Category Archives: Literatur

literatur, pustaka, referensi

Pestisida Bubur California

Bubur California adalah salah satu pestisida klasik yang bisa dibuat sendiri. Pestisida ini bahan-bahannya sangat mudah didapat dan car pembuatannya pun sangat sederhana.

Bahan-bahan untuk pembuatan bubur California adalah:

  • 1 kg belerang
  • 2 kg kapur tohor
  • 10 kg air

Bahan-bahan ini bisa dibeli di toko bahan bangunan dan toko kimia.

Cara pembuatan:

  • panaskan 5 liter air, masukkan 2 kg belerang. Aduk sampai mendidih.
  • setelah mendidih, masukkan sisa kapur sedikit demi sedikit sampai seluruh kapur tohor tercampur merata.
  • aduk terus dan air ditambahkan sedikit demi sedikit.
  • setelah semua bahan tercampur merata, bubur didinginkan dan disimpan dalam jerigen tertutup.
  • pestisida bubur California siap digunakan.

Aplikasi Pestisida Bubur California;

A. Aplikasi Pelaburan Batang

Batang pohon/tanaman yang akan diaplikasi dibersihkan. Bubur california diaduk agar tercampur merata. Bubur California dicat/diulaskan ke batang tanaman. Lakukan pada saat hari sedang tidak hujan. Perlakuan bisa diberikan dua kali setahun

B. Semprot ke Daun

Aplikasi ke daun digunakan untuk pengendalian jamur yang menyerang daun. Bubur California yang mengendap, ambil bagian atas yang jernih. Satu liter diencerkan dengan 14 liter air. Semprotkan secara merata ke daun tanaman.

Jamur Aspergillus tubingensis yang bisa makan plastik

Link download artikelnya: Aspergillus tubingensis

Slude Limbah Cair Pabrik Sawit Bisa untuk Pupuk Organik, Ini literaturnya

THE POTENTIAL OF TREATED PALM OIL MILL EFFLUENT (POME) SLUDGE AS AN ORGANIC FERTILIZER

Mohd Nizar Khairuddin, Abdul Jamil Zakaria, Isharudin Md Isa, Hamdan Jol, Wan Mohd. Nazri Wan Abdul Rahman, Mohd. Kamarul Syahid Salleh

Abstract

Palm oil mill contributed a significant benefit to agro-based industry and social-economic for Malaysia. Palm oil mill effluent (POME) is considered as a polluted wastewater and the treated POME sludge was produced from the open treatment ponds. The objective of this study was to determine the physicochemical characteristics of treated POME sludge and its potential as an organic fertilizer. It was collected from the dumping ponds in Felda Jengka 8, palm oil mill. Physicochemical characteristics, sampling and preparation of samples were analyzed according to the standard method of soil and the wastewater. The samples were collected after one and six month of age with different depths (one, two and three meters). The statistical analysis revealed that the depth was not significant on the physicochemical characteristics. The characteristics of the treated POME sludge was measures using CHNS-O, C/N ratio, solid analysis, heavy metal, macro and micronutrient, moisture content, and pH. However, the elements of oxygen, iron and pH were shown an interaction effects with time. In conclusion, the treated POME sludge has shown significant effect and the potential used as an organic fertilizer. Indeed, further studies on crops response are being conducted to prove the findings.

Download full text PDF.

BIODEGRADABILITY OF CASSAVA EDIBLE BIOPLASTICS IN LANDFILL AND PLANTATION SOIL

Effect of Tithonia diversifolia extract on the biodegradability of the bioplastics in plantation soil

Spesies Anggrek Kantong Baru dari Bumi Pertiwi Paphiopedilum nataschae

In vitro multiplication of the rare and endangered slipper orchid, Paphiopedilum rothschildianum (Orchidaceae)

Buku Fosfor, Peranan dan Penggunaannya dalam Bidang Pertanian

Buku Fosfor,

Buku Fosfor, Peranan dan Penggunaannya dalam Bidang Pertanian

Salah satu buku yang membahas tentang fosfat dengan cukup lengkap. Buku diterbitkan oleh PT Petrokimia Gresik dan Badan Litbang Pertanian RI tahun 1991.

Buku Herbarium Amboinense, karya Georg Eberhard Rumphius

Herbarium Amboinense by Georg Eberhard Rumphius

Herbarium Amboinense by Georg Eberhard Rumphius

Buku ini luar biasa bukan hanya karena isinya saja, tetapi kisah dibalik penulisan buku ini tidak kalah luar biasanya. Coba ada yang membuakan film atau novel. Kisah yang penulisan buku yang penuh darah dan air mata.

Buku kuno ini disimpan di tempat khusus di perpustakaan PPBBI. Di bagian bawah buku itu tertulis angka tahun 1708, artinya jika dihitung tahun sekarang, 2018, umurnya sudah 310 tahun. Subhanallah. Ukuran bukunya sangat besar jika dibandingkan dengan buku-buku sekarang yang hanya seukuran A5. Buku ini berukuran A2. Tebelnya pun ada yang 10 cm. Konon buku yang terbitan ini hanya ada dua set saja di dunia ini. Koleksi yang sangat berharga sekali.

Total di dalam peti penyimpanannya ada 5 jilid buku. Judulnya Het Amboinsche kruidboek penulisnya Georg Eberhard Rumphius. Eyang Rumphius kelahiran jerman tanggal 1 November 1627, lebih tua daripada Charles Darwin. Beliau seorang ahli biologis. Sebagaimana ahli-ahli biologi di masa itu. Mereka banyak melakukan eksplorasi di negeri-negeri jajahan di Asia, Afrika dan Amerika. Mbah Rumphius bekerja untuk Kompeni, VOC dan ditempatkan di Indonesia Timur. Tepatnya di Ambon. Mbah Rumphius meninggalkan negeri londo pada tanggal 26 Desember 1652 dengan kapal Muyden. Setahun kemudian Mbah Rumphius baru sampai ke kantor pusat VOC di Batavia (Jakarta). Setelah melakukan persiapan selama satu tahun, Mbah Rumphius ditempatkan di pulau Ambon. Tahun 1667 jabatannya adalah seorang insinyur, tetapi kemudian ditempatkan di salah satu kantor cabang VOC di pulau Hitu, Ambon.

Ketika Gubernur Jenderal VOC-nya Joan Maetsuycker, Mbah Rumphius dijadikan ‘secunde’ dan langsung dibawah Gubernur Jenderal pada tahun 1666. Mbah Rumphius mendapatkan dispensasi dari pekerjaan rutinnya dan diperbolehkan untuk menyelesaikan pendidikannya. Pulau Ambon sangat kaya akan flora dan fauna yang eksotik, khususnya bagi orang barat seperti Mbah Rumphius. Mbah Rumphius mulai melakukan explorasi di hutan-hutan dan pantai-pantai Ambon yang sangat indah pada masa-masa itu. Saya membayangkan, pantai Ambon dan hutan-hutannya masih alami, masih virgin, masih sepi, masih indah, masih bersih dari sampah. Ruar biasah.

Mbah Rumphius mengumpulkan contoh-contoh tanaman dan binatang. Mengambarnya sendiri. Gambarnya bukan gambar biasa, tapi gambar taksonomi, gambar untuk tujuan ilmiah klasifikasi dan penamaan. Istrinya menjadi asistennya dalam pekerjaan ini.

Saya jadi ingat dulu waktu semester pertama kuliah di Fak. Biologi Unsoed, praktikum morfologi dan taksonomi. Pekerjaan praktikum ini adalah berburu sampel, menggambar dan mengambar. Beruntunglah saya yang suka mengambar, meski tidak jago-jago amat. Teman-teman saya sering saya bantuin mengambar preparat-prerapat praktikum. Kadang-kadang kita ke hutan Baturaden dan mengambar sampel yang dikumpulkan.
Continue reading

Pupuk untuk Tanaman Anggrek

Anggrek tanah

Anggrek tanah

Agar tanaman anggrek tumbuh dengan subur perlu dipupuk. Saya nememukan resep pupuk untuk anggrek dari buku Budidaya Anggrek karangan Bu Livy Winata Gunawan. Resep pupuk ini disusun oleh Post tahun 1952 (Penulis buku2 tentang tanaman bunga). Resepnya sebagai berikut:
– 100 gr Ca(NO3)2 (Kalsium Nitrat)
– 100 gr MgSO4 (Magnesium Sulfat)
– 100 gr KH2PO4 (Monopotassium phosphate)
– 25 gr FePO4 (Iron (III) phosphate/Ferric phosphate)
– 1000 ml aquadest

Bahan-bahan kimia itu bisa diperoleh dari toko hidrophonik atau toko kimia atau toko-toko yang menyediakan perlengkapan laboratorium.

Semua bahan dilarutkan ke dalam 1 liter aquadest sebagai larutan stok. Larutan ini sangat pekat dan bisa disimpan di cukup lama. Dosis pemakaiannya adalah 4 ml liter dilarutkan ke dalam 1 liter air. Disemprotkan ke tanaman anggrek. Penyemprotan bisa dilakukan seminggu sekali atau dua minggu sekali.

Satu resep tersebut cukup untuk membuat 250 liter larutan penyemprotan. Andaikan satu tanaman anggrek berukuran sedang perlu 2.5 s/d 5 ml. Satu resep itu cukup untuk memupuk 50.000 – 100.000 tanaman. Sangat irit sekali.