
Kalau beruntung, trifting jam tangan second di pasar loak Jembatan Item Jatinegara bisa mendapatkan jam dengan kualitas cukup bagus dan dengan harga yang miring. Jam-nya campur-campur, ada yang ori dan banyak juga yang KW super sampai nggak jelas mereknya. Kita mesti pintar-pintar memilih dan menawar. Tidak perlu buru-buru.
Aku ingin menceritakan pengalamanku mencari jam tangan analog second di pasar loak Jembatan Item Jatinegara. Pasar ini sudah jadi legenda pasar loak di Ibukota. Seru juga jalan-jalan di pasar ini, karena hampir semua jenis barang di jual dengan kondisi yang macam-macam. Aku beberapa kali main ke pasar ini, dan salah satu yang paling banyak dijual oleh para pelapak di sana adalah jam tangan. Kayaknya, hampir setiap lapak ada jam tangan bekasnya. Ada beberapa yang khusus hanya menjual jam tangan.
Pertama Kali Beli Jam Dinding Seiko Second
Awalnya aku tidak terlalu peduli dengan jam-jam second ini, karena kami sudah punya jam. Satu jam sudah dipakai bertahun-tahun. Lama-lama kami penasaran juga. Awalnya kami tertarik dengan jam dinding Seiko. Kami menemukan satu lapak yang hanya menjual jam dinding. Jam dinding Seiko sudah sangat terkenal awet dan kualitasnya bagus. Harganya pun lumayan mahal. Worthed lah dengan harganya. Nah, waktu kami tanya-tanya harganya lumayan murah. Kondisi memang tidak mulus banget. Ada bekas lecetnya dan agak sedikit kusam. Aku coba cek-cek mesin jam-nya, dan memang ini jam Seiko original, bukan KW.

Aku tanya berapa harganya. Harga tergantung umur jam dan kondisi jam-nya. Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp. 150rb s/d 200rb. Seperti biasa, aku tawar mulai dari setengahnya. Sambil cek-cek dan lihat-lihat, kami terus menawar jam-nya. Alot…. biasa lah … emak-emak…. :). Akhirnya deal kami beli dua jam dinding dengan harga sekitar Rp. 150-an rb. Lumayan.
Jam Tangan Second Ada di Mana-mana
Kalau jalan-jalan ke pasar loak Jembatan Item Jatinegara, rasanya di mana-mana hampir selalu ada yang jual jam tangan. Dari jam tangan analog, jam tangan digital, sampai smartwatch juga banyak. Lihat saja foto-fotoku ini.




Ada juga yang jual jam tangan second di ruko-ruko kecil, tapi saya lupa belum mengambil foto-fotonya.
Harga jam yang ditawarkan pun mulai dari puluhan ribu sampai jutaan ada. Padahal dijajakannya hanya lesehan saja. Kondisinya ada yang masih mulus seperti baru sampai yang sudah tinggal bangkai jam saja.
Tips Berburu Jam di Pasar Loak
Sedikit sharing kalau temen-temen mau berburu jam tangan second di pasar loak. Tips ini semoga membantu mendapatkan jam yang diinginkan dengan harga yg miring.
1. Putuskan dulu mau cari jam apa dan yang seperti apa
Ini penting banget. Kamu mesti sudah punya rencana dulu mau beli jam apa. Jangan ke sana tanpa tahu apa yang akan dibeli atau dicari.
Contohnya, aku ingin membeli jam tangan analog yang automatic atau quartz (battery), jam yang simple, elegan, kondisi bagus, harga kirasan beberapa ratus ribu saja. Aku cari beberapa merek yang sudah cukup terkenal: SEIKO, CASIO, ALBA atau CITIZEN. Semua merek Jepang. Aku cari yang original yang usianya kisaran 20-30 tahun. Agak vintage.
Kamu bisa pilih jam lain yang kamu sukai. Intinya jangan ke sana tanpa ada tujuan yang jelas.
2. Searching dan Palajari dulu Jam Incaranmu
Langkah berikutnya adalah lakukan riset kecil-kecilan terlebih dahulu. Cari pakai Google atau pakai AI, model-model jam yang jadi incaranmu. Kalau bisa sedetail mungkin, termasuk bagaimana membedakan jam yang original dan tidak. Apa ciri-ciri penting dari jam original yang kamu incar. Kalau perlu buat catatan kecil.
3. Trifting Santai, Jangan Buru-buru
Karena kamu berburu jam second jadi santai saja. Jangan buru-buru dan emosi. Jangan targetkan sekali datang langsung dapat yang diinginkan. Ada banyak pilihan jam dan lapaknya. Kalau perlu putarin semua lapak, cek-cek dulu, baru pilih dan tandai jam mana pilihanmu.
Jam analog yang akhirnya aku beli, aku tidak langsung beli. Aku lihat-lihat dulu. Aku ijin ambil foto-fotonya; depan, belakang, detailnya, foto nomor serinya, lengkap lah. Belum aku jadiin. Pulang dari sana, hari berikutnya aku searching lagi. Maklum masih pemula. Aku tanya AI apakah jam ini asli original.
Seminggu lagi aku datang. Seperti biasa berburu santai. Sampai ke lapak itu baru aku tawar kenceng. Akhirnya deal juga.
4. Cek Keaslian Jam yang Ditawarkan
Kalau kamu mencari jam original, kamu harus tahu ciri-ciri ke aslian dari merek jam yang kamu incar. Banyak jam KW yang sangat mirip dengan aslinya. Istilahnya KW super atau KW 1. Banyak juga jam hasil kanibal atau sudah diperbaiki dari kerusakannnya.
Selalu tanyakan ke pejualnya apakah barangnya ori. Sepanjang pengalaman saya banyak penjual yang jujur. Tapi ada juga sih yang tidak jujur. Jadi tetap hati-hati. Selalu cek dan re-rek lagi.
Mengecek keaslian jam sudah banyak tutorialnya di Youtube. Beberapa yang aku lalukan adalah: mengecek kualitas fisik jam, cek bagian belakangnya dan nomor serinya, cek detail-detail kecilnya.
Kalau sudah yakin mau beli, minta ijin untuk cek mesin bagian dalamnya. Kalau perlu bawa kaca pembesar atau pakai kamera HP untuk cek mesin dalamnya.
5. Cek Seluruh Fungsi Jam Berjalan dengan Normal
Aku sempat beberapa kali gagal beli karena mesin dalemnya ada masalah, meskipun barangnya ori. Pernah aku sudah tawar menawar jam tangan wanita untuk istriku. Istriku suka juga. Jam Citizen Quartz. Setelah deal, aku minta untuk cek fungsi IC dan mekanik-nya. Para penjual jam punya alat khusus untuk mengecek ini. (Sayang aku lupa foto dan dokumentasikan). Setelah dicek, ternyata mekaniknya ada kendala, jalannya seperti agak tersendat. Akhirnya kami batal beli dan pembelinya pun juga membatalkan penjualan.
Karena ini jam penunjuk waktu, baik itu digital atau pun analog, semua fungsi jam harus dicek bener dan benar-benar bisa berfungsi normal. Untuk jam analog automatic, pastikan bahwa mesinnya normal dan jamnya berjalan normal. Tidak tersendat, atau jamnya lebih lambat. Aktifkan fungsi reset agar jamnya bisa ke jam 12 dengan normal. Tunggu sampai 15 menit dan cek apakah jamnya bisa berjalan dengan normal, tidak lambat atau tidak terlalu cepat.
Kalau jamnya pakai battery atau Quartz. Cek apakah detiknya normal dan apakah tidak lambat atau terlalu cepat. Buka juga bagian mesinnya. Cek apakah ada karat di bagian batterynya. Mekanis harus berjalan dengan normal tanpa tersendat.
Hampir semua pedagang jam second punya alat untuk mengecek fungsi jam quartz. Alat kotak kecil yang gunanya untuk mengecek IC mesin jam dan mekanik jam-nya. Jadi sebelum deal beli, jangan pernah lupa untuk cek mesin-mesinnnya dulu.
6. Tawar Mulai dari Kurang dari Setengah dari Harga yang Ditawarkan
Di pasar loak tidak ada patokan harga yang pasti, jadi mesti pintar-pintar menawar. Kalau saya biasanya lihat-lihat barangnya dulu dan tanya berapa penawaran harga awalnya. Klo kita suka dan ingin beli baru tawar harganya. Sebaiknya kita sudah punya referensi dulu berapa harga barang baru-nya atau kisaran harga secondnya dari internet. Dari penawaran pedagangnya kita bisa mengira-ngira apakah dia menawarkan dengan harga tinggi atau cukup murah. Kalau harga awalnya sudah tidak masuk akal, biasanya langsung saya skip. Susah.
Nah kalau barang cocok dan harga penawaran juga menarik baru kita mulai tawar menawar.
Saya biasanya menawar dengan harga setengah dari yang mereka tawarkan. Tunjukkan keseriusan kita untuk membeli. Cek lebih detail dan sambil menawar. Naik pelan-pelan saja. Bersyukurlah kalau akhirnya harganya deal. Kalau tidak, ya… tinggalin saja. Belum rekekinya.
7. Klo harga tidak cocok, pindah ke lapak lain
Kalau tidak cocok harganya tinggalin saja, pindah ke lapak lainnya. Ada banyak pelapak dan mungkin juga ada yang barangnya mirip-mirip atau sama.
Pengalaman saya, saya pernah cek jam Casio sporty. Di pelapak pertanya yang saya lihat dia ngasih harga Rp. 150rb – Rp. 180rb. Aku cek dan memang barangnya original. Semua part masih berfungi dengan baik. Aku tidak menawar di lapak ini. Lanjut jalan lagi. Ternyata tidak jauh dari situ ada juga barang yang mirip, satu seri. Aku tanya lagi. Di pelapak ini ngasih harga sedikit lebih tinggi Rp. 200rb. Aku cek dan sama kualitasnya; ori. Aku coba tawar menawar, Mentok di harga Rp. 150rb. Aku tinggalin. Aku jalan lagi dan cek-cek yang lain.
Kira-kira satu jam kemudian aku balik lagi ke lapak pertama. Aku tawar lagi. Dia tetap kekeh di harga Rp. 125rb. Tidak mau turun. Aku coba tawar dengan keras. Aku keluarkan uang Rp. 100rb dan aku kasihkan. Dia minta naik lagi. Akhirnya deal di harga Rp. 110rb. Alhamdulillah.
- Minta garansi klo ada masalah


























