Yang Kesasar
- 3,658,293 hits
Choose Your Language
Cari di sini
- Buku Tamu
Silahkan isi buku tamu, agar saya tahu Anda pernah berkunjung. Klik di sini, atau Follow @Isroi Be My Friend on Facebook
Follow me on Twitter
- RT @PolresBogorKota: Terjadi perampasan Mobil Nissan Serena Hitam Nopol B-2822-BD di Tol BORR arah Jl. Sholis, Bila melihat hub @PolresBogo… 17 hours ago
- RT @PolresBogorKota: Petugas Polsek Tanah Sareal masih lakukan pengejaran pelaku perampasan Mobil Nissan Serena Hitam Nopol B-2822-BD di Jl… 17 hours ago
- Center goo.gl/ssYhi #photography #abstract #nature #plant http://t.co/2X7DCnzvu4 17 hours ago
- Biodecomposer Bioethanol Biofertilizer Biofuel Download Fotografi Göteborg Jamur Jerami Kompos Komputer Kuliner Lignoselulosa Limbah Perkebunan Literatur MS PowerPoint MyFamily MyPoems MyResearch OpenOffice Organik Pestisida Nabati PROMI Pupuk Pupuk Organik Cair Pupuk Organik Granul Sampah Tikus Uncategorized Unik
-
Recent Posts
Kategori
Archives
Pustaka
- ASM
- Bank Pengetahuan Padi
- Bioresources
- Biotechnology for biofuel
- Canadian Journal of Microbiology
- Cari PDF
- Cellulosic Ethanol
- DocStroc
- Elseiver
- Fermentasi
- Fermentasi 2
- Gudang Ebooks
- Japan Society for bioscience
- JBC
- Journal Biological Chemistry
- Kelapa Sawit
- Lignin by Lundquist
- MDPI
- Mycologia
- National Agricultural Library
- NCBI
- Proquest
- PubMed
- Pustaka Biofuel
- Pustaka Gratis
- Science Direct
- springerlink
- Teori Distilasi
- USDA Library
Tag Archives: sawit
Menghitung Potensi Bioetanol dari TKKS
Di posting sebelumnya, penelitian bioetanol dari tankos sawit alias TKKS sudah bisa mendapatkan sirup gula. Meskipun hasil ini belum optimal dan sekarang sedang kerja keras untuk meningkatkan yieldnya, tetapi hasil ini cukup memberikan sinar terang benderang. Maksudde, bioetanol dari TKKS sangat menjanjikan.
Dari hasil yang sudah ada, aku iseng-iseng menghitung berapa potensi etanol yang bisa dihasilkan? Dan, apakah hasilnya menarik secara ekonomi? Bagaimana prospeknya ke depan? Dan yang terpenting, apa saja yang mesti kita lakukan sebelum bisa sampai ke industri.
Kita seperti kejar-kejaran dengan ‘orang luar’, mereka juga sangat berambisi membuat etanol dari kayu. Kalau teknologi ini ditemukan dalam waktu yang lebih cepat. Indonesia bisa jadi negara terbesar yang memproduksi etanol dari kayu. [....mimpi mood....]
Dengan hitung-hitungan yang paling pesimis saja, mulai dari efisiensi pretreatment, efisiensi hidrolisis, efisiensi distilasi & dehidrasi, angka yang keluar tetap sangat menjanjikan.
Catatan: Ini hitungan-hitungan kasar dan berdasarkan asumsi khayalan. Jadi bukan berdasarkan data empirik. Data empiriknya mengikuti perkembangan penelitian yang sedang dikerjakan.
Dalam mimpiku (katakan saja begitu), dari setiap 1 ton TKKS (kering) bisa dihasilkan kurang lebih 100 kg etanol bahan bakar (EFG = Ethanol Fuel Grade). Padahal di sebuah pabrik yang cukup besar, tkks yang dihasilkan per hari bisa mencapai 200 ton basah. Anggap saja kalau kering ada 100 ton. Jadi, per hari bisa diproduksi sekitar 10.000 kg etanol alias 10 ton etanol.
Kita pakai harga paling jelek, harga yang ditawarkan oleh Pertamina. Pertamina kabarnya menghargai EFG dengan harga Rp. 6000/kg. [Menurutku pertamina gendeng banget, etanol industri aja yang kadar 95% harganya 2 kali lipat].
Jadi dalam satu hari omzetnya bisa mencapai:
= 10.000 kg x Rp. 6.000/kg = Rp 60.000.000
Pengusaha sawit mana yang ngak ngiler lihat angka ini….??????
Coba mimpinya diperbesar lagi sampai tingkat nasional. Dalam perkiraanku produksi TKKS nasional mencapai 19.6 juta ton. Jadi potensi bioetanol yang bisa diproduksi adalah:
= 10% x 19.6 juta ton = 1,96 juta ton atau 1.960.000.000 kg bioetanol fuel grade
Nilai ekonominya, dengan harga pertamina yang mengerikan bin mengenaskan bin mengecewakan, adalah:
= Rp. 6.000 x 1.960.000.000 kg = Rp. 11.760.000.000.000 alias Rp. 11.76 trilyun
Kalau bioetanol ini semuanya digunakan untuk dicampur dengan bensin, misalnya saja E10, maka volume E10nya mencapai (agar mudah anggap aja bj-nya 1):
19,6 juta liter
Saya ngak tahu, jumlah ini cukup ngak untuk memenuhi kebutuhan BBM nasional. Tetapi kalau dilihat angkanya akan sangat signifikan.
Menyulap limbah tankos sawit (TKKS) menjadi bioetanol masih memerlukan jalan yang sangat panjang dan berliku-liku. Tetapi, mimpi-mimpiku di atas semakin mengobarkan semangatku, kalau ini bukan hanya sekedar mimpi.
Mimpi ini bisa jadi kenyataan. Insya Allah.
DOWNLOAD BIOETHANOL
Silahkan didownload resources yang mungkin Anda perlukan juga:
Daftar bahan lain yang bisa didownload: Download Di Sini
Cara mendownload: Klik dua kali pada link yang akan didownload. Kemudian ikuti perintah selanjutnya. Kalau ada iklan yang muncul, klik aja iklannya atau langsung ke SKIP ADD yang ada di pojok kanan atas.
Posted in Bioethanol, Limbah Perkebunan, MyResearch
Tagged bensin, bioetanol, Bioethanol, FGE, pertamina, sawit, tankos, TKKS
Bioetanol dari TKKS: sirup gula dari tankos sawit
Hari ini aku merasa seneng sekali. Tadi pagi sampai siang, kami tim penelitian bioetanol TKKS (tandan kosong kelapa sawit), mahasiswa dan pembimbing mendiskusikan hasil-hasil penelitian yang telah kami capai. Meskipun masih hasil awal, ada satu penelitian yang membuatku senang sekali, karena kami maju satu langkah lagi untuk membuat bioetanol dari TKKS.

Tapahan bioetanol selulosa seperti gambar di atas. Percobaan pretreatment awal kami sudah mendapatkan TKKS yang sudah dipretreatment. Kemudian oleh temen, Sukondo Jati, TKKS ini dihidrolisis untuk mendapatkan gula. Hasilnya ternyata sangat mengembirakan sekali.

Sukondo jati dan sirup TKKS-nya. Continue reading
Posted in Bioethanol, Lignoselulosa, Limbah Perkebunan, Literatur, MyResearch
Tagged bioetanol, Bioethanol, hidrolisis, Jati, RRC, sawit, selulosa, sirup, tandan kosong, TKKS
PENUTUP/COVER KOMPOS
Ada banyak cara membuat kompos, salah satunya dengan metode windrow. Cara ini umumnya dipakai untuk pengomposan skala besar, misalnya pengomposan tandan kosong kelapa sawit. Dengan metode ini bahan baku kompos ditumpuk memanjang seperti gundukan yang disebut windrow. Metode ini sangat mudah dilakukan dan sejauh ini hasilnya cukup memuaskan.
Pengomposan dengan metode windrow bisa menggunakan petutup bisa juga tidak. Tetapi untuk wilaya tropis seperti di Indonesia, penutupan sepertinya wajib dilakukan. Sinar matahari yang terik bisa membuat kompos menjadi kering dan proses pengomposan gagal berlangsung. Demikian pula ketika kondisi hujan. Tumpukan kompos menjadi sangat basah dan proses pengomposan juga menjadi lambat.
Continue reading
POC dari LCPKS, Mungkinkah???
LCPKS (Limbah cair pabrik kelapa sawit) merupakah limbah PKS yang volumenya cukup besar. Dari setiap ton TBS yang diolah bisa menghasilkan LCPKS sebanyak 600-700 m3 limbah. Misalkan di sebuah PKS dg kapasitas 30 ton TBS/jam, dengan 7 jam kerja dan 25 hari kerja, LCPKS yang dihasilkan bisa mencapai .3.150.000 m3/bulan.
Gambaran Sekilas Industri Kelapa Sawit di Indonesia
Deperindag RI merelease sebuah dokumen yang memberikan gambaran sekilas tentang industri kelapa sawit di Indonesia. Dokumen tersebut dapat di download di sini.
Minyak Kelapa Sawit
Daftar Perusahaan Kelapa Sawit
Nama Perusahaan Cpo
View more documents from samudera2008.
Pupuk Organik dari Limbah Pabrik Kalapa Sawit
Mau tidak mau, suka tidak suka, rela tidak rela, dunia perpupukan akan bergeser ke pupuk organik dan/atau pupuk hayati. Demikian pula untuk perkebunan besar seperti kebun sawit. Luas perkebunan sawit di Indonesia saat ini lebih dari 7juta Ha. Di industri perkebunan, biaya pupuk dan pemupukan dapat mencapai 60% dari total biaya. Jumlah yang sangat besar. Oleh karena itu industri perkebunan sawit harus bersiap-siap untuk menghadapi pergeseran ini.
Pabrik Kelapa Sawit (PKS) menghasilkan limbah yang sangat besar, baik limbah padat maupun limbah cair. Perhatikan gambar neraca massa pabrik kelapa sawit di bawah ini.


Limbah PKS tersebut bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik. Dengan sedikit pengohalan dan sentuhan teknologi, limbah-limbah PKS bisa diolah menjadi pupuk organik untuk perkebunan kelapa sawit itu sendiri.
Limbah PKS dapat dibuat menjadi pupuk organik granul maupun curah.
Tabel 1. Kandungan hara/nutrisi pupuk organik dari kompos dan limbah pabrik kelapa sawit
|
Parameter |
Kandungan |
|
Nitrogen (%) |
1.17 |
|
Carbon (%) |
14.55 |
|
C-Organik (%) |
28.53 |
|
Rasio C/N |
12.45 |
|
Fosfat (%P) |
2.50 |
|
P2O5 (%) |
5.76 |
|
K (%) |
1.35 |
|
K2O |
1.62 |

Pupuk Organik Granul dari Limbah Sawit (Formula 003)

Pupuk Organik Granul dari Limbah Sawit (Formula 002)

Pupuk Organik Granul dari Limbah Sawit (Formula 001)
Potensi pupuk organik yang bisa dihasilkan dari limbah pabrik kelapa sawit ini cukup besar. Misalkan saja di sebuah PKS dengan limbah TKKS 100 ton/hari (kapasitas kecil sebenarnya). Pupuk organik granul (POG) yang bisa dihasilkan kurang lebih 10-15 ton/hari. (catatan: hanya pog yang dihitung, sebenarnya ada pupuk organik curah juga yang dihasilkan). Maka dalam satu tahun bisa mencapai 3000 – 45000 ton POG/tahun.
Nilai hara POG bervariasi (tergantung formulasi dll). Misalkan saja bisa diperoleh POG dengan kandungan hara sebagai berikut:
N = 2%, P2O5 = 0.6%, dan K2O = 10%.
Makan nilai hara POG dalam satu tahun setara dengan
Urea = 133 – 200 ton
Pupuk Fosfat (18% P2O5) = 100 – 150 ton
MOP = 500 – 750 ton
Misalkan dosis POG untuk sawit adalah 30 kg/pk/th, maka POG ini dapat digunakan untuk memupuk lahan sawit seluas 730 – 1095 ha kebun.
Jumlah penghematan yang cukup besar untuk kebun sawit disekitarnya.
Andaikan saja bisa dijual dengan harga Rp. 1.250/kg, maka omzetnya bisa mencapai Rp. 3.75 M – Rp. 5,62 M. Investasi yang cukup menjanjikan.
Jika ide ini terealisasi, sebenarnya kebun sawit bisa memenuhi sebagian besar kebutuhan pupuknya dari limbah PKS.
DOWNLOAD PUPUK ORGANIK
Silahkan didownload resources yang mungkin Anda perlukan juga:
- Buku Petunjuk Pupuk Organik Granul
- Buku Petunjuk Teknis Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT): Padi Sawah Irigasi
- Petunjuk Teknis Uji Mutu Pupuk Organik
- Standard Mutu Pupuk Organik
- Kompos
- SNI Dolomit
- Kompos Limbah Kakao
- Petunjuk Lapang PTT Padi
- Budidaya Padi Sehat
- Brosur Budidaya Padi Sehat
- Brosur Kompos Jerami
- Pengelolaan Lahan untuk Budiaya Sayur Organik
- Pupuk Organik dan Pupuk Hayati
- Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya
- Analisis Biologi Tanah
- Juknis Mutu Pupuk Organik
- Menuju Pertanian Lahan Kering Lestari
- Pembuatan Kompos-Balittanah
- Pemupukan Berimbang
- Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya
- Petunjuk Pengambilan Sampel Tanah untuk Analisis Biologi Tanah
- Compost Quality TestGermination Index Method
- Compost and Soil Conditioner Quality Standards 2005
Daftar bahan lain yang bisa didownload: Download Di Sini
Cara mendownload: Klik dua kali pada link yang akan didownload. Kemudian ikuti perintah selanjutnya. Kalau ada iklan yang muncul, klik aja iklannya atau langsung ke SKIP ADD yang ada di pojok kanan atas.
Posted in Biodecomposer, Biofertilizer, Kompos, Limbah Perkebunan, MyResearch, Organik, PROMI, Pupuk Organik Granul, sawit
Tagged janjang, Kompos, LCPKS, limbah, Organik, PKS, POG, Pupuk, sawit, tankos, TKKS
Penyemprotan Tumpukan Kompos TKKS dengan Limbah Cair
Tumpukan TKKS (tandan kosong kelapa sawit) disemprot dengan menggunakan LCPKS (Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit) atau Oil Palm Mill Effluent. Penyemprotan ini untuk meningkatkan kadar air kompos dan memperkaya kompos dengan limbah cair. Setelah itu tumpukan tkks disemprot dengan aktivator Promi agar proses pengomposan berlangsung lebih cepat.
Posted in Biodecomposer, Kompos, Limbah Perkebunan, Literatur, PROMI
Video Pengomosan TKKS dengan Promi
Berikut ini video pengomposan TKKS dengan Promi.
Klik di sini
Untuk lihat bisa klik di sini.
Pengomposan TKKS ini menggunakan Promi. Informasi lebih lanjut tentang Promi klik di sini atau di sini.
Posted in Biodecomposer, Kompos, Limbah Perkebunan, Organik, PROMI, Pupuk, Pupuk Organik Granul










