajah orang. Ada karakter yang terpancar dari setiap wajah yang dipotret. Ada pesan di balik raut mukanya. Photographer-photographer besar juga banyak mengambil foto portrait (potret). Seperti sang maestro Henri Cartier-Bersson (HBC). Banyak potret yang dibuat oleh HBC, banyak diantaranya yang jadi iconik. Atau foto Mother Migran-nya Dorothea Lange yang legendaris. Atau fotonya Afgan Girl (Sharbat Gula) oleh Steve McCurry. Sorot mata Sharbat Gula menceritakan kepedihan dan kemarahan. Kadang-kadang saya juga memotret foto teman-teman atau orang di sekitar saya, bisa dilihat di link ini: Portrait of My Colleagues atau di album FB saya: Portrait.
![]()
Erza Pound, Henri Cartier-Bresson

Mother Migran, Dorothea Lange

Afgan Girl (Sharbat Gula) by Steve McCurry.
Namun, kalau menikmati potreat yang dibuat oleh Loretta Lux terasa beda dengan potreat-potret klasik. Loretta Lux salah satu fotografer komteporer yang mengkhususkan diri memotreat Portrait Photo. Potret-potret Loretta Lux seperti potret dari dunia mimpi. Wajah anak-anak yang polos, warna-warna yang lembut, dan ada bayangan seperti dari dunia imajinasi. Wajah-wajah itu terlihat polos dan membawa kita kembali ke masa-masa kanak-kanak.

Self Portrait, Loretta Lux
Continue reading
Posted in Fotografi
Tagged Afgan Girl, Fotografi, Henry Cartier Bersson, Loretta Lux, photographer, photography, portrait, potret, Sharbat Gula, Steve McCurry
Jam Karet Cap Indonesia Raya
Rasanya stigma jam karet sudah lekat erat dengan orang Indonesia Raya. Budaya jam karet alias waktu yang moloooorrrr sudah menjadi hal lumrah dan dipermaklumi secara nasional. Bahkan orang luar pun juga tahu kalau orang Indonesia Raya suka mengolooor-oloooorrrrr waktu.
Misalkan saja ada undangan, tertulis di suratnya, mulai jam 15:30 teng. Hampir pasti bisa diprediksikan kalau mulainya sekitar satu jam setelahnya, atau bahkan bisa lebih lama lagi. Bagaimana bisa dimulai ‘on time’ kalau pesertanya saja baru mulai bermunculan setelah jarum jam panjang menunjuk angka 11 dan jarum pendek menunjuk angka 3. Munculnya juga satu-satu dengan selang waktu 10an menit. Ampyuuuunnn deh….!!!!
Entah memang karena ada halangan, hambatan, atau memang sengaja ‘nelat’ yang membuat orang Indonesia Raya tidak bisa ‘on time’. Rata-rata dalam benak mereka terbersit pikiran ‘ah…pasti mulainya juga telat’. Jadi jauh dalam pikiran bawah sadar telah terjadi kesepakatan untuk menelatkan diri secara berjama’ah.
Continue reading
Jadi Sopir Omprengan Plat Hitam
Ini ceritaku 20 tahun yang lalu waktu kelas 2 SMA. Aku pernah nyari tambahan uang saku dengan nyopir angkutan plat hitam. Kenangan yang tak pernah terlupakan.
Aku belajar nyetir mobil ketika masih kelas 1 SMA, umurku masih sekitar 15-16 tahunan. Sebenarnya seumur itu belum boleh nyopir mobil dan dapat SIM A. Di Indonesia tahu sendiri lah – ‘semua bisa diatur’. Meskipun aku belum cukup umur, tapi bisa juga aku dapat SIM A. Modal buat nyopir mobil.
Bapakku membeli sebuah mobil Colt T station Wagon warna merah. Bapakku punya kenangan tak terlupakan dengan Colt T warna merah, makanya mobil yang diinginkan Beliau adalah mobil tipe ini. Tahun 1982 Bapak pernah kecelakaan ketika naik angkot Colt T merah. Ceritannya Bapak mau melayat ke Muntilan. Dasar sopir angkot, kalau nyopir ugal-ugalan, sampai di jembatan kali Elo desa Blondo Colt T dengan kecepatan tinggi mencoba menyalip mobil di depannya. Tanpa disadari dari arah depan ada bis Sumber Waras dari arah Jogja juga melaju dengan kecepatan tinggi. Tabrakan hebat tidak terhindarkan. Bis banting setir ke kiri, menabrak pembatas jembatan, dan langsung nyemplung ke kali. Badan bis terendam air dan banyak jatuh korban jiwa karena tenggelam. Kondisi Colt lebih memprihatinkan. Separoh body mobil rinsek. Tujuh dari 14 penumpang meninggal. Enam orang yang lain pingsan di tempat. Termasuk teman bapakku, Pak Gundir, yang tiga hari tidak sadarkan diri. Hanya Bapak yang masih siuman dengan rahang patah dan dua gigi depan hilang. Kalau tidak salah ingat total 39 orang meninggal dalam tragedi itu. Colt T merah dijadikan monumen peringatan tragedi itu di dekat jembatan Blondo. Colt T merah yang mirip seperti itu mobil pertama yang Bapak beli.
Tagged cerita, Colt T, Kalinegoro, Magelang, omprengan, plat hitam, Slamet
Bioethanol Generasi Kedua: Hydrolysis Enzymatic Biomassa Lignoselulosa
Tulisan ini berdasarkan pengalaman mempraktekkan protokol dari NREL (National Renewable Energy Laboratory) USA, semoga bermanfaat untuk yang sedang penelitian bioethanol selulosa.
NREL menerbitkan dua metode hydrolysis enzymatic, pertama di LAP — dan kedua di Lap … Protokol pertama menjelaskan prosedur untuk menghidrolysis secara enzymatik biomassa lignoselulosa. Di protokol yang kedua sebenarnya sama saja prinsipnya, namun di prosedur ini lebih ditujukan untuk pengujian potensi biomassa lignoselulosa untuk memproduksi ethanol.
Hidrolisis enzimatis untuk pengujian digestibiliti biomassa lignoselulosa. Prosedur kerja utamanya adalah seperti ini:
*)Ini bukan manual/protokol lengkap, kalau mau yang lebih lengkap silahkan baca sendiri di protokolnya NREL.
Posted in Uncategorized
Tagged bioetanol, Bioethanol, biomassa, enzimatis, hidrolisis, hydrolysis, sitrat
Analisa Kandungan Lingin, Selulosa, dan Hemiselulosa dalam biomassa lignocellulosa
Banyak yang bertanya kepada saya bagaimana menganalisa kandungan lignin, selulosa (cellulosa), dan hemiselulosa (hemicellulosa) di dalam biomassa lignoselulosa. Ada banyak metode yang bisa digunakan, seperti metode dari TAPPI dan metode dari NERL. Namun, karena keterbatasan peralatan laboratorium di Indonesia, jadi tidak jarang metode ini sulit dilakukan atau kalau bisa dilakukan biayanya lumayan mahal.
Ada metode lama yang bisa digunakan dengan peralatan laboratorium yang relatif mudah di dapat dan lebih murah. Memang metode ini ada kelemahannya, namun setidaknya bisa digunakan untuk memprediksi kandungan lignin, selulosa, dan hemiselulosa. Metode ini dijelaskan oleh Datta (1981) yang dimodifikasi dari metode yang dijelaskan oleh Chesson (1978). Prinsip dasar dari metode ini adalah gravimetri, jadi berdasarkan berat biomassa yang hilang. Biomassa dihidolisis secara bertahap dengan menggunakan asam sulfat. Tahapa utama metode ini bisa dilihat di dalam gambar di bawah ini.
Continue reading
Posted in Bioethanol, Biofuel, Lignoselulosa, Literatur, MyResearch
Tagged analisa, bioetanol, cellulosa, Datta, Download, gratis, hemicellulosa, hemiselulosa, jurnal, lignin, Literatur, metode, penelitian, selulosa
[Foto:Dokumentasi Pribadi]





