Yang Kesasar
- 3,696,550 hits
Choose Your Language
Cari di sini
- Buku Tamu
Silahkan isi buku tamu, agar saya tahu Anda pernah berkunjung. Klik di sini, atau Follow @Isroi Be My Friend on Facebook
Follow me on Twitter
- RT @islamedia: sholat malam kunci sukses, sholat dhuha kunci rizki. masih belom dhuha jugaa?? hadeeehh... 9 hours ago
- RT @infobogor: Mulai 1 Juli tarif KRL Commuter Line AC turun, Jakarta-Bogor Rp 5.000 ow.ly/m8G9n 9 hours ago
- Piye kabare, le? Isih murah jamanku, tho? @triomacan2000 http://t.co/p1m9caRCk1 12 hours ago
- Biodecomposer Bioethanol Biofertilizer Biofuel Download Fotografi Göteborg Jamur Jerami Kompos Komputer Kuliner Lignoselulosa Limbah Perkebunan Literatur MS PowerPoint MyFamily MyPoems MyResearch OpenOffice Organik Pestisida Nabati PROMI Pupuk Pupuk Organik Cair Pupuk Organik Granul Sampah Tikus Uncategorized Unik
-
Recent Posts
Kategori
Archives
Pustaka
- ASM
- Bank Pengetahuan Padi
- Bioresources
- Biotechnology for biofuel
- Canadian Journal of Microbiology
- Cari PDF
- Cellulosic Ethanol
- DocStroc
- Elseiver
- Fermentasi
- Fermentasi 2
- Gudang Ebooks
- Japan Society for bioscience
- JBC
- Journal Biological Chemistry
- Kelapa Sawit
- Lignin by Lundquist
- MDPI
- Mycologia
- National Agricultural Library
- NCBI
- Proquest
- PubMed
- Pustaka Biofuel
- Pustaka Gratis
- Science Direct
- springerlink
- Teori Distilasi
- USDA Library
Tag Archives: Jamur
Metode Analisa Enzyme Ligninolitik; lac, MnP, LiP
Posted in Biodecomposer, Jamur, Kompos, Lignoselulosa, Limbah Perkebunan
Tagged analisa, Download, enzyme, free, gratis, Jamur, laccase, ligninolitik, LiP, metode, MnP
Jamur Raksasa
Lagi browsing di internet nemu foto jamur raksasa ini. Sayangnya tidak ada keterangan yang lengkap.
Jamur Pelapuk Putih: Dichomitus squalens

[Source: http://www.taigaekologerna.se/Bildarkiv%20o%20bildsidor/svampar/index%20svampbild1.htm]

[Source: http://www.mycobank.org/MycoTaxo.aspx?Link=T&Rec=312964%5D

[Source: http://www.mycobank.org/MycoTaxo.aspx?Link=T&Rec=312964%5D
Artikel saya tentang pemanfaatan jamur pelapuk putih:
BIOLOGICAL PRETREATMENT OF LIGNOCELLULOSES WITH WHITE-ROT FUNGI AND ITS APPLICATIONS: A REVIEW
Jamur Pelapuk Putih: Bjerkandera adusta (Willd.) P. Karst. 1880

[Source: http://www.eol.org/pages/1009755]

[Source:http://www.eol.org/data_objects/5824849]

[Source: http://www.bioimages.org.uk/html/r156676.htm]
Artikel saya tentang pemanfaatan jamur pelapuk putih:
BIOLOGICAL PRETREATMENT OF LIGNOCELLULOSES WITH WHITE-ROT FUNGI AND ITS APPLICATIONS: A REVIEW
Mengecek Fungi Pelapuk Putih dengan Bavendamm Test
[TomVolkFungi.net]
Metode untuk menentukan tipe pelapukan kayu oleh jamur dikembangkan 83 tahun yang lalu oleh Bavendamm (1928) dan diterbitkan di jurnal Pflanzenschutz, karena itu test ini sering disebut dengan Bavendamm Test dan media untuk mengujinya sering disebutkan hanya dengan nama media Bavendamm. Saya tidak bisa mendapatkan literatur aslinya dan tidak tahu bahasanya juga. Cuma uji ini sudah sangat umum digunakan untuk determinasi fungi pelapuk putih atau fungi pelapuk coklat. Ada beberapa literatur tahun 50-an dan 70-an yang menyebutkannnya. Metode ujinya sangat sederhana, mudah, cepat, dan akurat (terima kasih Pak Bavendamm yang telah menemukan metode ini).
Untuk mengenali apakah fungi atau jamur itu termasuk fungi pelapuk putih atau bukan, pertama, tentukan terlebih dahulu jamur tersebut termasuk Basidiomycetes atau bukan. Cara mudah membedakan basidiomycetes adalah dengan melihat tubuh buahnya. Umumnya basidiomycetes adalah jamur makro dan bisa membentuk tubuh buah. Memang ada beberapa jamur pelapuk putih yang tidak membentuk tubuh buah, seperti Phanerochaete chrysosporium. Di bawah mikroskop, miselia basidiomycetes juga terlihat lebih besar daripada jamur Ascomycetes atau Deuteromycetes.
Continue reading
Posted in Jamur
Tagged bavendamm, galic, guaiacol, Jamur, media, postaweek2011, tannic, test, White-rot fungi
Jamur-jamur yang dapat dimakan (edible)
Berikut ini beberapa jamur liar yang dapat dimakan. Informasi ini saya sadur dari http://www.mssf.org/ dan http://www.mykoweb.com/. Informasi ini bisa memperkaya database tentang jamur yang bisa dimakan, dan mungkin juga bisa dibudidayakan. Sehingga jamur yang ada dipasaran tidak hanya didominasi oleh tiram atau merang saja. Semoga bermanfaat.
Pleurotus ostreatus

(Source: http://news.softpedia.com/)
Helvella lacunosa
.jpg)
(Photo: © Mark Steinmetz)
Clitocybe nuda

(Photo: © Michael Wood)
Continue reading
White-rot fungi: Trametes versicolor
Trametes versicolor adalah salah satu jamur pelapuk putih yang cukup banyak dimanfaatkan. Berikut ini beberapa video tentang Trametes versicolor yang saya temukan di youtube.com. Kalau Anda kebetulan jalan-jalan dihutan dan melihat jamur seperti di video ini, siapa tahu ini adalah Trametes versicolor.
Artikel saya tentang pemanfaatan jamur pelapuk putih:
BIOLOGICAL PRETREATMENT OF LIGNOCELLULOSES WITH WHITE-ROT FUNGI AND ITS APPLICATIONS: A REVIEW
Jamur dapat menyelamatkan dunia
Video ini saya dapatkan dari Ölle yang memberikan link video ini. Video ini berisi presentasi Paul Stamets, ahli mycology. Presentasi yang sangat menarik dan membuka pikiran kita akan peranan jamur untuk dunia. Selamat menikmati.
Keuntungan Nanam Jamur Tanpa Sterilisasi/Pasteurisasi
Nanam jamur tanpa sterilisasi ketemunya secara tidak sengaja. Setelah aku coba-coba sejak kurang lebih setahun yang lalu, hasilnya tetap konsisten. Bahkan membuka peluang2 lain yang tadinya tidak terlihat.
Mulai dari kekurangannya dulu. Pertama, pertumbuhan tidak secepat kalau pakai media yang disterilisasi. Namun, masalah ini relatif mudah diantisipasi & sudah ketemu solusinya. Kedua, kontaminasi mikroba/jamur lain. Karena tidak disterilisasi, tentun saja banyak kontaminan. Bahkan badlog saya pernah ditumbuhi belatung, jamur tricho, dll. Anehnya, jamur tiram yang saya tanam tetap tumbuh dan menang dalam kompetisi. Badlog tetap tumbuh tubuh buahnya. Ketiga, produksinya tidak sebanyak jamur dengan substrat yang disterilisasi. Ini bisa dimaklumi dan konsekuensi dari ketidaksterilan itu.Produktivitas 10-20% sepertinya mudah dicapai.
Yang menarik adalah keuntungan dari cara ini. Pertama, menghemat biaya produksi, terutama untuk biaya sterilisasi. Waktu produksi juga bisa dipersingkat, karena tidak perlu menunggu sterilisasi 8 jam. Bisa menghemat waktu sehari. Tenaga kerja juga bisa dihemat. Peralatan juga bisa dihemat. Yang efeknya juga investasi lebih rendah, cost juga lebih rendah. Badlog bisa disimpan lama. Jamurku saya simpan 4-5 bulan, setelah aku buka, tubuh buahnya bisa tumbuh seperti biasa. Dan yang terakhir, tidak ada limbah. Kalaupun ada sedikit sekali. Karena semua limbah bisa digunakan kembali jadi untuk produksi, kecuali limbah plastiknya.
Beberapa jamur yang saya rasa bisa ditanam tanpa sterilisasi adalah semua jenis jamur kayu. Seperti jamur tiram, lingzhi, gonoderma, kuping, dan sejenisnya. Kalau jamur merang, champignon, mungkin perlu sedikit manipulasi kondisi & substrat agar dapat tumbuh dengan baik. Pada kenyatannya, saya banyak menemukan jamur merang tumbuh liar di limbah sawit & limbah kertas. Mestinya bisa juga ditanam tanpa sterilisasi.
Memang masih perlu waktu untuk membuktikan thesis ini. Kita lihat saja setahun atau dua tahun lagi. Amin.
Posted from WordPress for Android






