Mulai Membaca Lagi

Entahlah. Mungkin karena aku sudah jenuh dengan bacaan jurnal-jurnal ilmiah yang seperti membuatku berputar-putar setiap membacanya, atau mungkin karena mataku terasa nanar setiap kali membaca ulang draft tulisanku, kini aku mulai membaca hal-hal lain. Aku kini rajin datang ke perpustakaan kecil di kotaku, sekedar duduk-duduk membaca majalah atau buku-buku lusuh di sana.

Aku mencoba untuk mengalihkan pikiranku dengan draft tulisan yang sudah aku kerjakan beberapa bulan ini. Aku mecoba melupakannya untuk sejenak dan mengendapkan semuanya ke bagian paling dasar di dalam otakku. Aku melakukan ini agar ketika aku membaca draft tulisanku itu lagi, aku seperti membaca tulisan orang lain. Agar aku bisa melihat semua kesalahan-kesalahannya, semua bolong-bolong dalam setiap paragraf yang aku tulis, semua cacat-cacat yang mungkin terhalang oleh kejenuhanku ketika menulisnya.

Di perpustakaan aku biasanya membaca buku bacaan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan draft yang kau tulis itu. Jauh-jauh sekali. Misalnya aku mulai membaca buku-buku kumpulan cerpen para penyair sebelum kemerdekaan atau penyair tahun 45. Aku membaca kisah-kisah klasiknya Charles Dickent, atau terjemahan-terjemahan cerpen rusia. Atau aku cari-cari kembali buku kumpulan sajaknya Pak Sapardi Djoko Damono. Masih tersimpan dalam pikiranku, dulu aku sering membaca buku ini di perpustakaan sekolahku dulu. Kadang-kadang aku baca juga terjemahan karya-karya Khalil Gibran yang melankolis.

Tidak jarang aku mampir di rak buku tentang renovasi rumah, buku ketrampilan, buku kerajinan, atau buku apa saja yang menarik perhatianku.

Dari perpustakaan aku mampir ke masjid besar, sholat berjamaah dhuhur. Dan setelah itu, lesehan di lantai masjid yang sejuk dan segar, sambil membaca buku. Atau kadang-kadang, aku berteduh di bawah pohon beringin yang rindang di alun-alun depan masjid. Udaranya yang segar dan sejuk membuatku betah lama-lama membaca buku-buku perpustakaan itu.

Untuk sejenak, aku ingin lari sejauh-jauhnya dengan rutinitasku. Ku ingin ketika aku kembali lagi, aku kembali dengan semangat baru, dengan tenaga baru, seperti ketika aku mulai membuat draft itu lagi. Insya Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s