Category Archives: Organik

Pengomposan Limbah Kulit Singkong dengan Promi

kompos kulit singkong promi

Pengomposan kulit singkong dengan Promi di Lampung

Artikel ini saya buat berdasarkan pengalaman petani cabe di Kota Gajah, Lampung, Bapak Wahyu. Sudah setahun lebih beliau menggunakan Promi untuk pengompsan limbah kulit singkong dan digunakan untuk memupuk tanaman-tanaman di ladangnya, terutama cabe.

Lampung adalah salah satu penghasil singkong terbesar di Indonesia. Di Lampung banyak sekali pabrik-pabrik tepung tapioka. Satu limbah pabrik tapioka yang melimpah dan tidak banyak dimanfaatkan adalah limbah kulit singkong. Limbah ini menggunung dan pabrik juga binggung mau diapakan. Bapak Wahyu menghubungi saya dan menanyakan bagimana cara memafaatkan limbah kulit singkong ini untuk kompos dan pupuk organik.

Awalnya beliau hanya mengomposakan dalam skala kecil saja, yaitu 5 ton atau satu rit truk. Hasilnya ternyata bagus. Saya sempat berkunjung sekali ke rumahnya. Alhamdulillah.

Sekarang, Pak Wahyu sudah mulai rutin mengomposakan kulit singkong dengan Promi dan dijadikan pupuk organik untuk tanaman cabe.

Artikel lain tentang pengomposan limbah organik dan kohe dengan Promi, silahkan lihat di link berikut ini: Promi.

kompos kulit singkong promi

Kulit singkong yang akan dikomposkan dengan Promi

kompos kulit singkong promi

Pengomposan kulit singkong dengan promi di Kota Gajah, Lampung


Continue reading

Advertisements

Metode Analisis Biologi Tanah (versi pdf)

Buku ini juga bisa didownload di link: Puslittanah

Bioplastik Tahan Air

bioplastik kantong air

Uji bioplastik untuk kantong air.

Salah satu permasalahan bioplastik adalah ketahanannya terhadap air. Bioplastik umumnya tidak tahan air, karena memang dari ‘sono’nya sudah suka air. Jadi kalau ada air, biplastik akan segera ‘mendekap’-nya. Akibatnya, penggunaan bioplastik jadi terbatas, banyak yang belum bisa digunakan untuk yang basah-basah. Sebagian besar digunakan untuk yang kering-kering saja.

Nah, berbagai penelitian dilakukan untuk meningkatkan kekuatan bioplastik agar lebih tahan air. Sifatnya yang ‘suka air’ dikurangi sebanyak mungkin, atau kalau bisa dibuat jadi ‘benci air’. Tidak mudah memang. Tapi ini tantangan luar biasa. Banyak cara dilakukan orang untuk membuat agar bioplastik jadi ‘benci air’.

Saya juga sudah mencoba berbagai macam cara agar bioplastik yang saya buat menjadi ‘tidak terlalu suka air. Setahun saya coba ini itu, hasilnya masih kurang memuaskan. Hari ini saya agak seneng sedikit, karena bioplastik yang saya buat sudah lebih ‘tahan air’. Sudah bisa dipakai untuk kantong air, meski belum kuat bener.

Lebih senengnya lagi, ini bisa dimakan. Jadi bahan-bahan yang saya buat adalah edible alias layak dimakan.

Tunggu kelanjutannya.

Pengujian Disintegrasi Bioplastik

Salah satu parameter bahwa material bioplastik bisa dinyatakan sebagai ramah lingkungan adalah bisa terurai secara biologis di alam. Ada beberapa metode pengujian yang diakui secara internasional, salah satunya ISO 20200:2015. Metode ini hanya menguji disintegrasi material bioplastik secara biologis dengan menggunakan sistem pengomposan terkontrol skala laboratorium.

Saya mencoba melakukan metode ini untuk beberapa sampel plastik dan bioplastik yang saya buat. Waktunya memang masih singkat hanya satu bulan saja, meskipun di standarnya perlu waktu kurang lebih 3-4 bulan. Meskipun belum sempurna banget, tapi hasil pengujian ini cukup memberikan harapan bahwa bioplastik yang saya buat bisa dikategorikan sebagai ‘ramah lingkungan.

bioplastik pengujian disintegrasi

Pengujian disitegrasi sampel bioplastik A dari sawit dalam kondisi pengomposan terkontrol skala laboratorium umur 1 bulan

bioplastik pengujian disintegrasi

Pengujian disitegrasi sampel bioplastik B dari sawit dalam kondisi pengomposan terkontrol skala laboratorium umur 1 bulan

bioplastik pengujian disintegrasi

Pengujian disitegrasi sampel bioplastik C dari sawit dalam kondisi pengomposan terkontrol skala laboratorium umur 1 bulan

bioplastik pengujian disintegrasi

Pengujian disitegrasi sampel bioplastik D dari sawit dalam kondisi pengomposan terkontrol skala laboratorium umur 1 bulan

Meski baru sebulan, dari foto-foto di atas terlihat bahwa bioplastik sawit sudah mulai terbiodegradasi. Saya menambahkan penguat dan ekstrak nabati antimikroba pada bioplastik ini. Penambahannay sedikit sekali, namun terlihat bahwa bioplastiknya lebih tahan terhadap biodegradasi oleh mikroba. Hasil ini menambah keyakinan saya, jika ‘keawetan bioplatik’ bisa diatur sesuai kebutuhan.

Saya juga mencoba melakukan hal yang sama untuk beberapa sampel bioplastik yang sudah ada di pasaran. Pertama adalah sampel yang ada logonya biodegradable bioplastik. Bioplatik ini berbahan baku utama pati-patian. Hasilnya, bioplastiknya masih utuh, namun sudah mulai ada proses degradasi.

bioplastik pengujian disintegrasi

Pengujian disitegrasi sampel bioplastik yagn sudah beredar di pasaran dalam kondisi pengomposan terkontrol skala laboratorium umur 1 bulan

Satu lagi sampel plastik ramah lingkungan yang saya peroleh dari supermarket setempat. Di logonya ada pernyataan eco label dan degradable. Hasilnya, plastik ini sama sekali tidak terdegradasi dan tidak ada tanda-tanda mulai terbiodegradasi.

bioplastik pengujian disintegrasi

Pengujian disitegrasi sampel degradable yang sudah beredar di pasaran dalam kondisi pengomposan terkontrol skala laboratorium umur 1 bulan

Presentasi Pengelolaan Sampah Warga

Mengolah Sampah Warga Cara Perum Mutiara Citra Graha, Larangan – Kab. Sidoarjo – Jawa Timur

promi sampah warga larangan sidoharjo

Komposter sampah organik rumah tangga kreasi warga Perum Mutiara Citra Graha , Larangan – Sidoharjo. Aktivator pengomposan menggunakan Promi. Satu komposter besar untuk 10 rumah. Drum kecil untuk tempat aktivator Promi.

Sampah hampir menjadi masalah di semua kota di Indonesia. Berbagai cara dilakukan untuk mengatasi masalah sampah, salah satunya yang dilakukan oleh warga Perum Mutiara Citra Graha, Ds. Larangan, Kec. Candi, Sidoharjo – Jawa Timur. Warga yang dipinpin oleh Bapak RW dan tokoh-tokoh masyarakat setempat menggalakkan pengolahan sampah. Khusus untuk sampah organik mereka melakukan pengomposan. Mereka mengembangkan cara pengomposan yang disesuaikan dengan kebutuhan setempat, yaitu dengan menggunakan komposter sampah organik. Proses pengomposan dipercepat dengan menggunakan aktivator pengomposan Promi. Proses pengomposan hanya membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 minggu.

Kegiatan pembinaan pengelolaan sampah organik di perum MCG Larangan, Kab. Sidoarjo.

Kegiatan pembinaan pengelolaan sampah organik di perum MCG Larangan, Kab. Sidoarjo.

Kegiatan warga perum MCG ini diapresiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kab. Sidoarjo. Perumahan ini dijadikan sebagai salah satu contoh pengelolaan sampah warga di Kab. Sidoarjo. Banyak desa-desa lain yang berkunjung ke Perumahan ini. Dinas LHK juga melaksanakan kegiatan pembinaan pengelolaan sampah warga di perumahan MCG ini.

Menurut cerita, Pak Hasan, salah satu pengerak pengelolaan sampah Perum MCG, mereka sempat menggunakan berbagai macam akvator pengomposan dengan berbagai macam metode pengomposan. Namun cara tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama hingga beberapa bulan. Sampai akhirnya, Pak Hasan menemukan salah satu halaman di blog ini yang menjelaskan tentan cara pembuatan kompos dari seresah daun. Warga kemudian mencoba mempraktekkan cara pengomposan tersebut. Untuk tempat pengomposan mereka membuatnya dari kantong terpal. Pengomposan berjalan sukses dalam waktu yang singkat.

promi sampah warga larangan sidoharjo

Bapak Dr. M. Bahrul Amig (Kadis LHK Kab. Sidoarjo) meninjua komposter sampah daun dari kantong terpal karya warga Perum Mutiara Citra Graha , Larangan – Sidoharjo.

Meski sudah berhasil, cara ini masih dianggap kurang bagus. Bentuk dan penempatan kantong terpalnya dianggap kurang estetis. Kemudian mereka mencoba mengembangkan komposter yang dibuat dari drum bekas ukuran 200 L. Di bagian bawah dibuat pintu untuk mengambil kompos yang sudah matang. Sedangkan di bagian samping dan bagian bawahnya dibuat lupang drainase untuk mengeluarkan kelebihan air. Hasilnya cukup bagus dan proses pengomposan juga berjalan cepat sama seperti ketika menggunakan kantong terpal.
Continue reading

Menanam Kol dengan Polybag di Pekarangan Rumah

pertanian, kol, polybag

Pak Doddy dengan kol yang ditanam di pekarangan rumah dengan polybag.

pertanian, kol, polybag

pertanian, kol, polybag

Menanam kol dengan polybag di pekarangan rumah


Continue reading

PENGOMPOSAN KOTORAN KAMBING DENGAN PROMI

Belajar Kimia Organik lagi: amylosa dan amylopectin

Belajar tentang glukosa memang sangat menarik. Glukosa ini bisa tersusun dengan beragam cara. Sebelumnya saya sudah sampaikan tentang susunan glukosa dalam selulosa. Susunan glukosa yang lain juga terdapat dalam polimer lain, yaitu pati. Pati ini terdiri dari dua macam komponen, yaitu amylosa dan amylopectin. Seperti ini model struktur kimia pati.

1329761849amylopectin

1329761636amylose

Pembuatan Pupuk Organik Padat dan Cair dari Kohe Sapi dengan Promi