Tag Archives: Magelang

Kuliner Soto di Jambon Magelang

Penjual soto banyak ditemui di sekitar Jambon Jl. P. Diponegoro Magelang. Tidak kurang dari enam warung soto ada di sepanjang jalan ini. Meskipun letak warung-warung ini berdekatan, namun warung ini laris. Mereka punya pelanggannya sendiri-sendiri.

Ketika saya kecil dulu, sekitar tahun 80-an, hanya ada satu penjual soto yang mangkal di Jambon jl. Diponegoro ini. Tepatnya persis di trotoar depan hotel Pringgading Jambon. Nama penjualnya Pak Sarju. Pagi hari setelah subuh, Pak Sarju sudah mendorong gerobaknya dari kampung Bayeman ke depan hotel Pringgading. Pelanggannya kebanyakan ibu-ibu yang membelikan soto untuk sarapan anaknya sebelum berangakat sekolah, atau bapak-bapak yang sarapan pagi sebelum pergi ke tempat kerja.

Gerobak soto ini semakin laris. Kemudian Pak Sarju membuka tenda di lahan kosong seberang hotel Pringgading ini yang dekat dengan perempatan Jambon. Tempatnya lebih luas dan bisa lebih banyak diletakkan kursi dan meja. Entah kapan persisnya, Pak Sarju yang sudah tua meninggal. Usahanya ini diteruskan oleh anaknya, Pak ….. dan menempati di tempat yang sama. Salah seorang pembantu Pak Sarju, yaitu Pak No, kemudian juga membuka gerobak sotonya sendiri. Pak No, ini berjualan di jl. Merbabu yang letaknya kurang dari 50 m dari tempat Pak Sarju.

Waktu terus berlalu, entah sejak kapan mulainya, warung soto di jambon ini semakin banyak. Di sebelah timur perempatan Jambon ada warung soto Pak Trimo, letaknnya juga kuran dari 50 meter dari warung sotonya Pak Sarju. Kemudian di dekat lapangan gladiool juga dibuka satu warung soto. Kini setelah gladiool disulap jadi real estate, warung soto ini pindah ke singoranom. Warung soto Pak No juga kemudian pindah beberapa kali mencari tempat yang lebih luas, dan kini mangkal di SMUN 1 Magelang dekat dengan Taman Kyai Langgeng. Warung soto yang lain buka di krekopan dekat kantor kelurahan Magelang.

Dari sekian banyak warung soto itu, soto Pak ….. dan Soto Pak Trimo adalah yang paling banyak pelanggannya. Setiap pagi banyak mobil atau motor parkir di sekitar warung soto. Kebanyakan mereka makan untuk sarapan. Warung soto ini biasanya buka dari pagi hingga jam 10 atau 11 siang saja.

Soto di Jambon Magelang ini adalah soto ayam dengan kuah bening. Soto Magelang lebih mirip dengan soto ayam Kudus. Sotonya terdiri dari bihun putih, kecambah, suwir-suwiran daging ayam, dan perkedel. Pak …. dan Pak No memakai perkedel dari ketela atau kimpul. Sedangkan Pak Trimo menggunaka perkedel kentang. Di meja makan disediakan juga sate ayam atau sate usus, tersedia juga ada juga gorengan tempe atau tahu.

Sarapan soto memang segar dan nikmat. Silahkan menikmati soto kota Magelang.

About these ads

Jajanan Ndeso di Pasar Tukangan Magelang

isroi_kuliner_tukangan-1

Jenang Blendung, gempol, tiwul, gatot, lopis, biji jali-jali, gendar, ketan, jenang jewawut, jenang kacang ijo kupas, jenang candil, coro bikan, semua jajanan ‘ndeso’ ini bisa dijumpai di pasar Tukangan Magelang. Meskipun pasar ini kecil, dan berada di gang tukangan, tapi ramai sekali. Pasarnya bersih, tdk bau, dan barang-barang yang dijual berkualitas.

Orang luar Magelang mungkin tidak akan mengira jika di balik gang di gapura ini ada pasar yang cukup ramai. Meskipun tempatnya di lorong sempit dan tidak terlalu besar, di dalam pasar ini dijual jajanan ‘Ndeso’ yang mengoyang lidah.
Sekilas dari luar gapura ini tidak jauh beda dengan gapura di gang-gang lain. Di balik gapura inilah terletak ‘Pasar Tukangan’ Magelang. Posisinya di tengah kota di daerah Pecinan (Pecinaan). Daerah ini memang dikenal dengan nama pencinan, karena memang mayoritas warganya adalan para keturuanan cina. Seperti daerah pecinaan yang lain, banyak toko-toko di wilayah ini.

isroi_kuliner_tukangan-1-11

Lebar gang ini hanya sekitar 2 meter. Sempit. Tetapi begitu masuk ke gang ini di kedua sisinya banyak penjual yang menjajakan dagangannya. Panjang lorong ini tidak terlalu panjang, mungkin sekitar 100 – 150 meter saja. Meskipun begitu, para pedagang sudah berjejalan mulai dari satu ujung ke ujung yang lain. Hampir semua barang kebutuhan sehari-hari bisa ditemukan di pasar ini. Mulai dari sayuran, buah-buahan, daging, ayam, jamu, ikan, bahkan daging babi pun banyak yang jual. Meskipun kecil, barang-barang yang dijual di pasar ini berkualitas baik. Maklum para pembelinya adalah encik-encik yang berkantong tebal. Pokoknya barang dagangannya pilihan. Harganya pun menyesuaikan dengan kualitasnya.

isroi_kuliner_tukangan-1-6

Kadang-kadang saya mengantar istri ke pasar. Jika di pasar-pasar lain biasanya saya hanya menunggu di luar, tapi kalau di pasar Tukangan saya sering ikut masuk ke pasar. Alasannya karena di pasar ini jajanan pasarnya enak-enak. Jajanan yang mungkin sudah jarang ditemui di tempat lain, di pasar ini bisa ditemukan.


Jenang Blendong

isroi_kuliner-1-6

Jenang blendong adalah jajanan pasar yang dibuat dari jagung putih lokal dituangi dengan jenang beras putih manis. Jagungnya adalah jagung lokal yang pulen. Jagung ini ditaburi parutan kelapa dan sedikit garam. Rasanya gurih enak. Rasanya semakin lengkap setelah dicampur dengan rasa manis dari jenang beras putih. Mak Nyus tenan…….

isroi_kuliner_tukangan-1-9
Continue reading

Andi, Apache Barber Shop

Andi, Apache Barber Shop

Namanya Andi, owner merangkap tukang cukur dari tempat Potong Rambut APACHE. Lokasinya njlempit di gg Jetis Magersari, Magelang. Luas tempatnya hanya 1 x 2 meter, nempel di rumah orang. Tempat cukur ini dihiasi pernak-pernik indian Apache. Maklum si empunya tempat cukur ngefans berat sama suku Indian ini. Pagar depan dibuat dari belahan-belahan kayu dan diatur sangat artistik. Menambah kesan kuat nuansa indiannya. Saking ngefannya, motor vespa kesayangannya pun dihias bak motor Indian. Tengkorak sapi besar bertengger seram di muka vespa yang sudah di-modif habis-habisan itu.

Di depan kios mungil ini juga dihiasi dengan tulisan-tulisan religius. Tulisan-tulisan tentang kematian, neraka, dan dosa. Tuisan-tulisan yang mengingatkan dan menyadarkan orang-orang yang membacanya akan akhir kehidupan ini. Ada juga , foto-foto dari potongan majalah dan komik religi. Selain itu, cukur di tempat ini diiringi dengan alunan sholawat dari Sulis dan lagu-lagu religi lainnya.

Meskipun tempatnya njlempit, tapi langganan tempat cukur ini banyak. Rasanya tempat ini tidak pernah sepi pelanggan. Selain karena nuansanya yang unik, hasil cukuran Andi rapi. Pelanggan puas dengan hasil ketrampilan tanggannya. Selain itu ongkos cukur tempat ini sangat-sangat murah. HANYA RP 4000. Harga ini tidak berubah sejak 5 atau 6 tahun yang lalu. Bisa dibandingkan dengan ongkos cukur di tempat lain. Ongkos cukur di tempat lain Rp. 8000 – Rp. 15.000, klo di salon jauh lebih tinggi lagi. Apalagi kalau dibandingkan dengan di luar negeri….jauh banget. Ongkos klippning (cukur) di tempat cukur dekat apartemen saya paling murah > Rp. 100rb.

Gallery

[GoVlog-Extra Joss] Dusun Kembang 2; dusun kecil yang bersahaja.

This gallery contains 36 photos.

Mohon dukungan JEMPOLnya agar dususn kembang bisa mendapatkan qurban sapi dari ExtraJoss. Caranya dengan memberikan LIKE pada foto yang ada di link ini: Dusun Kembang. Namanya dusun Kembang 2. Sebenarnya dulu namanya adalah dusun Kaliwunglong. Namun, karena naman itu dianggap … Continue reading

Menyeberangi Kali Progo Magelang

This slideshow requires JavaScript.


Lima anak menyeberangi kali Progo untuk kembali ke desa mereka. Kali Progo ini memisahkan antara desa mereka dengan kota Magelang. Menyeberang kali ini merupakan jalan terdekat daripada mesti melalui jembatan yang jaraknya sekitar 1 sampai dua kilo dari tempat ini. Kali Progo di posisi ini cukup lebar, mungkin sekitar 40-50 meter lebarnya. Kali Progo juga banyak batu-batu besar, airnya keruh dan cukup dalam. Namun, ada beberapa bagian kali yang airnya dangkal. Bagian yang dangkal inilah yang sering dilalui warga desa Gemulung untuk menyeberang menuju kota. Ketika menyeberang mereka mesti ekstra hati-hati dan memilih jalur yang dangkal. Kalau tidak hati-hati, mereka bisa hanyut terbawa arus sungai.

Menyeberangi kali Progo butuh keberanian, nekad, dan pengalaman. Karena nyawa taruhannya. Sungai ini sudah banyak memakan korban jiwa, terutama ketika musim penghujan dan air sangat deras. Sudah banyak orang yang hanyut dan meninggal terbawa arus sungai.

Gelandangan di jalan ‘Ngarakkan’

gelndangan magelang

gelandangan magelang

Malam itu saya mengantar umminya anak-anak ke dokter. Istri saya sudah beberapa hari batuk dan belum juga reda meskipun sudah meminum obat batuk. Dalam perjalanan kami melihat seorang gelandangan yang sedang duduk di depan sebuah ruko yang sudah tutup. Pakaiannya compang-camping, sudah robek di sana-sini. Rambutnya pun panjang dan gimbal karena tidak pernah mandi. Kami ingat gelandangan ini, beberapa hari yang lalu kami juga melihatnya di sisi jalan yang lain. Malam-malam dia berjalan di kegelapan, kemudian berhenti di sebuah tong sampah dan mengais-ngais isinya. Mungkin dia lapar lalu mencari-cari sisa makanan yang bisa untuk mengisi perutnya.

Kali ini dia duduk di trotoar yang sedikit gelap. Cahaya remang-remang dari arah depan membuat tubuhnya terlihat seperti siluet. Dia duduk termenung dan sekali-kali mengais-ngais isi keranjangnya. Entah apa yang dia cari.
‘Kasihan dia, Bi!’, celetuk istri saya.
‘Iya’, jawab saya lirih.
Continue reading

Graffiti Seputaran Magelang

This slideshow requires JavaScript.


Graffiti atau coretan di dinding banyak ditemui di kota Magelang.

Informasi Tempat Membeli Kue kering dan Cemilan Grosir Murah untuk Lebaran di Magelang Jawa Tengah

Menyambut hari raya lebaran biasanya orang menyediakan banyak makanan kue kering dan cemilan untuk suguhan tamu. Di toko dan supermarket memang banyak menyediakan kue-kue kering untuk lebaran. Namun harganya cukup tinggi. Kalau Anda membutuhkan banyak kue kering untuk persediaan lebaran alangkah baiknya jika membeli di toko-toko grosir. Harganya cukup miring dan kualitasnya tidak kalah dengan kualitas kue yang dijual di supermarket.

Ada beberapa tempat penjualan kue kering grosir yang harganya cukup murah. Pertama adalah di Toko Aneka yang ada di sablongan Magelang. Toko ini cukup terkenal di kota Magelang. Letaknya di dekat KSD sebelum pasar. Di toko ini Anda akan melihat banyak sekali kaleng dan stoples kue-kue kering yang bermacam-macam dengan harga relatif murah.

Grosir kue kering dan cemilan magelang jawa tengah

Grosir kue kering dan cemilan di Magelang jawa tengah


Continue reading

Bermacam-macam Kuliner Jajanan Jenang di Magelang Jawa Tengah

This slideshow requires JavaScript.

Jajanan jenang mungkin bisa ditemukan di mana-mana, tetapi di Magelang ada warung yang menyediakan jenang yang unik dan nikmat. Lokasinya di dekat pasar Tukangan Magelang, ada warung jenang yang berjualan di emperan toko di atas trotoar jalan. Jenang yang dijual di warung ini bervariasi, unik, dan rasanya nikmat. Jenang yang dijual di warung ini antara lain adalah: jenang candil, jenang ketela, jenang mutiara, jenang kacang ijo kupas, jenang sagu ambon, dan yang paling unik adalah jenang jewawut.

Kalau kebetulan Anda sedang lewat kota Magelang dan suka mencoba kuliner, rasanya tidak rugi kalau mampir sejenak di warung jenang ini. Tidak sulit menemukan warung jenang ini. Letaknya di tengah kota. Jika Anda dari arah Semarang, langsung saja melalui jalur utama lewat jalan Pemuda (pusat pertokoan kota Magelang), sebelum pasar gede Magelang ada pertigaan ke kanan menuju pasar tukangan. Di perempatan pasar tukangan belok ke kanan sedikit. Jika Anda dari arah Yogyakarta atau Purworejo, jalan terus melalui jalan utama sampai ke pasar gede Magelang. Dari pasar gede belok ke kiri, sebelum RSU Magelang di pertigaan pertama belok ke kanan terus sampai ke perempatan pasar tukangan. Warung jenang ini tidak jauh dari perempatan pasar tukangan.
Continue reading

Best Seller Book in Magelang

Ada yang menarik waktu saya lihat-lihat buku di salah satu toko buku terlaris di kota Magelang. Ada buku yang tumpukannya paling tinggi. Karena penasaran saya bertanya pada penjaganya, “Memangnya buku ini laris, kok saya lihat paling banyak sendiri?” Pelayan toko itu menjawab, ” Ya, banyak yang cari buku ini”.

Saya semakin penasaran. Bukunya terlihat kurang meyakinkan. Dicetak di atas kertas koran yang tipis. Dicetak menggunakan stensil, kualitas cetak yang ala kadarnya. Sampulnya sedikit lebih baik, fotokopi di atas kertas hvs warna kuning. Bukunya juga tipis tidak terlalu tebal. Tumpukan buku itu kira-kira satu setengah meter dalam dua tumpuk. Mingkin ada seribuan eksemplar lebih. Kata Si Penjaga toko, buku ini dicetak sendiri. Meskipun tampilanya ‘ala kadarnya’, harganya cukup mahal; Rp. 15000/ buku. Jauh di atas ongkos prouksinya. Sangat mengherankan jika buku ini sangat laris.
Continue reading