Informasi-informasi Menyesatkan Budidaya Jahe Gajah, Jahe Emprit, Jahe Merah

jahe ginger zingiber officinale

Jahe (Zingiber officinale Rosc.) (foto dari buku )

Terus terang saya merasa ‘gemes’ banget dengan banyaknya informasi-informasi menyesatkan tentang budidaya jahe, termasuk PHP (Pemberi Harapan Palsu) yang banyak dilakukan oleh beberapa oknum yang menginginkan keuntungan sesaat. Awalnya saya tidak terlalu peduli dengan informasi-informasi ini. Tetapi ketika banyak cerita langsung yang disampaikan ke saya tentang modus-modus yang banyak dipakai oleh oknum-oknum itu, saya merasa perlu menyampaikan apa yang saya tahu. Komentar dan pendapat saya ini bisa saja tidak benar. Silahkan saja bagi pembaca yang ingin membantah dan menyampaikan argumen sebaliknya dari pendapat saya ini. Kita mencari kebenaran dan kemajuan pertanian jahe di Indonesia, tidak mencari menang kalah. Artikel ini melengkapi artikel sebelumnya: Panen jahe 20 kg per polybag mungkinkah?

Beberapa informasi yang menurut saya sangat menyesatkan antara lain adalah:

  • Panen jahe per polybag bisa mencapai 10 kg, 20 kg, bahkan ada yang bilang 40 kg. Baik itu jahe gajah, jahe emprit, atau jahe merah.
  • Panen jahe di ladang bisa sampai puluhan ton per ha.

PENTING!!!

Baca juga: Informasi-informasi menyesatkan Budidaya Jahe dalam Polybag. | Panen Jahe Gajah per Polybag 10 – 20 kg | Panen Jahe Emprit dalam Polybag.


Informasi-informasi menyesatkan ini disampaikan secara langsung oleh oknum marketing, lewat video di Youtube, lewat halaman website, bahkan ada yang dimuat di website resmi pemerintah.

Informasi ini dipakai untuk merayu orang agar mau melakukan budidaya jahe, karena tergiur keuntungan yang menabjubkan. Hitung-hitungannya pun sering kali sangat tidak masuk akal.
Contohnya, harga jual jahe gajah Rp. 8.500 kg, bahkan ada yang memberi informasi jahe merah/emprit sampai harga Rp. 20rb per kg.

Dikalikan saja dengan produksi jahenya:

1 polybag 20 kg, harga Rp. 20.000 = Rp. 400.000. Kalau punya 100 polybag kan sudah dapat uang Rp. 40jt. Menurut oknum-oknum itu modalnya per polybag cuma RP. 30.000. Keuntungannya RP. 400rb – Rp. 30rb = RP. 370rb per polybag.

Okelah misalnya pakai harga paling rendah RP. 8.500/kg. Omzet per polybagnya sudah bisa mencapai RP. 170rb, keuntungan Rp. 140rb per polybag.

Penanaman di ladang juga melakukan perhitungan yang menyesatkan. Misalnya:

Penanaman 1 ha dengan populasi 90.000 tanaman. Promosinya 1 rumpun bisa panen 1kg – 3 kg. Taruhlah pakai angka yang paling kecil 1 kg per rumpun. Produksi per ha-nya kan sudah bisa mencapai 90 ton. Dikalikan dengan harga per kg Rp. 8.500, omzetnya bisa dapat Rp. 765jt. Siapa yang tidak tergiur dengan angka seheboh ini.

Ada juga hitung-hitungan yang saya lihat di YouTube seperti ini:

  1. Produksi jehe per 25m2 sebanyak 300 kg. Ini ditunjukkan video dan testimoni oleh petaninya, agar pemirsa lebih yakin.
  2. Hitung-hitungan produksi per ha adalah: (10.000 m2/25 m2) x 300kg = 120 ton. SANGAT LUAR BIASA.
  3. Coba dikalikan dengan harga per kg Rp. 8.500 = Rp. 1.02 milyard. Siapa yang tidak ngiler dengan angka ini.

Biasanya oknum-oknum tersebut memberikan bukti berupa foto-foto, video, atau bahkan jahenya langsung dan ditimbang langsung.

Siapa yang tidak tergiur dengan iming-iming fantastis ini. Apalagi yang punya modal.

Sudah banyak korbannya. Realitanya hasil panen jahe tidak ada yang pernah sampai setinggi itu. Bahkan hasil-hasil paling top di negeri produsen jahe terbesar di dunia pun, China, tidak ada yang sampai setinggi itu (Baca: Hasil Penelitian TOP di China bisa produksi 88 ton jahe per ha). Ada petani yang menyampaikan ke saya jika panen ribuan polybag jahenya hanya dapat rata-rata 1,2 kg per polybag, bahkan per rumpunnya paling banter hanya dapat 300 gr. Miris sekali.

ASUMSI-ASUMSI DAN BUKTI-BUKTI YANG DIPAKAI ITU MENYESATKAN

Menurut saya, asumsi-asumsi dan bukti-bukti yang dipakai untuk melakukan perhitungan itu adalah SANGAT MENYESATKAN. Pertama, biasanya yang diambil hanyalah contoh-contoh yang bagus saja. Mungkin saja ada satu polybag yang satu rumpunnya bisa keluar sampai 1,5 kg. Ini cuma satu dua saja, dan itu saja kebetulan. Hasil ini lah yang difoto, dibuat video, ditimbang, dan ditunjukkan sebagai bukti untuk menarik orang.

Satu polybag tidak bisa digunakan untuk menarik kesimpulan. Ini kaidah statistik. Jadi jika satu polybag, 1m2 atau 25m2, belum bisa digunakan untuk mengeneralisir yang luas. Samplingnya harus mewakili populasi agar hasilnya tidak bias.

Untuk penanaman di lahan, satu rumpun rata-rata cuma dapat 300 gr.

TIDAK MUNGKIN HASIL PANEN JAHE BISA SETINGGI ITU

Ini argumen saya mengapa data-data dan hitungan-hitungan itu SANGAT MENYESATKAN. Sekali lagi, silahkan dibantah argumen saya ini.

Pertama

Secara genetik tidak ada jahe di Indonesia, atau bahkan di dunia yang potensi produksinya bisa setinggi itu. Potensi genetik ini adalah batasan dari ‘sono’nya. Kenyataan dilapangan tidak ada yang melebihi potensi ini, umumnya selalu di bawah potensi produksinya. Produksi jahe paling top yang pernah saya baca di China hanya pol di angka 88 ton per ha. Itu cuma dari satu jurnal. Jurnal-jurnal yang lain jauh di bawah itu, kebanyakan di bawah angka 60 ton per ha. Rata-ratanya di bawah lagi, 30-40 ton pe ha. Ini di China dan India, dua negra produsen jahe paling top di dunia.

Di Indonesia, menurut data dari BPS dan Deptan (Silahkan di googling sendiri), produksi di lapangan yang paling bagus adalah 27 ton per ha, ada yang melaporkan sampai 30 ton per ha. Menurut Balitro, potensi produksinya kurang lebih 35 ton per ha untuk jahe gajah. Jahe emprit dan jahe merah cuma 1/3 sampai 1/2-nya saja. Di Indoensia belum ada varietas jahe yang potensi produksinya sangat-sangat tinggi melebihi potensi produksi varietas jahe dari China atau India.

Mengapa angka-angka itu menyesatkan? Karena kalau dihitung potensi produksinya akan jauh di atas angka-angka potensi produksi jahenya. Misalkan saja, untuk produksi jahe 20 kg per polybag. Kalau dikalikan per ha, kurang lebih setara dengan 120 ton per ha. Kalau ada yang bilang satu tunas satu polybag bisa keluar 10 kg, berarti satu hanya hampir 200 ton. INI MUSTAHIL.

Petani-petani yang sudah beberapa kali panen dengan sistem polybag menyampaikan jika satu polybag bisa dapat 3 kg sudah bagus sekali. Kalau bisa dapat 5 kg per polybag masih bisa dinalar, karena per hanya sekitar 30 ton. NORMAL. Kebanyakan petani mengeluhkan jika per polybag cuma dapat 1,2 kg atau bahkan ada yang kurang dari 1 kg.

Kedua

Produksi jahe bisa diperkirakan dari hara yang diserap oleh tanaman jahe sampai produksi. Sudah banyak penelitian yang menghitung berapa banyaknya hara tanaman yang dibutuhkan untuk panen 1000 rimpang jahe segar. Silahkan baca di link ini: Pola Makan Tanaman Jahe. Bisa dihitung kok berapa kebutuhan hara NPK untuk bisa panen 10 kg, 20 kg per polybag atau 120 ton per ha. Ini baru kebutuhan, belum aplikasi riil di lapangan. Laporan di China, untuk bisa panen 50 ton per ha, dibutuhkan pupuk urea sebanyak 1 ton. Buanyak banget kan.

Nah, kalau dihitung jumlah hara yang terkandung di dalam media tanam jahe, plus pupuk cair yang disemprotkan ke tanaman jahe, nilainya jauh di bawah jahe yang bisa dipanen. Hara NPK yang ada di dalam media tanam tidak bisa seluruhnya diserap oleh tanaman jahe, hanya sebagian kecil saja. JADI SANGAT TIDAK MUNGKIN SATU POLYBAG UKURAN 60 CM X 60 CM BISA PANEN 20 KG.

Ketiga

Masalah hama dan penyakit jahe. Budidaya semua tanaman tidak ada yang bisa bebas dari serangan hama dan penyakit. Apalagi jahe gajah adalah tanaman jahe yang sangat rentan terhadap serangan penyakit, terutama penyakit bercak daun dan busuk rimpang. Lebih-lebih budidaya jahe gajah tidak bisa menggunakan pestisida kimia. Serangan hama dan penyakit menjadi salah satu tantangan terberat petani jahe, khususnya jahe gajah. Serangan hama dan penyakit ini bisa membuat gagal panen atau mengecilkan produksi jahe.

HASIL PANEN YANG WAJAR

Panen Jahe emprit 2 kg polybag

Hasil panen jahe emprit 2 kg satu polybag satu bibit umur 12 bulan (courtesy of Arif Senang Menanam).

Hasil penen jahe yang wajar menurut saya adalah 20-30 ton per ha untuk jahe gajah. Target produksi yang lebih tinggi, misal: 40 – 50 ton per ha, masih memungkinkan dengan menggunakan varietas baru jahe yang potensi sangat tinggi. Untuk jahe merah dan jahe emprit dapat 10 – 15 ton per ha sudah bagus.

Hasil panen per polybag untuk jahe gajah dapat 3 kg sudah bagus, kalau bisa dapat 5 kg per polybag perlu upaya keras dan pemupukan yang baik, selain bebas hama dan penyakit. Panen jahe gajah 10 kg per polybag masih rasional, jika menggunakan kultivar unggul baru, pemupukan yang baik dan bebas HPT. Hasil panen jahe kecil (merah dan emprit) dapat 1,3 kg sudah bagus.

Dari angka-angka ini, petani jahe bisa menghitung berapa potensi pendapatannya dengan harga pasar yang wajar. Petani jahe juga bisa mengatur pengeluaran biaya-biaya untuk budidaya jahe ini.

SALAM JAHE.

Advertisements

118 responses to “Informasi-informasi Menyesatkan Budidaya Jahe Gajah, Jahe Emprit, Jahe Merah

  1. seneng ada yg bisa memberikan info yg logis n bisa jadi pertimbangan dlm melakukan pilihan berusahatani. trimksh. sukses selalu.

  2. Lha iya mas, ‘oknum2’ itu ngitung hasil produksi pertanian kog seakan2 dianggap linier tanpa disertai asumsi2 yg realistis. Padahal prakteknya dalam 1 hamparan lahan aja kondisi tanaman ga bisa ‘seragam’. Bahkan ada majalah pertanian yg cukup terkenal (saya langganan sudah bertahun2) suka banget bikin analisa ekonomi budidaya komoditas pertanian yang terkesan bombastis. Seakan mereka memanfaatkan (atau sengaja menciptakan) momen trend komoditas tertentu (misal Jahe, nilam, singkong, jabon, sengon, anthurium, puring, euphorbia, adenium dll). Kasihan masyarakat yang pada akhirnya jadi korban. Semoga dengan adanya informasi edukatif seperti yang sering ditulis di blog ini akan semakin banyak masyarakat berpikir lebih rasional agar tidak menjadi korban trend sesaat.

  3. Beberapa hari lalu saya melihat sendiri hasil panen jahe gajah di daerah yang cukup kondusif untuk pertanian jahe. Saya tes ambil rimpang paling besar dan utuh kemudian menimbangnya. Ternyata hasilnya hanya sekitar 7ons, jahenya masih dalam keadaan kotor (bertanah). Kalau dihitung misal ditanam di polybag, diisi dengan tiga bibit, mungkin hasilnya sekitar 2 kiloan. 1/10 dari informasi yang banyak beredar saat ini.

    Semoga artikel ini dibaca lebih banyak orang lagi dan bisa memberi pencerahan.

  4. di pasar malah jahe gajah g laku lo hehehe

  5. top… Tengkyu gan infonya… Brarti di polybag dan ladang hasilnya gak jauh beda… Bedanya di ladang sekalian mupuk sengon ,kalo polybag perawatan gulma yg mudah,dan bsa dg lahan sempit

  6. pantesan, saya kira saya kurang becus nanam-nanam (di rumah), karena hasilnya kok tidak seperti yg saya baca-baca di internet. setahun nanam jahe merah di lahan, dapetnya 3 kg kurang. lahannya emang ukuran 2×0,5 m.

  7. Kita memang harus menyaring segala informasi ,barangkali mencoba sekala kecil dengan media tanam dan dengan cara pembudidayaan yang baik dan benar .mungkin kita baru bisa merarik kesimpulan.kadang kondisi tempat kita juga menjadikan faktor yang cukup menentukan

  8. hakim samudra

    thanks wt info nya,.

  9. masalahnya saya kira pelemparan.katakanlah kita main di sekala besar,200ton/panen jahe merah.siapa yg mau beli sebanyak itu?adakah tempat menjual 200 ton?

    • Pasar jahe merah yang saya tahu saat ini adalah untuk herbal, minuman jahe merah, susu jahe merah, dan beberapa produk jamu menggunakannya. Volume berapa saya tidak tahu.

  10. dr awal sy dengar aja udah gak percaya.asumsi sy 3kg udah bagus.udah jangan terlalu muluk2.20kg klau ama poly bag nyamungkin jg

  11. Saya bersyukur,
    Ada bacaan tandingan, memang selama ini kalo saya baca blog tentang jahe memang sangat menggiurkan. saya langsung tertarik. beli “ragi”nya untuk fermentasi bokasinya. Saat itu memang emosional, langsung mau tanam 500m2 jahe dalam polybag. Setelah saya pikir hebat amat produksi jahe segede itu ( seperti gambaran diatas).Kenapa tidak diributkan di televisi ,koran atau jurnal2 pertanian. Sempat pesan bibit jahe dari Kediri tapi saya batalkan. Karena dari ‘kelompok tani’ yang saya ikuti belum ada yang bisa memberi info meyakinkanan, keberadaan kebun jahe yang sudah sukses. Hanya melalui video saja,itu saja kebun jahe pada saat awal tanam. Video panen jahe belum pernah lihat.. Ya saya proporsional saja, tetap ingin tanam jahe, sekalipun hasilnya ga seheboh yang di blow up di blog teman-teman.
    Say mohon ijin untuk kopi paste materi “Informasi-informasi Menyesatkan Hasil Penen Jahe Gajah, Jahe Emprit, Jahe Merah”.
    terima kasih.

  12. klo menurut anda, kira2 apa motif oknum2 tersebut menyebarkan info menyesatkan yaa…apa ingin banjir jahe dipasar krn masyarakat berbondong2 tanam atau ada hal lain ?

  13. Terima kasih buat ulasannya. ini juga jawaban bagi para pembaca, calon petani dan petani yg sudah bertani jahe (emprit,gajah,merah). saya sendiri semula percaya dg kebohongan para pengguna yg tidak bertanggung jawab yg dg sengaja “membesarkan” hasil panen jahe,sehingga para pembaca tertarik untuk membudidaya jahe ( termasuk saya..hehehe..) namun stlh saya cek ke teman2 para petani jahe & setelah membaca “blog kritis” ini saya merasa mendapat pencerahan dan ilmu yg sesungguhnya agar tidak terpengaruh oleh pihak2 yg memanfaatkan situasi ini. paling tidak saya berterima kasih karena blog ini sudah “membangunkan saya dari mimpi indah bertani jahe” hehehe..Terima kasih Gan infonya berguna sekali..kami tunggu ulasan yg lain..

    • Selamat datang di blog saya, semoga bermanfaat. Sebarkan ke teman-teman petani yang lain agar tidak tergiur dengan pepesan kosong. Bertani yang sewajarnya saja, dihitung dengan wajar, berusaha optimal. Insya Allah, hasilnya juga bisa lebih maksimal.

      • Ada yg percaya gak jahe dlm 1 krg dpt 30 kg? Media tanamnya karung.. isinya pupuk doang hanya sedikit tanahnya

        Tapi cuman 1 karung sih tanamnya. . Prcobaan coz gak sengaja tumbuh pas ane taro di atas karung pupuk dlm posisi berebah..

      • 100000000% tidak percaya

  14. Saya sangat berterima kasih sekali mas. Sepertinya saya pun hampir tertipu. kalau bertanam jahe bisa kaya raya pasti smua orang akan melakukannya. tapi kenyataannya kok tidak. saya terus menerus mencari literatur di banyak web. Akhirnya web ini betul2 membuka mata dan nalar saya.
    Sekali lagi terima kasih sudah mau berbagi.

    • Sama-sama, semoga bermanfaat. Sebenarnya budidaya jahe bisa menguntungkan dan bisa membuat petani kaya. Masalahnya adalah banyak informasi yang menyesatkan dan menipu petani. Mereka hanya mau menjual bibit, pupuk, atau obat saja. Hasilnya terlalu dilebih-lebihkan.
      Jika dihitung lebih realistis hasilnya akan menguntungkan juga.

  15. kebanyakan yg jualan bibit ato komunitas pada gak punya tanaman jahe sy sudah 2x membuktikan.ada jg yg d ajak sharing aja d suruh bayar dl.

  16. Samsudin Ya'kub

    infonya sangat berguna……….
    Slama ini saya memang sangat tergiur dgn keuntungan yg ditawarkan dgn bertani jahe pola plybag. sampai saya mencari utanng untuk dapat paket yg ditawarkan. Untungnya saya tdk dapat pinjaman dimaksud. Tapi saya coba skala kecil sebanyak 100 polybag/karung. dan ternyata hasilnya tidak secerah yg diisukan. Dari hasil percobaan itu, ternyata menanam timun pola polybag lebih menjanjikan.
    Terimakasih mas infonya

  17. #info hsil jahe 10-20kg memang konyol, dn kekonyolan kedua adlh ktika masyrkt menrik ksimpulan bhwa hsil minim adlh 3Kg, hal ini di akibatkan krna di publik informsi mnytkan hsilnya 10-20Kg,,

    # rata2 hsil panen jahe 3-8ons umur 6-7bulan, dn untuk polybag jga tdk beda jauh,, hsilnya skitran 0,3-1,3 Kg .. ! Hrga paasaran jahe jga pling rendah yg umum itu Rp.4000/kg, klw gk nyampe Rp.8.000 . ,, hrga Rp.8.000 udh bgus bngt bgi petani jahe,,

    #populasi 1 hektar jga gk nyampe 90.000 ,, max 30.000 dilahan datar klw petak, itu justru pling hanya skitar 20.000 populasi,, ! Klw hsil 1Kg per rumpun, itu logis.. Sya sbgai petani jahe biasa panen skitran 10-30ton per Ha,, rata2 15-25ton/hektar,, ! Klw pngen hsil 20-35ton per ha, itu perwtanya exstra, gk ckup sma pupuk bokhasi aja, hrus pake pupuk kimia juga, urea dn npk misalnya,, tmbah sering2 nambah tanah (urugan) agr jahenya mkin mantap tumbuhnya …

    #artikel ini bgus, bisa membrikan pencerhan, tp pencerhan ini bkn untuk membuat pembaca berhnti untuk mencoba .. “Yg hrus dilakukan adlh.. “Mencoba namun dgn persipan yg lbih mantap dn berfkir logis..

    #slmt mencoba.. ^_^

  18. Eman Suherman

    Saya sedang mencoba budidaya jahe polybag, semoga dengan informasi yang telah diulas , saya tidak terlalu kecewa jika hasilnya belum mencapai seperti apa yang saat ini banyak diblowup di internet.

    Terimakasih infonya, sangat bermanfaat

  19. Boleh saya dapat nomer tlp untuk diskusi soal ini ? Sy butuh buat rekan sy ekspor ke vietnam. Sy punya hub yg baik dgn vietnam.

    • Halo gan
      saya tertarik untuk tanam jahe yang jadu masalah ialah di mana saya harus menjual hasil panen nanti
      Jika di ijinkan saya mau menjadi mitra bapak, syukur2 jika tahap awal berhasil tahap kedua saya bisa ada stok setiap
      untuk infonya trima kasih

  20. Jangan tergiur menanam jahe jika belum punya link pemasarannya. Survey dulu ke pedagang, pengepul, eksportir jahe sebelum budidaya jahe. Tanyakan berapa harga beli dari mereka agar anda punya gambaran tentang estimasi keuntungan bertanam jahe nantinya. Buatlah kesepakatan kerjasama dengan mereka, supaya nantinya anda tidak kesulitan dalam memasarkan hasil panennya. Barulah kemudian dipikirkan bagaimana cara budidayanya.

  21. terimakasih atas informasi yang sangat bermanfaat ini, sy hmpir sja tergiur untuk memulai bercocok tanam jahe dengan lahan sempit yg sy miliki

  22. Setuju….. memang hampir semua artikel yang membahas budidaya jahe sangat PHP, tentang hasil yang melimpah lah, harga yang mahal lah, permintaan pasar yang belum terpenuhi lah, dan bla…bla…bla… (Tujuan Sesungguhnya pemberi PHP tersebut hanya menjual Obat, menjula member dari kemitraan tertentu, menjual bibit, dan lain sebagainya…)
    kenyataan dilapangan sangat terbalik dari itu semua, setelah menanam jahe merah, hasil panennya hanya 300g/polybek umur 15bln, dan harga jual hanya 4000/kg dan itupun menjualnya dengan mencari penampung kesana kemari. untuk konco-konco petani, jangan gampang tergiur dengan artikel yang tidak ilmiah dan masuk akal. lebih baik tetap menanam singkong atau padi yang sudah jelas pangsapasarnya. terimakasih pada isroi.com yang telah menerbitkan artikel bermanfaat ini, semoga banyak konco tani yang membacanya….

  23. Bagus sekali informasinya,thx.

  24. itu semua ada benarnya asalkan kita berkerja keras atau sungguh sungguh, buktinya saya udah nanam jahe 4x panen hasilnya sangat memuaskan.. Itu pun cuma pake pupuk kandang, apa lagi kalau pake zat kimia,. Pasti lebih memuaskan,,

  25. Saya punya teman perkebunan yg pingin jual jahe gajah ato jahe empritnya dalam skala besar.adakah rekanan ekspor ato yg membeli jahenya dalam skala besar jg?

  26. Saya punya rekan perkebunan yg mengelola jahe gajah ato pun jahe emprit dlm skala besar.ada yg bisa bantu saya dalam memasarkan produknya.

  27. waalah2, aK panen jahe gajah,1 ha ga sampe 10 ton ja ga da yg mau beli.. pa lg panen smpai 100ton/ha….. harga jahe ga da kepastian…bro… tanam jahe ak tambah mumet….he..he

  28. setuju gue, dengan komentar abang ini. sip dah, kita harus berpikir logis dan cari berbagai sumber jangan mudah tergiur dengan angka. thank ya bang, telah menyadarkan kami.

  29. saya skrg jg lg mnengembangkan tanam jahe di polibag.. lumayan bnyk jg ada sekitar 20.000 polibag.. tp sy bingung nanti klo sdh panen.. mo dijual kmn? adakah yg bs bantu untuk memasarkan hasil panennya?
    thanks gan infonya berguna bgt tuhh.. n bener bgt..
    (ijin share boleh??)

    • Kalau untuk jahe gajah harus cari exportir atau tengkulak yang punya koneksi ke exportir. Karena jahe gajah pasarannya export. Kalau untuk jahe merah dan jahe emprit bisa cari pasar di pabrik jamu/herbal/permen jahe, minuman dll.

  30. Info begini yang seharusnya dapat “kalpataru”…. koq banyak ahli pertanian kita tapi diem aja ? Lembaga pemerintah juga tidak mengeliminir hal-hal semacam ini….. mau dibawa kemana negeri ini, kalau pembohongan publik dibiarkan merajalela….Tq berat info nya gan, gusti Allah yang membalas budi baikmu..

  31. mungkin populasinya yang kurang bukan 6000 tapi 16.000

  32. Sebaiknya dibuktikan dengan skala kecil dengan pemupukan yang persis sesuai, sehingga bisa dijadikan acuan yang benar bagi para calon2 petani. Siapa tahu budidaya Jahe bisa dijadikan sumber pendapatan bagi petani.

    • Ini mah bukan lagi dibuktikan skala kecil. Sudah banyak yang mencoba dalam skala ribuan polybag. Semua tertipu.
      Jahe memang bisa dijadikan sumber pendapatan petani. Dihitung dengan nilai asumsi yang benar. Rata-rata yang paling bagus yang bisa dihasilkan saat ini untuk jahe gajah 2.5 – 3 kg per polybag.

  33. hampir saja tergiur nanam jahe he he he,
    makasi gan infonya

  34. HE HE HE Q PERNAH UJI COBA 3 POLIBAG SAMPAI 3 KALI NGGAK PERNAH BISA 10 KG PA LAGI 20 KG ,,,,,ITU MIMPI

  35. Sak udus meh kapusan iki .. .
    Meh wae kebone wongtuo rep tak roto rep go gawe lahan.
    Yo nyobo dhisik 10 karung,idep2 gho gawe bibit unggul.

    Maturtengyu inponipun. .

  36. Hadewh…. kok menyesatkan banget ya… mohon info harga jahe emprit sakarang berapa sih per kg nya..

  37. Benar benar menggiurkan.. tapi sayangnya PHP….agan2 ada info harga jahe emprit pasaran di harga berapa ya?

  38. wah komenku ilang, ga boleh live link ya gan?
    padahal cuma mau menyepakati, pernah nulis artikel soal ini di blog ane..
    emang mustahil 20kg, kecuali sama tanah-tanahnya ditimbang :))

  39. Betulkah seperti itu!? Waduh…mn sy sdh koar2 lg… Ngajakin org tanm Jahe Merah yg katanya per polibag bs menghasilkan 20 – 30 kg. Pantesan gambar Jahe Merah yg kelihatn di Brebes sprti Jahe Gajah yg disiram cat merah…!

  40. Bang boleh minta pin bbm / no hp’y…thank’s

  41. share pengalaman saya, saya sudah pernah menanam jahe gajah di polibag selama kurang lebih 8 bulan dengan berat rata-rata sekitar 700-800 gram saja. jadi kalau saya baca artikel-artikel tentang jahe yang bisa sampai 10 kg per polibag saya hanya bisa tersenyum, pakai ilmu apa ni org.
    sekarang lagi mencoba menanan jahe di lahan kebun, mudah”an bisa di share hasilnya nanti.

  42. Bang admin, bagaimana dengan pola tanam dengan memakai HCS SOC yang katanya bisa nyampai belasan kilo bahkan diatas 20kilo.

    • Silahkan teman-teman yang sudan menggunakan produk tersebut untuk menjawabnya sendiri, apakah bener apa yang dipromosikan itu?

    • Pola HCS itu cuman akal2an marketing sajah bos.
      saya sudah bertani aneka sayuran di kabupaten malang,2 tahun terakhir ini mencoba nanam jahe emprit dgn pola penanaman tradisional & pola HCS, ternyata hasilnya gak jauh beda,
      yg terpenting dalam setiap menanam tumbuhan unsur hara di tanah harus lengkap dan bagus serta pemberian pupuk kimia yg terukur secara rutin niscaya hasil akan maksimal,
      kl hasil maksimal tanaman jahe yah bener seperti mas isroi jelaskan diatas,

      Penanaman Pola HCS / pola2 penanaman yg diberikan oleh pabrik pupuk cair dll…dgn hasil panen jahe per 1hektar = 20-30kg bisa jadi BENAR…karena Jahe masih campur tanah liat….ahahahahaa

      MAJU TERUS PETANI MUDA INDONESIA !

  43. Hmm.. Klw nanam di polybag habis sma modal dr pd untung .. Heheh itulah yg terjdi stlah sya mengalamai ckckckc 😀 .. “Aplg yg ngejual bibit jhe, harganya pd selangit , bgtu sya mnjual sndri stlah panen, eh malah dtrima 4rb_7rb ditengkulak,,

    #klw mau nanam jahe, mending dikebun sja itu lbih menguntungkan, kedua hrga beli bibit hrus sma dgn hrga jual nant, ya skitaran 7rb_8rb lah beli bibitnya, klw beli hrga 15rb ke ats itu untuk dpt untungnya susah, pling cuma blik modal atw untunk dkit,,ketiga, mnding plih jnis jahe gajah, cz jnis jhe ini lbih bnyak hsil panenya , dr bibit 1kg bisa jdi antra 5-10kg, rata2 8kg …

    #berhati2 itu boleh , tp bkn berart tdk mencoba .. 😀 .. ! Sya dh coba nanam di polybag, dn sudh coba jga nanam di kebun..

  44. wah keren nih info nya..

    makasih

  45. trimakasih atas infonya g jd deh nanemnya soalnya php

  46. bener baget tu makasih infonya brow,hampir aja tergiur untuk menanam jahe.hehehe..

  47. Ya bnerrr sya juga ga btu prcya…

  48. Wah,,, dapet pencerahan nih. kemaren juga sempat mau joinan sama temen buat nanam jahe merah, ya tergiur informasi dari youtube juga sih. bener2 bombastis itungannya, untung belum sempet nanam.

    • Menanam jahe tetap bisa menguntungkan, asalkan itung-itungannya tdk bombastis.

      • Alhamd…..saya dari awal memang niat nanam jahe merah utamanya tapi butuh waktu 1 th buat nyari info tentang tanam dan pemasaran. sejak nanam saya ga peduli mau hasile berapa yg penting usaha aja dulu, dari coba2 tanam jahe merah lewat polibag ukuran 60x60cm bibit 3 dapat 1kg tapi tidak semua 1kg…memang kalau mau nanam jahe jg langsung percaya dengan info yg bersliweran diluar tapi berkreasi baik bibit jahe, menyemai, menentukan media tanam dan pupuk cair buatan sendiri….memang butuh waktu……

  49. salah sendiri kalau yg percaya janji2 manis di buku/ media elektronik, saya si saat ini emang lagi bertanam jahe merah, tapi gak tergiur gitu, saya lebih percaya petani2 jahe disekitar banjarnegara yg saya mintai petunjuk, mereka gak muluk2 kok, satu polybag dimeter 40 cm maksimal 1kg jahe dlm waktu 8-10 bln penanaman, oke lah, kalau dihitung rata2 7 ons saja sudah berhasil , ini adalah prospek kami untuk masa pensiun nanti, orang yang tergiur, akhirnya gemes, geregetan adalah orang yang perhitungannya disertai mimpi terlampau

    tinggi, dan ketika mimpi itu menjatuhkan , alangkah sakitnya…

  50. Mksh bang ! Infonya sangat berguna bagi banyak org loo ! Termask aku juga tergiur dengan info yang menjajikan itu kok, tapi skr tdk begitu tergiur tp saya juga mash pengin nanem. Tlng kalkulasi yg rasional gitu spt apa ya.

    • Bisa dilihat di komentar2 temen2 yang lain yang sudah nanam. Jahe gajah bisa dapat 1.5-3 kg per polibag sdh hebat. Jahe emprit/merah 1kg per polibagm

  51. rata2 memang seperti itu kayanya mas ga tau siapa yang mulai duluan suka ngasih itung2an seenaknya.
    Bukan cuma jahe ko, yang lain juga sering sy temuin itung2an nya bombastis seolah kalau kita tanem pasti untung besar, padahal kenyataannya belum tentu

  52. Sy terima jahe emprit 3000 – 4000/kg
    Utk irisan jahe emprit kering 25.000/kg
    0852 1957 7408

  53. Baca di blog orang kota bumi lampung
    1paket 10x15m bisa 1000 polybag 1000 bibit.. Dengan asumsi panen +/- 1ton

    Kalo 1ha Jd 66.666 bibit ? 66ton?

    Dikasih jaminan harga 10.000/kg artinya bisa dpt 660jta?

    Emang 1000 polybag makan lahan berapa luas ya?

    • harga jahe sekarang anjlok semua. Tidak ada jaminan harga. Satu ha untuk jahe gajah kurang lebih 18000 bibit/mata tunas. Tidak mungkin 1 ha bisa 66 ton. Bohong besar. Satu ha paling pol 30 ton. Sudah ada yang nanam sampai 20rb polybag. Hasilnya sangat mengecewakan.

  54. Banyak pertimbangan …dalam usaha pertanian ternyata …

  55. Tadi siang sy beli jahe merah di ps kramat jati harganya 25rb/kg. Klo di fresh market kowis 40rb/kg
    Jadi keraguan mas isro ttg harga sudah terbantahkan

    • Harga di pasar beda dengan harga di tingkat petani. Harga yg saya maksud di sini adalah harga di tingkat petani. Informasi yang saya dapatkan, harga saat ini masih jauh dari harga-harga yang digembar-gemborkan itu. Harga di tingkat petani selalu lebih rendah dari harga di supermarket atau di pasar. Kira2 kisarannya hanya 30% dari harga itu. Petani bisa dapat harga pasar jika jual sendiri ke pasar, buka lapak sendiri dan jaga sendiri.

  56. Pingback: Hasil Panen Jahe Emprit di Polybag | Berbagi Tak Pernah Rugi

  57. Yaahh tadinya mau nanam jahe pake polybag di roof top yaa sekalian nyobain urban farming juga.

    Tadinya udah sempet survey harga tanah (media tanam) dari lembang dan lumayan mahal ga apalah kan prospek hasil panennya gede bisa sampe 10 kg/ polybag. Yah tapi ternyata semua itu bullshit donk ya?? Ungtung blom jadi datengin tanah, blom jadi beli polybag sama bibit jahenya.

    Makasih infonya setelah aku hitung pake hitungan yg logis ternyata keuntungannya ga seberapa dibanding modalnya yang ampe kudu jauh-jauh beli tanah dari lembang.

    Nyoba nanem terong aja ach masa panennya lebih singkat.

    • Jangan mudah kena PHP. Nanam jahe tetap menguntungkan, dengan hitung-hitungan yang logis dan modal yang logis. Banyak juga kok petani jahe yang sukses.

  58. Saya juga menanam jahe di kebun tegalan, untuk perawatan super maksimal alias pengolahan lahan super intensif, kemudian dibedeng, pupuk berimbang, perlakuan pestisida lengkap, bibitnya super, waktu tanam tepat, dllsb… hanya memberikan hasil klo jahe gajah 1 : 20 artinya 1kg bibit hasilnya 20 kg itupun belum termasuk potongan kotor, kli bersih bisa 1 : 16/17. Klo jahe emprit / merah hanya 1 : 10 klo bersihnta ya hanya 1 : 8/9. Nah logikanya jahe itu klo ditanam di polybag / karung maka akarnya tanaman itu sama dengan dikerangkeng alias dipenjarakan, sedangkan nutrisi yg tersedia di media tanam sifatnya terbatas lalu media di dalam polybag/karung juga tidak mampu memaksimalkan pertukaran ion seperti lazimnya di tanah secara langsung. Nah… Direkturnya HCS Itu lulusan apa ??? Darimana latar belakang ilmunya ???? Punya lisensi penelitian kah… ???. Salam Pertanian…

  59. Hhh iya betul mas , saya pernah juga jadi korban , saya tanam jahe merah mentok untuk pertubuhsn tana.an sangat bagus tapi hasilnya tidak sampai 1 kg , kalau pengslsman saudara yg nanam jahe gsjah .emang ada yg keluar 2 kg

    Terimaksi infonya ijin referensi

  60. muhammad mukhlisin

    terima kasih mas infonya sangat bermanfaat,,, dan sesuai

  61. Betul gan tidak hanya jahe, hampir semua jenis hasil pertanian itungannnya dibesar-besarkan. Tujuannya jualan bibit, pupuk cair, dll. Parahnya lagi, temen-temen bloger dan media yg tdk punya pemahaman dlm pertanian cuma copy paste tanpa ngecek kebenarannya. Saya sering menemukan blog atau berita yg seperti itu, ujung-ujungnya jualan. Entah karena ingin untung besar atau setidaknya mengembalikan modalnya…

    Salam
    Kelompok Tani Makmur Karya

  62. Mohon petunjuk,di mana dapatkan benih jahe berkualitas…trmkasih

  63. Hmmmm,, Padahal smngt mo tanam jahe dlm karung sdh hampir setinggi langit gara2 mmbayangkan thn dpn bakal jd milyarder.. Ternyata,,, oh ternyata… Hnya info PHP dr para penipu..
    Thanks bro admin atas info yg sebenarnya..
    Tuhan memberkatimu sekeluarga.

  64. sempat tergiur saya mas hehehe
    alhamdulillah iseng cari artikel begini jd nyadar,
    kok gak semua orang di indo petani jahe aja,kok tetangga saya gak tani jahe aja, makasih mas infonya, padahal pengen buat sampingan sekolah heheh

  65. Iya. Rata-rata 1,5-3 kg per pokok itu aja udah “rekoso” alias “ngoyo” dalam perawatannya. Lha ini 10 kg/rumpun.

  66. Wanda Anggrila

    Argument yang baik sekali ..
    Saya sependapat.
    Coba oknum-oknum website yang menggiurkan masyarakat lewat sosmed ada yang berani adu argument gak?
    hhe..

    Bisa mengiming iming , harus bisa memberi bukti nyata ..
    Trims

  67. Terimakasih atas infonya yang bermanfaat ini.

  68. Saya jga sedang memulai meneliti hal ini.saya mencoba menanam jahe dgn sistem siklus mingguan.saya menanam jahe merah 5polibag/minggu.dengan isi bibit 4 tunas / polibag.nah cmaan yang menarik disini saya mencoba hal baru.yaitu. saat jahe umur 3 bulan saya pangkas daunnya.saya sisakan 1 daun/tunas.saya mau lihat hasil nya seperti apa nanti.jika saya tanam selama 1 tahun.siapa tau ini bisa meningkatkan hasil panen

  69. karwantodiy@mail.com

    SAYA TANAM JAHE MERAH PANEN 2 KG PER POLIBACK UDAH UNTUNG PENGELUARAN PER POLI RP. 7000 KALAU HARGA JUAL RP 20 UDAH BERSHUKUR DAN LUMAYAN

  70. Sebelum heboh HCS, sekitar 7 tahun lalu saya sudah tanam jahe dalam polibag dengan cara yang hampir sama dengan pola HCS. Hasilnya cuma 1 kg dalam 1 polibag.

    Terus beberapa waktu yg lalu saya mencoba lagi karena setelah baca di internet katanya bisa mencapai 10 – 20 kg perkarung. Dan saya berfikir bahwa percobaan saya yg dulu belum maksimal. ternyata pada percobaan kedua hasilnya lebih jelek daripada yang pertama dulu.

    Kemudian saya coba searching tentang budidaya jahe dalam polibag di youtube, yg saya dapat kebanyakan hanya video ketika awal penanaman. Ada video tentang panen tapi ternyata 1 polibag cuma 3 ons.

  71. Saya tertarik dengan artikel anda dan artikel tetangga sebelah.mgkin saya perlu untuk tes lapangan.
    Saya cma perlu pupuk
    Kcl 15.5kg kadar 60%
    Urea 13.3kg kadar 48%
    Sp36 2.5kg kadar 36%
    Dolomit 10kg kadar 14%
    Untuk 1ton jahe dalam 50polibag.

  72. Trims atas infonya… Sy jg sangat ragu dgn info2 d YouTube … Dan teringat dgn tren gila thn 2007 lalu soal anthurium , aglonema dan lain2 yg di hargai daunx juataan rupiah ,,, padahal itu semua permainan oknum…

  73. Keren bang,petani hanya jadi sapi perah bagi penjual bibit,pupuk dan tengkulak…sukses terus bantu rekan2 petani…

  74. bos mohon pencerahan…apakan bisa jahe gajah gak dipanen di tahun pertama tp dipanen ditanun ke 2…kira2 hasilnya seperti apa trus pemupukannya gimana?..mohon pencerahan

    • Secara fisiologi jahe gajah akan menua dan akan mulai beranak pinak lagi. Kalau dibiarkan terus, jahe tua akan muncul tunas baru. Klo tidak dipupuk ya akan kecil-kecil jadinya jahenya.

  75. bagus sekali info2 nya mas, klu budidaya kunyit gmana hasilny mas,

  76. produktivitas yang wajar itu yang seperti apa ? ada standarnya ?

  77. Saya baru mau mulai mencoba bertanam jahe. Msh cari2 info apa dan bagaimana jahe itu. Sebelumnya sudah baca2 beberapa artikel dan jujur sy tertarik dgn hasil yg fantastis itu. Logika saya mulai memanggil ketika penghasil jahe terbesar dunia bukan Indonesia tapi China dan India. ehh gag tau nya nemu link ini. Thanks info nya pak !

  78. Mau tanya, teman saya ditawaran kontrak model paket, Nanam jahe modal awal 24 jt dpt 2ribu bibit, per bibit kali panen kisaran 2-2,5 kg , perkilo dibeli 57:ribu, katanya jahe f1 dari Jepang, itu beneran apa bisnis tepu2 , kok jadinya wow

  79. Informasi yg sangat membantu…saat ini sy pribadi ingin budidaya jahe merah bahkan sudah menyiapkan medianya..,setelah baca artikel ini, pikiran sy jadi terbuka ternyta totonan yg di yutube byk PHP..makasi gan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s