Tag Archives: spesies

Anggrek Spesies Indonesia Bulbophylum arfakianum

Anggrek spesies Indonesia Bulbophylum arfakianum

Anggrek spesies Indonesia Bulbophylum arfakianum

Anggrek spesies Indonesia Bulbophylum arfakianum

Anggrek spesies Indonesia Bulbophylum arfakianum

Advertisements

Anggrek Kantong Spesies Paphiopedilum tonsum

Anggrek kantong spesies Indonesia Paphiopedilum tonsum

Anggrek kantong spesies Indonesia Paphiopedilum tonsum

Anggrek kantong spesies Indonesia Paphiopedilum tonsum

Anggrek kantong spesies Indonesia Paphiopedilum tonsum

Anggrek kantong spesies Indonesia Paphiopedilum tonsum

Anggrek kantong spesies Indonesia Paphiopedilum tonsum

Anggrek kantong spesies Indonesia Paphiopedilum tonsum

Anggrek kantong spesies Indonesia Paphiopedilum tonsum

Dua Anggrek Kantong Spesies dari Bumi Pertiwi Paphiopedilum lunatum dan Paphiopedilum bungebelangi

Anggrek kantong spesies paphiopedilum lunatum

Anggrek kantong spesies paphiopedilum lunatum

Sumber:
https://search.proquest.com/docview/1910403942/fulltextPDF/4C1E0485D9C04E53PQ/1?accountid=38628

Anggrek kantong spesies paphiopedilum lunatum

Anggrek kantong spesies paphiopedilum lunatum

Anggrek kantong spesies paphiopedilum lunatum

Anggrek kantong spesies paphiopedilum lunatum

anggrek kantong spesies paphiopedilum lunatum

anggrek kantong spesies paphiopedilum lunatum

Spesies Anggrek Kantong Baru dari Bumi Pertiwi Paphiopedilum nataschae

Anggrek Bulan Phalaenopsis amabilis

Bunga Anggrek Bulan Phalaenopsis amabilis

Bunga Anggrek Bulan Phalaenopsis amabilis

PHALAENOPSIS AMABILIS

Oleh: F. Rahardi

Tahun 1752, seorang peneliti botani dari Swedia bernama Pehr Osbeck (1723 – 1805), singgah di pelabuhan Banten, dalam perjalanan pulang menuju Eropa. Ia baru saja meneliti flora, fauna, dan masyarakat di Kanton, China, selama sekitar empat bulan. Kapal yang ditumpangi Osbeck dari China cukup besar, hingga tidak bisa merapat di dermaga Banten.

Maka untuk menuju pantai, dalam cuaca gerimis, ia harus dipanggul oleh seorang tenaga pribumi dari kapal tersebut. Di Banten ia bermalam di sebuah penginapan sederhana di dekat pelabuhan. Selain dipenuhi tumbuhan mangrove, pantai teluk Banten ketika itu masih banyak ditumbuhi pohon nyamplung, keben, ketapang dan waru laut, yang sebagian cabangnya menjorok ke laut. Di kamarnya yang sempit itu, telinga Osbeck sangat terganggu oleh bunyi tonggeret yang berisik terus-menerus berkepanjangan. Sore itu dalam suasana bete dari jendela kamarnya, Osbeck melihat ada kerumunan kupu-kupu putih di sebuah “ranting pohon tropis” yang menjorok ke pantai. Setelah mendekat, yang ia sangka kupu-kupu itu, ternyata untaian tangkai anggrek, yang dipenuhi oleh kuntum bunga berwarna putih. Ia lalu memetik satu, dan ditaruh diantara dua lipatan kertas halaman bukunya.
Setiba di Eropa, spesimen kuntum bunga anggrek itu ia serahkan ke sahabatnya Carl Linnaeus (1707 – 1778), seorang ahli botani yang juga berasal dari Swedia. Tahun 1753, Linnaeus mengumumkan spesimen bunga anggrek oleh-oleh Osbeck ini sebagai Epidendrum amabile. Baik Pehr Osbeck, maupun Carl Linnaeus sama sekali tidak tahu, bahwa hampir 100 tahun sebelumnya seorang ahli botani Jerman bernama Georg Eberhard Rumphius (1627 – 1702), telah menemukan anggrek yang sama, dan baru pada tahun 1750, hampir 50 tahun setelah Rumphius meninggal, anggrek ini diberi nama Angraecum album majus. Setelah berganti-ganti nama, akhirnya pada tahun 1825, anggrek temuan Osbeck dan Rumphius ini diberi nama Phalaenopsis amabilis oleh Karl Ludwig von Blume (1796 – 1862), seorang ahli botani berdarah Jerman Belanda. Sampai sekarang nama pemberian Blume itulah yang terus dipakai untuk spesies anggrek, yang dalam Bahasa Indonesia kita kenal sebagai anggrek bulan putih.

Continue reading

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum rothschildianum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum rothschildianum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum rothschildianum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum rothschildianum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum rothschildianum


Continue reading

In vitro multiplication of the rare and endangered slipper orchid, Paphiopedilum rothschildianum (Orchidaceae)

Anggrek Kantong Spesies Paphiopedilum kolopakingii

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum kolopakingii

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum kolopakingii

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum kolopakingii

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum kolopakingii


Continue reading

Anggrek Kantong Species Paphiopedilum lowii

jual Anggrek kantong spesies Paphiopedilum lowii

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum lowii

Salah satu anggrek kantong spesies yang berasal dari Indonesia. Paphiopedilum lowii ini ditemukan di Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi. Penyebarannya cukup luas. Paphiopedilum lowii tumbuh di dekat perairan sungai dan daerah yang bercurah hujan tinggi. Paphiopedilum lowii ini suka sekali hidup di tempat yang sangat lembab. Paphiopedilum lowii umumnya ditemukan di tempat yang terang dan kadang-kadang di tempat yang terkenal sinar matahari langsung. Paphiopedilum lowii tumbuh di ketinggian 760-1370 dpl, tetapi ada juga yang melaporkan ditemukan di ketinggian 250 dpl, tapi juga ditemukan di tempat2 yang sangat tinggi 1600 dpl. Akarnya tumbuh menembus di lapiran lumut yang tebal, seresah daun di dahan pohon atau humus di tebing-tebing terjal. Anggrek kantong ini didiskripsikan oleh (Lindl.) Pfitzer tahun 1895. Nama sinonim dari anggrek kantong spesies Paphiopedilum lowii adalah Paphiopedilum lowi, atau dinamankan juga Low’s Paphiopedilum, Cordula lowiana, Cypripedium cruciform, Cypripedium lowii, Paphiopedilum lowii f. aureum, Paphiopedilum lowii var. aureum, Paphiopedilum lowii var. lynniae, dan Paphiopedilum lynniae. Anggrek kantong ini masuk ke dalam genus Paphiopedilum.

Pengenalan Anggrek Kantong Paphiopedilum lowii

Anggrek kantong ini ini berukuran sedang, tumbuh di daerah panas hingga dingin, berbunga lithophyte, memiliki 4 sampai 6, linier hingga elips sempit, berdaging, daun hijau gelap yang jernih. Daun panjangnya hingga 40 cm dan lebarnya hingga hingga 5,5 cm.

Bunga anggrek kantong Paphiopedilum lowii ini mekar pada bulan juni – agustus, tegak agak melengkung, panjang tangkai bunganya 60 cm hingga 100 cm, mengangguk, ungu belang hijau, bunga yang sudah dewasa berbentuk elips, kuning dengan ujung berwarna ungu. Diameter bunganya 14 cm dan tingginya sekitar 7 cm, kelopak dorsal (bagian atas) berwarna kuning ke hijau, dan pangkal lebih berwarna coklat atau kastanye dengan garis-garis yang menyebar secara radial yang membentang dari dasar ke bagian atas, kelopak bawah berwarna hijau muda, dasar serpihan lembaran bagian dalam berwarna hijau kekuning-kuningan dan ditandai dengan bintik-bintik coklat yang kadang-kadang memiliki bentuk mata. kelopak-kelopak ini berwarna ungu ke merah muda, bibir berwarna coklat kehijauan sampai coklat gelap dan biasanya memiliki urat-urat yang lebih gelap yang terlihat jelas, sedangkan petak samping yang ditata di bagian tengah memiliki warna yang lebih terang dan titik-titik coklat.

Perawatan Anggrek Kantong Paphiopedilum lowii

Perawatan anggrek yang di sampaikan di sini hanya panduan semata. Perawatan harus disesuaikan dengan kondis dan lingkungan di mana Paphiopedilum ini tumbuh.

Cahaya:

Anggrek kantong Paphiopedilum lowii suka di tempat yang terang dan banyak cahaya dengan sirkulasi udara yang baik.

Suhu udara

Suhu udara yang disukai anggrek ini di siang hari 25-27oC dan di malam hari sekitar 16-17oC denga perbedaan suhu siang malam hari antara 9-11oC.

Kelembaban

Anggrek Paphiopedilum lowii suka tempat yang lembab dengan kelembaban 85-90% sepanjang tahun.

Substrat untuk tumbuh

Substrat/media tumbuh harus selalu longgar, permeabel, yang bisa menjaga kelembaban, tetapi tidak menyerap air. Media lumut kering bisa dipakai dan ditambahkan ke campuran yang digunakan untuk menjaga kelembaban.
Anggrek ini sangat toleran terhadap kelebihan garam yang menumpuk dan substrat yang melapuk. Artinya, tidak masalah jika sering diberi pupuk. Paphiopedilum lowii mampu bertahan dari kelebihan garam dan pupuk, serta substrat yang mudah lapuk lebih baik daripada kebanyakan spesies anggrek yang lain. Namun, jika dibiarkan dalam kondisi ini dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan pembusukan akar.

Sumber: Paphiopedilum lowii | Paphiopedilum lowii
Informasi pembelian: Paphiopedilum lowii

jual Anggrek kantong spesies Paphiopedilum lowii

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum lowii

jual Anggrek kantong spesies Paphiopedilum lowii

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum lowii

Memisahkan (split) Anakan Anggrek Kantong Spesies

Salah satu cara perbanyakan anggrek kantong spesies adalah dengan memisahkan (split) anakannya. Berikut ini cara yang saya pakai untuk memisahkan anakan anggrek kantong spesies.

Alat dan bahan yang dipakai:
– pisau dapur yang tajam
– betadine salep
– bawang merah
– pot anggrek
– cacahan pakis untuk media tanam

Langkah-langkahnya:

  1. Cabut dengan hati-hati anggrek kantong spesies dari pot lama. Cabut dengan hati-hati agar akarnya tidak rusak/luka. Jika perlu dipecahkan pot lamanya.
  2. Dengan menggunakan pisau tajam yang bersih dan kering, belah anakan dari batang indukannya.
  3. Belah bawang merah dan oleskan bawang merah pada luka bekas potongannya. Bawang merah mengandung hormon tanaman yang bisa merangsang pertumbuhan akar baru.
  4. Oleskan betadine salep pada luka bekas sayatan tadi. Betadine salep ini berguna untuk melindungi luka dari pembusukan.
  5. Siapkan pot dan cacahan pakis. Tanam anakan anggrek spesies kantong yang baru dipisahkan dengan hati-hati. Masukkan cacahan pakis dan padatkan agar tanaman bisa tegak berdiri.
  6. Siram anggrek kantong yang baru ditanam dengan air cucian beras/POC. Air cucian beras mengandung vitamin yang berguna untuk memulihkan anggrek yang baru dipisahkan anakannya.
  7. Letakkan pot di tempat yang teduh dan dirawat/disiram setiap hari. Jaga agar media tanak tidak terlalu lembab/basah, karena bisa menyebabkan pembusukan pangkal batang anggrek.


Continue reading