Tag Archives: kaptan

Meningkatkan pH Tanah Sawah yang Bereaksi Masam dengan Kaptan dan Asam Humat

Tanah bereaksi masam cukup luas penyebarannya di Indonesia. Di Jawa Barat saja sebaran tanah masam diperkirakan mencapai 1.8 juta ha, sedangkan di seluruh Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 100 juta ha. (Sumber: Mulyani et al). Tanah yang bereaksi masam memiliki beberapa permasalahan, antara lain: keracunan Al, Mn dan/atau Fe, serta kekahatan unsur-unsur hara penting seperti N, P, Ca, dan atau Mg dan Mo. Produktivitas pertanian/sawah di tanah masam umumnya rendah.

Salah satu cara untuk meningkatkan pH tanah masam itu adalah dengan cara pengapuran. Depertemen Pertanian RI dan Pusat Penelitian Tanah memberikan cara menghitung dosis kaptan (kapur pertanian) untuk meningkatkan pH Tanah masam, yaitu:
– 2 ton kaptan per ha untuk menintkankan pH tanah 1 point.

Jadi misalnya pH tanahnya ingin ditingkatkan dari pH.3 menjadi pH 6 diperlukan kaptan sebanyak: (6-3) x 2 ton per ha = 6 to per ha.

Berikut ini beberapa tabel kebutuhan kaptan untuk meningkatan pH tanah yang banyak disarankan.

DOSIS PENGGUNAAN KAPUR PERTANIAN (DOLOMITE)

SELISIH pH

Jumlah Kapur(ton)/Hektare

2,0

6.83

1,9

6,51

1,8

6,19

1,7

5,88

1,6

5,56

1,5

5,23

1,4

4,93

1,3

4,61

1,2

4,30

1,1

3,99

1,0

3,66

0,9

3,35

0,8

3,03

0,7

2,72

0,6

2,40

0,5

2,08

0,4

1,77

0,3

1,45

0,2

1,13

0,1

0,82

0,0

0,50

Kebutuhan Akan pH Tanah Sesuai Jenis Tanaman:

Kebutuhan Akan pH Tanah Sesuai Jenis Tanaman

Padi 5,00 – 7,00
Jagung 5,50 – 7,50
Umbi Rambat 5,25 – 6,50
Kentang 4,50 – 6,50
Kacang Tanah 5,25 – 6,25
Kedelai 6,00 – 7,00
Sorgum 6,50 – 7,00
Tembakau 5,50 – 7,50
Kapas 5,00 – 6,00
Tomat 5,50 – 7,50
Kubis 5,50 – 7,50
Seledri 6,00 – 7,00
Bawang 6,00 – 7,00
Cabai 5,50 – 6,00
Nanas 5,00 – 6,50
Tebu 6,00 – 8,00
Pisang 6,00 – 7,50
Teh 4,00 – 5,50
Karet 3,75 – 8,00
Kopi 4,50 – 7,50
Kelapa 6,00 – 7,50
Coklat 5,00 – 7,00

Sayangnya, cara ini membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga tidak banyak petani yang mampu melakukan anjuran ini.

Selain menggunakan kaptan, pH tanah sawah juga bisa ditingkatkan dengan menggunakan kombinasi kaptan dengan asam humat (silahkan klik di sini untuk informasi Asam Humat).

Saya mendapatkan kabar dari petani di Kab. Subang Jawa Barat yang bisa meningkatkan pH tanah sawahnya dengan kombinasi kaptan dan asam humat dari pH 3 – 3.5 menjadi pH 6 – 7. Dosisnya adalah 1 ton kaptan per ha dan asam humat 5-6 liter per ha. Hasilnya seperti ditunjukkan di foto-foto berikut ini.

Cara aplikasinya, kaptan atau dolomite diaplikasikan terlebih dahulu setelah olah tanah. Kaptan disebarkan secara merata ke seluruh permukaan tanah. Apabila tanah sudah ditanami, kaptan disebarkan di sela-sela tanaman padi. Beberapa hari kemudian dilanjutkan dengan aplikasi asam humat. Asam humat diencerkan dengan air. 1 liter asam humat diencerkan dengan 50 liter air. Setelah itu larutan asam humat dikocorkan merata ke seluruh permukaan lahan sawah. Sama halnya dengan aplikasi kaptan, jika lahan sudah ditanami, aplikasi asam humat diberikan di sela-sela tanaman padi.

Yang perlu diperhatikan adalah pada saat aplikasi kaptan dan asam humat kondisi air macak-macak. Aliran air irigasi dihentikan terlebih dahulu selama aplikasi kaptan dan asam humat dan dibiarkan sehari atau dua hari tanpa dialiri air. Tujuannya adalah agar asam humat dan kaptan tidak hanyut terbawa air.

pH tanah setelah aplikasi asam humat dan kaptan

pH tanah setelah aplikasi asam humat dan kaptan

pH tanah setelah aplikasi asam humat dan kaptan

pH tanah setelah aplikasi asam humat dan kaptan

aplikasi kaptan dan asam humat

Tanaman padi yang subur usia 35HST setelah aplikasi kaptan dan asam humat

aplikasi kaptan dan asam humat

Padi yang subur setelah aplikasi kaptan dan asam humat

Advertisements

Media Tanam Jahe: Dolomit dan Kieserite

pola serapan hara mineral pupuk oleh tanaman jahe

Pola serapan hara mineral (pupuk) oleh tanaman jahe. (Gambar dari buku Ginger The Genus of Zingiber

Masih ingat gambar di atas di artikel “Pola dan Kebutuhan Makan (pupuk) Tanaman Jahe“. Hara nutrisi alias ‘gizi’ tanaman jahe yang juga dibutuhkan dalam jumlah banyak adalah ‘gizi’ Mg (Magnesium) dan Ca (kalsium). Di grafik di atas bahka posisi Mg dan Ca lebih tinggi daripada N (nitrogen) pada saat umur > 4 bulan. Ini menandakan bahwa pupuk Mg dan Ca juga sangat penting untuk tanaman jahe. Kecukupan pupuk Mg dan Ca dibutuhkan untuk mendapatkan hasil panen rimpang jahe yang optimal.
Continue reading

Membuat Pupuk Organik Sendiri

Baca juga: Video Membuat Pupuk Granul | membuat pupuk organik sendiri | Mesin Cacah Kompos | Pupuk Organik, Pupuk Kimia, dan Pupuk Hayati | Tata Letak Mesin Pabrik Pupuk Organik | Bagan Pabrik POG | Permentan No. 70/2011 tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah | Lampiran 1 Permentan No. 70/2011 | Lampiran 1 Permentan No. 70/2011 | POC Khusus Jahe |

 


sampuldepantumbnail
Membuat pupuk organik baik yang powder atau granul tidak sulit tetapi juga tidak mudah. Pupuk organik granul dapat dibuat dalam skala kecil atau pun dalam skala besar. Kalau mau anda pun bisa membuatnya sendiri.

Bahan-bahan untuk membuat pupuk organik granul umumnya terdiri dari dua bahan utama, yaitu:
1.Bahan Organik utama: kompos dan/atau
2.Bahan-bahan tambahan: gambut, fosfat alam (P), dolomit (Mg), kaptan, zeolit, dan lain-lain.
Continue reading