Pengalaman Belanja di Amazon

Amazon.com sudah terkanal dari dulu menjadi salah satu marketplace besar di dunia maya. Awalnya hanya menjual buku dan kini sudah menjual berbagai macam produk ke seluruh dunia. Saya beberapa kali membeli buku dari Amazon.com ini. Prosesnya cukup mudah dan cepat. Hanya saja pengirimannya yang perlu waktu lumayan lama.

Di Amazon.com ada banyak buku yang diperjual belikan, baik oleh Amazon.com sendiri atau oleh ‘pelapak-pelapak’ lainnya. Buku-bukunya ada yang baru dan ada juga yang buku bekas (secondhand). Bukunya murah-murah banget. Bahkan ada juga buku-buku dalam bahasa Indonesia dan terbitan Indonesia.

Kalau mencari buku biasanya saya mencari dulu pakai Google.com. Tambahkan kata kunci ‘jual’. Di hasil pencarian paling atas Google.com akan menampilkan hasil pencarian bersponsor. Kalau buku akan ditampilkan hasil dari Amazon.com, Bukalapak.com, Tokopedia.com atau dari marketplace lainnya. Nah, kita bisa membandingkan harga-harga dari beberapa toko online tersebut. Contonya saja buku “Orchid of Java”. Harga yang ditawarkan untuk buku baru di Bukalapak.com adalah Rp.2.280.000. Di Amazon.com dijual hanya $ 38 atau Rp. 532.000. Jauh banget harganya. Tambah ongkir sekitar $19, jadi tetap lebih murah daripada beli di toko online Indonesia.

bukalapak.com amazon.com

Ketika sedang mencari-cari buku ini, Amazon.com juga menampilkan hasil pencarian yang serupa. Ada buku tentang Anggrek yang sangat murah juga, harganya cuma $1.79 atau Rp. 25.060. Murah bingit, kan. Tambah ongkir pun tetap lebih murah daripada harga buku di Indonesia.

bukalapak.com amazon.com

Continue reading

Advertisements

Puasa Ngowes ke Tanjakan Sengked, Ciomas

Abim hobi naik sepeda. Meski di bulan puasa Ramadhan seperti ini, Abim tetap saja ngowes. Kali ini dia sudah siap-siap ngowes pagi-pagi sekali. Tujuannya adalah tanjakan Sengked Ciomas. Orang menyebutnya tanjakan setan, karena tinggi dan kemiringannya yang tidak mudah ditaklukan. Jaraknya kurang lebih satu km dan kemiringannya sampai 40o. Miring banget.

Tidak banyak orang yang bisa sekali naik bisa sampai atas tanpa berhenti. Dulu Abim tidak bisa nanjak tanpa berhenti, tapi sekarang dia sudah bisa nanjak ke tanjakan Sengked tanpa berhenti sampai atas.

Silahkan dicoba kalau ada yang punya stamina dan nyali.

Ini salah satu jagoan tanjakan Sengked. Pak Rudi.

Inspirasi dari Penemuan Sosrobahu Pak Tjokorda Raka Sukawati

Sosrobaru adalah salah satu penemuan anak bangsa yang sangat fonomenal di Indonesia. Inovasi karya pak Tjokorda Raka Sukawati ini memang luar biasa. Inovasi ini belum pernah dilakukan di mana pun di dunia.
Yang paling menarik bagi saya adalah inspirasi dari penemuan ini. Ide penemuan ini muncul ketika Pak Raka mendongkrak mobilnya di bagian tengah. Ternyata mobilnya bisa berputar hanya dengan dongkrak yang kecil. Dari peristiwa ini muncul ide untuk membuat ‘dongkrak’ untuk penjangga bentangan jalan tol. Kesulitan pun muncul, karena yang didongkrak beratnya 800 ton. Pak Raka dengan ketekunannnya berhasil menemukan alat untuk bisa mendongkrak dan memutar bentangan penyangga jalan tol. Luar biasa.

Saya jadi ingat dengan buah apel yang jatuh di kepala Newton. Buah apel ini menginpirasi dan menghasilkan hukum newton yang terkenal dan menjadi salah satu dasar dari hukum mekanika.

Buku Bunga Anggrek; Permata Belantara Indonesia, karya S. M. Latief

Buku Anggrek Spesies Kuno Indonesia karya M Latief 1960


Saya mencari literatur-literatur klasik Indonesia tentang tanaman Anggrek dan menemukan salah satu buku antik ini: Bunga Anggek; Permata Belantara Indonesia, karya M. Latief. Buku yang saya dapatkan adalah cetakan kedua tahun 1960. Cetakan 58 tahun yang lalu. Masih pakai ejaan lama dan gaya penulisan jaman dulu. Perlu kesabaran untuk membaca buku ini.

Buku ini mungkin buku terlengkap dan tertua tentang anggrek yang ditulis oleh orang Indonesia asli. Sebenarnya, tanaman anggrek Indonesia sudah dicantumkan di dalam buku Flora of Java, karangan Prof. Backer, di buku jilid 2. Cuma buku Flora of Java ini adalah semacam buku kunci identifikasi tanaman. Gambar-gambarnya sedikit dan lebih merupakan gambar teknis pengenalan tanaman. Buku Flora of Java kurang cocok untuk orang awam dan penghobi anggrek spesies seperti saya ini.

Buku Bungga Anggrek karya M Latief ini dilengkapi dengan beberapa ilutrasi yang digambar dengan tangan, seperti pada umumnya buku-buku jaman dulu. Sebagian besar ilustrasinya berwarna hitam putih. Namun, ada beberapa halaman yang mencantumkan gambar ilustrasi berwarna. Menarik.

Dari buku ini juga saya jadi tahu, ternyata Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki keragaman jenis anggrek spesies sangat besar. Disebutkan di dalam buku ini diperkirakan jenisnya mencapai 5000 spesies. Gila bener. Banyak banget.
Continue reading

Anggrek Spesies Dendrobium anosmum var. semi alba

Dendrobium anosmum var. semi alba

Dendrobium anosmum var. semi alba, anggrek spesies

Anggrek spesies dengan nama spesies Dendrobium anosmum var. semi alba ini saya beli di salah satu kebun anggrek di kota Magelang, Jawa Tengah. Ketika saya beli masih mudah dan belum berbunga. Penjualnya bilang, kalau ini salah satu jenis anggrek spesies yang warna bunganya putih agak pink. Satu tahun setelah saya rawat baru mulai berbunga.

Dendrobium anosmum var. semi alba

Dendrobium anosmum var. semi alba, anggrek spesies

Anggrek Spesies Cymbidium finlaysonianum

Cymbidium finlaysonianum, Anggrek Spesies

Cymbidium finlaysonianum, Anggrek Spesies

Anggrek spesies Cymbidium finlaysonianum ini adalah salah satu anggrek spesies yang kita punya. Tanaman anggrek ini saya dapatkan dari tetangga saya Pak Iso. Bentuk tanamannya tidak mirip anggrek dendrobium seperti yang biasa kita kenal. Daunnya memanjang dan bergerombol. Panjang daunnya bisa cukup panjang sampai hampir satu meteran. Tangkai bunganya muncul dari bagian pangkal dan menjuntai ke bawah. Panjang tangkai bunganya ini bisa sampai 1.5 meter. Pangjang banget. Bunganya tumbuh sepanjang tangkai bunga ini. Cukup banyak bunganya. Tanaman yang sudah dewasa dan tua bisa sampai muncul banyak tangaki bunga. Warna bunganya kuning kecoklatan dan merah.

Cymbidium finlaysonianum, Anggrek Spesies

Cymbidium finlaysonianum, Anggrek Spesies

Cymbidium finlaysonianum, Anggrek Spesies

Cymbidium finlaysonianum, Anggrek Spesies

Cara Menanam Anggrek Spesies Cabutan dari Hutan

Anggrek adalah tanaman hias yang sudah terkenal dari jaman dulu. Indonesia termasuk negeri yang kaya akan berbagai jenis anggrek. Banyak sekali tanaman anggrek spesies asli Indonesia. Kami, saya dan keluarga, juga mulai suka mengkoleksi tanaman anggrek, terutama anggrek hutan.

Kalau ada waktu berlibur, biasanya kami jalan-jalan ke hutan, situ, gunung atau curug. Berburu anggrek hutan menjadi salah satu kegiatan kami ketika berlibur di alam ini. Kami sering mendapatkan banyak tanaman anggrek yang menempel di batang kayu atau ranting pohon-pohon besar.

Saya belajar cara menanam anggrek spesies cabutan dari hutan ini dari salah satu kebun anggrek yang ada di Bogor. Pengelolanya, Mas Teguh, mengajari saya bagaimana cara menanam anggrek cabutan dari hutan. Media atau tempat penanamannya bukan dengan papan pakis atau arang, seperti yang biasa dilakukan oleh orang, tetapi dengan menggunakan potongan ranting pohon atau kayu. Cara ini lebih mendekati tumbuhnya tanaman anggrek di alam aslinya.

Bahan dan peralatan yang diperlukan sederhana saja, yaitu:
1. Batang atau dahan pohon. Ukurannya tergantung dengan ukuran anggrek yang akan kita tanam.
2. Tali plastik
3. Gunting,
4. Tang,
5. Kawat

Anggrek spesies cabutan ini ditempelkan di dahan kayu, lalu diikat dengan kuat menggunakan tali plastik. Untuk mengantung dahan kayu itu digunakan kawat.

Mudah sekali bukan.

Cara Tradisional Membuat Kripik Tempeh untuk Industri Rumahan

Kupat Tahu Pelopor, Magelang

Anggrek Spesies Mini Asli Indonesia

Anggrek Spesies Mini Asli Indonesia

Anggrek Spesies Mini Asli Indonesia

Kami sekeluarga lebih suka berlibur ke alam; hutan, gunung, kebun, situ dan ladang. Ketika jalan-jalan ke hutan kita suka mengamati tanaman-tanaman hutan yang unik-unik. Mencari-cari jamur hutan. Atau mengamatai serangga-serangga di hutan. Salah satu tanaman yang sering kita cari-cari ketika sedang di hutam adalah tanaman anggrek hutan. Tanaman anggrek ini sering kali tidak secantik anggrek-anggrek hibrida, tapi bentuknya unik. Itu yang kami suka.

Nah, ada satu tanaman anggrek; atau lebih tepatnya diduga jenis anggrek, yang ukurannya sangat kecil. Hanya beberapa centi saja. Anggrek-anggrek ini menempel di pohon-pohon besar. Kami menduga tanaman kecil ini anggrek karena bentuk daunnya yang mirip tanaman anggrek pada umumnya. Meski masih kecil, tanaman ini sudah berbunga. Tanaman ini memang sangat kecil dari sono-nya. Sayang bunganya sangat kecil, jadi kita tidak bisa melihat dengan jelas bentuk dan bagian-bagian bunganya. Bentuk dan bagian-bagian bunga akan lebih menyakinkan apakah ini termasuk jenis anggrek atau bukan.

Waktu kami menemukan anggrek-anggrek spesies yang berukuran mini ini, beterai HP sedang low batt. Pinginnya mengabadikan anggrek ini melalui video atau foto. Sayang sekali.

Kemi mengambil beberapa batang tanaman aggrek spesies mini ini. Kami berharap tanaman anggrek ini bisa hidup dan berbunga ketika ditanam di tempat yang lebih rendah dan lebih panas. Semoga.

****
Saya coba cari-cari dan tanya-tanya ke teman yang ahli anggrek. Anggrek mini ini kemungkinan namanya adalah Ascocentrum miniatum. Terus terang, saya penasaran mengunggu anggrek mini ini berbunga.

Anggrek Spesies Mini Asli Indonesia

Anggrek Spesies Mini Asli Indonesia

Anggrek Spesies Mini Asli Indonesia

Anggrek Spesies Mini Asli Indonesia

Anggrek Spesies Mini Asli Indonesia

Anggrek Spesies Mini Asli Indonesia