Beli Buku Luar Negeri On-Line: AbeBooks.com

Biasanya saya beli buku luar negeri di situs raksasa Amazon.com. Sudah sering saya beli buku di Amazon.com ini. Tapi, kadangkala buku itu tidak ada di Amazon.com dan ada di situs lainnya lagi, yaitu AbeBooks.com. Saya coba beli buku itu di AbeBooks.com.

Saya sedang mencari buku tentang penyakit-penyakit durian dan kelainan-kelainan pada durian. Belum saya temukan di buku-buku terbitan bahasa Indonesia. Cari-cari di internet, ketemu buku yang ditulis oleh orang Malaysia. Judulnay: Durian: Diseases and Disorders. Buku bagus. Saya cek di penerbitnya di Malaysia tidak ketemu. Alternatif berikutnya ya di Amazon.com. Ternyata sudah sold out. Untungnya, ada iklan kalau buku ini masih ada di AbeBooks.com. Saya coba cek situs ini bonafid tidak. Karena baru pertama kali saya agak ragu-ragu juga. Ternyata situs yang lumayan juga dan sudah diakusisi oleh Amazon.com. Jadi saya percaya dengan situs ini.

Langkah berikutnya adalah mengecek penjualnya, seller, saya lihat diprofilenya dan riwayat-riwayat penjualannya. Lumayan meyakinkan. Di situs ini tersedia feature untuk kirim pesan ke penjualnya. Saya tulis pesan ke penjualnya apakah bisa kirim ke Indonesia. Hanya selang satu hari, pesan saya dijawab via email langsung dari penjualnya di US. Lalu kita komunikasi beberapa kali tentang biaya kirim, pajak dll. Akhirnya, saya jadi beli buku itu.

Buku sudah dalam perjalanan. Semoga lekas sampai di rumah.

 

Durian: Diseases and Disorders

Pilih-pilih Tabungan Emas: Bukalapak dan Pegadaian (Lanjutan)

Sejak saya menulis postingan sebelumnya tentang memilih tabungan emas (Baca di sini: Pilih Tabungan Emas: Bukalapak, Tokopedia, Pegadaian), saya jadi lebih sering melihat pergerakan harga emas di tiga penyedia layanan tersebut. Ada yang menarik. Harganya ada yang nggak konsisten.

Grafik Harga Emas di Bukalapak

Awalnya saya banyak ‘nabung’ emas di Bukalapak dengan nilai nominal yang kecil, hanya beberapa ribu rupiah saja per hari, karena sambil ikut promo Serbu. Sehari paling cuma Rp. 5000, kadang2 Rp. 10.000, paling banter Rp. 60.000. Hari ini saya lihat grafik harga emas jual di Bukalapak berbeda. Lihat screenshoot yang saya ambil beberapa waktu yang lalu dan hari ini. Harga emas beli di Bukalapak Tgl 23/11/2019 adalah Rp. 702.301/gr.  Anehnya ketika saya cek grafik harga beli tanggal 29/11/2019 grafiknya ada kenaikan harga emas. Di grafik tersebut di hari yang sama tgl 23/11/2019 harga emasnya tertulis Rp. 704.052/gr. Kok nggak konsisten…???? Mestinya kan harga di hari yang sama tidak berubah angka-nya.

Informasi grafik di Bukalapak ini sebenarnya sangat membantu konsumen untuk memutuskan apakah mau membeli emas atau tidak. Melihat apakah hargnya sedang bergerak turun atau bergerak naik. Tapi melihat informasi ini, terus terang, saya jadi meragukan informasi yang diberikan oleh Bukalapak. Semoga dikemudian hari informasinya bisa jadi lebih valid dan bisa dipercaya.

Schreeshoot tgl 23/11/2019

Bandingkan dengan screenshoot tgl 29/11/2019

 

Grafik Harga Emas di Pegadaian

Bagi saya pribadi grafik harga emas di Pegadaian memang kurang informatif dibandingkan dengan grafik di Bukalapak. Di Pegadaian kita tidak bisa melihat pergerakan harga emas sejak setahun terakhir. Grafiknya tidak dinamis. Tapi informasi harga emas di Pegadaian konsisten. Lihat screenshoot yang saya ambil di bawah ini, waktu pengambilan di hari yang sama seperti yang di Bukalapak. Harga yang tertera di situ tanggal 23/11/2019 adalah Rp. 7.010/0.01 gr. Hari ini tgl 29/11/2019 adalah Rp. 6.990/0.01 gr. Harga tgl 23/11 tidak terlihat di grafik tgl 29/11, tapi nilai di grafiknya sama. Artinya konsisten. 

 

 

Kesimpulan saya

Informasi harga emas di Bukalapak memang informatif, tapi bagi saya menyesatkan. Karena kalau kita lihat di grafik harganya tetap, tetapi realitasnya harganya sebenarnya ada kenaikan. Konsumen yang tidak jeli dengan informasi grafik ini mungkin akan memutuskan untuk beli karena harga tetap atau cenderung turun. Padahal ada kenaikan sekitar Rp. 2000/gr.

Informasi grafik harga di Pegadaian memang agak sedikit ‘kaku’. Tapi kalau kita jeli, justru harganya malah turun. Tadinya saya pikir hari ini akan ada kenaikan harga dari harga kemarin yang Rp. 7.000/0.01 gr,  hari ini malah turun menjadi Rp. 6.990/0.01 gr. Sedikit sih penurunannya. Tapi lumayan juga dalam jangka panjang. Selisihnya dengan Bukalapak lumayan lho Rp. 4.038/gr emas. 

 

Menggunakan Microsoft Word di HP Smartphone

Microsoft Word mungkin aplikasi pengolah dokumen paling populer saat ini di komputer PC atau laptop. Kini aplikasi MSnWord juga tersedia di perangkat mobile, smartphone berbasis Android atau iOS. Dengan aplikasi ini membuat dokumen, surat menyurat, laporan, naskah, artikel menjadi lebih mudah dan cepat. Untungnya lagi aplikasi MS Word di smartphone ini gratis.

Kalau Anda belum memiliki applikasi ini, unduh dan install dulu dari Apple Play Store atau Google Play. Proses intalasinya juga mudah dan nggak ribet.

Tampilan MS Word di Smartphone sedikit berbeda dengan tampilan di layar komputer. Tampilan menyesuaikan dengan ukuran layarnya. Nggak masalah, cuma perlu membiasakan diri saja. Ada dua tampilan di MS Word versi mobile ini; yaitu: mobile view dan print view atau document view.

Aplikasi ini sangat bermanfaat untuk profesional yang pekerjaannya lebih banyak menulis, seperti: jurnalis, penulis/author, dan pengajar/dosen. Kita tidak perlu membawa-bawa laptop yang berukuran besar untuk menulis dan menuangkan ide-ide, cukup dengan HP smartphone yang bisa digenggam.

MS Word versi mobile ini biasanya saya pakai untuk menuliskan ide-ide awal tulisan. Saya lebih suka pakai tampilan mobile view, karena lebih simple dan lebih jelas. Yang paling penting menulis dulu, format huruf, tulisan dan kertas (page) urusan nanti.

Setelah isi tulisan selesai, baru kita melakukan koreksi terhadap tulisan itu. Biasanya ada saja salah ketik atau salah ejaan. Editing semacam ini cukup mudah dilakukan dengan MS Word mobile. Setelah editing tulisan selesai, baru beralih pada format text, paragraf dan page/halaman. Kita bisa mengatur jarak baris, jenis font, ukuran font, spasi, batas pinggir, nomor halaman, header, footer, dll.
Bahkan di MS Word versi mobile kita juga bisa menambahkan table dan gambar/foto. Canggih lah.

Silahkan mencoba. Semoga bermanfaat.

Kisah-kisah di ArasoE: Berburu Anggrek Sulawesi

Sudah jadi rahasia umum kalau saya suka dengan tanaman anggrek, apalagi anggrek spesies asli pribumi Indonesia. Zukkaaa zekali…..!!!! Mumpung pas di Sulawesi Selatan, saya ingin mendapatkan anggrek pribumi asli Sulawesi Selatan ini. Asyikkk….nggakk….

Anggrek Bulan Sulawesi Selatan

Anggrek bulan spesies Sulawesi

Setelah lebaran tahun ini, surat tugas saya di PG Camming, Kab. Bone, Sulawesi Selatan. Lumayan jauh juga dari kota Makassar. Di PG Camming ini sementara saya tinggal di Mess. Satu kamar sendirian. Tetangga kamar saya waktu itu ada pak CA yang baru; Pak Yusron dan Pak Prasetyo. Selang satu kamar saja. Di ujung sana ada juga Pak Wasis. Saat itu saya belum punya ‘alat trasportasi’ sendiri, jadi kalau mau ke mana-mana masih ‘ndompleng’ ke Pak CA; kalau nggak Pak Yusron ya pak Prasetyo. Tapi paling sering saya pergi dengan keliling kebun dengan Pak Yusron. Kadang-kadang kalau Pak Yusron tidak sedang pergi, saya diperbolehkan pakai mobil dan sopirnya, Pak Supardi. Jadi ingat anggrek Paphio supardii….

Nah… kalau ke kebun mata saya selalu ‘menyapu’ pohon-pohon dan halaman rumah warga di sini. Kalau-kalau ada ‘sesuatu’ yang menarik, terutama ya…anggrek. Suatu ketika saya lihat merah-merah ramai di depan rumah warga…. anggrek dendro tuh…pikir saya. Bunganya besar dan tanamannya lebat… Cantik pokoknya. Saya ingat-ingat lokasi rumahnya. Kalau lewat saya akan minta ke empunya rumah. Saya lihat juga ada anggrek bulan yang warnanya putih menyolok. Lalu ada anggrek Doritis pulcherrima yang bunganya merah. Kalau pas lewat pohon-pohon besar, saya minta Pak Supardii berjalan agak lambat, biar saya bisa melihat ke lebih detail bagian atas pohonnya. Maklum, anggrek biasanya di atas-atas.

Pulang dari kebun Mapesangka, saya berhenti di depan rumah warga di pinggir jalan poros. Saya ingat di rumah ini ada bunga anggrek merah-merah dan putih. Saya nggak bisa bahasa bugis Bone, jadi saya minta Pak Supardi untuk ngomong ke yang punya rumah. Setelah saya dekati, anggrek yang warna merah adalah anggrek dendrobium, mungkin Dendrobium bantimurung. Cuma yang ini tanamannya agak langsing. Lalu anggrek merah yang kedua, sedikit pink adalah Doritis pulcerimma. Anggrek klasik yang menawan.

Pak Supardi ngomong ke orang yang ada di rumah itu. Nggak bisa mengartikan saya. Lalu pak Supardi bilang ke saya:

“Nggak bisa diminta, Pak. Ibunya nggak ada di rumah.”

“Yang ada cuma anaknya, dia nggak berani untuk ngasih bunganya.”

“Ya…sudah..”

“Kapan-kapan lagi saja mampir ke sini lagi.”

Melanjutkan perjalanan ke PGC, jaraknya cukup jauh 20 km. Sepajang perjalanan mata saya tidak pernah lepas dari pohon-pohon dan rumah-rumah di sepanjang jalan. Saya lihat ada anggrek Phalaenopsi. Kapan-kapan saya akan mampir.

Di kebun Mapesangka sambil duduk melihat ibu-ibu yang sedang kethok bibit saya cerita kalau saya suka anggrek. Di sekitar kebun ada pohon-pohon besar. Mereka cerita biasanya ada anggrek warna putih di pohon-pohon. Anggrek bulan pikir saya. Anggrek bulan spesies sulawesi sedikit berbeda dengan anggrek bulan spesies jawa. Bedanya sedikit sekali sih..hanya di ‘sungut’ bunganya saja. Kalau anggrek bulan spesies jawa, sunggutnya warna kuning, kalau spesies sulawesi putih.

Saya coba jalan-jalan ke pinggir-pingggir kebun, kalau-kalau nemu anggrek bulan spesies sulawesi. Nihil.

“Di rumah banyak, ” kata ibu-ibu buruh tanam.

“Di pohon mangga”, lanjutnya lagi.

“Beneran, Bu? Bawain kalau ada deh…” pinta saya.

“Iyek… besok dibawain,” sahutnya lagi.

Continue reading

Pilih-pilih Tabungan Emas: Bukalapak, Tokopedia, Pegadaian..??

Postingan sebelumnya saya sudah ceritakan tentang menabung emas, atau lebih tepatnya investasi emas (Baca di sini: Tabungan Emas). Cara paling sederhana adalah menyimpan perhiasan emas atau koin emas LM/UBS. Sekarang sudah lebih maju lagi. Investasi emas atau tabungan emas banyak pilihannya dan sangat mudah. Saya coba ceritakan pengalaman saya pilih-pilih tabungan emas yang sudah saya coba sendiri: Bulapak, Tokopedia dan Pegadaian.

Bukalapak

Saya salah satu pengguna setia Bukalapak. Bahkan sejak awal-awalnya dulu, waktu masih sering main sepeda. Rekomendasi temen-temen biker, kalau nyari onderdil sepeda yang murah, lengkap dan terpercaya ya di Bukalapak. Cukup nyaman dan betah saya pakai Bukalapak. 

Sampai akhirnya saya lihat ada fitur baru di Bukalapak, yaitu BukaEmas. Ada iklannya bersliweran di applikasi. Saya coba-coba baca penjelasanya, aturan mainnya dan lain-lain. Saya semakin tertarik ketika ada promo Serbu yang uangnya masuk ke rekening BukaEmas. Coba-cobalah saya. 

Di aplikasi Bukalapak ada menu BukaEmas. Di menu ini ada tombol untuk Beli, Jual dan Ambil Emas (logo mobil bak). Di bawahnya ada infografik harga Beli dan harga jual emas yang berlaku saat ini. Harga ini berubah setiap hari mengikuti perkembangan harga emas dunia. Contohnya saat saya tulis artikel ini, harga kalau kita beli emas di Bukalapak adalah Rp. 702.301/gr, harga kalau kita jual tabungan emas kita di Bukalapak adalah Rp. 665.470/gr. 

Di aplikasi Bukalapak juga ada perkembangan harga emas (jual dan beli) dalam 7 hari, 1 bulan, 3 bulan dan satu tahun. Jadi kita bisa tahu apakah harga sedang bergerak turun atau bergerak naik. 

Kita bisa membeli dengan nominal sangat rendah Rp.10.000 saja. Ada dua pilihan, kita beli berdasarkan nilai nominal rupiah atau gr emasnya. Pembayarannya pun bisa macam-macam: Dana, transfer ATM, dan transfer virtual account bank. Mudah sekali.

Tampilan saldo BukaEmas kita ditunjukkan dalam bentuk nilai rupiah. Tapi di bawahnya ada pilihan juga dalam bentuk gr. Lalu ada perhitungan yang menunjukkan keuntungan kita, apakah positif (untung) atau negatif (rugi) dan persentasenya. Menarik. 

Fitur lainnya dari BukaEmas ini adalah membeli otomatis ketika kita belanja di Bukalapak. Kita bisa atur nominalnya; Rp. 10rb, Rp 20rb atau lebih tinggi lagi. Nominal ini akan ditambahkan setiap kita membeli dari Bukalapak. Jadi mudahnya, nabung sambil belanja. Nilainya cukup kecil, jadi tidak terasa. Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit juga.

Fitur lainnya adalah Cicilan Emas. Mirip dengan yang ditawarkan di Bank-bank syariah dan konvensional. Cuma yang ini harganya lebih miring sedikit. Kita bisa berapa banyak dan berapa lama cicilannya. Terus terang saya belum pernah coba fitur ini. 

Perlu kita sadari sebelum mulai menabung emas adalah ada perbedaan harga beli dan harga jual. Ini berlaku untuk semua produk emas dan mau dijual di mana saja. Selisih antara harga jual dan harga beli ini lah keuntungannya penyedia jasa, Bukalapak. Jadi untuk harga saat ini, selisih harga jual dan beli di Bukalapak adalah Rp. 702.301 – Rp. 665.470 = Rp. 36.831/gr. Kalau dihitung persentase dari harga beli adalah 5,24%. Gede juga. Ini artinya Anda impas ketika menjual dengan harga 5,24% lebih tinggi daripada ketika Anda membelinya. 

Andaikan suatu ketika Anda membutuhkan uang dan ingin ‘mencairkan’ tabungan emas Anda di Bukalapak, sangat mudah sekali. Tinggal klik tombol Jual. Isi berapa banyak emas yang akan dijual mengikuti harga saat itu. Uangnya akan masuk ke rekening DANA dan bisa dipindahkan ke rekening bank kita pribadi.

Tabungan emas juga bisa ditarik dalam bentuk kepingan emas LM atau koin emas LM. Monimalnya mulai dari 1 gr, 2,3,4,5,10 dan 25 gr. Tapi, ketika kita mengambil kepingan emas LM ada tambahan biaya: biaya sertifikat dan biaya kirim. Lumayan juga biayanya, misal untuk kepingan 1 gr, biaya sertifikatnya Rp. 100rb dan ongkirnya untuk saya Rp. 84rb. Dijumlahkan Rp. 184rb. Memang harga emas LM lebih tinggi dari harga emas di Bukalapak, tapi kalau dijumlahkan masih rugi juga menurut saya. Lebih murah jika tetap di simpan di Bukalapak.

Continue reading

Menabung Investasi Emas

Tahungan dalam bentuk uang mah biasa. Ada yang lebih baik daripada menyimpan harta dalam bentuk uang; yaitu menabung dalam bentuk emas.

Pengalaman Pak Katiman; Uang Turni untuk Beli Perhiasan Emas

Saya diajari oleh senior kerja saya dulu. Namanya Alm Pak Katiman. Ketika masuk kerja, beliau sudah sepuh dan mau pensiun. Namanya aslinya Katiman, tapi sejak kecil diasuh dan tinggal di tanah Sunda. Namanya diganti menjadi Maman Katiman. Meski besar di Sunda, Pak Katiman tetap orang jawa tulen.

Orang jawa itu ramah, ulet, ‘gemi’, hemat dan suka nemabung. Rumah Pak Katiman besar, tanahnya luas banget. Lebih dari 1000 m. Punya beberapa bidang tanah. Suatu hari ketika kita sama2 ‘turni’ ke Madura, saya tanya ke Beliau; apa rahasia Pak Katiman sampai bisa punya rumah besar dan tanah yang luas? Padahal kerjanya hanya teknisi saja.

Lalu beliau menceritakan rahasianya. Waktu kerja dulu beliau sering ‘turni’ atau tugas luar. Uang saku perjalanannya banyak, bahkan lebih besar dari gajinya. Apalagi Pak Katiman irit. Kalau pulang dari Turni selalu bawa uang banyak. Nah, setiap kali pulang Turni beliau selalu membeli perhiasan emas. Uangnya tidak disimpan di bawah kasur atau tabungan bank. Beliau tahu kalau harga emas cenderung naik. Lama kelamaan perhiasan emasnya banyak.

Beliau belum punya rumah. Beliau ingin punya rumah. Karena orang kampung, cara berfikirnya sederhana. Dia beli tanah dulu baru membangunnya. Singkat cerita dia dapat lokasi tanah di daerah Kota Batu Ciapus. Uang untuk membelinya dari menjual perhiasan emas-emasnya. Ketika dia menjual emasnya itu harganya sudah jauh lebih tinggi daripada harga ketika membelinya dulu. Beruntung sekali Pak Katiman. Dia bangun sendiri rumahnya. Kalau pulang kerja dari kantor, dia ‘nukang batu’. Dicat sendiri dan dirapikan sendiri. Pelan tapi pasti rumahnya jadi. Lambat laun, tanah2 disekitarnya pun dia beli. Rumahnya jadi luas sekali.

Menabung dalam bentuk emas bukan hanya sekedar menyimpan harta saja, tetapi salah satu bentuk investasi. Karena nilai (harga emasnya) akan berkembang. Menurut saya ini ‘halal’, beda dengan menambung dalam bentuk deposito. Tambahan uangnya dari ‘bunga bank’. Meski persentasenya tidak sebesar bunga deposito, saya pribadi lebih memilih emas. Belum pernah sama sekali saya depositokan uang saya.


Baca juga memilih Tabungan Emas: Bukalapak, Tokopedia, atau Pegadaian.

Kelebihan dan Kekurangan Menyimpan Emas Perhiasan

Menyimpan yang dalam bentuk emas memang lebih menguntungkan daripada menyimpan dalam bentuk uang saja. Karena nilai emas cenderung naik, meski kenaikan ini tidak tinggi dan kadang2 turun.

Perhiasan emas relatif mudah didapat. Selain itu bisa dipakai untuk perhiasan. Tapi menyimpan emas untuk perhiasan ada kekurangannya. Pertama; kurang aman. Perhiasan emas bisa dicuri atau dijambret.

Kedua; banyak potongan. Kalau kita jual lagi emas itu ke toko. Biasanya ke toko waktu membeli dulu. Kalau ketoko lain dihargai lebih murah, apalagi tidak ada surat-suratnya. Potongan pertama adalah potongan berat emas. Ini kadang2 curangnya toko. Timbangan emas selalu berkurang, meski nggak dipakai dan disimpan di laci saja. Lalu, potongan ongkos buat. Harganya bervariasi. Jadi potongan harganya bisa sampai 5-10% dari harga emas saat itu.

Investasi perhiasan emas adalah investasi jangka panjang. Kalau jangka pendek biasanya rugi. Pas beli harga mahal, pas jual harga rendah. Ada selisih antara harga beli dan jual sekitar 2 persen. Apalagi kalau pas turunnya agak banyak, semakin besar penurunannya.

Koin Emas dan Emas Batangan

Alternatif simpanan emas adalah koin emas atau emas batangan. PT Antam mengeluarkan produk yang orang kenal dengan sebutan ‘Emas LM’. Bentuknya kepingan kecil berbentuk kotak dan ada logonya LM. Pecahannya mulai dari 1 gr, 5 gr, 10 gr dan seterusnya. Emas LM ada nomor serinya dan ada sertifikatnya.

Harga emas LM lebih tinggi daripada emas perhiasan. Beda antara harga beli dan harga jualnya sekitar 2% saja. Kalau kita jual tidak ada potongan lain lagi.

Selain emas LM ada lagi emas UBS. Harganya lebih murah.

Emas LM dan Emas UBS bisa dibeli di toko2 emas perhiasan. Bisa juga dibeli di Pegadaian, kantor pos, bank atau langsung ke gerai Antam. Bahkan sekarang sudah bisa beli on-line. Kalau kita cari di apliaksi Marketplace (Bukalapak, Tokopedia, dll) ada yang jual emas LM.

Kalau perlu uang, emas LM ini bisa dijual atau digadaikan. Jualnya ya di toko emas waktu kita beli. Tapi nggak bisa dijual ke Pegadaian atau Bank. Mereka hanya terima gadai.

Catatan-Catatan Umroh – Bagian 11

Umroh: Tawaf, Sa’i dan Tahalul

Dari rukun Yamani kami berjalan ke arah rukun Hajar Aswad. Rukun ini adalah pojok2 Ka’bah. Tawaf dimulai dari rukun Hajar Aswad. Ustad Rofi’i memimpin kami melakukan tawaf ini. Sunnahnya, tawaf diawali dengan mencium hajar aswad. Susasana yang sangat ramai tidak memungkinkan semua orang menciumnya. Sejajar dengan hajar aswad ini ada lampu hijau. Lampu ini yang menjadi tanda dimulainya Tawaf. Ustad Rofi’i mengangkat tangannya tinggi2 dan mengarahkannya ke hajar aswad sambil mengucapkan: “Bismillahi Allahuakbar,” lalu mengecup tangan. Kami semua mengikuti apa yang dilakukan oleh Ustad Rofi’i. Putaran pertama sampai ketiga disunnahkan untuk berlari2 kecil, namun kali ini sama sekali tidak memungkinkan bagi kami untuk berlari2 kecil. Kami hanya bisa berjalan berdesak2an dengan jama’ah yang lain.

Ustad Rofi’i membimbing kami membaca kalimat tahmid, tahlil dan takbir. Kami baca berulang2. Kami berjalan di lingkaran luar. Kami melewati maqam Ibrahim. Berjalan terus sampai melewati hijr Ismail. Setelah dekat dengan rukun Yamani, ustad Rofi’i memberi aba2 lagi, beliau mengangkat tanggannya dan membaca sama seperti di awal tawaf. Namun, kali ini ucapan dzikirnya berubah:

“Robbana atina fiddunya khasanah, wafil akhkhiroti khasanah, waqina adzabannar”

Kami pun semua mengikuti apa yang diucapkan Ustad Rofi’i.

Putaran kedua kami masih bergabung dengan jamaah. Di putaran ketiga tidak terasa kami terpisah dari jama’ah. Kami mengikuti arus dan lebih mendekat ke arah Ka’bah. Di putaran keempat kami sangat dekat dengan Ka’bah. Di rukun Yamani, kami menyentuh dan mengusap dinding Ka’bah yang sedikit terbuka. Tapi kami tidak bisa mendekat ke hajar aswad. Kerumuman orang benar2 penuh dan berdesak2kan. Di dalam hijr ismail pun penuh sesak, di pintu masukknya di jaga askar. Sangat sulit bagi jama’ah untuk masuk atau pun keluar.

Putaran berikutnya giliran Pak Gunawan yang ke rukun Yamani. Beliau menciumi dinding Ka’bah sepuas2nya. Dinding dan kain kiswah penutup Ka’bah wangi sekali. Wanginya menempel di tangan-tangan kami.

Dengan bantuan karet gelang kami menghitung putaran tawaf kami. Setiap selesai satu putaran karet gelang dipindahkan dari tangan kiri ke tangan kanan. Begitu seterusnya. Jika semua karet sudah berpindah, berarti sudah tujuh putaran.

Putaran terakhir kami mengarah ke lingkaran paling luar. Kami mencari tempat untuk bisa sholat dua rakaat. Tapi banyak askar yang di pingiran area tawaf. Tidak boleh ada jamaah yang berhenti apalagi sholat di area tawaf. Kalau ada yang sholat pasti akan didorong dan diusir oleh Askar.

“Haji… haji… tariq…!!!!!!” Begitu teriak askar2 itu.

Kami pun berjalan ke arah luar. Ada petunjuk yang mengarahkan ke tempat sa’i ke bukit Saffa. Kami sholat dua rakaat di jalan itu. Di pinggir2nya ada drum2 tempat air zam-zam. Kami ambil gelas dan minum air zam-zam. Sebagian airnya kami siramkam ke atas kepala kami.

Kami sudah terpisah dengan jamaah. Kami hanya berempat; saya, Umminya Royan, Pak Gunawan dan Pak Totok. Setelah istirahat sebentar, kami melanjutkan ke tempat sa’i. Kami mengikuti arus orang2 yang berpakaian ihram. Kami yakin mereka pasti akan melakukan sa’i.

Jalan menuju tempat sai cukup lebar. Mungkin lebih dari 50 meter dan semua penuh orang berjalan satu arah. Jalanan sedikit menanjak. Diujung jalan itu ada tempat datar lalu ada tangga turun. Di kejauhan ada papan besar tertulis Saffa start here. Berarti itu adalah lokasi bukut safa tempat dimulainya ibadah Sai.

Kami berjalan mendaki ke Bukit Safa. Bukit Saffa saat ini sangat berbeda dengan jaman Siti Hajar dulu. Tempat sa’fi ini sudah masuk ke dalama komplek Masjidil Haram. Lantainya dari marmer halus dan dingin. Tempat Sa’i ini ada tiga lantai; lantai dasar, lantai satu dan lantai dua. Bukit Saffa masih tersisa bagian atasnya. Namun bagian puncak bukit saffa ini sekarang dikelilingi oleh tembok kaca. Jama’ah tidak bisa lagi naik ke puncak bukitnya lagi. Bagian ini berlubang sampai ke lantai yang paling tinggi. Jadi jamaah yang berada di lantai 1 dan 2 masih bisa melihat ke bawah ke puncak bukit Saffa.

Seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, ketika naik kami membaca awal surat …. … Lalu membaca takbir tiga kali. Di sisi puncak bukit itu kami menghadap ke arah Ka’bah dan membaca do’a:

……….

Dari puncak bukit safa kami menuju ke bukit Marwa. Jalur sa’i ini cukup lebar, mungkin lebih dari 50 meter lebarnya. Di bagian tengahnya ada jalur yang dikhususkan untuk orang-orang tua dan orang yang menggunakan kursi roda. Di putaran pertama sampai ke tiga kami berjalan setengah berlari sambil berdzikir apa saja. Saya menggucapkan kalimat tahmid, tahlil dan takbir, sesekali kami membaca sholawat untuk Nabi.

Di beberapa tempat sepajang jalur Sa’i ada tempat untuk minum air Zam-zam. Jadi, kalau ada jama’ah yang capai dan haus bisa berhenti untuk minum air zam-zam ini. Perjalanan dari satu bukit safa ke bukit Marfa dihitung satu putaran. Perjalanan dari bukit Marwa ke bukit safa juga dihitung satu putaran. Semuanya ada tujuh putaran. Dimulai dari bukit safa dan akan berakhir di putaran ke tujuh di bukit Marwa.

Sepanjang perjalanan sa’i ini kami membayangkan bagaimana dulu Siti Hajar yang baru saja melahirkan Ismail berlari-lari mencari air di antara dua bukit ini. Bukitnya batu-batu terjal. Cuaca panas dan terik. Dalam kondisi yang lemah itu terus mencari air di tengah gurun pasir yang gersang. Subhanallah.

Ngeblog di HP Smartphone dengan WordPress Mobile

Wordpress Mobile di HP Smartphone

Unduh aplikasi WordPress Mobile di Apple Store atau Google PlayStore

Aplikasi komputer sudah berpindah dari komputer dekstop ke perangkat mobile. Pekerjaan yang dulu hanya bisa dilakukan dengan komputer atau laptop, kini hampir semuanya bisa dilakukan hanya dengan HP Smartphone. Termasuk salah satunya aktivitas menulis blog atau Ngeblog di WordPress. Menulis dan mengupdate isi/kontent blog menjadi sangat mudah dengan adanya aplikasi WordPress Mobile. Aplikasi tidak hanya untuk para bloger kawakan, tetapi juga sangat mudah untuk para bloger pemula.

Aplikasi WordPress Mobile tersedia dan bisa digunakan hampir semua perangkat mobile. Mudahnya apapun perangkat mobile yang Anda gunakan bisa digunakan untuk ngeblog di WordPress dengan WordPress Mobile ini. Perangkat mobile berbasis Android, seperti: Samsung Tablet, Samsung Note, Oppo, atau pun perangkat mobile berbasis Apple, seperti: iPad dan iPhone juga bisa menjalankan WordPress Mobile. Download (unduh) aplikasi WordPress Mobile ini di Google Play Store untuk perangkat Android atau di Apple Store untuk perangkat Apple.

Setelah mendownload aplikasi WordPress Mobile ini langkah-langkah berikutnya sangatlah mudah. Jika Anda sudah memiliki akun di WordPress.com, tinggal login saja dan blog WordPress yang anda miliki akan muncul di aplikasi ini. Atau, Anda juga bisa membuat akun WordPress baru langsung dari aplikasi WordPress Mobile ini.

Saya kebetulan menggunakan iPhone. Tampilan WordPress Mobile di iPhone seperti gambar di bawah ini:

Wordpress Mobile di HP Smartphone

Tampilan WordPress Mobile untuk ngeblog dengan HP Smartphone

Continue reading

Kisah-kisah di ArasoE: Tidur di Pondok Kayu

Terlelap sebentar di pondok kayu di tengah kebun. Alasnya papan kayu dan bantalnya buah kelapa tua. Nyenyak.

Seperti biasanya, pagi habis sarapan menuju ke kebun. Kali ini saya ke kebun upland wilayah barat; Kebun Walenreng 1. Jaraknya cukup jauh dari mess PG. Saya berangkat berdua dengan Ai. Saya naik Honda Win dan Ai naik Beat.

Jalan poros makadam kita lalui. Pertama kita singgah di Kebun Lompu. Lalu ke Kebun Talaga. Singgah sebentar beli minum di pondok rayon Barat; warungnya mandor Agus. Lanjut lagi, menyusuri tiang listrik, membelah kampung, lalu ke kebun Walenreng. Di sini sedang ada penanaman PC atau tebu baru.

Kami parkir motor di pinggir kebun dekat dengan kebun kakao milik warga. Kita cari-cari mandor kebunnya; Pak Iskandar. Nggak terlihat, padahal motor winnya parkir bersebelahan dengan motor saya.

Kita coba cari-cari di sekitar kebun tidak terlihat. Hanya ada beberapa buruh tanam yang sedang kletek bibit dan potong2 bibit.

Di kebun warga ada pondok kayu. Pondok kebun sederhana. Ukuranya 3 m x 6 m. Pondok ini berbentuk panggung tingginya hampir setinggi kepalaku. Di depannya ada tangga kecil kenuju ke teras pondok. Di teras ini terlihat ada orang tiduran di atas dipan kayu, Itu dia Pak Iskandar.

Kami segera menuju pondok dan naik di terasnya. “Assalamu’alaikum”, ucap kami hampir serempak sambil melambaikan tanggan. Pak Iskandar menyambut salam kami dengan wajah ceria. Di pelipisnya ada luka bekas jahitan. Seminggu yang lalu, jam 10 malam, Pak Iskandar kecelakaan menabrak kuda yang lari di tengah jalan. Tanggannya masih terkilir dan kepalanya masih kadang2 pusing.

Kami ngobrol di teras pondok. Di tempat itu ada banyak sekali buah kelapa tua. Ada satu dipan kayu panjang di sisi dalam. Anggin bertiup pelan membuat kesegaran di tengah terik matahari musim kemarau ini.

Lama2 mata jadi berat. Pingin tidur rasanya. Semakin lama pelupuk mata semakin berat dan sulit dibuka.

“Pinggin merbahkan badan, Pak Iskandar. Mata berat sekali. “

Saya ambil beberapa ikat buah kelapa muda dan saya letakkan di ujung dipan kayu. Saya rebahkan badan dan kepala di atas buah kelapa. Dipan kayu ini sempit, lebarnya sekitar 25 cm. Geser sedikit saja bisa jatuh.

Kesadaran saya pelan2 hilang. Saya miring sedikit ke arah dinding papan kayu. Melayang ke dunia mimpi.

***

Kenikmatan tidur bukan di atas spring bad yang empuk. Atau sejuknya AC. Mata yang terpejam dan pikiran lelap. Sebentar melupakan keruwetan.

Badan hampir iatuh. Lalu saya terbangun. Saya usap bibir dan dagu yang basah. Duduk sebentar sampai kesadaran saya pulih.

Matahari sudah condong ke barat. Perut mulai keroncongan. Saatnya makan siang. Kami pun turun dari pondok balik ke komplek PG.

Tandatangan Dokumen dengan SmartPhone

Menandatangani dokumen-dokumen sekarang bisa dilakukan dengan mudah menggunakan HP Smartphone. Aplikasi ini sangat memudahkan kita, terutama ketika sedang berpergian atau berada di lokasi yang jauh dengan dokumen yang harus kita tandatangani. Cara ini juga sangat bermanfaat jika akan mengirimkan dokumen tersebut via on-line, baik melalui email atau media sosial lainnya.

Kalau kita searching di Google Play atau Apple Store ada banyak sekali aplikasi yang bisa digunakan untuk menandatangani dokumen. Saya pernah mencoba beberapa aplikasi. Tetapi, pengalaman saya sendiri aplikasi yang sangat mudah digunakan adalah aplikasi yang dibuat oleh Adobe.inc.

Seperti yang kita tahu, Adobe.inc adalah pengembang format dokumen yang terkenal pdf (portable document format). Hampir semua dokumen digital saat ini banyak yang menggunakan format pdf. Adobe.inc mengeluarkan aplikasi atau softwere Adobe Acrobat untuk membuat dokumen pdf dan Adobe Acrobat Reader untuk membaca dokumen pdf. Dokume pdf juga bisa dibuat langsung dengan softwere office/pengolah dokumen lainnya, seperti MS Word, Google Doc, Oo Writer, Apple Pages dan lain-lain.

Aplikasi untuk menandatangani dokumen PDF dan mengisi formulir pdf namanya Adobe fill & Sign.  Aplikasi ini tersedia di Google Play dan Apple Store. Kelebihannya adalah aplikasi ini gratis, tidak perlu bayar lisensi atau pun berlangganan.

Caranya gampang saja. Pertama, install dulu aplikasi Adobe Fill & Sign. Download dan install dari HP Smartphone Anda.

Penggunaan aplikasi ini pun sangat mudah. Bahkan tidak perlu belajar lama, kita bisa langsung menggunakan aplikasi ini. Setelah aplikasi terinstall di HP Smartphone Anda. Coba untuk membuka aplikasi tersebut.

Coba buka aplikasi tersebut. Kemudian buka dokumen pdf yang akan anda isi atau tandatangani. Kalau anda ingin menandatangani, ketik bagian dokumen untuk tanda tangan. Lalu ketuk ikon pena, akan muncul pilihan untuk memasukkan tandatangan. Coba buat tandatangan di kolom yang sudah disediakan. Coba beberapa kali sampai diperoleh tandatangan yang bagus sesuai dengan tandatangan anda. Adobe Fill & Sign menyediakan dua versi tandangan yang bisa kita pakai. Ada bisa mengatur besar kecilnya tandatangan dan merubah posisi tanda tangan di atas dokumen.

Untuk mengisi formulir, kita tinggal ketuk posisi isiannya. Lalu akan muncul kursor atau text box untuk menambahkan teks. Kita bisa isi teksnya. Mudah sekali.

Setelah selesai, kita bisa kirimkan dokumen ini melalui email, aplikasi percakapan (Whatsapp, Line, Telegram), kirim ke media sosial, cloud dan lainnya.

Saya sangat terbantu dengan adanya aplikasi ini. Apalagi saat ini saya sedang bekerja di kebun  yang jauh dari keramaian.