Kisah Nyata LGBT; Kawan Sendiri

Cerita ini adalah kisah nyata yang saya tahu sendiri. Temen-temen saya masa kecil, tetangga dan temen SMA sebagian tahu tentang kisah ini. Kisah tentang temen2 kita yang lahir normal, tetapi kemudian mengindap LGBT.

**Kisahnya Isro’i**

Namanya persis banget dengan nama saya. Dia adalah karyawan Bapak yang membantu berjualan di warung. Ada empat orang karyawan Bapak; 2 laki2 dan 2 perempuan. Waktu itu saya masih SD, kalau tidak salah kelas 3-4 SD. Dua orang laki2 ini namanya Pandhil dan Isro’i. Mereka lama kerja dengan Bapak, tidur di rumah kami dan sudah seperti saudara sendiri. Saya tahu banget seyakin-yakin yakinnya kalau Isroi’i adalah lekaki normal tulen. Orientasi sex-nya normal. Suka pada perempuan dan suka mengoda karyawan kami yang wanita. Kalau libur sekolah, kadang2 saya ikut pulang ke desanya di Kaliangkrik.

Karena suatu sebab, Isro’i keluar kerja dan merantau ke Jakarta. Kabarnya dia bekerja di Jakarta selama beberapa bulan atau setahun. Saya tidak tahu persis di mana dan kerja apa. Kira2 setahun lebih Isro’i datang kembali ke rumah untuk minta kerja lagi. Bapak mengijinkan dia kerja di warung kami lagi.

Tapi kini Isro’i bukan seperti Isro’i yang dulu lagi. Bicaranya ‘kemayu’, bibirnya kalau ngomong mencang-mencong, dan kalai bicara badannya tidak diam. Sama Bapak dan tetangga, Isroi’i sering digodain karena ‘kemayuannya’.

Kalau dia tanya ke pelanggan, posisinya sok akrab dan tangannya sambil ‘jowal-jawil’ ke pelanggan. Apalagi kalau yang datang laki-laki ganteng atau orang2 Cina yang putih2, Isro’i semangat sekali. Kalau jalan kadang2 dengan sengaja dia menyenggol sedikit pelanggan2 yang duduk di bangku.

Perangainya sedikit ‘njijikki’, ‘ngilani’ tapi lucu. Isro’i sering digodain oleh pelanggan2 warung kami. Isro’i pun tidak marah, malah senang dan semakin ‘menthel’.

Ternyata Isroi’i AC DC, meski dia terlihat ‘kemayu’ dan suka laki2 ganteng. Isro’i juga masih mau dengan gadis2. Isro’i juga punya pacar. Setelah sekian lama kerja di kami, Isroi’i keluar dan menikah dengan pacarnya. Dia kembali ke desa dan menjadi petani. Isro’i punya anak. Sesekali kalau ke kota Isro’i mampir ke rumah.

Saya sudah lama sekali tidak bertemu dengannya. Terakhir ketemu Isro’i sudah terlihat tua dan tidak ‘sementhel’ dulu lagi.

Alhamdulillah

***Kisahnya Si Bujangan***

Waktu saya kecil, banyak anak2 yang seumuran dengan saya. Sebut saja; Bambang, Sholihin, Juju, Hari, Agus, Gotri, Wawan dan beberapa temen yang saya lupa namanya. Ada satu temen lagi namanya sebut saja ‘Si Bujangan’. Orang tuanya cukup berada dan mempunyai truk dan televisi. Sekampung hanya dia yang punya tipi. Kalau malam kami, tetanga2, nonton tipi dengan cara mengintip dari jendela nako. Kita nonton dari luar. Acaranya Aneka Safari, Dunia dalam Berita. Kalau hari minggu ada Si Unyil dan Pak Tino Sidin.

Si Bujangan seumur dengan saya. Anaknya pintar. Jadi kami sering main bareng. Ketika SMA kami masuk SMASA Mgl meski tidak sekelas. Waktu itu Si Bujangan punya motor bebek Honda 70 warna merah. Kalau minggu kita boncengan berdua main ke Kopeng, Sawangan, Curug Silawe, Curug Sekar Langit dan objek wisata seputaran Megelang. Akrab banget lah kita.

Saya yakin seyakin-yakinnya kalau sohib saya ini laki2 normal tulen. Tidak ada tanda2 dia LGBT. Di kampung saya ada juga yang seperti itu, kebetulan namanya sama. Tapi Si Bujangan normal.

Kelas dua SMA dia ke jurusan A3. Dan dia punya teman karib baru. Nama pangggilannya sama persis seperti nama sohib saya ini. Rumahnya di desa Nambangan. Kami jadi jarang main bareng lagi. Saking akrabnya sohib saya dan teman barunya ini sering menginap di rumahnya Si Bujangan. Kami melihatnya mereka sahabat karib sekali.

Si Bujangan kuliah di UGM dan saya di Unjedir alias UNSOED. Kami jadi sangat jarang ketemu. Ketika pulang ke rumah, teman di kampung memberi tahu kalau Si Bujangan sudah berubah. Desas-desus di kampung, persahabatan si Bujangan bukan persahabatan biasa dan normal seperti kami dulu. Orang tuanya dan keluarganya mengetahui ‘kisah kasih haram’ mereka. Akhirnya keluarganya mengusir kekasihnya itu dan melarang mereka bertemu. Bahkan si Bujangan di kurung di rumahnya. Meski demikian mereka tetap menjalin hubungan. Orang tuanya semakin jengkel, Si Bukangan diasingkan ke Jakarta.

‘Penyakit’ Si Bujangan semakin parah. Kalau menurut saya dia mengalami depresi berat. Ketika saya coba menenggok dia atas saran kakaknya. Dia tidak kenal saya lagi. Aneh.

Proteksi keras orang tuanya dan keluarganya tidak bisa menyembuhkannya justru membuat lebih parah dan ‘komplikasi’ sampai sekarang.

Terus terang, kami; temen2nya waktu kecil ikut sedih. Sedih bercampur jengkel dan marah. Tertama pada temen Kelas 2 Smansa-nya yang sudah menulari sahabat kami yang dulu normal menjadi ‘tidak normal’ lagi.

Apakah kalian, temen2 FB, mau dan rela jika ada saudara kita, temwn kita, sahabat kita, karib kita yang menjadi LGBT?????

Advertisements

Raja Sate H.Subali Jalur Pantura Pekalongan

Kuliner Sate H. Subali Pekalongan Pantura

Sate H. Subali Pekalogan

#NotRecommended

Saya suka makan sate. Sate ayam suka apalagi sate kambing. Jadi kalau ketemu warung sate rasanya pingin makan. Salah satu warung sate yang sering saya lihat adalah Raja Sate H. Subali di jalur pantura. Sekian tahun saya lewat jalur ini belum pernah mampir sekalipun. Karena kalau lewat jalur ini bukan pas jam lapar.

Tapi kali ini saya lapar. Terkahir makan 8 jam yang lalu. Mampirlah kami di Raja Sate H. Subali. Warungnya lumayan ramai, jadi kami putuskan untuk mampir. Tadinya kami ini makan sate di Tegal, sate balibul.

Waktu lihat daftar menu dan harganya, kesan pertama MAHAL. 10 tusuk lebih mahal daripada sate yang biasa kita beli di Tegal, Pati dan Bogor. 10 tusuk Rp. 55rb. Kalau di Bogor sudah dapat 22tusuk plus nasi putih. Ini satenya doang.

Ketika hidangan datang, ternyata satenya tidak seistimewa harganya. Kecapnya biasa2 saja, bumbu nya sedikit, bawangnya sedikit, cabainya juga sangat sedikit.

Sate kambing paling enak dibakar setengah matang. Ini membakarnya matang sampai warnanya berubah semua. Ketika di gigit, rasanya biasa2 saja.

Terus terang, kami kapok dan menyesal. Lebih menyebalkan lagi mobil dicuci oleh preman parkir dan bayar. Capek deh.

Mendingan makan sate di Tegal. Sate balibul atau batibul. Lebih enak.

Tips MacBook: Spotlight Search

iOS besutan Apple memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan OS Windows buatan Microsoft. Salah satunya adalah Spotlight Search. Saya bertahun-tahun menggunakan Windows dan kini lebih banyak menggunakan iOS, Spotlight Search ini memang berbeda dan sangat berguna ketika bekerja dengan MacBook. Kegunaan utama Spotlight adalah untuk melakukan pencarian dengan cepat isi MacBook. Spotlight Search adalah search engine untuk MacBook. Mudahnya kita bisa melakukan pencarian apa saja dengan menggunakan Spotlight Search ini.

Di Windonws memang ada juga fasilitas pencarian, namun tidak secanggih Spotlight. Dulu Google juga pernah membuat Google Desktop. Fungsinya mirip seperti Spotlight. Namun Google Dekstop terasa berat dan ada kecurigaan kalau Google mengumpulkan data dari seluruh komputer yang terinstall Google Dekstop.

Nah, kalau Anda adalah pengguna iOS, berikut ini ada beberapa shotcut yang berhubungan dengan Spotlight yang wajib Anda ketahui.

Empat Shortcut Spotlight Dasar

Berikut ini adalah empat shotcut dasar untuk menggunakan Spotlight:

  • Membuka Menu Spotlight Search – Command+Space
  • Membuka Spotlight di dalam Finder – Command+Option+Space
  • Menutup kotak pencarian Spotlight – Escape
  • Menutup menu Spotlight – tekan Escape dua kali

Tujuh Shortcut untuk Menggunakan dan Navigasi pada keyboard

Shorcut (tombol pintas) ini digunakan untuk berinteraksi dan navigasi pada hasil pencarian yang diperoleh dari Spotlight:

  • Membuka hasil pencarian pertama –> Return (Enter)
  • Beralih/berpindah hasil pencarian –> Tombol Naik dan Tombol Turun
  • Membuka lokasi hasil pencarian pertama di dalam Finder –>Command+Return
  • Menampilkan tampilan/preview dari hasil pencarian pertama –>tombol Command atau melewatkan kursor di atas hasil pencarian
  • Menampilkan lokasi hasil pencarian –>Command+Option sambil kursor diarahkan di atas hasil pencarian
  • Melompat ke kategori dari hasil pencarian –>Command+tombol panah ke atas atau tombol ke bawah

Dua Tombol Shorcut Bonus

  • Menjalankan aplikasi –> ketikan nama apliasi dan tekan tombol Return/Enter
  • Mendapatka definisi –> ketikkan kata yang ingin diketahui definisinya, lalu letakkan kursor di atas dan pilih menu “Look up”.

Saya yakin, dengan menggunakan tombol pinas (shortcut keyboard) Spotlight Search ini akan memudahkan pekerjaan kita.

Selamat mencoba.

Menghindari Jalur Ganjil-Genap di Jakarta dengan Waze

Saya bukan orang Jakarta dan tidak hafal jalan-jalan di Jakarta. Pemberlakuan aturan ganjil genap membuat saya perlu berhati-hati agar tidak kena denda jika salah masuk jalur. Saat ini tidak perlu pusing-pusing lagi mencari jalur alternatif untuk menghindari jalur agar tidak salah jalur ganjil genap. Applikasi navigasi Waze sudah memberikan fasilitas untuk bisa mengenali atura ganjil genap ini dan mencarikan rute alternatifnya.

Saya punya pengalaman buruk dengan atura ganjil genap ini. Mobil yang saya pakai nomornya ganjil, Di hari genap saya akan menghadiri undangan rapat di Batan, Jakarta, yang kena aturan ganjil genap ini. Saya masuk ke jalur itu jam 10.10 menit dan masuknya hanya sekitar 100 meter saja. Mobil kami dihentikan petugas…..mampus dah…..!!!!
Untungnya waktu itu masih masa ujicoba, jadi kami hanya diberi peringatan saja.

Teman saya, Pak Tri Panji mengalami hal yang sama. Kena tilang gara-gara salah masuk ganjil genap, meski pun waktunya hanya lewat beberapa menit saja. Tetap saja kena tilang dan harus ikut sidan dan bayar denda yang jumlahnya lumayan.

Aplikasi Waze Indonesia sudah mengakomodir atura ini. Jadi, dengan sedikit pengaturan di Waze, Waze akan memberikan jalur-jalur alternatif agar tidak kenal tilang gara-gara salah masuk jalur ganjil genap. Caranya mudah sekali.

Pertama masuk ke akun Waze Anda, kemudian masuk ke menu Setting > Navigation > Licence plate restriction. Di menu ini tambahkan dua digit terakhir dari nomor plat mobil kita. Angka nol dianggap sebagai nomor genap. Kemudian kembali ke halaman depan.

Dengan pengaturan ini, Waze secara otomatis akan mengenali apakah plat mobil kita berpotensi melanggar aturan ganjil genap atau tidak. Jika kebetulan kita akan melanggar atura ini, Waze secara otomatis akan mencarikan jalur-jalur yang tidak terkenal aturan ganjil genap. Bahkan, saya pernah membuktikan kecanggihan aplikasi ini. Waktu itu belum jam ganjil genap belum dimulai, jadi Waze memberikan rute yang melewati Jalan Sudirman. Tapi, karena jalanan macet sampai hampir melewati jam mulai berlakukan nomor ganjil genap. Waze secara otomatis akan mengalihkan jalur ke rute-rute alternatif yang tidak terkena aturan ganjil genap.

Seilahkan dicoba.

waze alternatif jalur ganjil genap

Menambahkan pengaturan untuk menghindari jalur ganjil genap DKI Jakarta

waze alternatif jalur ganjil genap

Menambahkan dua digit nomor plat mobil kita ke pengatura Waze untuk menghindari jalur ganjil genap dan mencari jalur alternatifnya.

Mengedit Format Sitasi untuk Digunakan di Mendeley

Mendeley adalah salah satu aplikasi manajemen daftar pustaka yang saat ini paling sering saya gunakan. Aplikasi ini tidak kalah dengan aplikasi sejenis yang berbayar, seperti: Endnote. Nah, saya satu yang permasalahan yang sering muncul adalah menyesuaikan format sitasi dengan format baku yang digunakan dalam penulisan pustaka di jurnal tertentu. Ternyata mengedit sitasi untuk digunakan di Mendeley tidaklah sulit.

Ada beberapa saran saya sebelum Anda melanjutkan ke langkah-langkah berikutnya. Pertana, Anda sudah menginstall Mendeley Dekstop di komputer yang Anda gunakan. Silahkan kunjungi website resmi Mendeley untuk mendownload file installer yang sersuai dengan OS yang anda Gunakan: Mendeley. Langkah kedua yang tidak kalah pentingnya adalah membuat akun Mendeley. Caranya sangat mudah. Kunjungi website https://www.mendeley.com/ dan klik menu Registration atau login. Ikuti panduan langkah-langkahnya. Membuat akun ini penting, agar kita bisa singkronisasi antara database di komputer dengan database on-line akun kita. Demikian juga untuk style-style sitasi yang kita gunakan.

Setiap jurnal ilmiah atau publikasi ilmiah memiliki aturan penulisan sitasi dan daftar pusataka yang baku. Akan lebih mudah bagi kita untuk mengikuti panduan ini jika disebutkan juga naman format penulisan sitasi ini yang baku yang digunakan oleh jurnal-jurnal besar di dunia. Misalnya: APA, Havard, dan lain-lain. Permasalahan timbul jika jurnal ilmiah tidak menyebutkan nama formatnya atau memiliki aturan penulisan sendiri yang sedikit berbeda dengan aturan format yang standard. Misalnya saja, setelah nama di dalam daftar pustaka tidak boleh diberi tanda koma atau tanda titik. Tanda koma digunakan hanya untuk antar author/penulis.

Yang biasa saya lakukan adalah mencari format sitasi/penulisan daftar pustaka yang paling mirip dengan aturan penulisan dari jurnal ilmiah yang sedang kita tulis. Setelah itu, cermati perbedaan-perbedaan detail. Biasanya perbedaan ini tidak banyak dan hanya berupa penambahan atau pengurangan tanda baca saja.

Mendeley menggunakan Citation Style Language (CSL) untuk mengedit format penulisan sitasi dan daftar pustaka. Cara mengeditnya memang perlu ketekunan. Tidak sulit, hanya perlu tekun saja. Kalau Anda pernah belajar HTML dan CSS mungkin agak sedikit mudah memahami aturan untu mengedit format sitasi ini. Berikut ini beberapa langkah yang biasa saya lakukan untuk mengedit foramt aturan penulisan sitasi dan daftar pustaka.

Pertama. Kunjungi website CSL https://csl.mendeley.com/. Kemudian cari format penulisan yang paling mendekati dengan aturan penulisan yang akan kita gunakan. Untuk mencarinya Anda bisa menggunakan dua macam cara: 1) pertama dengan menguliskan nama format standardnya atau 2) menggunakan contoh penulisan sitasi/daftar pustaka.

Kedua, klik menu atau tombol Edit yang ada di bagian bawah nama sitasi tersebut. Untuk bisa mengedit anda perlu login terlebih dahulu ke Mendeley. Silahkan login dulu.

Halaman untuk Visual CSL Editor terbagi menjadi tiga jendela. Kolom kiri adalah daftar fungsi-fungsi atau macro untuk mengatur tampilan sitasi dan daftar pustaka. Bagian kanan atas adalah contoh tampilan dari sitasi atau daftar pustaka. Jendela kanan bawah adalah informasi dari fungsi-fungsi itu.

Kalau Anda bingung, cobalah klik salah satu bagian di jendela contoh (Example Citation). Bagian yang aktif akan mengantarkan pada kita fungsi-fungsi mana yang mengatur tampilan ini. Di bagian inilah kita akan mengeditnya. Coba telusuri bagian-bagian itu dan perhatikan perubahan-perubahan pada jendela yang lain. Dengan mencoba-coba ini, Anda akan dengan cepat memahami bagaimana cara mengedit sitasi dengan Visual CSL Editor ini.

Selamat mencoba.

Menanam Cabai dengan Kompos Promi dari Limbah Singkong

kompos promi cabai

Tanaman cabai yang dipupuk dengan kompos Promi di Lampung

Kompos Promi ini digunakan untuk menanam cabai. Pak Waluyo selalu mengirimkan kabar terbaru tentang kondisi tanaman cabainya yang sehat. Memang sekarang belum memasuki masa panen. Tanaman cabainya terlihat subur, sehat, hijau dan segar-segar.

Salah satu bahan aktif dari Promi ini adalah Trichoderma sp. Kapang ini dikenal sebagai salah satu pengendali penyakit tular tanah. Saya sendiri belum pernah mencobanya. Petani-petani seperti Pak Waluyo ini yang mencobanya sendiri. Ternyata, aplikasi Promi bisa menghindarkan serangan penyakit tular tanah pada tanaman cabai. Bahkan salah seorang petani cabai di Pengalengan, Bandung, menceritakan jika tanaman cagainya yang hampir mati terkenal layu bakteri bisa sembuh kembali setelah diberi Promi.

Tulisan ini akan saya update terus dengan kabar-kabar terbaru dari Pak Waluyo.

Teman-teman yang ingin mendapatkan Promi bisa mmelihat alamat kontak yang ada di link ini: Promi.

kompos promi cabai

Bibit cabai yang ditanam dengan menggunakan kompos Promi


Continue reading

Kebiasaan Mengunyah Pinang dan Sirih Masyarakat Papua

Ketika saya turun dari pesawan di Bandara Mozes Kilangin, Timika Papua, saya melihat satpam dan beberapa petugas bandara yang orang asli Papua mengunyah sesuatu. Begitu juga ketika saya keluar dari Bandara, saya melihat beberapa orang asli Papua yang mengunyah sesuatu. Kemudian saya tahu bahwa orang-orang Papua ini mengunyah buah pinang dan kapur sirih. Mirip kebiasaan yang dilakukan oleh nenek-nenek dan orang tua di Jawa jaman dulu.

Ternyata kebiasaan ini adalah kebiasaan yang sangat umum dilakukan oleh masyarakat asli Papua. Kebetulan saya jalan-jalan di pasar Timika, saya melihat banyak sekali pedagang yang menjual buah pinang. Buah pinangnya disusun berkelompok di atas meja. Ada juga kapur sirih yang dibungkus dengan plastik. Yang menarik adalah orang Papua tidak menggunakan daun sirih sebagai campuran buah pinang yang dikunyah, tetapi menggunakan bunga sirih yang berbentuk panjang-panjang.

Saya minta ijin untuk merekam video Bapak-bapak ini yang sedang mengunyah buah pinang.

Noken, Tas Rajut Tradisonal Khas Papua

Noken adalah tas rajut tradisional dari Papua. Masyarakat Papua menggunakan noken untuk berbagai macam keperluan. Aslinya tas noken ini terbuat dari kulit kayu yang dipilin menjadi tambang kecil dan dirajut menjadi tas. Sekarang noken lebih banyak terbuat dari benang dengan warna bermacam-macam.

Ukuran tas noken bermacam2, ada yang berukuran kecil untuk membawa barang berukuran kecil. Ada juga yang berukuran besar yang bisa digunakan untuk mengendong anak kecil atau bahkan babi. Noken besar juga dipakai untuk membawa barang belanjaan dari pasar.

Masyarakat Timika, Papua juga punya cara unik untuk membawa noken, yaitu talinya dikaitkan ke kepala. Kalau kita biasanya diselempangkan ke badan. Noken yang yang kecil biasanya dikalungkan ke leher.

Harga noken bervariasi. Noken yang terbuat dari kulit kayu harganya mahal. Bahkan ada yang harganya sampai 5 juta rupiah. Noken dari benang harganya lebuh murah. Mulai dari beberapa puluh ribu sampai ratusan ribu.

Noken ini tradisi masyarakat Papua, karenanya pemda Papua mewajibkan pegawai negeri dan anak sekolah memakai noken setiap hari senin.

noken tas rajut khas papua

Ibu-ibu membawa tas noken di kepala untuk membawa barang belanjaan di pasar

noken tas rajut khas papua

Tas noken dari kulit kayu seharga Rp. 5 juta rupiah

noken tas rajut khas papua

Tas noken dari kulit kayu seharga Rp. 5 juta rupiah

noken tas rajut khas papua

Penjual tas noken asli papua

noken tas rajut khas papua

Bapak-bapak membawa tas noken yang dikalungkan di kepala.

Tamu dari Dinas Perindustrian Kab. Banjarnegara Mencicipi Edible Bioplastik

Pagi ini saya kedatangan beberapa orang tamu dari dinas perindustrian kab. Banjarnegara. Mereka sedang melakukan studi banding ke kota Bogor untuk melihat peluang-peluang pengembangan produk-produk agro industri dari Kab. Banjarnegara. Salah satu dari tamu tersebut adalah kawan satu tempat dulu ketika saya tinggal jadi marbot di Masjid Fatimatuzzahra.

Banyak hal yang kita diskusikan, salah satunya adalah mereka tertarik untuk mencoba memanfaatkan edible bioplastik. Kab. Banjarnegara memiliki potensi produk/jajanan/makanan yang diolah dari hasil pertanian, seperti: carica, salak dan buah-buahan lainnya.Salah satu produk olahannya adalah dodol. Dodol dari buah ini umumnya lengket. Nah, kalau bisa dibungkus dengan bioplastik, dodolnya tidak perlu dibuka bungkusnya, tetapi langsung dimakan seplastik-plastiknya.

Menarik sekali.

Tips Naik Gojek Murah

gojekHarus saya akui kalau saya pelanggan setia GoJek. Saya lebih sering menggunakan jasa ojek online ini dibandingkan layanan lainnya. Karena sering menggunakan Gojek, saya mencoba untuk mempelajari agar bisa mendapatkan harga layanan yang lebih murah. Silahkan dicoba.

Gunakan GoPay

Saya lupa sejak kapan Gojek menyediakan layanan GoPay ini. Awalnya saya tertarik menggunakan GoPay karena ada iming-iming diskon pembayaran jika menggunakan GoPay. Memang kita diminta untuk menstransfer uang terlebih dahulu ke rekening GoJek. Sedikit berkorban untuk menaruh uang di GoJek tidak apa-apa. Timbal baliknya diskon yang cukup mengiurkan. Jadi saya hampir selalu membayar dengan menggunakan GoPay.

Awalnya ketika saya pernah teledor, tanpa saya sadari saya mentransfer uang saya ke GoPay dalam jumlah cukup besar, bagi saya, yaitu: Rp. 600rb. Saya coba kontak ke Hot Line Gojek, uang tersebut tidak bisa diuangkan (ketika itu, sekarang sudah bisa) dan hanya bisa digunakan untuk pembayaran layanan GoJek. Mau tidak mau, saya gunakan uang saldo saya ini. Kurang lebih dua setengah bulan baru habis saldo saya.

Gunakan Pengaturan Posisi Manual

GPS HP saya agak bermasalah, jadi posisi saya tidak selalu tepat ketika digunakan untuk memesan Gojek on-line. Saya pernah mengalami pengalaman yang tidak mengenakkan ketika memesan Gojek di Jakarta. GPS melihat posisi saya melenceng kurang lebih 50 meter dari posisi sebenarnya. Ketika saya memesan dengan pengaturan posisi secara otomatis, biayanya tertera Rp. 16rb dan jaraknya agak jauh dari tujuan. Padahal saya tahu, jaraknya mestinya lebih dekat dari itu dan biayanya juga mestinya lebih murah. Setelah saya perhatikan, ternyata masalahnya karena applikasi GoJek melihat saya di posisi yang salah dan algoritmanya mencari rute pengantaran yang lebih jauh.
Continue reading