Bioplastic Production from Oil Palm Empty Fruit Bunch

Alkaline Oxidation of Cellulose from Oil Palm Empty Fruit Bunch Using Hydrogen Peroxide

Cara Mudah Membuat Edible Bioplastik

Indahnya Pemandangan Kebun Teh Sedep, Jawa Barat.

Ibu Tua dan Anak Laki-laki Kecil

Semalam sekitar pukul 11.30 saya pulang melewati jalan Ciomas. Jalan yang biasanya macet ini terasa lenggang. Hanya beberapa motor, angkot dan mobil yang melintas. Saya naiki motor supra saya pelan-pelan.
Sampai di jembatan Ciomas dari kejauhan terlihat ada seorang ibu tua mengandeng seorang anak sesekali melambai ke kendaraan motor yang melintas. Tidak ada yang memperdulikannya. Ketika sudah dekat, ibu tua itu pun melambai ke arah saya dan berkata:
“mau numpang, pak!” serunya.

Awalnya saya juga tidak peduli, sekitar 50-an meter saya menepi dan berhenti. Saya perhatikan ibu-ibu itu tampak lelah dan berjalan gontai. Anak kecil yang berjalan disampingnya pun terlihat kelelahan. Lalu saya balik arah dan menghampiri si ibu.

“Ibu mau ke mana?” tanya saya
“Saya mau pulang ke sana,” Si Ibu menyebut sebuah nama desa, saya lupa detailnya.
“Di mana itu?”
“Ciper masih ke atas lagi”,
“Jauh…..itu, Ibu dari mana?”
“Saya baru dari Parung, jalan kaki sejak magrib tadi,”
“Lho kenapa ….?”
“Iya…kehabisan ongkos. Saya baru pulang dari uwaknya anak ini. Bapaknya sudah tidak ada, setiap bulan saya mengantarnya ke Uwaknya di Parung. Hari ini kehabisan ongkos dan terpaksa jalan kaki,”
“Dari Parung…..?????!!!!”

Si Ibu menggangguk sedih. Saya melirik ke anak laki2 kecil di sampingnya, wajahnya sayu dan sedih. anak itu pakai kaos ipin upin, celana pendek dan sandal jepit.
Parung jauh sekali dari sini 30-40 kiloan.

“Masya Allah…..”

Saya mengambil dompet saya, di dalamnya cuma ada beberapa lembar. Saya kasih ke ibu itu sebagian; sedikit ongkos untuk naik angkot.

“Ibu naik angkot saja. Ini sudah malam sekali.”

Ibu itu menerimanya tanpa berkata apa-apa. Seperti ada yang ingin dia ucapkan, tapi tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya. Matanya berkaca-kaca.

Saya segera beranjak pulang. Ketika itu saya tidak membawa apa-apa. Sampai di rumah saya masih kepikiran dengan anak kecil itu. Lalu saya mencari secarik kertas, saya tulisakan nama temen yang bekerja di lembaga zakat. Saya tuliskan nomornya di situ. Saya berharap anak kecil itu bisa mendapatkan hak-nya dari zakatnya orang-orang kaya.

Saya pacu lagi motor saya ke tempat saya bertemu dengan ibu dan anak itu tadi. Sayang sekali, jalanan sepi. Saya coba susuri jalan ciomas sejauh setengah kilo meter. Namun nihil. Mungkin Si Ibu itu sudah naik angkot ke Ciper.
Saya yakin ibu dan anak itu bukan pengemis. Saya hampir hafal pengemis dan pemulung yang beroperasi di sekitar perumahan saya. Baru pertama kali saya ketemu dengan ibu dan anak ini. Mereka orang miskin tidak meminta-minta dan perlu uluran tangan para muzaki. Saya hanya bisa berdoa; semoga Allah memberi kecukupan rizqi dan barokah pada ibu dan anak kecil itu. Amin Ya Robb Yang Maha Kaya.

Menanam Kol dengan Polybag di Pekarangan Rumah

pertanian, kol, polybag

Pak Doddy dengan kol yang ditanam di pekarangan rumah dengan polybag.

pertanian, kol, polybag

pertanian, kol, polybag

Menanam kol dengan polybag di pekarangan rumah


Continue reading

PENGOMPOSAN KOTORAN KAMBING DENGAN PROMI

Belajar Kimia Organik lagi: amylosa dan amylopectin

Belajar tentang glukosa memang sangat menarik. Glukosa ini bisa tersusun dengan beragam cara. Sebelumnya saya sudah sampaikan tentang susunan glukosa dalam selulosa. Susunan glukosa yang lain juga terdapat dalam polimer lain, yaitu pati. Pati ini terdiri dari dua macam komponen, yaitu amylosa dan amylopectin. Seperti ini model struktur kimia pati.

1329761849amylopectin

1329761636amylose

Pembuatan Pupuk Organik Padat dan Cair dari Kohe Sapi dengan Promi

Pengenceran Hormon Pekatan (ZPT)

File ini bisa juga didownload di link berikut ini: PENGENCERAN HORMON TANAMAN