In vitro multiplication of the rare and endangered slipper orchid, Paphiopedilum rothschildianum (Orchidaceae)

Advertisements

Anggrek Kantong Spesies Paphiopedilum kolopakingii

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum kolopakingii

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum kolopakingii

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum kolopakingii

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum kolopakingii


Continue reading

Serupa Tapi Tidak Sama, Paphiopedilum dodyanum vs Paphiopedilum glaucophylum

Buku Fosfor, Peranan dan Penggunaannya dalam Bidang Pertanian

Buku Fosfor,

Buku Fosfor, Peranan dan Penggunaannya dalam Bidang Pertanian

Salah satu buku yang membahas tentang fosfat dengan cukup lengkap. Buku diterbitkan oleh PT Petrokimia Gresik dan Badan Litbang Pertanian RI tahun 1991.

Dapat Ide Penelitian dari Jalan-jalan

Banyak informasi hasil2 penelitian di jagad maya yang bisa dicari dengan bantuan Google Schoolar. Banyak ide2 penelitian yang bisa diperoleh dari situ. Tapi, ide-ide penelitian yang lebih ‘membumi’ justru seringkali tidak ditemukan di Google Schoolar. Ide-ide penelitian ini diperoleh karena jalan-jalan.

Sudah cukup lama saya tidak pergi ke Medan. Banyak temen di sini, termasuk temen2 yang jadi pengusaha2 UK/MK. Nah, tidak direncanakan, karena sesuatu hal saya ditugaskan untuk ikut meeting di Medan. Acara meetingnya 2 hari. Meeting berlangsung lebih lancar dan cepat. Satu hari setengah sudah kelar. Pesawat saya berangkat sore hari. Jadi saya masih punya waktu sekitar setengah hari untuk ‘jalan-jalan’. Saya memilih acara ‘jalan-jalan’ yang berbeda dengan teman2 yang lain. Saya ingin jalan-jalan lihat pabrik pengolahan B3 punya salah satu teman di sini.

Dia menjemput saya di penginapan menjelang tengah hari. Kami ngobrol ke sana-ke sini. Dia bercerita tentang limbah2 B3 yang diolahnya dan menceritakan peluang2 kalau limbah ini bisa dimanfaatkan. Menarik juga; ada limbah dari salah satu pabrik kertas terbesar di Asia, limbah pabrik minyak kernel, limbah pabrik kramik, pabrik bahan bagunan, pabrik semen, dan lain2.

Saya diajak mengunjungi sebuah lokasi pabrik pengolahan kernel yang sedang di bangun. Saya tidak ketemu yang punya, tapi ketemu dengan kontraktor pembangunan pabrik itu. Kontraktor ini cerita macam2 dan pabrik2 yang pernah dia bangun. Asik juga mendengar cerita praktisi2 di lapang. Bagaimana inovasi kreatif mereka menyelesaikan permasalahan riil di lapang dan cara2 mereka membuat sebuah proses menjadi lebih efisien.

Terus terang, praktek2 inovasi yang mereka lakukan sebenarnya adalah kegiatan2 riset problem solving yang lebih riil. Mereka melakukan ujicoba, trial and error. Mereka sebenarnya sudah melakukan metode2 ilmiah untuk riset dengan cara yang lebih simple, lebih hemat biaya, dan lebih tepat sasaran. Mereka juga mengirimkan sampel2 ke lab2 pengujian ternama untuk melihat kualitas hasil ‘penelitian’ mereka. Inspiratif.

Dari ngobrol-ngobrol ringan ini saya juga jadi tahu, kalau ada perusahaan2 yang sudah diam2 memproduksi produk2 baru dari limbah/produk samping industri kelapa sawit. Selama ini saya baru membacanya hanya sebatas abstrak paper ilmiah yang masih dangkal sekali. Masih jauh sekali dari sisi komersial. Saya jadi terbelalak, ternyata ada perusahaan kecil yang sudah bisa mengolah limbah sawit menjadi produk bernilai tinggi pengganti/subtitusi produk dari minyak bumi. Produknya di-export ke korea dan china. Produknya dipakai di gadget2 yang banyak dipakai di sini. Ruar biasa.

Teman2 ini murni orang bisnis dan pengusaha. ‘Kacamata’ mereka adalah kacamata usaha. ‘Knowledge’ mereka mungkin tidak mendalam seperti orang lulusan S3 dan bergelar proffesor, tapi knowhow mereka jauh lebih praktikal daripada tokoh2 ilmuwan yang tinggi2 itu. Mereka punya cara berfikir yang khas yang berbeda dengan cara berfikir ilmuwan peneliti seperti saya ini. Terus terang saya banyak belajar dari mereka.

Jangan dikira mereka tidak melakukan penelitian. Mereka membuat penelitian2 kecil. Melakukan ujicoba. Membuat prototipe. Menguji prototipe ini. Dan akhirnya, mereka memproduksinya dan menjualnya ke pasar. Laku. Dapat untung besar.

Salah satu perbedaan mendasar dengan cara berdikir peneliti ‘puritan’ seperti saya ini adalah di kepala mereka sudah tahu produk seperti apa yang akan mereka hasilkan dan mereka ingin capai. Mereka sudah tahu ‘demand-nya’. Mereka sudah tahu peluang pasarnya. Mereka sudah tahu kepada siapa mereka akan menjualnya dan bagaimana caranya. Mereka sudah tahu berapa harga yang bisa diterima oleh pasar. Mereka sudah tahu darimana bahan2 bakunya dan mereka bisa mendapatkan dengan cara yang lebih mudah dan murah. Super sekali.

Saya jadi merasa kecil sekali. Selama ini, saya sangat jauh cara berfikirnya daripada mereka. Ide2 penelitian kami jauh tinggi di atas awan. Saking tingginya jadi tidak bisa ‘membumi’, bahkan orang bumi pun tidak mau memanfaatkannya.

Angkat topi saya untuk teman2 UK/MK ini. Anda sungguh luar biasa.

Anggrek Kantong Species Paphiopedilum bacanum

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum bacanum

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum bacanum

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum bacanum

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum bacanum

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum bacanum

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum bacanum

jual Anggrek kantong spesies Paphiopedilum bacanum

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum bacanum

jual Anggrek kantong spesies Paphiopedilum bacanum

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum bacanum

jual Anggrek kantong spesies Paphiopedilum bacanum

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum bacanum

jual Anggrek kantong spesies Paphiopedilum bacanum

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum bacanum

jual Anggrek kantong spesies Paphiopedilum bacanum

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum bacanum

jual Anggrek kantong spesies Paphiopedilum bacanum

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum bacanum

Beberapa Tips Merawat Anggrek dari Roy Tokunaga

Saya sedang belajar merawat anggrek. Searching-searching di dunia maya dan mulai membaca. Berikut ini beberapa tips dari Roy Tokunaga, ahli anggrek dari Hawai. Tipsnya sederhana dan lebih mirip ‘rambu-rambu’ merawat anggrek. Silahkan dibaca di dokumen di bawah ini.

Belajar Menyembelih Hewan Qurban

Saya sebenarnya orangnya penakut lihat darah dan tidak tegaan. Seumur-umur menyembelih ayam saja belum pernah. Padahal dulu Bapak hampir setiap hari menyembelih 4 ekor ayam. Saya tidak pernah sama sekali. Baru hari ini saya belajar menyembelih hewan qurban. Sekali mengembelih langsung 33 ekor.

Kalau hari raya qurban paling banter pengalaman saya adalah menjadi petugas motong-motong daging dan membagikan daging qurban. Saya ngeri kalau lihat darah. Apalagi melihat leher hewan qurban di sembelih, bisa berkunang-kunang mata saya. Pernah dulu saya menolong tukang becak yang tersermpet motor. Kepalanya bocor, darahnya mengucur ke mana2. Setelah menolong korban baik ke atas mobil untuk di bawa ke RS, saya langsung lemes.

Dalam hati kecil saya, saya harus berani lihat darah dan menyembelih hewan qurban. Pernah saya mengikuti pelatihan penyembelihan hewan qurban di Masjid Fatimatuzahra, tapi belum pernah saya praktekkan sama sekali. Maklum, masih takut.

Hari raya qurban tahun lalu saya mencoba memberanikan diri membantu Pak Iso, tukang jagal, kampung saya untuk memeganggi hewan qurban yang akan disembelih. Saya beranikan diri melihat golok tajam yang mengiris leher domba dan darah mengucur dari lubang leher yang hampir patah. Darah mengenai tangan aaya. Saya kuatkan hati untuk melihat darah itu. Saya tahun untuk tidak pingsan. Alhamdulillah, saya membantu Pak Iso menyembelih 36 ekor domba.

Hari Raya Qurban tahun ini saya ingin belajar menyembelih. Kebetulan ada teman yang menawarkan golok sebelih. Goloknya tajam sekali. Terbuat dari baja per jip willys. Tajam, kuat dan harganya lumayan. Saya membeli satu ukuran sedang yang biasa untuk menyembelih domba.

Setelah sholat Ied, saya menuju ke tempat penyembelihan hewan qurban. Pak Iso menyembelih 3 ekor sapi. Saya lihat dari jauh saja. Sempat ragu2 untuk menyembelih domba. Ketika selesai menyembelih sapi, giliran domba yang disemebelih.

Saya bilang ke Pak Iso, “Ajari saya menyembelih domba, Pakdhe Iso?”

“Ayo..!”

Satu ekor domba disiapkan untuk di sembelih. Pak Iso membacakan niat untun menyembelih dan mendoakan yang berqurban. Saya yang pegang pisau.

“Potong dari sini ke sini!” Kata Pak Iso sambil memegangi kaki bagian depan.

Saya kuatkan keberanian dan bersiap untuk menyembelih. Pisau saya posisikan di leher. Saya cari2 dan pegang kerongkongannya.

“Bismillahi laa illaha illallahuallahu akbar.”

Pisau saya potong ke bawah. Pisaunya bener-bener tajam. Sekali sayat langsung putus kerongkongan dan tenggorokan domba ini.

Seterusnya saya mulai berani memotong leher domba-domba ini. Hari ini, di hari pertama saya menyembelih, saya menyembelih 33 ekor domba dari 35 ekor domba yang di korbankan hari ini.

Alhamdulillah. Saya sudah mengalahkan ketakutan saya sendiri akan darah.

Anggrek Kantong Species Paphiopedilum lowii

jual Anggrek kantong spesies Paphiopedilum lowii

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum lowii

Salah satu anggrek kantong spesies yang berasal dari Indonesia. Paphiopedilum lowii ini ditemukan di Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi. Penyebarannya cukup luas. Paphiopedilum lowii tumbuh di dekat perairan sungai dan daerah yang bercurah hujan tinggi. Paphiopedilum lowii ini suka sekali hidup di tempat yang sangat lembab. Paphiopedilum lowii umumnya ditemukan di tempat yang terang dan kadang-kadang di tempat yang terkenal sinar matahari langsung. Paphiopedilum lowii tumbuh di ketinggian 760-1370 dpl, tetapi ada juga yang melaporkan ditemukan di ketinggian 250 dpl, tapi juga ditemukan di tempat2 yang sangat tinggi 1600 dpl. Akarnya tumbuh menembus di lapiran lumut yang tebal, seresah daun di dahan pohon atau humus di tebing-tebing terjal. Anggrek kantong ini didiskripsikan oleh (Lindl.) Pfitzer tahun 1895. Nama sinonim dari anggrek kantong spesies Paphiopedilum lowii adalah Paphiopedilum lowi, atau dinamankan juga Low’s Paphiopedilum, Cordula lowiana, Cypripedium cruciform, Cypripedium lowii, Paphiopedilum lowii f. aureum, Paphiopedilum lowii var. aureum, Paphiopedilum lowii var. lynniae, dan Paphiopedilum lynniae. Anggrek kantong ini masuk ke dalam genus Paphiopedilum.

Pengenalan Anggrek Kantong Paphiopedilum lowii

Anggrek kantong ini ini berukuran sedang, tumbuh di daerah panas hingga dingin, berbunga lithophyte, memiliki 4 sampai 6, linier hingga elips sempit, berdaging, daun hijau gelap yang jernih. Daun panjangnya hingga 40 cm dan lebarnya hingga hingga 5,5 cm.

Bunga anggrek kantong Paphiopedilum lowii ini mekar pada bulan juni – agustus, tegak agak melengkung, panjang tangkai bunganya 60 cm hingga 100 cm, mengangguk, ungu belang hijau, bunga yang sudah dewasa berbentuk elips, kuning dengan ujung berwarna ungu. Diameter bunganya 14 cm dan tingginya sekitar 7 cm, kelopak dorsal (bagian atas) berwarna kuning ke hijau, dan pangkal lebih berwarna coklat atau kastanye dengan garis-garis yang menyebar secara radial yang membentang dari dasar ke bagian atas, kelopak bawah berwarna hijau muda, dasar serpihan lembaran bagian dalam berwarna hijau kekuning-kuningan dan ditandai dengan bintik-bintik coklat yang kadang-kadang memiliki bentuk mata. kelopak-kelopak ini berwarna ungu ke merah muda, bibir berwarna coklat kehijauan sampai coklat gelap dan biasanya memiliki urat-urat yang lebih gelap yang terlihat jelas, sedangkan petak samping yang ditata di bagian tengah memiliki warna yang lebih terang dan titik-titik coklat.

Perawatan Anggrek Kantong Paphiopedilum lowii

Perawatan anggrek yang di sampaikan di sini hanya panduan semata. Perawatan harus disesuaikan dengan kondis dan lingkungan di mana Paphiopedilum ini tumbuh.

Cahaya:

Anggrek kantong Paphiopedilum lowii suka di tempat yang terang dan banyak cahaya dengan sirkulasi udara yang baik.

Suhu udara

Suhu udara yang disukai anggrek ini di siang hari 25-27oC dan di malam hari sekitar 16-17oC denga perbedaan suhu siang malam hari antara 9-11oC.

Kelembaban

Anggrek Paphiopedilum lowii suka tempat yang lembab dengan kelembaban 85-90% sepanjang tahun.

Substrat untuk tumbuh

Substrat/media tumbuh harus selalu longgar, permeabel, yang bisa menjaga kelembaban, tetapi tidak menyerap air. Media lumut kering bisa dipakai dan ditambahkan ke campuran yang digunakan untuk menjaga kelembaban.
Anggrek ini sangat toleran terhadap kelebihan garam yang menumpuk dan substrat yang melapuk. Artinya, tidak masalah jika sering diberi pupuk. Paphiopedilum lowii mampu bertahan dari kelebihan garam dan pupuk, serta substrat yang mudah lapuk lebih baik daripada kebanyakan spesies anggrek yang lain. Namun, jika dibiarkan dalam kondisi ini dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan pembusukan akar.

Sumber: Paphiopedilum lowii | Paphiopedilum lowii
Informasi pembelian: Paphiopedilum lowii

jual Anggrek kantong spesies Paphiopedilum lowii

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum lowii

jual Anggrek kantong spesies Paphiopedilum lowii

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum lowii

Memisahkan (split) Anakan Anggrek Kantong Spesies

Salah satu cara perbanyakan anggrek kantong spesies adalah dengan memisahkan (split) anakannya. Berikut ini cara yang saya pakai untuk memisahkan anakan anggrek kantong spesies.

Alat dan bahan yang dipakai:
– pisau dapur yang tajam
– betadine salep
– bawang merah
– pot anggrek
– cacahan pakis untuk media tanam

Langkah-langkahnya:

  1. Cabut dengan hati-hati anggrek kantong spesies dari pot lama. Cabut dengan hati-hati agar akarnya tidak rusak/luka. Jika perlu dipecahkan pot lamanya.
  2. Dengan menggunakan pisau tajam yang bersih dan kering, belah anakan dari batang indukannya.
  3. Belah bawang merah dan oleskan bawang merah pada luka bekas potongannya. Bawang merah mengandung hormon tanaman yang bisa merangsang pertumbuhan akar baru.
  4. Oleskan betadine salep pada luka bekas sayatan tadi. Betadine salep ini berguna untuk melindungi luka dari pembusukan.
  5. Siapkan pot dan cacahan pakis. Tanam anakan anggrek spesies kantong yang baru dipisahkan dengan hati-hati. Masukkan cacahan pakis dan padatkan agar tanaman bisa tegak berdiri.
  6. Siram anggrek kantong yang baru ditanam dengan air cucian beras/POC. Air cucian beras mengandung vitamin yang berguna untuk memulihkan anggrek yang baru dipisahkan anakannya.
  7. Letakkan pot di tempat yang teduh dan dirawat/disiram setiap hari. Jaga agar media tanak tidak terlalu lembab/basah, karena bisa menyebabkan pembusukan pangkal batang anggrek.


Continue reading