Category Archives: Biofertilizer

tulisanku tentang biofertilizer

PETUNJUK PEMAKAIAN HORMON PACLOBUTRAZOL UNTUK MERANGSANG PEMBUNGAAN DAN BUAH DI LUAR MUSIM

Keterangan singkat hormon paclobutrazol:

Paclobutrazol atau sering disingkat dengan PBZ adalah zat pengatur tumbuh tanaman yang termasuk dalam klas bahan kimia trizole. Mekanisme kerja PBZ berlawanan dengan kerja hormon giberelline. Rumus kimia paclobutrazol adalah C15H20ClN3O. Paclobutrazol menghambat biosintesis giberelline, menghambat perpanjangan sel dan perpanjangan buku-buku tanaman. Meskipun biosintesis giberelline terhambat, pembelahan sel tetap terjadi namun sel tidak mengalami perpanjangan/pembesaran. Akibatnya adalah buku-buku menjadi lebih pendek, diameter batang dan ranting menjadi lebih kecil, tanaman menjadi kerdil. Paclobutrazol meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stress. Paclobutrazol bersifat menghentikan proses pertumbuhan tanaman sehingga cadangan karbohidrat menjadi lebih banyak sehingga memungkinkan tanaman untuk segera berbunga dan berbuah. Aplikasi hormon paclobutrazol dalam dosis kecil bermanfaat untuk meransang pembungaan dan pembuahan yang serempak. Hormon paclobutrazol bisa digunakan untuk tanaman hias (bunga) maupun buah-buahan. Penggunaan paclobutrazol tidak direkomendasikan untuk diaplikasikan secara terus menerus karena bisa mengakibatkan tanaman kerdil permanen.

Manfaat hormon paclobutrazol:

– merangsang pembungaan dan pembuahan tanaman di luar musim
– membuat bunga atau buah lebih seragam

Kemasan hormon paclobutrazol:

– hormon encer konsentrasi 100 ppm @100ml
– hormon pekat konsentrasi 10.000 ppm @100ml

Cara aplikasi:

Aplikasi hormon paclobutrazol bisa dilakukan dengan tiga cara:

  • disemprotkan ke daun; untuk tanaman semusim, tanaman perdu, dan tanaman yang berbatang rendah dan memungkinkan untuk dilakukan penyemprotan melalui daun.
  • disuntikkan/diinfuskan ke batang; untuk tanaman tahunan, tanaman keras dan tanaman berkayu lainnya, tanaman yang sudah tinggi dan tidak memungkinkan untuk dilakukan penyemprotan ke daun.
  • diinfuskan ke akar; untuk tanaman tahunan, tanaman keras dan tanaman berkayu lainnya, tanaman yang sudah tinggi dan tidak memungkinkan untuk dilakukan penyemprotan ke daun.

A. Penyemprotan hormon paclobutrazol ke daun

  • encerkan hormon menggunakan air bersih dengan konsentrasi kurang lebih 5 – 10 ppm dan aduk hingga hormon tercampur merata,
  • masukkan larutan hormon ke dalam tangki semprot,
  • semprotkan larutan hormon ke seluruh permukaan daun hingga semua daun terbasahi sempurna,
  • penyemprotan dilakukan di pagi hari atau di sore hari ketika tidak hujan, jika terjadi hujan lakukan penyemprotan ulang,
  • penyemprotan dilakukan dua minggu sekali selama dua atau tiga bulan,
  • jangan lakukan penyemprotan paclobutrazol terus menerus sepanjang musim.

B. Penyuntikan ke daun

  • encerkan hormon menggunakan air bersih dengan konsentrasi kurang lebih 10 ppm dan aduk hingga hormon tercampur merata,
  • gunakan bor dengan diameter kurang lebih 1 cm,
  • bor batang pohon hingga ke bagian kambium,
  • masukkan larutan hormon sebanyak 10-20 cc (tergantung besarnya pohon) ke dalam lubang tersebut,
  • oleskan fungisida ke bagian sekitar lubang untuk menghindari infeksi jamur,
  • tutup lubang dengan potongan kayu, vaseline atau tanah untuk menghindari infeksi jamur/patogen
  • penyuntikan dilakukan dua minggu sekali selama dua-tiga bulan,
  • jangan aplikasikan hormon paclobutrazol terus menerus sepanjang tahun/musim.

C. Infus akar tanaman

  • encerkan hormon menggunakan air bersih dengan konsentrasi kurang lebih 5 ppm dan aduk hingga hormon tercampur merata,
  • gali tanah di sekitar batang yang memiliki perakaran bagus. Pilih akar yang sehat dan segar dengan ukuran kurang lebih sebesar 0.5 s/d 1 cm,
  • gunakan botol kecil denga volume kurang lebih 250 ml,
  • masukkan larutan hormon sebanyak 100ml ke dalam botol,
  • masukkan potongan akar ke dalam botol berisi larutan hormon tersebut,
  • tutupi bagian mulut botol dengan kapas atau kain untuk menghindari masukkan tanah ke dalam botol,
  • timbun botol dengan tanah.

Keterangan lebih lanjut silahkan kunjungi:
https://isroi.com/jualanku/hormonzat-pengatur-tumbuh-zpt-tanaman/#paclobutrazol

Advertisements

Penjelasan Tentang Hormon Tumbuhan dari Bio-Resources

Berikut ini adalah sebuah video yang memberikan penjelasan umum tentang hormon tumbuhan dari Bio-Resources. Ada banyak jenis hormon tumbuhan. Masing-masing hormon tumbuhan memiliki fungsi dan peranannya masing-masing. Namun, peranan hormon ini tidak berdiri sendiri. Hormon berfungsi dalam interaksinya dengan berbagai hormon lain atau pun faktor-faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Beberapa hormon tumbuhan yang umum dan banyak dipakai di dunia pertanian untuk merangsang buah, bunga, daun, akar dan tunas adalah giberelin, auksin, sitokinin, kolkisin, paclobutrazol dan lain-lainnya.

Penjelasan ini sangat menarik dan bisa digunakan untuk memahami jenis-jenis hormon tumbuhan, peranan, fungsi, manfaat dan penggunaan dari hormon-hormon tumbuhan ini. Beberapa video YouTube ini memberikan penjelasan umum tentang hormon tumbuhan atau zpt.

Silahkan klik di link ini untuk mengetahui tentang hormon tumbuhan.

Statistik Kelapa Sawit Indonesia Terbaru 2015-2017

Pengomposan Limbah Kayu dengan Promi

limbah serutan kayu

Limbah serutan kayu

Limbah kayu seperti serbuk gergaji, sisa serutan kayu atau serpihan-serpihan kayu banyak dihasilkan dari pabrik-pabrik pengolahan kayu maupun produk jadi kayu. Kayu, apalagi kayu-kayu yang terkenal awet, tidak mudah dikomposkan. Rasio C/N kayu umumnya sangat tinggi, artinya kandungan N-nya sangat rendah atau C-nya sangat tinggi. Beberapa kayu yang terkenal awet, seperti kayu jati, lebih sulit lagi untuk dikomposkan.

Rasio C/N dari sampel limbah kayu yang saya analisa sebesar 359. Nilai ini besar sekali jika dibandingkan dengan rasio C/N dari tankos sawit yang hanya 60-an atau sampah yang kurang dari 40. Pengomposan limbah kayu tanpa perlakuan apa-apa bisa membutuhkan waktu yang sangat lama. Meskipun dengan penambahan aktivator pengomposan.

Pertama kali saya mencoba mengkomposkan limbah kayu ini hanya dengan aktivator pengomposan hasilnya sangat diluar harapan. Sampai tiga bulan, proses pengomposannya berjalan sangat lambat, atau boleh dikatakan tidak terkomposakan sama sekali. Kemudian kami mencoba mencari cara agar limbah kayu seperti ini bisa lebih cepat dikomposkan. Alhamdulillah, ada kemajuan proses pengomposan limbah kayu ini.

Berikut ini beberapa stategi yang kami lakukan untuk mengkomposkan limbah kayu dengan Promi.

1. Menambahkan bahan lain yang relatif lebih mudah dikomposkan pada limbah kayu tersebut. Kami menggunakan daun-daun atau seresah yang ditambahkan pada serutan kayu. Cara ini ternyata cukup efektif. Mikroba aktivator promi bisa tumbuh lebih dulu di daun-daunan ini.

2. Kadar air harus cukup. Kayu relatif sulit menyerap air. Jadi sebelum proses pengomposan harus dikondisikan agar kadar air di dalam bahan mencukupi untuk proses pengomposan. Kadar air yang dianjurkan kurang lebih 60%. Namun, proses penambahan air bisa lebih dari itu, apalagi untuk kayu-kayu yang sudah dikeringkan.
Continue reading

Pertanian-pertanian yang Menajubkan

Pengaruh Kompos Terhadap Kesuburan Tanah – KTK

kompos jerami padi untuk sawah

Kompos jerami dengan aktivator Promi


Aplikasi kompos, pupuk kandang, atau pupuk organik padat sudah terbukti bisa meningkatkan kesuburan tanah. Aplikasi bahan organik yang sudah matang seperti ini akan meningkatkan efisiensi pemupukan maupuan serapan hara oleh tanaman. Aplikasi pupuk kimia akan lebih baik dan meningkat efisiensinya jika dikombinasikan dengan aplikasi pupuk organik/kompos/pupuk kandang.

Bagaimana ini bisa terjadi??

Salah satu jawabannya ada di buku “Produksi Sayuran di Daerah Tropika” karangan C.W. Williams, yang diterbitkan oleh UGM Press. Di dalam buku ini, di halaman 32 ditunjukkan hasil-hasil percobaan ilmiah yang melihat pengaruh penambahan bahan organik ke tanah terhadap nilai KTK (kapasitas tukar kation) tanah. Gambarnya ada di bawah ini:

bahan organik KTK

Pengaruh bahan organik terhadap nilai KTK, semakin tinggi bahan organik tanah akan semakin meningkat nilai KTK-nya.

Dari grafik hasil percobaan tersebut terlihat jelas bahwa bahan organik tanah berkorelasi positif terhadap nilai KTK. Artinya, penambahan bahan organik ke tanah akan linier meningkatkan nilai KTK tanah tersebut. Semakin banyak bahan organik yang diberikan akan semakin tinggi nilai KTK-nya. Nilai KTK ini mengambarkan kemampuan tanah untuk ‘memegang’ hara pupuk yang kita berikan ke tanah. Hara itu menjadi lebih mudah untuk diserap oleh akar tanaman dan tidak mudah hilang/tercuci.

Tanah-tanah yang miskin/kurus/tidak subur hampir dapat dipastikan memiliki nilai KTK yang sangat rendah. Misalnya saja, tanah berpasir. Efektivitas pupuk yang diberikakan juga sangat rendah. Hara-hara pupuk itu akan tidak dapat ‘dipegang’ oleh tanahnya, cepat hilang karena tercuci atau penguapan dan akibatnya sedikit yang bisa diambil dan diserap oleh akar tanaman.

Bahan organik seperti kompos memiliki muatan negatif di permukaannya. Hara di dalam pupuk umumnya bermuatan positif. Kalau positif ketemu negatif akan saling berikatan. Jadi, hara yang bermuatan positif itu akan dengan suka-cita untuk berikatan dengan muatan negatif yang ada di permukaan bahan organik. Bahan organik yang ditambahkan ke tanah yang miskin akan meningkatkan KTK ini.

Konsep KTK Tanah

Konsep KTK (Sumber Wikipedia)


(Sumber: Wikipedia)

Akar tanaman dalam menyerap hara dari pupuk akan melakukan ‘pertukaran’ kation. Hara-hara dalam bentuk kation yang sudah ‘dipegang’ oleh bahan organik ini akan dilepaskan dan diserap oleh akar tanaman. Kira-kira seperti itu ceritanya, kenapa pupuk kimia yang diaplikasikan bersama dengan pupuk organik akan lebih baik efisiensinya.

Aplikasi pupuk organik/bahan organik dalam skala yang besar biasanya tidak efisien, bulky, memerlukan jumlah yang sangat besar dan membutuhkan biaya yang besar juga. Salah satu cara untuk menyiasatinya adalah dengan pemberian di lubang tanam. Jadi tidak diaplikasikan ke seluruh lahan, hanya di lubang tanamanya saja atau hanya di guludannya saja.

Semoga bermanfaat.

Buku Produksi Sayuran di Daerah Tropika

Buku Produksi Sayuran di Daerah Tropika

Pengomposan Limbah Kulit Singkong dengan Promi

kompos kulit singkong promi

Pengomposan kulit singkong dengan Promi di Lampung

Artikel ini saya buat berdasarkan pengalaman petani cabe di Kota Gajah, Lampung, Bapak Wahyu. Sudah setahun lebih beliau menggunakan Promi untuk pengompsan limbah kulit singkong dan digunakan untuk memupuk tanaman-tanaman di ladangnya, terutama cabe.

Lampung adalah salah satu penghasil singkong terbesar di Indonesia. Di Lampung banyak sekali pabrik-pabrik tepung tapioka. Satu limbah pabrik tapioka yang melimpah dan tidak banyak dimanfaatkan adalah limbah kulit singkong. Limbah ini menggunung dan pabrik juga binggung mau diapakan. Bapak Wahyu menghubungi saya dan menanyakan bagimana cara memafaatkan limbah kulit singkong ini untuk kompos dan pupuk organik.

Awalnya beliau hanya mengomposakan dalam skala kecil saja, yaitu 5 ton atau satu rit truk. Hasilnya ternyata bagus. Saya sempat berkunjung sekali ke rumahnya. Alhamdulillah.

Sekarang, Pak Wahyu sudah mulai rutin mengomposakan kulit singkong dengan Promi dan dijadikan pupuk organik untuk tanaman cabe.

Artikel lain tentang pengomposan limbah organik dan kohe dengan Promi, silahkan lihat di link berikut ini: Promi.

kompos kulit singkong promi

Kulit singkong yang akan dikomposkan dengan Promi

kompos kulit singkong promi

Pengomposan kulit singkong dengan promi di Kota Gajah, Lampung


Continue reading

Metode Analisis Biologi Tanah (versi pdf)

Buku ini juga bisa didownload di link: Puslittanah

Buku Metode Analisis Biologi Tanah

Metode Analisis Biologi Tanah, Prof. Rasti Saraswati

Metode Analisis Biologi Tanah, Prof. Rasti Saraswati

Download buku ini versi pdf gratis: Metode Analisis Biologi Tanah

Buku untuk Pecinta Biofertilizer alias Pupuk Hayati alias Pupuk Mikroba.
Ternyata petani-petani kita sangat haus ilmu. Saya upload foto buku tentang kesuburan tanah langsung banyak yang pesan. Buku itu memang rekomended banget sih, karena sangat jarang ada buku berbahasa Indonesia yang membahas topik itu dengan sangat detail.

Satu lagi buku yang sangat bagus untuk teman-teman yang berkecimpung di dunia ber-pupukkan hayati atau pupuk mikroba atau biofertilizer. Terus terang saya belum pernah mendapatkan buku yang membahas tentang topik ini dengan cukup detail dan lengkap.

Buku dengan judul ‘Metode Analisis Biologi Tanah’ yang ditulis oleh salah satu dedengkot biofertilizer Indonesia, Prof. Rasti Saraswati ini bisa mengisi kekosongan itu. Judulnya memang metode, tapi isinya cukup detail mulai dari pengenalan mikroba tanah, isolasi mikroba-mikroba fungsional, cara kultur, pemurnian biakan, identifikasi dan juga cara perbanyakannya.

Memang, sebagian besar metode yang ditampilkan adalah metode kerja di laboratorium. Ada beberapa bagian yang belum dibahas jika akan menuju ke produksi biofertilizer. Namun, minimal dengan buku ini bisa menjadi panduan untuk mengembangkan biofertilizer.

Buku ini cukup tebal: 300 halaman. Kertasnya art paper, kertas cetak yang mahal dan bagus. Foto-fotonya berwarna. Di cetak oleh Badan Litbang Pertanian tahun 2012.

Saya tidak tahu apakah buku ini masih tersedia atau tidak. Terakhir saya main ke lab tanah, tempat bu Rasti bekerja, bukunya off stock.

Continue reading

Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman

Kesuburan Tanah Nutrisi Tanaman

Kesuburan Tanah Nutrisi Tanaman

Banyak lahan yang produktivitasnya menurun/turun. Salah satunya karena kesuburan dan daya dukung lahan tersebut yang menurun akibat eksploitasi tanah bertahun-tahun. Meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman menjadi salah satu kunci keberhasilan usaha tani.

Buku setebal 240 halaman yang ditulis oleh Bp. Ali Munawar, Ph.D (dosen Unlam) ini membahas tentang kesuburan tanah dan hubungannya dengan nutrisi tanaman. Pembahasannya cukup lengkap dan detail yang terbagi menjadi 11 bab. Buku ini memang buku-nya anak kuliahan, tetapi buku ini sangat bermanfaat bagi petani, pekebun, formulator pupuk dan praktisi-praktisi di bidang pertanian. Buku ini bisa menjadi referensi yang sangat bermanfaat ketika menghadapi masalah pemupukan dan ketidaksuburan tanah.

Pupuk tidak asal memupuk saja, tetapi banyak faktor yang perlu diperhatikan agar pupuk lebih efisien dan optimum dalam mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman. Bagusnya buku ini juga membahas tentang bahan organik dan peranan mikroba tanah dalam penyerapan hara oleh tanaman.
Continue reading