Tag Archives: bunga

Lanjutan Bagian Bunga dan Penyerbukan Anggrek Kantong

Postingan ini adalah lanjutan dari dua postingan sebelumnya, yaitu tentang bagian-bagian bunga anggrek kantong dan penyerbukannya. Foto-fotonya sudah saya beri keterangan agar lebih mudah bagi pembaca untuk memahami bagian-bagian bunga anggrek kantong. 

 


Sebagian foto-foto diambil oleh M. Yusuf Abdurahman.


bagian bunga anggrek kantong

 

bagian bunga anggrek kantong

Continue reading

Advertisements

Bagian-bagian Bunga Anggrek Kantong Paphiopedillum

Mengenal bagian-bagian bunga anggrek kantong penting diketahui sebelum memulai proses penyerbukan manual. Semua foto-foto bagian-bagian bunga anggrek ini saya ambil dari website-nya Pak Meyer. Saya belum sempat untuk memotret sendiri bagian-bagian bunga ini. Terima kasih, Pak Meyer

Keterangan bagian-bagian bunga:

  1. Sepal = kelopak bunga
  2. Dorsal sepal = kelopak punggung
  3. Petal = mahkota bunga
  4. Pounce (lip) = kantong atau bibir
  5. Staminode = Putik
  6. Pollen = serbuk sari
  7. Stigma = kepala putik

 

anggrek kantong

Bagian-bagian bunga anggrek kantong

 

Bagian-bagian bunga anggrek kantong

Bagian-bagian bunga anggrek kantong

 

Bagian-bagian bunga anggrek kantong

Bagian-bagian bunga anggrek kantong

Continue reading

Penjarangan Bunga Durian

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Suranant Subhadrabandhu, peneliti dari Thailand tahun 1997, menemukan bahwa penjarangan bunga terbukti bisa meningkatkan produksi buah dan jumlah buah durian, tetapi tidak meningkatkan qualitas buah durian.

Hasil penelitian ini sangat menarik, terutama untuk tujuan praktis para praktisi kebun durian. Tanaman durian berbunga sangat banyak dalam satu musim. Mungkin ini adalah strategi tanaman durian untuk bertahap hidup dan melangsungkan keturunannya. Bunga durian tidak terjadi penyerbukan sendiri. Penyerbukan durian dibantu oleh hewan seperti serangga, kelelawar dan burung. Morfologi bunganya juga tidak memungkinkan untuk terjadinya penyerbukan dengan bantuan angin. Menariknya lagi, polen hanya ditebarkan ketika bunga mekar penuh dan hanya bisa bertahan satu hari saja. Dengan memperbanyak bunga, peluang terjadinya penyerbukan akan lebih besar.

Namun, ternyata, dengan banyaknya bunga durian ini juga menyebabkan persaingan alokasi nutrisi pada tanaman durian. Nutrisi akan ditranslokasikan ke seluruh buah yang berhasil terbentuk setelah proses penyerbukan. Sehingga pertumbuhan buah tidak bisa maksimal. Nah, percobaan orang thailand itu menemukan bahwa jika bunga durian dilakukan penjarangan, terbukti bisa meningkatkan jumlah dan produksi buah durian.

Penjarangan bunga durian dilakukan pada saat bunga mekar penuh. Pada saat itu jumlah bunga hanya disisakan 10% saja dari jumlah bunga yang ada. Jadi banyak banget yang dipangkas.

Referensi: Subhadrabandhu, Suranant, and Makoto Shodal. “Effect of Time and Degree of Flower Thinning on Fruit set, Fruit Growth, Fruit Characters and Yield of Durian.” Kasetsart J.(Nat. Sci.) 31 (1997): 218-222.

Penyerbukan Manual Bunga Durian

Rendahnya produksi buah menjadi salah satu tantangan dalam produksi buah di kebun durian. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya penyerbukan/polinasi bunga dan pembentukan buah durian. Strategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan polinasi, pembentukan buah dan produksi buah durian adalah dengan melakukan penyerbukan manual. Teknik ini bisa meningkatkan peluang serbuk sari sampai ke kepala putik dengan demikian peluang pembentukan buah pun menjadi lebih besar.

Pentingnya Penyerbukan dan Pembentukan Buah Durian

Polen (serbuk sari) durian dilepaskan di dalam rumpun dan kecil kemungkinan serbuk sari bisa disebarkan oleh angin. Polen hanya dilepaskan ketika bunga sudah mekar sempurna. Beberapa penelitian melaporkan bahwa pelepasan serbuk sari terjadi pada sore hari  menjelang magrib sampai matahari tenggelam. Polen akan segera berkecambah dalam beberapa jam.  Viabilitas polen akan turun drastis sehari setelah pelepasan polen. Kondisi ini menyebabkan kecil kemungkinan terjadinya penyerbukan sendiri.

Penyerbukan bunga durian dibantu oleh hewan, seperti: ngegat, burung dan kelelawar. Penyerbukan yang efisien terjadi pada tengah malam. Jika tidak terjadi penyerbukan dalam waktu 24 jam kemungkinan terjadinya penyerbukan akan semakin rendah, karena vibilitas polen yang rendah. Gagalnya proses penyerbukan akan menyebabkan bunga gagal membentuk buah dan bunga akan segera rontok.

Beberapa penelitian mengungkapkan penyebab rendahnya presentase pembentukan buah durian, antara lain: viabilitas polen yang rendah, kegagalan penyerbukan bunga, kesalahan pemupukan, ketidakcocokan polen sendiri, ketidakcocokan klonal, tingkat nutrisi tanaman, kekurangan air, kerusakan bunga dan buah karena hama dan penyakit, kondisi cuaca yang buruk pada saat pembungaan dan penyerbukan buah.

Bunga durian akan mekar sempurna secara bersamaan kurang lebih sebanyak 25% dari total bunga dalam satu pohon. Penyerbukan manual terbukti bisa meningkatkan persentase penyerbukan dan pembentukan buah durian. Penyerbukan dilakukan dengan menggunakan polen yang diambil dari bunga di tanaman yang berbeda, baik dalam satu varietas maupun dari varietas lain. Penyerbukan dengan menggunakan polen yang sama dalam satu bunga sering menyebabkan inkontabilitas (ketidakcocokan) dan menyebabkan kegagalan pembentukan buah atau buah yang cacat. Waktu yang effektif untuk penyerbukan manual adalah pada sore hari dari pukul 06.30 malam sampai pukul 09.00 malam, atau lebih malam lagi. Beberapa varietas waktu optimum untuk penyerbukan pukul 01 malam.

Penyerbukan Manual

Langkah-langkah penyerbukan manual buah durian adalah sebagai berikut.

  1. Pilih pohon durian yang sedang banyak berbunga. Amati bunga yang akan mekar sempurna. Dan pilih bunga yang tangkai benang sarinya sudah akan pecah dan melepaskan polen/serbuk sari.
  2. Potong dan kumpulkan tangkai benang sari dari bunga-bunga yang sudah dipilih tersebut. Serbuk sari dikumpulkan di dalam botol atau tabung reaksi dan ditutup rapat.
  3. Serbuk sari dikawinkan/diserbukkan dengan bunga dari tanaman yang berbeda.
  4. Penyerbukan dilakukan malam hari mulai pukul 06.30 malam.
  5. Dengan menggunakan kuas yang lembut, rontokkan serbuk sari secara hati-hati dan ambil dengan menggunakan ujung kuas.
  6. Pilih kelapa putik menonjol dari kelopak bunga yang belum mekar. Perkiraan bunga akan mekar sempurna dalam waktu 10-12 jam kemudian.
  7. Oleskan ujung kuas yang sudah ditempeli serbuk sari ke kepala putik.
  8. Keberhasilan polinasi ditandai dengan bunga yang tidak rontok dan membentuk buah.

Pemeliharaan Buah Durian

Buah durian yang diharapkan untuk dipanen adalah buah durian besar, berat dan rasanya enak. Kualitas buah durian ditentukan banyak faktor, antara lain adalah pemupukan yang tepat dan pemeliharaan buah. Banyaknya buah dalam satu pohon diatur agar tanaman bisa mendukung pembentukan buah durian yang maksimal. Buah yang dihasilkan dari perkawinan/penyerbukan manual harus dipelihara agar bisa berkembang sampai siap di panen.

  • Penjarangan Buah

Penjarangan buah pertama dilakukan pada umur 4-5 minggu setelah penyerbukan. Banyaknya buah yang ditinggalkan sebanyak 2-3 kali dari target buah yang akan dipanen. Jadi, misalnya target buah yang akan dipanen sebanyak 10 buah, maka buah muda yang ditinggalkan sebanyak 20-30 buah muda. Penjarangan berikutnya pada buah umur 7-8 minggu. Hanya buah yang tumbuh bagus yang dibiarkan untuk terus berkembang sampai siap di panen.

  • Pemupukan Buah

Pemupukan untuk perawatan buah agar buah durian yang dihasilkan berkualitas bagus dilakukan pada umur buah 5-7 minggu atau setelah penjarangan buah yang pertama.  Dosis pupuk yang diberikan adalah 12N-12P2O5- 17K2O+2MgO atau 8N-24P2O5-24K2O atau13N-13P2O5-21K2O. Setelah penjarangan buah yang kedua hanya pupuk K saja yang diberikan yaitu pada umur buah 9 s/d 10 minggu setelah penyerbukan.

*) Foto dan ilustrasi menyusul ya

Oncidium Golden Shower

Oncidium Golden Shower

Oncidium Golden Shower

Anggrek ini saya dapatkan mungkin setahun yang lalu. Minta dari teman dalam kondisi merana dan tidak terawat. Saya ambil satu rumpun, saya pecah-pecah dan saya tanam. Salah satu rumpun yang saya tanam mengeluarkan bunga. Ini lah bunganya. Setelah cek di buku dan searching di internet, namanya adalah Oncidium Golden Shower.

Ketika pertama kali saya dapatkan, si anggrek ini kondisinya memprihatinkan. Anggrek ini milik teman, saya melihatnya ketika berkunjung ke rumahnya. Anggrek ini menempel di pohon mangga dengan sangat rimbun. Waktu itu sedang musim kemarau, jadi sangat jarang hujan. Bulb-nya kering dan menguning. Saya minta ijin ke teman untuk meminta beberapa rumpun. Ada dua atau tiga jenis anggrek di situ. Saya ambil masing-masing satu rumpun. Terus terang waktu itu saya tidak tahu apa nama anggrek ini.

Sampai di rumah, rumpun anggrek ini saya bagi tiga. Satu rumpun saya tempelkan di atas pohon rambutan dan saya ikat dengan tali rafia. Satu rumpun saya tanam di pot dengan media arang. Satu rumpun lagi saya tempelkan di papan pakis. Lalu saya rawat. Awalnya semuanya kena banyak sinar matahari, terutama pagi hari. Anggrek ini mulai tumbuh. Bulb-nya mulai berubah dari kuning menjadi hijau. Lalu akar-akarnya mulai tumbuh banyak dan rimbun. Beberapa mulai keluar daun-daun baru. Saya senang sekali.

Karena sesuatu hal, anggrek yang menempel di papan pakis saya pindahkan agak ke bagian dalam yang lebih teduh. Beberapa saat kemudian, ternyata anggrek ini mulai keluar knop-nya. Tangkai bunganya menjuntai dan semakin memanjang bercabang. Setelah beberapa lama mekarlah bungga anggrek kecil berwarna kuning dengan lidah yang lebar.

Saya cek di buku anggrek yang saya punya, anggrek jenis ini dari genus Oncidium dan kemungkinan adalah Oncidium golden shower. Saya tidak tahu anggrek ini sudah hibrida atau masih species. Entah.

Meski bunganya kecil-kecil, tetapi kalau rumpunnya banyak dan rimbun, anggrek ini akan terlihat lebih indah dan menarik.
Saya semakin bersemangat memeliharanya.

Beberapa Tips Merawat Anggrek dari Roy Tokunaga

Saya sedang belajar merawat anggrek. Searching-searching di dunia maya dan mulai membaca. Berikut ini beberapa tips dari Roy Tokunaga, ahli anggrek dari Hawai. Tipsnya sederhana dan lebih mirip ‘rambu-rambu’ merawat anggrek. Silahkan dibaca di dokumen di bawah ini.

Anggrek Kantong Spesies Paphiopedilum agusii

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum agusii

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum agusii

Anggrek kantong spesies ini adalah salah satu anggrek kantong asli pulau Jawa Indonesia. Salah satu anggrek speseies yang baru ditemukan dan diberi nama. Namanya khas Indonesia banget. Biasanya nama satu spesies tanaman atau hewan diberi nama sesuai dengan nama penemunya atau nama orang yang mengindentifikasinya. Nah nama anggrek kantong yang ditemukan di Gunung Tugel ini adalah Paphipledilum agusii. Nama agusii diambil dari nama penemunya, yaitu Pak Agus Marup. Asik juga kan, namanya disematkan ke nama spesies tanaman dan akan dipakai terus sampai kapanpun.

Anggrek kantong spesies P. agusii ini memiliki ciri khas sperti anggrek kantong yang lain. Warna kelopak bagian atas putih bergaris-garis hijau, warna kantongnya hijau tua kekuning-kuningan dan warna dua kelompak yang menjuntai di ujungnya kemerah-merahan. Ada bintik-bintik hitam. Bunganya berukuran sedang. Daunnya hijau, ada pola batik berwarna hijau tua yang samar-samar. Anggrek ini ditemukan di gunung dengan ketinggian 900 dpl. Perwatannya cukup mudah dan rajin berbunga.

Menurut saya anggrek kantong spesies ini cantik dan wajib dikoleksi bagi para pengemar anggrek spesies.

Paphiopedilum agusii
Info hubungi via WA: +62 082325489277

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum agusii

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum agusii

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum agusii

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum agusii

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum agusii

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum agusii


Continue reading

Merah Putih

Merah putih bungaku
Merah putih darahku
Merah putih hatiku
Merah putih semangatku
Merah putih cita-citaku
Merah putih mimpiku
Merah putih amarahku
Merah putih cintaku

Pada Mu

Bogor, 31 Juli 2018

http://isroi.com

Update Aplikasi Paclobutrazol untuk Meningkatkan Produksi Padi

hormon paclobutrazol padi

Padi berbunga serempak setelah diberi aplikasi hormon tanaman paclobutrazol

Sebelumnya saya sudah posting tentang hasil penelitian aplikasi hormon tanaman untuk meningkatkan produktivitas padi(klik di sini: Paclobutrazol). Salah satu hormon yang sudah terbukti bisa meningkatkan hasil panen padi hingga 30% adalah hormon tanaman paclobutrazol. Hormon ini memang sudah dikenal sebagai hormon untuk perangsang bunga dan perangsang buah pada tanaman-tanaman keras, seperti: mangga, durian dan lain-lainnya. Ternyata untuk tanaman semusim pun, seperti padi, hormon tanaman paclobutrazol juga bisa dipakai.

Hormon paclobutrazol sudah diujicoba oleh petani di Subang untuk meningkatkan hasil panen padi. Hormon paclobutrazol dipalikasikan pada akhir fase vegetatif (usia >35 HST) hingga masuk fase generatif. Disemprotkan sekali saja. Dosis yang dipakai adalah 1 ppm di cairan yang disemprotkan. Jadi kalau menggunakan larutan hormon pekat 10.000 ppm, kurang lebih bisa digunakan untuk 14-15 ha sawah. Cukup irit sekali.

Namun, hormon paclobutrazol tidak disarankan untuk dipakai setelah mulai keluar malai padi-nya, karena dikhawatirkan akan menggangu proses pengisian bulir-bulir padi.Hormon paclobutrazol juga tidak disarankan untuk tanaman yang masih muda, karena akan menghambat proses pembentukan anakan padi.

Kita tunggu sampai panen. Kalau sudah panen, saya update lagi informasi aplikasi hormon paclobutrazol ini.

hormon paclobutrazol padi

Padi berbunga serempak setelah diberi aplikasi hormon tanaman paclobutrazol


Continue reading

PETUNJUK PEMAKAIAN HORMON PACLOBUTRAZOL UNTUK MERANGSANG PEMBUNGAAN DAN BUAH DI LUAR MUSIM

Keterangan singkat hormon paclobutrazol:

Paclobutrazol atau sering disingkat dengan PBZ adalah zat pengatur tumbuh tanaman yang termasuk dalam klas bahan kimia trizole. Mekanisme kerja PBZ berlawanan dengan kerja hormon giberelline. Rumus kimia paclobutrazol adalah C15H20ClN3O. Paclobutrazol menghambat biosintesis giberelline, menghambat perpanjangan sel dan perpanjangan buku-buku tanaman. Meskipun biosintesis giberelline terhambat, pembelahan sel tetap terjadi namun sel tidak mengalami perpanjangan/pembesaran. Akibatnya adalah buku-buku menjadi lebih pendek, diameter batang dan ranting menjadi lebih kecil, tanaman menjadi kerdil. Paclobutrazol meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stress. Paclobutrazol bersifat menghentikan proses pertumbuhan tanaman sehingga cadangan karbohidrat menjadi lebih banyak sehingga memungkinkan tanaman untuk segera berbunga dan berbuah. Aplikasi hormon paclobutrazol dalam dosis kecil bermanfaat untuk meransang pembungaan dan pembuahan yang serempak. Hormon paclobutrazol bisa digunakan untuk tanaman hias (bunga) maupun buah-buahan. Penggunaan paclobutrazol tidak direkomendasikan untuk diaplikasikan secara terus menerus karena bisa mengakibatkan tanaman kerdil permanen.

Manfaat hormon paclobutrazol:

– merangsang pembungaan dan pembuahan tanaman di luar musim
– membuat bunga atau buah lebih seragam

Kemasan hormon paclobutrazol:

– hormon encer konsentrasi 100 ppm @100ml
– hormon pekat konsentrasi 10.000 ppm @100ml

Cara aplikasi:

Aplikasi hormon paclobutrazol bisa dilakukan dengan tiga cara:

  • disemprotkan ke daun; untuk tanaman semusim, tanaman perdu, dan tanaman yang berbatang rendah dan memungkinkan untuk dilakukan penyemprotan melalui daun.
  • disuntikkan/diinfuskan ke batang; untuk tanaman tahunan, tanaman keras dan tanaman berkayu lainnya, tanaman yang sudah tinggi dan tidak memungkinkan untuk dilakukan penyemprotan ke daun.
  • diinfuskan ke akar; untuk tanaman tahunan, tanaman keras dan tanaman berkayu lainnya, tanaman yang sudah tinggi dan tidak memungkinkan untuk dilakukan penyemprotan ke daun.

A. Penyemprotan hormon paclobutrazol ke daun

  • encerkan hormon menggunakan air bersih dengan konsentrasi kurang lebih 5 – 10 ppm dan aduk hingga hormon tercampur merata,
  • masukkan larutan hormon ke dalam tangki semprot,
  • semprotkan larutan hormon ke seluruh permukaan daun hingga semua daun terbasahi sempurna,
  • penyemprotan dilakukan di pagi hari atau di sore hari ketika tidak hujan, jika terjadi hujan lakukan penyemprotan ulang,
  • penyemprotan dilakukan dua minggu sekali selama dua atau tiga bulan,
  • jangan lakukan penyemprotan paclobutrazol terus menerus sepanjang musim.

B. Penyuntikan ke daun

  • encerkan hormon menggunakan air bersih dengan konsentrasi kurang lebih 10 ppm dan aduk hingga hormon tercampur merata,
  • gunakan bor dengan diameter kurang lebih 1 cm,
  • bor batang pohon hingga ke bagian kambium,
  • masukkan larutan hormon sebanyak 10-20 cc (tergantung besarnya pohon) ke dalam lubang tersebut,
  • oleskan fungisida ke bagian sekitar lubang untuk menghindari infeksi jamur,
  • tutup lubang dengan potongan kayu, vaseline atau tanah untuk menghindari infeksi jamur/patogen
  • penyuntikan dilakukan dua minggu sekali selama dua-tiga bulan,
  • jangan aplikasikan hormon paclobutrazol terus menerus sepanjang tahun/musim.

C. Infus akar tanaman

  • encerkan hormon menggunakan air bersih dengan konsentrasi kurang lebih 5 ppm dan aduk hingga hormon tercampur merata,
  • gali tanah di sekitar batang yang memiliki perakaran bagus. Pilih akar yang sehat dan segar dengan ukuran kurang lebih sebesar 0.5 s/d 1 cm,
  • gunakan botol kecil denga volume kurang lebih 250 ml,
  • masukkan larutan hormon sebanyak 100ml ke dalam botol,
  • masukkan potongan akar ke dalam botol berisi larutan hormon tersebut,
  • tutupi bagian mulut botol dengan kapas atau kain untuk menghindari masukkan tanah ke dalam botol,
  • timbun botol dengan tanah.

Keterangan lebih lanjut silahkan kunjungi:
https://isroi.com/jualanku/hormonzat-pengatur-tumbuh-zpt-tanaman/#paclobutrazol