Tag Archives: bogor

Serunya Liburan di Desa Citalahab, Komplek Taman Nasional Gunung Halimun

liburan Citalahab gunung Halimun

Di hutan Taman Nasional Gunung Halimun

Kalau orang biasanya liburan ke tempat keramaian, kami memilih liburan di hutan, di alam yang sepi dan sunyi dari keramaian. Liburan akhir tahun ini kami ke desa Citalahab, pingir hutan gunung Halimun.

Desa Citalahab masuk dalam komplek desa wisata Malasari Taman Nasional Gunung Halimun, Kec. Nanggung, Kab. Bogor. Jaraknya tidak terlalu jauh dari Bogor atau Tangerang. Kondisi jalan sampai desa Malasari lumayan bagus. Tapi, masuk ke komplek taman nasional gn. Halimun kondisi jalan berbatu2 terjal. Dari gerbang sampai desa Citalahab perlu waktu 2 jam pakai mobil. Padahal jaraknya hanya sekitar 15 km. Kalau Anda mau ke desa Citalahab sebaiknya bawa mobil 4WD atau mobil yang tinggi. Jangan bawa mobil pendek apalagi ceper. Dijamin tidak akan pernah sampai desa Citalahab.

Desa wisata citalahab halimun

Gapura masuk ke komplek taman nasional gunung halimun.

Desa wisata citalahab halimun

Papan petunjuk masuk ke desa wisata Malasari, Kec. Nanggung.

Desa Citalahab adalah salah satu desa di perkebunan teh Nirmalasari. Kebun teh warisan penjajah Belanda ini kondisinya memprihatinkan. Perawatannya kurang. Pandangannya tidak seindah kebun teh di Puncak Bogor atau di Pengalengan Bandung. Tapi masih tetap indah juga sih. Namanya desa Citalahab Central. Posisinya paling atas dan berbatasan dengan Kab. Sukabumi. Di sinilah tempat tujuan kami untuk berlibur.

Sampai di desa Citalahab kami disambut oleh Bapak Suryana. Beliau adalah koordinator dan contact person desa wisata ini. Kami sebelumnya sudah mengontak beliau. Kami diantar ke salah satu rumah homestay, rumah milik Bapak Ade Suryadi. Posisinya di bawah dekat dengan sungai Cikaniki.

Desa Citalahab kondosinya terawat, rapi dan bersih. Tidak terlihat ada sampah sama sekali. Rumahnya sederhana. Umumnya adalah rumah panggung. Kami menyewa dua kamar. Tarif kamarnya Rp. 100rb/kamar/hari. Jangan dibayangkan kamarnya seperti kamar hotel atau losmen. Kamar sederhana. Tapi bersih. Spreinya baru. Sarung bantalnya baru dan wangi. Kasurnya saja yang agak kurang nyaman. Kalau buat tiduran berdua, semua akan mengumpul di tengah :).

Desa wisata citalahab halimun

Desa wisata citalahab halimun

Suara gemericik air sungai mengoda kami. Setelah istirahat sebentar, anak2; Royan, Abim dan Yusuf, ingin main ke sungai. Sungai Cikaniki membelah desa Citalahab Central. Airnya jernih banget. Dan dingin banget tentunya. Sungainya banyak batu-batunya.

Anak-anak langsung masuk di sungai. Melihat banyak batu-batu Abim muncul ide untuk menyusun batu2 itu. Dia mencoba untuk menumpuk batu-batu setinggi mungkin. Bukan hal yang sederhana. Perlu kesabaran dan ketekunan agar batu2 bisa tegak dan seimbang. Abim berhasil. Yusuf yang jarang main air senang banget bisa mencebur ke sungai.
Continue reading

Stone Balancing by Abim

Stone Balancing by Abim

Stone Balancing by Abim

Stone Balancing by Abim

Stone Balancing by Abim

Stone balancing by Abim

Stone Balancing by Abim

whatsapp-image-2016-12-31-at-12-37-27-1

whatsapp-image-2016-12-31-at-12-37-27

Bioplastic Production from Oil Palm Empty Fruit Bunch

Perpustakaan Sampah Pak RT Elan Pamoyanan Bogor

image

image

Jangan membayangkan kalau perpustakaan sampah isinya hanya sampah saja. Perpustakaan ini adalah perpustakaan di kampung yang kalau mau meminjam buku bayarnya pakai sampah. Pak RT Elan yang mempunyai ide ini. Lokasinya ada di RT 02/RW 12, Kp. Nagrok,  Kel. Pamoyanan, Kec. Bogor Selatan, Kota Bogor.

Pak RT Elan resah dengan kondisi di lingkungan RTnya yang kurang bersih dan kesadaran warganya yang masih kurang tentang sampah. Masih ada warga, terutama anak2 yang membuang sampah sembarangan. Kebun di depan rumahnya banyak sampah berserakan. Selokan air banyak sampahnya. Kampung yang rumahnya berhimpit-himpitan itu menjadi terlihat kumuh. Berbagai upaya untuk menyadarkan warganya belum juga membuahkan hasil.

Di kampungnya banyak anak2 usia sekolah. Sepulang sekolah mereka hanya main2 saja. Lalu muncul ide untuk mengisi waktu luang anak2 itu dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan sekaligus merangsang kepedulian mereka tentang sampah. Lahirlah perpustakaan sampah ini.

Continue reading

Rekreasi di Situ Gede, Dramaga, Bogor

Situ Gede, Dramaga, Bogor

Situ Gede, Dramaga, Bogor

Di Kota Bogor, selain Kebun Raya Bogor (KRB), masih ada danau dan hutan kecil yang masih terawat dengan baik dan bisa menjadi tujuan wisata keluarga yang menarik dan murah. Letaknya tidak jauh dari pusat kota Bogor, hanya sekitar 10 km saja. Situ Gede adalah nama danau (situ = danau) yang sekelilingnya ada hutan penelitian. Situ Gede cocok untuk rekreasi alam, rekreasi air dan mancing, atau asik juga untuk lokasi main sepeda XC (croos country).

Situ Gede, Dramaga, Bogor

Situ Gede, Dramaga, Bogor

Continue reading

Belajar sesuatu dari sebuah sensasi

Saya sudah beberapa kali mengikuti pelatihan/seminar on-line. Salah satu cara untuk meningkatkan kunjungan adalah dengan memanfaatkan media sosial. Itu yang pertama, yang kedua adalah membuat sesuatu yang sedikit sensasional atau kontravesial. Saya melihat sendiri teknik ini dipakai oleh beberapa orang dan berhasil membuat orang itu terkenal, blog dan websitenya dikunjungi puluhan ribu orang setiap hari.

Hari ini saya belajar dan mencoba memahami bagaimana sebuah kontraversi bisa meningkatkan kunjungan. Saya melakukannya dengan secara tidak sengaja. Saya suka mendengar. Dan dua hari yang lalu saya mendengarkan cerita horor dari sebuah seorang penjual sepatu langganan kami. Seperti biasanya saya menuliskan cerita itu. Cerita horror adalah cerita yang menarik. Saya menuliskan cerita itu karena memang cerita yang menarik untuk ditulis, tanpa ada maksud-maksud tertentu.

Saya posting cerita itu disebuah group FB dan benar saja, cerita itu menarik rasa penasaran banyak orang. Ternyata postingan itu menjadi kontraversial dengan cepat ketika pemilik rumah itu ikut berkomentar dan membantah cerita-cerita itu. Konon cerita itu sengaja dibuat karena rumah pinggir jalan itu menjadi incaran banyak orang. Mereka membuat cerita-cerita horor untuk menjatuhkan harga rumah itu. Komentar miring pun bersahut-sahutan.

Tentunya saya harus bertanggung jawab dengan semua yang sudah saya tulis dan saya posting. Saya sengaja biarkan postingan itu. Tujuannya untuk memberikan kesempatan kepada pemilik rumah untuk memberikan klarifikasi dan cerita yang sebenarnya. Klarifikasi dari pemiliknya langsung akan lebih baik dan lebih dipercaya. Ternyata ada beberapa anggota group yang panas dan memberikan komentar yang macam-macam. Semakin banyak yang kontra, semakin banyak yang komentar dan di dunia FB. Saya baru menyadari kalau semakin banyak yang komentar bearti memberi kesempatan pada postingan ini untuk selalu berada dibagian atas. Dan postingan itu berada di peringat atas.

Efek dari sebuah kontraversi

Efek dari sebuah kontraversi

Yang saya pelajari dari kasus ini adalah:
1. Orang tertarik dengan sensasi dan kontraversi.
2. Di dunia FB, jika ada yang me-like atau memberi komentar, maka status itu akan naik posisinya.

Tapi resikonya juga lumayan, membuat kontravesi harus siap-siap dibully dan dicaci maki. Saya salut dengan orang-orang yang bisa bertahan dengan kondisi ini dan bisa bermain dengan ‘cantik’, sehingga popularitasnya naik terus. ‘Stamina’ seperti ini yang saya belum punya.

Di dunia FB banyak postingan-postingan yang kontravesial, aneh atau sensasional. Banyak orang yang mem-share status itu, artinya akan semakin banyak peluang orang untuk memberi komentar atau memberi penilaian (like) pada status itu. Ternyata strategi ini yang juga banyak dipakai oleh para marketer di FB. Lihat saja, ada banyak akun-akun FB atau Fan Page yang mere-post status-status yang sensasional, atau memuat ulang video-video dan foto-foto yang memberikan dampak untuk dilihat orang. Semakin banyak yang melihat akan semakin banyak peluang orang untuk melihat iklan-iklan yang mereka buat.

Cara-cara ini juga yang dipakai oleh akun-akun robot untuk mendongkrak popularitas orang tertentu. Disinyalir ada banyak akun-akun robot yang pekerjaannya men-share, memberi komentar, memberi penilaian (me-like) atau mengkounter status-status di FB.

Teman saya menyampaikan pendapat yang cukup mengejutkan bagi saya. Penetrasi internet di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Tetapi penggunaan FB dan media sosial lainnya sangat tinggi di Indonesia. Jadi, kalau mau meyerang ‘Indonesia’ bisa dilakukan melalui FB dan media sosial. Media sosial sarana yang sangat efektif untuk pemasaran, pencitraan atau bahkan untuk menjatuhkan.

So…..manfaatkan sebaik-baiknya media sosial.

Cerita Horor: Penunggu Rumah Belokan Bomen

Klarifikasi Pak Sono pemilik rumah tersebut via group FB

***
Sono Puspahadi Masya Allah ….ini berita bohong ….kebetulan si Sariman ini penjual nasi goreng yang mulutnya fitnah banget…….kebetulan saya tinggal di rumah ini dari 1992 – 2015 …..dan sejak 2010 banyak banget orang cina dan orang Arab yang ngincar rumah ini untuk dijadikan ruko (rumah toko)….keluarga kami bertahan tidak mau jual rumah ini ……akibatnya banyak cerita gosip dilontarkan untuk menjatuhkan harga rumah ini….dan si Sariman tukang nasi goreng itu melemparkan fitnah keji ini karena dia tidak mau membayar kenaikan sewa …..

***
Sono Puspahadi Emang…si Sariman menekan kakak perempuan saya agar mengikuti harga sewa yang dia tentukan….edan kan ??? …lah wong numpang kok maksa ????

***
Sono Puspahadi Ya….sekalian ini klarifikasi…..Saya bersumpah demi Allah SWT selama saya tinggal di rumah ini tidak melihat pocongan, kuntilanak, nenek nenek, lutung, dan tetek bengek lain nya …..perkara orang lain mengaku melihat ya, pasti punya niatan yang tidak baik ….pengen merusak harga pasar rumah ini…. smile emoticon

Sariman (bukan nama sebenarnya) merapikan gerobak dan tenda nasi gorengnya. Baru beberapa hari ini dia pindah jualan di beloman Bomen ini. Tepatnya di depan rumah tua belokan Bomen. Rumah ini cukup besar, dua lantai dan halamannya cukup luas. Tapi rumah ini tampak seperti kurang terurus. Lampunya remang-remang, garasinya tampak gelap dan halamannya jarang dibersihkan. Di halaman rumah itu ada pohon mangga.
Sariman berjualan di trotoar jalan tepat di depan pintu gerbang rumah tua ini. Gerobaknya di taruh di trotoar. Sedang meja tempat makan di taruh di halaman rumah depan garasi. Sariman mulai berjualan menjelang magrib.

Karena masih baru, pelanggannya masih sedikit. Apalagi kalau hujan pembelinya cuma beberapa orang saja. Maklumlah kota Bogor kota hujan, kalau lagi musimnya air seperti tidak pernah berhenti turun dari langit.

Sariman duduk di belakang gerobaknya memandangi jalanan yang ramai dengan angkot dan motor. Sambil menghisap rokoknya pikirannya menerawang entah ke mana. Tiba-tiba dia seperti mencium sesuatu yang terbakar. Dia melirik ke kompornya. Kompornya sudah sejaman dia matikan setelah memasak satu porsi nasi goreng tadi. Sariman menoleh ke kanan dan kekiri. Trotoarnya sepi. Dia tidak memperdulikan bau terbakar itu.

Selang beberapa lama Sariman ingin mengambil air di ember yang ada di pojok meja makan, dekat dengan pintu garasi rumah. Tiba-tiba Sariman terperanjat. Ada nenek-nenek duduk di kursi warungnya. Nenek itu duduk di ujung yang remang-remang. Sariman tidak tahu sudah berapa lama nenek itu duduk di situ.

“Punten, Nek. Mau ambil air.”
Nenek itu hanya memberi isyarat dengan sedikit menganggukkan kepalanya.

“Maaf, Nek. Nenek tinggal di sini. Maaf, saya baru di sini jadi belum kenal semua.”

“Nenek sudah makan belum? Saya bisa buatkan nasi goreng untuk Nenek. Kebetulan masih banyak hari ini.”

Nenek itu diam saja tidak menjawab.

Continue reading

Talas Bogor Istimewa di Jalan Surken

image

Salah satu makanan khas Bogor adalah talas. Talas diolah menjadi berbagai macam makanan. Kalau saya sih tetap suka talas Bogor yang original: talas kukus dengan kelapa muda. Nikmat.

Talas Bogor yang bayak dikenal talas yang kecil-kecil. Banyak dijual di pasar Bogor dan seputaran Kebun Raya. Itu talas Bogor biasa. Di jalan Surken (Surya Kencana) ada penjual talas Bogor yang istimewa. Pertama ukuran talasnya yang ruar biasa gede. Jauh lebih besar daripada talas Bogor yang biasa. Kedua, rasanya yang pulen dan legit banget. Ada yang menyebutnya talas ketan.

image

image

Continue reading

Museum Etnobotani Indonesia atau Herbarium Bogoriense

Komposter Sampah Organik Sederhana yang Tidak Pernah Penuh

Bp. Elan Jaelani, Ketua Rt. 2, Rw. 12, Pamoyonana, Kec. Bogor Selatan, menjelaskan tentang komposter sederhana untuk pengomposan sampah organik rumah tangga. Keistimewaan komposter ini dibandingkan komposter yang sudah saya postin sebelumnya adalah komposter ini tidak pernah penuh meski diisi terus menerus. Kompos yang sudah jadi ada di bagian bawah dan tertampung di bagian bawah. Kompos ini dipanen/diambil terus, sehingga komposter ini tidak akan penuh.

Komposter ini dibuat dari tong plastik berukuran 50 L. Bisa saja dibuat dari tong yang lebih besar jika digunakan untuk volume sampah organik yang lebih besar. Bagian bawah, di sisi sampingnya, tong ini diberi lubang untuk pintu memanen kompos yang sudah jadi. Sedikit di lubang panen ini dipasang pejangga dari pralon yang disusun sedemikian rupa untuk menahan kompos/sampah organik. Bagian tutupnya diberi lubang seukuran pralon. Di atas penahan pralon ini diberi saringan plastik yang ukuran lubang-lubangnya besar. Kira-kira berukuran 3 cm. Lubang ini harus cukup besar agar kompos bisa turun ke tempat penampungan. Jika ukuran lubang-lubang saringan ini terlalu kecil, kompos akan sulit turun ke tempat penampungan kompos.

Cara pemakaianya sangat mudah dan sederhana sekali. Pertama, dibagian bawah diberi lapisan daun. Lapiran daun ini berfungsi sebagai alas penahan. Bisa juga diberi sobekan kertas karton. Kedua, dibagain bawah diberi selapis kompos yang sudah jadi atau tanah topsoil/tanah atas yang subur. Setelah itu baru ditambahkan sampah organik.

Sampah organik tidak perlu disemprot air, karena sampah organik umumnya sudah cukup mengandung air. Air hanya perlu ditambahkan jika sampah organiknya kering sekali. Kemudian ditambahkan dekomposer, misalnya: Promi atau MOL atau dekomposer yang lain. Pengunaannya sedikit saja. Dekomposer ini berfungsi untuk mempercepat proses dekomposisi bahan organik menjadi kompos. Sampah organik ditambahkan secara bertahap setiap hari.

Sesekali tong ini digoyang-goyang agar kompos yang sudah jadi turun ke bawah ke tempat penampungan. Dengan demikian, tumpukan kompos akan turun secara bertahap pula. Jika penambahan sampah organik sebanding dengan kecepatan dekomposisi, tong komposter tidak akan pernah penuh.

Kompos yang dihasilkan dari komposter ini dimanfaatkan untuk memupuk tanaman di pekarangan sendiri.