Andai semua petani Indonesia seperti Mas Rudy Mardiyanto

Saya sering dengan kisah sedih petani-petani di Indonesia. Belum lagi komentar-komentar miring di media tentang petani. Ternyata tidak semua petani di Indonesia seperti itu. Ada juga lho petani yang punya pikiran maju, wawasannya jauh ke depan, punya insting ilmiah tinggi, bahkan bisa melakukan pemuliaan tanaman sendiri; bisa membuat varietas kentang dan apel tahan/resisten hama. Coba kalau seluruh petani di Indonesia seperti dia. Insya Allah dunia pertanian Indonesia akan maju pesat.

Rudi Mardiyanto di kebun kentangnya
Mas Rudy Mardiyanto yang ada ditengah, sebelah kiri adalah Bapakknya, dan sebelah kanan adalah Prof.Dr.Ir Tatik wardiyati Ms.

Petani Muda yang Kreatif

Awalnya beberapa tahun yang lalu (kalau tidak salah tahun 2006) aku mendapat sepucuk email dari seseorang yang mengaku petani dari Malang. Rudi Mardiyanto, nama yang tertulis di bagian bawah email itu. Lalu kami terlibat dalam diskusi yang menarik tentang pertanian, pemuliaan, dan HPT. Saya berkomentar hanya apa saja yang aku tahu. Waktu itu Mas Rudy lagi sibuk dengan hama di kebun apel-nya. Bahkan sampai ngirim sampel ulat ke lab-ku. Sayangnya setelah sampai di lab, ulat itu busuk semua, jadi ngak bisa diidentifikasi.

Mas Rudy juga mengembangkan mikroba-mikroba untuk biofertilizer dan biokontro. Bahkan dari cerita-nya dia melakukan riset mandiri. Hebat kan….
Risetnya macam-macam lagi, mulai dari pemuliaan tanaman kentang dan apel; biofertilizer, biokontrol, panyakit, dan penghematan energi. Ini luar biasa sekali karena dilakukan oleh seorang yang mengaku ‘petani’. Bahkan hasil kerjanya sudah diakui lho…buktinya Prof Tatik Wardiyanti pun datang ke kebun apel miliknya.

Kentang dan Apel Hibrida

Pemuliaan kentang dan apel adalah fokus penelitiannya. Dia melakukannya sudah sejak beberapa tahun yang lalu. Penelitian ini bukan main-main, tetapi penelitian serius yang bisa menghasilkan. Ini petikan email dari Mas Rudy:

saya sekarang masih fokus neliti dengan tanaman kentang dan Apel
untuk menghadapi pasar globalisasi 2010, saya berhasil menemukan kentang resistent terhadap Pytoptora Sp, Alternaria Sp yang mampu menekan pemakaian fungisida , pada percobaan tanam tgl 13/1/08 (kondisi hujan) sampai sekarang tidak memakai pestisida sama sekali. fisiologinya sama dengan kentang eigenheimer – belanda (tahun 1960-an), dari penelitian 3 tahun yang lalu. sekarang saya mempunyai 20 varietas kentang hibrida buatan saya sendiri. yang resistent ada 6 varietas, yang lainnya tergolong medium. sekarang masih membuat kentang kulit hitam, dan kentang kulit merah menyempurnakan yang tahun lalu. kalau daun lebar sudah jadi punya 3 varietas. modifikasi dengan solanum demissum, solanum ajanhuiri. tahun ini saya dapat pertukaran pelajar keaustralia dari propinsi jatim tepatnya ke pemberton ( pak tomas fox – Lake jasper company ) juga masalah pertanian kentang dan apel. saya pingin tahu kondisi iklim lingkungan keseimbangan alam disana.

kalau apel saya punya sekitar 27 varietas, dan sekarang meneliti masalah polenisasi, rata – rata apel yang dari luar negri mandul self steril. saya berusaha mengembalikan jadi self compatible, berhasil 3 varietas. bulan lalu menambah 9 varietas dari belanda, 3 batang bawah (M27 , M29, M106) 6 batang atas (scion) ceval,eversete,grany smith, rode boskop, mutsu, pomiers golden adjmis.

kentang resistenVarietas kentang daun lebar yang sudah dihasilkan Mas Rudy

kentang mulsa
Kentang yang resisten hama diberi pelakuan mulsa pada saat musim hujan

kentang resisten tanpa mulsa di musim hujan
Kentang yang resisten hama tidak diberi pelakuan mulsa pada saat musim hujan. Perhatikan tanaman ini tidak terserang penyakit.

kebun ketang di malang
Kebun Apel mas Rudy yang berbuah lebat.

Yang lebih membuat aku salut dan kagum lagi adalah background pendidikannya. Mas Rudy bukan lulusan pertanian/agronomi/biologi, tetapi sarjana komputer. Jauh banget kan….Mungkin karena darah petani sudah mengalir deras di tubuhnya. Menjadi petani adalah panggilan jiwanya. Tetapi petani bukan sembarang petani.

Pertukaran Pelajar ke Australia

Tahun ini Mas Rudy mendapatkan kesempatan untuk belajar tentang pertanian ke negeri kangguru Australia, tepatnya ke pemberton ( pak tomas fox – Lake jasper company ). Kesempatan yang sangat langka dan saya yakin setelah pulang dari Australia, Mas Rudy akan tumbuh menjadi Mas Rudy baru yang lebih kreatif dan inovatif lagi.

Meskipun dibiayai oleh negara/sponsor, tapi Mas Rudy masih perlu biaya untuk ke Australia. Dan dia pingin menjual kentang hibridanya. Ada yang berminat…..???


Masih ada beberapa petani yang kukenal dan hebat-hebat, seperti: Pak Haji Zaka di Bogor dan Mas Herman di Cilacap. Kapan-kapan aku ceritakan. Insya Allah.


Advertisements

8 responses to “Andai semua petani Indonesia seperti Mas Rudy Mardiyanto

  1. saya mahasiswa pertanian yang sedang mengembangkan budidaya kentang, jika tidak kebertan saya mohon bantuan nya, bisakah saya mendapat alamat dari mas rudy, atau minimal email beliau, saya tertarik untuk menimba ilmu dari beliau,,,

    terima kasih banyak

  2. zainur rohman

    saya sangat tertarik usaha mas rudy,dan saya ingin belajar lebih banyak tentang pembudidayaan kentang!
    apakah saya boleh mintak alamat email dari mas rudy

  3. Minta alamat atau nomer telp mas rudy. apakah bibit kentangnya di jual, saya ingin mencoba.

  4. Pak Isroi yang budiman,

    trimakasih atas paparan Anda tentang profil Mas Rudi. Sungguh berguna dan semoga lebih banyak lagi pemudi-pemudi RI terinspirasi kebanggaan Mas Rudi atas jagat pertaniannya. Bagaimanapun Indonesia tak main-main soal KEBERUNTUNGAN ALAM DAN ISINYA.

    Salam hormat saya (penulis lepas tinggal di Turen) untuk Anda dan kawan-kawan pahlawan penyelamat TANAH dan AIR Indonesia.

  5. hebat bangetzzz

    salut buat mas rudy!!!!

    mari pemuda jadikan hidup ini, kreatif, efisen dan menguntungkan…

  6. Yulianti Budhi Kuntari

    Maju terus Mas Rudy.. jadi inspirasi petani muda Indonesia
    Terus berkarya pantang menyerah .. semangat!!!

Leave a Reply to a elwiq pr Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s