Category Archives: MyStories

Cara Menanam Anggrek Spesies Cabutan dari Hutan

Anggrek adalah tanaman hias yang sudah terkenal dari jaman dulu. Indonesia termasuk negeri yang kaya akan berbagai jenis anggrek. Banyak sekali tanaman anggrek spesies asli Indonesia. Kami, saya dan keluarga, juga mulai suka mengkoleksi tanaman anggrek, terutama anggrek hutan.

Kalau ada waktu berlibur, biasanya kami jalan-jalan ke hutan, situ, gunung atau curug. Berburu anggrek hutan menjadi salah satu kegiatan kami ketika berlibur di alam ini. Kami sering mendapatkan banyak tanaman anggrek yang menempel di batang kayu atau ranting pohon-pohon besar.

Saya belajar cara menanam anggrek spesies cabutan dari hutan ini dari salah satu kebun anggrek yang ada di Bogor. Pengelolanya, Mas Teguh, mengajari saya bagaimana cara menanam anggrek cabutan dari hutan. Media atau tempat penanamannya bukan dengan papan pakis atau arang, seperti yang biasa dilakukan oleh orang, tetapi dengan menggunakan potongan ranting pohon atau kayu. Cara ini lebih mendekati tumbuhnya tanaman anggrek di alam aslinya.

Bahan dan peralatan yang diperlukan sederhana saja, yaitu:
1. Batang atau dahan pohon. Ukurannya tergantung dengan ukuran anggrek yang akan kita tanam.
2. Tali plastik
3. Gunting,
4. Tang,
5. Kawat

Anggrek spesies cabutan ini ditempelkan di dahan kayu, lalu diikat dengan kuat menggunakan tali plastik. Untuk mengantung dahan kayu itu digunakan kawat.

Mudah sekali bukan.

Advertisements

Pak Haji Fathur

Pak Haji Fathur haji berkali-kali

Pak Haji Fathur dan saya di Masjid Nabawi.

Namanya Pak Haji Fathur. Orang Madura, tapi tinggal di Jember. Ketika umroh saya gabung (digabungkan) dengan jama’ah umroh keluarga Pak Haji Fathur yang berjumlah 16 orang. Pak Haji Fathur sudah pergi haji 4 kali dan pergi umroh sudah berkali-kali. Semangatnya luar biasa. Saya banyak terinspirasi oleh Beliau. Semoga Allah memberi kemampuan pada kami untuk bisa pergi haji dan umroh berkali-kali, seperti keluarga Pak Haji Fathur ini. Aamiin

Kenapa kita mesti membaca doa ketika masuk WC atau toilet

Dalam agama Islam disunnahkan untuk selalu berdoa ketika akan melakukan semua aktifitas. Minimal membaca basmallah. Termasuk ketika kita akan masuk WC atau toliet untuk membuang hajat kecil atau hajat besar. Kenapa…??? Temen saya yang seorang indigo membuat saya tersadar kenapa kita mesti selalu membaca doa ketika masuk WC.

Teman saya ini, namanya Pak Gunawan, sudah sejak kecil bisa melihat ‘mahluk lain’. Awalnya beliau tidak sadar akan kemampuannya ini. Beliau mengira mereka adalah orang2 biasa. Mereka diajak ngobrol, anehnya hanya dia sendiri yang melihat ‘orang2 ini’. Lama2 beliau bisa melihat mahluk2 yang aneh2. Barulah, dia sadar bahwa ‘mahluk2 ini’ adalah jin2 dan syaiton2, salah satu mahluk ciptaan Allah yang ada di dunia ini. Katanya, di dunia ini ada banyak sekali jin dan mereka ada di mana2. Bentuknya bermacam2. Patung2 berhala-berhala yang sering dipahat dengan batu atau kayu, ada wujud aslinya dalam bentuk jin.

Nah….. salah satu tempat favorite bagi kaum jin ini adalah WC atau toilet atau tempat manusia buang hajat dan kotoran. Jin atau syaiton ini adalah mahluk ‘kotor’ dan suka yang kotor-kotor. Karena itu tidaklah mengherankan kalau mereka sangat menyukai WC dan toilet. Ketika kami menginap di sebuah hotel yang sudah tua dan sepi, toiletnya terasa gelap dan ‘wingit’, saay pergi ke toilet untuk buang air kecil. Keluar dari toilet, dia tanya: “Bagiaman suasana di toilet, Pak? Serem nggak?”

“Memang terasa agak lain sih, tapi saya tidak lihat2 apa2,” kata saya.

“Ada banyak sekali tuh, Pak, di dalam sana.”

“Hah…. beneran, Pak?”

“Iya…!”

“Ada nenek-nenek yang di langit-langit…!”

Lalu Beliau menjelaskan apa2 saja yang tinggal di toilet. Beliau menjelaskan kalau mahluk2 itu memang suka tinggal di tempat kotor dan bau. Semakin kotor dan semakin mau semakin disukai oleh jin. Apalagi sudah lama dan jarang dipakai.

Syaitan memang pekerjaannya mengganggu manusia. Orang2 yang masuk WC akan diganggu oleh jin2 ini. Kalau kita bukan pakaian dan terbuka aurot kita, jin2 ini akan bisa melihatnya juga. Orang normal kalau terlihat aurotnya pasti akan malu dan akan menutupi aurotnya. Kebetulan yang melihat adalah mahluk lain yang ‘tidak terlihat’, kita tidak sadar dan biasa2 saja. Kalau kita tahu, pastilah kita malu.

Nah, salah satu cara untuk memberi hijab atau tabir agar jin tidak bisa melihat aurot kita. Saya mendengar dari Ustad saya, bahwa cara untuk memberi hijab itu dengan membaca doa, doa masuk WC. Doa ini juga menjadi pelindung dari gangguan jin2 syaiton.

Saya semakin tersadar dan selalu berusaha berdoa setiap akan masuk WC, toilet dan tempat2 semacamnya. Agar terhindar dari gangguan jin penghuni toilet.

Bacaan doa masuk dan keluar WC adalah sebagai berikut:

Doa masuk wc

Jin-Jin Pemakan Sesaji

Di masyarakat kita masih ada yang sering memberikan sesajian – atau orang jawa bilang ‘sajen’. Sesaji ini bisa berupa bunga2, wangi2-an, membakar kemenyan, makanan, buah2an, minuman kopi atau teh. Ternyata memang makanan2 sesaji ini benar2 ‘dimakan’ oleh jin2 itu.

Ini masih cerita teman saya yang indigo dan bisa melihat mahluk ‘astral’. Beliau menceritakan tentang jin2 yang suka memakan sesaji ini. Kalau ada sesaji, mahluk2 ini akan segera mendatanginya. Wujudnya mirip kera, tangannya lebih panjang daripada kakinya. Kukunya panjang2 dan berbulu lebat. Tapi ekornya pendek. Di kepalanya ada dua tanduk kecil. Mahluk ini meloncat2 seperti kera.

Jin ini makan dengan lahab. Sesaji ini dicakar2 dan dimakannya semua. Apa saja dimasukkan ke dalam mulutnya. Semuanya bisa masuk. Kalau sesajinya banyak, mahluk ini akan loncat dari satu sejaji ke sesaji yang lain. Setelah habis dia akan pergi.

Ternyata, mahluk ini datang ke jin2 lain yang lebih besar dan lebih menyeramkan. Misalnya gendruwo atau raksasa yang besar dan mengerikan. Mahluk ini memutahkan apa yang sudah mereka makan untuk dimakan oleh jin2 yang lebih besar ini. Dimutahkan utuh.

Teman saya ini membuat ujicoba sendiri. Makanan yang diberikan untuk sesaji dan dimakak jin, maka bobotnya akan berkurang meski hanya sedikit. Makanan2 yang sudah dimakan jin akan kehilangan ‘barokah-nya’. Kita, orang biasa, melihatnya seperti tidak ada perubahan apa2 pada makanan ini. Namun, hakekatnya makanan ini sudah tidak ada barokahnya lagi. Karena itu kita sebaiknya tidak memakan makanan2 sesaji atau makanan yang memang diperuntukan untuk jin. Janganlah kita makan makanan sisa jin.

Apalagi kita yang memberikan sesaji. Sesaji adalah salah satu bentuk pejembahan kepada selain Allah. Itu adalah perbuatan syirik dan salah satu dosa besar. Kadang, mungkin, orang menganggap remeh perbuatan ini, padahal dosanya ‘sundul langit’. Jangan lah sampai terucap pada kita kalau kita memberikan, makanan meskipun kecil, kepada jin dan syaitan. Karena hal itu menjadi jalan bagi jin dan syaitan untuk merasuki kita dan mengganggu kita.

Mitos Mata Air untuk Awet Muda dan Cantik

Di banyak tempat sering ada kepercayaan dan mitos yang mengatakan kalau air dari mata air atau sedang tertentu bisa menyebabkan awet muda. Orang yang mandi dan cuci muka di tempat itu, dipercayai akan terlihat awet muda, lebih cantik dan lebih ganteng. Silahkan dituliskan di komentar kalau di tempat kalian ada kepercayaan semacam ini.

Biasanya tempat2 semacam ini tekenal angker dan ‘wingit’. Tempat di mana banyak hantu dan jin-nya. Banyak orang yang ‘ngalap berkah’, bersemedi dan memberikan sesajen. Benar tidak…??????

Di hari-hari dan bulan-bulan tertentu, tempat-tempat semacam ini biasanya ramai dikunjungi orang. Bahkan banyak yang rela mengantri dan rela berdesak-desakan hanya untuk bisa ‘terlihat awet muda’.

Masih menjutkan cerita teman saya yang indigo itu. Beliau pernah datang di suatu tempat wisata yang terkenal karena airnya bisa menyebabkan awet mudah dan cantik/ganteng.

“Tahu tidak, Pak, apa yang saya lihat di tempat itu..????” Katanya mengawali pembicaraan.

“Tempat itu adalah tempat berkumpulnya para jin. Mereka buang air di situ, mereka ‘pub’ di situ. ‘E O’ di situ. Bahkan mereka ber-jima’ di situ. Itu tempat sejorok2-nya bagi bangsa jin.”

“Airnya itu tidak bening seperti yang kita lihat, Pak…”

“Air itu sampai berwarna putih, karena saking kotornya kena kotoran2 jin itu.”

“Jijik sekali pokoknya lah….”

“Mereka mandi, cuci muka …. hiiiii…. jijik pokoknya lah…”

Jadi, bayangkan saja kita cuci muka dengan air comberan yang super kotor. Muka kita dibaluri dengan kotoran-kotoran jin yang bermacam-macam jadi satu. Lalu kita senyum-senyum penuh percaya diri karena merasa terlihat lebih muda. Coba bayangkan….!!!!

Terlihat cantik atau muda hanyalah sihir bangsa jin saja. Mereka memberi tabir dan mengelabui mata manusia agar terlihat lebih muda dan cantik. Padahal hakekatnya mereka kotor dan menjijikkan sekali. Mereka sudah ditipu oleh jin syaiton.

Naudzubillahi mindzalik.

Karena itu, janganlah kita percaya dengan mitos2 yang tidak jelas. Apalagi mitos2 yang melibatkan jin dan syaiton. Percaya dengan ‘kekuatan’ air yang bisa membuat orang awet muda dan terlihat cantik adalah perbuatan syirik. Itu adalah tipu daya syaiton untuk menjerumuskan manusia dalam kesesatan. Cara itu menjadi jalan agar jin bisa merasuki dan mengganggu kita.

Kisah Nyata LGBT; Kawan Sendiri

Cerita ini adalah kisah nyata yang saya tahu sendiri. Temen-temen saya masa kecil, tetangga dan temen SMA sebagian tahu tentang kisah ini. Kisah tentang temen2 kita yang lahir normal, tetapi kemudian mengindap LGBT.

**Kisahnya Isro’i**

Namanya persis banget dengan nama saya. Dia adalah karyawan Bapak yang membantu berjualan di warung. Ada empat orang karyawan Bapak; 2 laki2 dan 2 perempuan. Waktu itu saya masih SD, kalau tidak salah kelas 3-4 SD. Dua orang laki2 ini namanya Pandhil dan Isro’i. Mereka lama kerja dengan Bapak, tidur di rumah kami dan sudah seperti saudara sendiri. Saya tahu banget seyakin-yakin yakinnya kalau Isroi’i adalah lekaki normal tulen. Orientasi sex-nya normal. Suka pada perempuan dan suka mengoda karyawan kami yang wanita. Kalau libur sekolah, kadang2 saya ikut pulang ke desanya di Kaliangkrik.

Karena suatu sebab, Isro’i keluar kerja dan merantau ke Jakarta. Kabarnya dia bekerja di Jakarta selama beberapa bulan atau setahun. Saya tidak tahu persis di mana dan kerja apa. Kira2 setahun lebih Isro’i datang kembali ke rumah untuk minta kerja lagi. Bapak mengijinkan dia kerja di warung kami lagi.

Tapi kini Isro’i bukan seperti Isro’i yang dulu lagi. Bicaranya ‘kemayu’, bibirnya kalau ngomong mencang-mencong, dan kalai bicara badannya tidak diam. Sama Bapak dan tetangga, Isroi’i sering digodain karena ‘kemayuannya’.

Kalau dia tanya ke pelanggan, posisinya sok akrab dan tangannya sambil ‘jowal-jawil’ ke pelanggan. Apalagi kalau yang datang laki-laki ganteng atau orang2 Cina yang putih2, Isro’i semangat sekali. Kalau jalan kadang2 dengan sengaja dia menyenggol sedikit pelanggan2 yang duduk di bangku.

Perangainya sedikit ‘njijikki’, ‘ngilani’ tapi lucu. Isro’i sering digodain oleh pelanggan2 warung kami. Isro’i pun tidak marah, malah senang dan semakin ‘menthel’.

Ternyata Isroi’i AC DC, meski dia terlihat ‘kemayu’ dan suka laki2 ganteng. Isro’i juga masih mau dengan gadis2. Isro’i juga punya pacar. Setelah sekian lama kerja di kami, Isroi’i keluar dan menikah dengan pacarnya. Dia kembali ke desa dan menjadi petani. Isro’i punya anak. Sesekali kalau ke kota Isro’i mampir ke rumah.

Saya sudah lama sekali tidak bertemu dengannya. Terakhir ketemu Isro’i sudah terlihat tua dan tidak ‘sementhel’ dulu lagi.

Alhamdulillah

***Kisahnya Si Bujangan***

Waktu saya kecil, banyak anak2 yang seumuran dengan saya. Sebut saja; Bambang, Sholihin, Juju, Hari, Agus, Gotri, Wawan dan beberapa temen yang saya lupa namanya. Ada satu temen lagi namanya sebut saja ‘Si Bujangan’. Orang tuanya cukup berada dan mempunyai truk dan televisi. Sekampung hanya dia yang punya tipi. Kalau malam kami, tetanga2, nonton tipi dengan cara mengintip dari jendela nako. Kita nonton dari luar. Acaranya Aneka Safari, Dunia dalam Berita. Kalau hari minggu ada Si Unyil dan Pak Tino Sidin.

Si Bujangan seumur dengan saya. Anaknya pintar. Jadi kami sering main bareng. Ketika SMA kami masuk SMASA Mgl meski tidak sekelas. Waktu itu Si Bujangan punya motor bebek Honda 70 warna merah. Kalau minggu kita boncengan berdua main ke Kopeng, Sawangan, Curug Silawe, Curug Sekar Langit dan objek wisata seputaran Megelang. Akrab banget lah kita.

Saya yakin seyakin-yakinnya kalau sohib saya ini laki2 normal tulen. Tidak ada tanda2 dia LGBT. Di kampung saya ada juga yang seperti itu, kebetulan namanya sama. Tapi Si Bujangan normal.

Kelas dua SMA dia ke jurusan A3. Dan dia punya teman karib baru. Nama pangggilannya sama persis seperti nama sohib saya ini. Rumahnya di desa Nambangan. Kami jadi jarang main bareng lagi. Saking akrabnya sohib saya dan teman barunya ini sering menginap di rumahnya Si Bujangan. Kami melihatnya mereka sahabat karib sekali.

Si Bujangan kuliah di UGM dan saya di Unjedir alias UNSOED. Kami jadi sangat jarang ketemu. Ketika pulang ke rumah, teman di kampung memberi tahu kalau Si Bujangan sudah berubah. Desas-desus di kampung, persahabatan si Bujangan bukan persahabatan biasa dan normal seperti kami dulu. Orang tuanya dan keluarganya mengetahui ‘kisah kasih haram’ mereka. Akhirnya keluarganya mengusir kekasihnya itu dan melarang mereka bertemu. Bahkan si Bujangan di kurung di rumahnya. Meski demikian mereka tetap menjalin hubungan. Orang tuanya semakin jengkel, Si Bukangan diasingkan ke Jakarta.

‘Penyakit’ Si Bujangan semakin parah. Kalau menurut saya dia mengalami depresi berat. Ketika saya coba menenggok dia atas saran kakaknya. Dia tidak kenal saya lagi. Aneh.

Proteksi keras orang tuanya dan keluarganya tidak bisa menyembuhkannya justru membuat lebih parah dan ‘komplikasi’ sampai sekarang.

Terus terang, kami; temen2nya waktu kecil ikut sedih. Sedih bercampur jengkel dan marah. Tertama pada temen Kelas 2 Smansa-nya yang sudah menulari sahabat kami yang dulu normal menjadi ‘tidak normal’ lagi.

Apakah kalian, temen2 FB, mau dan rela jika ada saudara kita, temwn kita, sahabat kita, karib kita yang menjadi LGBT?????

Kebiasaan Mengunyah Pinang dan Sirih Masyarakat Papua

Ketika saya turun dari pesawan di Bandara Mozes Kilangin, Timika Papua, saya melihat satpam dan beberapa petugas bandara yang orang asli Papua mengunyah sesuatu. Begitu juga ketika saya keluar dari Bandara, saya melihat beberapa orang asli Papua yang mengunyah sesuatu. Kemudian saya tahu bahwa orang-orang Papua ini mengunyah buah pinang dan kapur sirih. Mirip kebiasaan yang dilakukan oleh nenek-nenek dan orang tua di Jawa jaman dulu.

Ternyata kebiasaan ini adalah kebiasaan yang sangat umum dilakukan oleh masyarakat asli Papua. Kebetulan saya jalan-jalan di pasar Timika, saya melihat banyak sekali pedagang yang menjual buah pinang. Buah pinangnya disusun berkelompok di atas meja. Ada juga kapur sirih yang dibungkus dengan plastik. Yang menarik adalah orang Papua tidak menggunakan daun sirih sebagai campuran buah pinang yang dikunyah, tetapi menggunakan bunga sirih yang berbentuk panjang-panjang.

Saya minta ijin untuk merekam video Bapak-bapak ini yang sedang mengunyah buah pinang.

Suntik Vaksin Meningitis di KKP Soekarno Hatta

suntuk vaksin meningitis KKP Soeta haji umroh

Kartu bukti sudah disuntuk vaksin meningitis di KKP Bandara Soekarno Hatta.

Meningitis adalah penyakit radang selaput otak atau membram pelindung syaraf pusat. Penyakit yang sangat berbahaya. Untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit ini perlu disuntik vaksin meningitis. Terutama untuk masyarakat yang ingin berangkat haji dan umroh. Salah satu klinik yang melayani suntik vaksin meningitis adalah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Soekarno Hatta,

Vaksin ini diwajibkan oleh pemerintah Saudi sejak tahun 2002 bagi jamaah haji dan umroh dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Calon jamaah haji dan umroh sangat banyak di Indonesia, permintaan suktik vaksin ini pun sangat banyak. Tidak heran kalau sampai mengantri lama untuk vaksin meningitis.

Salah satu klinik yang melayani suntik vaksin ini adalah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta. Lokasinya ada di komplek perkantoran Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Jakarta. Jika Anda ingin suntik vaksin di sini, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan.

suntuk vaksin meningitis KKP Soeta haji umroh

Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno Hatta yang melayani suntik vaksin meningitis untuk calon jamaah haji dan umroh.


Continue reading

Daun Gatal; Obat Tradisional Papua

daun gatal obat tradisional papua

Daun gatal (Laportea ducumana), salah satu obat tradisional papua.


Papua terkenal dengan obat-obatan tradisional yang diambil dari hutah. Beberapa yang sudah terkenal adalah buah merah dan sarang semut. Ada satu lagi obat tradisional Papua yang unik, yaitu daun gatal (Laportea ducumana). Seperti namanya, daun ini menyebabkan gatal-gatal pada kulit, tetapi setelah itu badan akan terasa lebih enak dan nyaman.

Bentuk Daun Gatal (Laportea ducumana)

Saya kebetulan menemukan daun ini ketika sedang jalan-jalan di pasar Timika. Ada penjual warga asli Papua yang menjual daun unik. Saya tanya pada ibu penjualnya:
“Apa ini, mama?”
“Ini daun gatal.”
“Untuk apa daun gatal ini?”
Beberapa mama-mama di sekitar situ menjelaskan bagaimana menggunakan daun ini dan manfaatnya. Katanya daun ini bisa untuk menyegarkan badan, mengobati masuk angin dan pegal-pegal.

Saya pun tertarik untuk mencoba khasiat daun ini.

Guide yang mengantarkan saya menggatakan kalau daun ini sangat gatal dan perih sekali. Kalau tidak kuat sebaiknya jangan mencobanya.

Daun ini beruukuran cukup besar. Panjangnya sekitar 20 cm dan lebarnya 15 cm. Ujung daun meruncing dan bagian pangkalnya membulat. Warnanya daun hijau tua. Namun di bagian tengahnya terdapat pola warna daun yang lebih muda. Permukaan daun bagian atas dan bawah tidak rata dan berbulu-bulu kecil. Bulu-bulu ini seperti jarum kecil yang akan menempel pada kulit yang terkenal daun ini.


Continue reading

Tidur Sambil Berdiri di Commuterline

tidur berdiri

Orang tidur umumnya dengan cara berbaring. Jika tidak merasakan sendiri atau tidak melihat sendiri, mustahil orang bisa tidur dengan cara berdiri. Jika Anda ingin mencoba sensasi tidur sambil berdiri, saya akan beritahu bagaimana caranya.

Pengalaman ini saya alami ketika naik commuterline jurusan Jakarta – Bogor sore selepas jam kerja. Jarang sekali saya kerja di Jakarta, tapi seminggu ini memaksa saya untuk berangkat dini hari dan pulang sore hari ke Jakarta. Saya lebih suka pergi PP Jakarta-Bogor dengan memanfaatkan kereta listrik atau Commuterline. Biasanya saya sudah kembali ke Bogor sebelum pukul 3 sore, untuk menghindari orang-orang yang pulang dari kerjaan mereka. Namun, hari ini terpaksa saya pulang sampai sore. Saya naik kereta dari Stasiun Sudirman dan turun transit di Stasiun Manggarai. Dari Stasiun ini naik dari peron 6 kereta yang ke arah Bogor.

Jam-jam ini adalah jam orang pulang kerja. Stasiun Manggarai sudah penuh dengan orang, apalagi yang jurusan ke Bogor. Di sepanjang peron orang sudah bergerombol menunggu datangnya kereta. Begitu kereta datang, orang-orang berebut naik ke kereta, berjubel-jubel dan saling dorong. Semua orang ingin naik ke kereta meski kereta sudah sangat penuh. Saya ikut arus saja, terdorong sendiri masuk ke kereta.

Di dalam kereta tentu saja sudah tidak kebagian tempat duduk. Penumpang berdiri sambil berjubel-jubel. Rasanya tidak ada tempat lowong di kereta tanpa orang yan berdiri. Dari stasiun Manggarai ke Bogor melewati beberapa stasiun. Di stasiun-stasiun yang dilewati lebih banyak orang yang naik daripada orang yang turun. Gerbong kereta semakin penuh sesak. Berdiri berdempet-dempet. Termasuk saya. Meski tidak dapat pegangan tangan, tidak akan bisa jatuh. Berdiri saja tegak.

Jarak Jakarta-Bogor kurang lebih 1 sampai 1.5 jam perjalanan. Badan capek sekali dan mata sudah mulai sayu. Meski bedesak-desakan, udara di kereta lumayan dingin. Kereta ber-AC dan dilengkapi kipas angin yang cukup kecang. Angin membuat saya semakin mengantuk. Saya lihat orang-orang yang di dalam kereta pun juga banyak yang tertunduk mengantuk.

Goncangan kereta seperti ayunan nina-bobo. Tak terasa mata semakin berat dan tidak tertahankan rasa mengantuknya. Mata yang semakin berat membuat penumpang tertidur sambil berdiri. Meski tidurnya tidak benar-benar pulas, orang-orang tetap bisa tertidur meski cuma sekejab.

Jika Anda ingin merasakan sensasi tidur sambil berdiri, silahkan coba naik kereta commuterline hari senin atau jum’at pukul 5 sore dari stasiun Manggarai. Rasakan sensasinya.