Category Archives: Uncategorized

Kisah-kisah di ArasoE: Batu Sojol hadiah Pak ADM

Kembali ke jaman batu

Video bisa dilihat di akun IG Isroi_tanpa_l https://www.instagram.com/p/B9K8BC_npKo/?igshid=tc50qkpqcft8

Semalam, bagda Isya kembali dari masjid, tiba2 suara motor ninja mendekat ke mess. Irfan, satpam muda yg naik motor ninja bergaris kuning, masuk ke mess.

“Pak, saya disuruh Puang ADM menjemput Bapak. Katanya mau ada yang didiskusikan dengan Bapak.”

Tumben sekali, pikir saya. Biasanya kita ngobrol di “official” di kantor induk atau di kebun.

Dengan masih pakai ‘uniform’ sholat; sarungan, baju koko, kopiah, saya menuju ke rumah ADM PG Bone.

Beliau sudah menunggu di teras belakang. Pakai celana pendek.

Santai.

“Assalamu’alaikum”

“Wa’alaikum salam. Sini Pak Isro,” sambutnya ramah.

Di halaman belakang ini banyak kandang burung dan binatang. Beliau suka memelihara hewan.

Macam2: burung hantu, perkutut, tekukur, beo, kakatua, love bird, dll.

Beliau juga ‘batu’. Koleksinya banyak.

Mulailah kita ngobrol santai. Pak ADM ini orang bugis berdarah ‘biru’; namanya bergelar ‘Andi’. Mirip dengan gelar ‘Raden’ atau ‘Tubagus’ kalau di Jawa. Kita ngobrol tentang sejarah Bugis dan Bone, Tradisi dan kepercayaan orang Bugis, pusaka2 Bugis, Hewan peliharaan, Anggrek hutan, dan tentunya “batu akik”.

Beliau memberi hadiah kepada saya batu sojol, asalnya dari Sulawesi Tengah. Batu biasa yg punya ‘kekuatan unik’. Saya sudah pernah dengar batu ini. Tapi belum pernah membuktikannya sendiri.

Pak ADM mulai menceritakan asal muasal batu ini, berikut ‘kekuatannya’, yaitu bisa meningkatkan kekuatan orang. Satpam kantor yang paling besar jadi ‘kelinci percobannya’.

Pertama kita coba angkat satpam itu dengan jari. Nggak bisa. Jari kita kesakitan. Lalu, kita cuci tangan dengan air yang ada batu sojolnya. Kita angkat lagi. Entah kenapa, satpam itu jadi terasa ringan sekali. Saya tidak akan percaya kalau tidak membuktikannya sendiri.

“Subhanallah…Allahuakbar”

Batu ini batu biasa. Diambil dari salah satu tempat di Sulteng. Tidak ‘diisi’ apa2. Tidak pakai ‘jin’ atau demit.

Terima kasih Pak ADM. Batu ini menjadi salah satu koleksi saya yang berharga. Bukan karena kekuatan dan kecantikannya, tapi kenangan dari Pak ADM PG Bone. Alhamdilillah.

#akik #batu #sojol #sulawesi #tengah #ArasoE #Bone #gemstone #PGB

Kisah-kisah di ArasoE: Musim Durian

Durian lokal di Ujung Tanah, Bone

King of Fruit, itu julukan untuk buah durian. Dan saat ini lagi mulai musim durian. Di ArasoE mulai musim durian sekitar awal bulan Januari 2020 ini. Di pinggir-pinggir jalan mulai banyak yang menjajakan durian lokal. Harganya pun cukup murah, masih dikisaran Rp. 5000 sampai Rp. 50.000 perbutir. Tergantung ukuran dan kualitas buahnya. Saya dan teman-teman tim berburu durian local bone sampai ke kebunnya.

Kebun Durian di Pattiro Riolo, Sibulue

Ternyata Kec. Cina, Kab. Bone adalah salah satu sentra durian di Sulawesi Selatan ini. Informasi pertama yang kami dapat ada sentra durian di dekat kebun Sibulue. Ketika ke kebun Polewali, sampingnya kebun Sibulue, kami minta diantarkan oleh mandor Polewali. Kami jalan menyusuri kebun ke arah Sibulue. Sibulue ini nama desa dan kecamatan. Di pasar Sibulue sudah banyak orang yang menjajakan durian di pinggir jalan. Tapi bukan di situ sentralnya. Kebun duriannya ada di desa Pattiro Riolo. Kami diajak ke desa Pattiro Riolo. 

Durian di desa ini memang murah-murah bingit. Ukurannya sih nggak terlalu besar. Cenderung kecil-kecil. Harganya murah banget, satu ikat isi3 biji cuma RP. 15rb. Yang ukurannya agak gede cuma Rp. 35rb per ikat. Meskipun kecil, tapi duriannya enak, manis dan creammy. Mantap. Kami berlima habis 5 ikat durian. Pulangnya bawa durian lagi.

Ukuran Buah Durian Lokal Bone




Kebun Durian di Ujung Tanah

Sentra durian tidak hanya di desa Pattiro Riolo saja. Ada banyak lokasi-lokasi lain. Informasi dari sinder dan mandor kebun juga. Salah satunya ada di dekat kebun Ujung Tanah. Dari kebun Ujung Tanah kita lewati sungai lalu naik ke Sanrego, trus ke atas ke arah gunung. Jalan tanah dan licin. Kami melewati kebun-kebun cengkeh. Masih naik lagi. Semakin ke atas semakin banyak kebun cengkeh yang ada pohon duriannya.

Kami berhenti di salah satu rumah pondok yang banyak pohon duriannya. Pondok itu diisi satu keluarga. Salah satu anak perempuannya menggantar kami keliling kebun mencari buah durian yang jatuh. Ada cukup lumayan banyak.

Kami makan sepuasnya. Nggak keitung lah berapa butir yang sudah kami buka. Setelah habis, ternyata penjaga kebun itu tidak mau dibayar atas buah durian yang sudah kami santap. Binggung juga kami. Tapi meskipun begitu, kami tetap menitipkan uang ke penjaga itu. 

Yogo, di antara durian-durian di kebun durian Ujung Tanah

Durian lokal di Ujung Tanah, Bone

Kisah-kisah di ArasoE: Berburu Anggrek Sulawesi

anggrek besi sulawesi dendrobium speudoconanthum
Dapat anggrek besi sulawesi dendrobium speudoconanthum

Sudah jadi rahasia umum kalau saya suka dengan tanaman anggrek, apalagi anggrek spesies asli pribumi Indonesia. Zukkaaa zekali…..!!!! Mumpung pas di Sulawesi Selatan, saya ingin mendapatkan anggrek pribumi asli Sulawesi Selatan ini. Asyikkk….nggakk….

Anggrek Bulan Sulawesi Selatan

Anggrek bulan spesies Sulawesi

Setelah lebaran tahun ini, surat tugas saya di PG Camming, Kab. Bone, Sulawesi Selatan. Lumayan jauh juga dari kota Makassar. Di PG Camming ini sementara saya tinggal di Mess. Satu kamar sendirian. Tetangga kamar saya waktu itu ada pak CA yang baru; Pak Yusron dan Pak Prasetyo. Selang satu kamar saja. Di ujung sana ada juga Pak Wasis. Saat itu saya belum punya ‘alat trasportasi’ sendiri, jadi kalau mau ke mana-mana masih ‘ndompleng’ ke Pak CA; kalau nggak Pak Yusron ya pak Prasetyo. Tapi paling sering saya pergi dengan keliling kebun dengan Pak Yusron. Kadang-kadang kalau Pak Yusron tidak sedang pergi, saya diperbolehkan pakai mobil dan sopirnya, Pak Supardi. Jadi ingat anggrek Paphio supardii….

Nah… kalau ke kebun mata saya selalu ‘menyapu’ pohon-pohon dan halaman rumah warga di sini. Kalau-kalau ada ‘sesuatu’ yang menarik, terutama ya…anggrek. Suatu ketika saya lihat merah-merah ramai di depan rumah warga…. anggrek dendro tuh…pikir saya. Bunganya besar dan tanamannya lebat… Cantik pokoknya. Saya ingat-ingat lokasi rumahnya. Kalau lewat saya akan minta ke empunya rumah. Saya lihat juga ada anggrek bulan yang warnanya putih menyolok. Lalu ada anggrek Doritis pulcherrima yang bunganya merah. Kalau pas lewat pohon-pohon besar, saya minta Pak Supardii berjalan agak lambat, biar saya bisa melihat ke lebih detail bagian atas pohonnya. Maklum, anggrek biasanya di atas-atas.

Pulang dari kebun Mapesangka, saya berhenti di depan rumah warga di pinggir jalan poros. Saya ingat di rumah ini ada bunga anggrek merah-merah dan putih. Saya nggak bisa bahasa bugis Bone, jadi saya minta Pak Supardi untuk ngomong ke yang punya rumah. Setelah saya dekati, anggrek yang warna merah adalah anggrek dendrobium, mungkin Dendrobium bantimurung. Cuma yang ini tanamannya agak langsing. Lalu anggrek merah yang kedua, sedikit pink adalah Doritis pulcerimma. Anggrek klasik yang menawan.

Pak Supardi ngomong ke orang yang ada di rumah itu. Nggak bisa mengartikan saya. Lalu pak Supardi bilang ke saya:

“Nggak bisa diminta, Pak. Ibunya nggak ada di rumah.”

“Yang ada cuma anaknya, dia nggak berani untuk ngasih bunganya.”

“Ya…sudah..”

“Kapan-kapan lagi saja mampir ke sini lagi.”

Melanjutkan perjalanan ke PGC, jaraknya cukup jauh 20 km. Sepajang perjalanan mata saya tidak pernah lepas dari pohon-pohon dan rumah-rumah di sepanjang jalan. Saya lihat ada anggrek Phalaenopsi. Kapan-kapan saya akan mampir.

Di kebun Mapesangka sambil duduk melihat ibu-ibu yang sedang kethok bibit saya cerita kalau saya suka anggrek. Di sekitar kebun ada pohon-pohon besar. Mereka cerita biasanya ada anggrek warna putih di pohon-pohon. Anggrek bulan pikir saya. Anggrek bulan spesies sulawesi sedikit berbeda dengan anggrek bulan spesies jawa. Bedanya sedikit sekali sih..hanya di ‘sungut’ bunganya saja. Kalau anggrek bulan spesies jawa, sunggutnya warna kuning, kalau spesies sulawesi putih.

Saya coba jalan-jalan ke pinggir-pingggir kebun, kalau-kalau nemu anggrek bulan spesies sulawesi. Nihil.

“Di rumah banyak, ” kata ibu-ibu buruh tanam.

“Di pohon mangga”, lanjutnya lagi.

“Beneran, Bu? Bawain kalau ada deh…” pinta saya.

“Iyek… besok dibawain,” sahutnya lagi.

Continue reading

Menabung Investasi Emas

Tahungan dalam bentuk uang mah biasa. Ada yang lebih baik daripada menyimpan harta dalam bentuk uang; yaitu menabung dalam bentuk emas.

Pengalaman Pak Katiman; Uang Turni untuk Beli Perhiasan Emas

Saya diajari oleh senior kerja saya dulu. Namanya Alm Pak Katiman. Ketika masuk kerja, beliau sudah sepuh dan mau pensiun. Namanya aslinya Katiman, tapi sejak kecil diasuh dan tinggal di tanah Sunda. Namanya diganti menjadi Maman Katiman. Meski besar di Sunda, Pak Katiman tetap orang jawa tulen.

Orang jawa itu ramah, ulet, ‘gemi’, hemat dan suka nemabung. Rumah Pak Katiman besar, tanahnya luas banget. Lebih dari 1000 m. Punya beberapa bidang tanah. Suatu hari ketika kita sama2 ‘turni’ ke Madura, saya tanya ke Beliau; apa rahasia Pak Katiman sampai bisa punya rumah besar dan tanah yang luas? Padahal kerjanya hanya teknisi saja.

Lalu beliau menceritakan rahasianya. Waktu kerja dulu beliau sering ‘turni’ atau tugas luar. Uang saku perjalanannya banyak, bahkan lebih besar dari gajinya. Apalagi Pak Katiman irit. Kalau pulang dari Turni selalu bawa uang banyak. Nah, setiap kali pulang Turni beliau selalu membeli perhiasan emas. Uangnya tidak disimpan di bawah kasur atau tabungan bank. Beliau tahu kalau harga emas cenderung naik. Lama kelamaan perhiasan emasnya banyak.

Beliau belum punya rumah. Beliau ingin punya rumah. Karena orang kampung, cara berfikirnya sederhana. Dia beli tanah dulu baru membangunnya. Singkat cerita dia dapat lokasi tanah di daerah Kota Batu Ciapus. Uang untuk membelinya dari menjual perhiasan emas-emasnya. Ketika dia menjual emasnya itu harganya sudah jauh lebih tinggi daripada harga ketika membelinya dulu. Beruntung sekali Pak Katiman. Dia bangun sendiri rumahnya. Kalau pulang kerja dari kantor, dia ‘nukang batu’. Dicat sendiri dan dirapikan sendiri. Pelan tapi pasti rumahnya jadi. Lambat laun, tanah2 disekitarnya pun dia beli. Rumahnya jadi luas sekali.

Menabung dalam bentuk emas bukan hanya sekedar menyimpan harta saja, tetapi salah satu bentuk investasi. Karena nilai (harga emasnya) akan berkembang. Menurut saya ini ‘halal’, beda dengan menambung dalam bentuk deposito. Tambahan uangnya dari ‘bunga bank’. Meski persentasenya tidak sebesar bunga deposito, saya pribadi lebih memilih emas. Belum pernah sama sekali saya depositokan uang saya.


Baca juga memilih Tabungan Emas: Bukalapak, Tokopedia, atau Pegadaian.

Kelebihan dan Kekurangan Menyimpan Emas Perhiasan

Menyimpan yang dalam bentuk emas memang lebih menguntungkan daripada menyimpan dalam bentuk uang saja. Karena nilai emas cenderung naik, meski kenaikan ini tidak tinggi dan kadang2 turun.

Perhiasan emas relatif mudah didapat. Selain itu bisa dipakai untuk perhiasan. Tapi menyimpan emas untuk perhiasan ada kekurangannya. Pertama; kurang aman. Perhiasan emas bisa dicuri atau dijambret.

Kedua; banyak potongan. Kalau kita jual lagi emas itu ke toko. Biasanya ke toko waktu membeli dulu. Kalau ketoko lain dihargai lebih murah, apalagi tidak ada surat-suratnya. Potongan pertama adalah potongan berat emas. Ini kadang2 curangnya toko. Timbangan emas selalu berkurang, meski nggak dipakai dan disimpan di laci saja. Lalu, potongan ongkos buat. Harganya bervariasi. Jadi potongan harganya bisa sampai 5-10% dari harga emas saat itu.

Investasi perhiasan emas adalah investasi jangka panjang. Kalau jangka pendek biasanya rugi. Pas beli harga mahal, pas jual harga rendah. Ada selisih antara harga beli dan jual sekitar 2 persen. Apalagi kalau pas turunnya agak banyak, semakin besar penurunannya.

Koin Emas dan Emas Batangan

Alternatif simpanan emas adalah koin emas atau emas batangan. PT Antam mengeluarkan produk yang orang kenal dengan sebutan ‘Emas LM’. Bentuknya kepingan kecil berbentuk kotak dan ada logonya LM. Pecahannya mulai dari 1 gr, 5 gr, 10 gr dan seterusnya. Emas LM ada nomor serinya dan ada sertifikatnya.

Harga emas LM lebih tinggi daripada emas perhiasan. Beda antara harga beli dan harga jualnya sekitar 2% saja. Kalau kita jual tidak ada potongan lain lagi.

Selain emas LM ada lagi emas UBS. Harganya lebih murah.

Emas LM dan Emas UBS bisa dibeli di toko2 emas perhiasan. Bisa juga dibeli di Pegadaian, kantor pos, bank atau langsung ke gerai Antam. Bahkan sekarang sudah bisa beli on-line. Kalau kita cari di apliaksi Marketplace (Bukalapak, Tokopedia, dll) ada yang jual emas LM.

Kalau perlu uang, emas LM ini bisa dijual atau digadaikan. Jualnya ya di toko emas waktu kita beli. Tapi nggak bisa dijual ke Pegadaian atau Bank. Mereka hanya terima gadai.

Ngeblog di HP Smartphone dengan WordPress Mobile

Wordpress Mobile di HP Smartphone

Unduh aplikasi WordPress Mobile di Apple Store atau Google PlayStore

Aplikasi komputer sudah berpindah dari komputer dekstop ke perangkat mobile. Pekerjaan yang dulu hanya bisa dilakukan dengan komputer atau laptop, kini hampir semuanya bisa dilakukan hanya dengan HP Smartphone. Termasuk salah satunya aktivitas menulis blog atau Ngeblog di WordPress. Menulis dan mengupdate isi/kontent blog menjadi sangat mudah dengan adanya aplikasi WordPress Mobile. Aplikasi tidak hanya untuk para bloger kawakan, tetapi juga sangat mudah untuk para bloger pemula.

Aplikasi WordPress Mobile tersedia dan bisa digunakan hampir semua perangkat mobile. Mudahnya apapun perangkat mobile yang Anda gunakan bisa digunakan untuk ngeblog di WordPress dengan WordPress Mobile ini. Perangkat mobile berbasis Android, seperti: Samsung Tablet, Samsung Note, Oppo, atau pun perangkat mobile berbasis Apple, seperti: iPad dan iPhone juga bisa menjalankan WordPress Mobile. Download (unduh) aplikasi WordPress Mobile ini di Google Play Store untuk perangkat Android atau di Apple Store untuk perangkat Apple.

Setelah mendownload aplikasi WordPress Mobile ini langkah-langkah berikutnya sangatlah mudah. Jika Anda sudah memiliki akun di WordPress.com, tinggal login saja dan blog WordPress yang anda miliki akan muncul di aplikasi ini. Atau, Anda juga bisa membuat akun WordPress baru langsung dari aplikasi WordPress Mobile ini.

Saya kebetulan menggunakan iPhone. Tampilan WordPress Mobile di iPhone seperti gambar di bawah ini:

Wordpress Mobile di HP Smartphone

Tampilan WordPress Mobile untuk ngeblog dengan HP Smartphone

Continue reading

Oil Palm Bioplastic

Tindihan Ketika Tidur

Apakah Anda pernah ‘tindihan’? Saya coba cari padanan kata ‘tindihan’ dalam bahasa Indonesia, sulit banget. Tindihan itu orang yang dalam posisi tidur, merasa sudah bangun dan tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Tubuhnya terasa berat dan seperti ditindih sesuatu. Ada beberapa pendapat yang mengaitkan tindihan ini dengan hal-hal ghoib. Entahlah.

Seingat saya, saya belum pernah atau setidaknya sangat jarang sekali tindihan. Padahal sering sekali saya diceritain saudara yang sering ‘tindihan’. Baru kemarin malam saya merasakan sendiri pengalaman tindihan ini. Jadi saya merasa perlu mengabadikan dalam tulisan di blog ini. Kelak suatu saat nanti akan memudahkan saya untuk mengingat dan menceritakan kembali pengalaman ini.

Malam itu saya tidur seperti biasanya. Tidur miring ke kanan. Lampu kamar dimatikan dan hanya lampur ruang utama saja yang dinyalakan. Entah berapa lama saya tertidur. Suatu ketika saya merasa sudah tersadar dari tidur. Saya membuka mata. Kamar masih gelap. Saya bisa melihat almari dan cermin di dekat tempat tidur. Tetapi ketika saya mencoba berpindah posisi tidur dan ‘mengolet’, badan tidak bisa digerakkan. Badan terasa berat banget. Saya coba meronta, tetapi tidak bisa bergerak.

Seperti ada sesuatu yang menindih dari punggung saya. Tengkuk saya bergidik, bulu kuduk berdiri. Saya ingin berteriak, tapi tidak ada suara yang keluar dari mulut. Sekilas, saya tersadar; mungkin saya tindihan.

Saya coba untuk membaca ta’awudz, sebisanya…. meski mulut terkunci, tetapi saya terus membaca ta’awudz. Hanya suara ‘argh–argh’ yang keluar. Saya terus berusaha membaca. Saya baca istighfar. Lalu pelan-pelan saya coba menggerakkan jari-jari tangan saya. Lalu jari-jari kaki. Bisa bergerak sedikit.

Saya coba meronta sekuat tenaga….. Allahuakbar…..

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa bergerak normal. Saya bangkit dari tempat tidur. Badan sedikit berkeringat. Lalu saya keluar dan ke kamar mandi. Buang hajat. Lalu, ambil air wudhu.

Saya lihat jam di dinding. Pukul 03.15. Subuh masih cukup lama.

Saya sholat beberapa rakaat… lalu berdzikir dan berdoa seperti biasanya.

Saya coba ingat-ingat, apakah sore tadi saya lupa tidak baca dzikir petang, apakah saya sudah baca doa dan dzikir tidur….. Tidak ingat.

Pengalaman Buruk Menanam Anggrek

hama penyakit anggrek

Anggrek yang mati karena kena busuk jamur dan dimakan siput


Harus saya akui, kalau akhir-akhir ini saya lebih banyak menulis dan memotret anggrek. Harap maklum. Masih pemula, jadi masih banyak belajar.


Kali ini saya ingin berbagi pengalaman buruk menanam anggrek, khususnya anggrek spesies. Pengalaman buruk ini adalah pelajaran berharga untuk lebih baik lagi. Pengalaman buruknya adalah anggrek yang dipelihara ‘mati’ alias wassalam. Ada banyak sebabnya. Salah satunya karena dimakan siput dan busuk akar.

Bogor adalah kota hujan, meski hujannya sudah tidak sesering dulu. Karena sering hujan menyebabkan kelembaban sangat tinggi. Nah, musuh anggrekd di musim hujan adalah siput dan busuk pangkal batang ini.

Siput

Hama tanaman anggrek siput

Hama tanaman anggrek siput

Hewan Nokturnal

Ada dua macam siput yang sering mengganggu tanaman anggrek, yaitu siput bercangkang dan siput tidak bercangkang. Siput tidak bercangkang bentuknya mirip lintah, bedanya siput ini punya tangkai mata yang seperti antena. Antena mata ini tidak panjang cuma beberapa centi saja.

Siput adalah binatang nokturnal, artinya binatang yang aktifnya di malam hari. Siput suka makan bagian tanaman yang lunak-lunak. Kalau siang hari siput akan bersembunyi di balik batu, di sela-sela batang kayu atau di balik arang di dalam pot anggrek. Ketika malam tiba, siput akan merayap mencari makan. Meskipun terkesan lamban, tapi siput bisa merayap naik sampai tinggi sekali. Post saya yang digantung di pohon pernah dimakan siput Sekali makan siput bisa menghabiskan beberapa daun dan batang/bulbo anggrek. Bahaya kan…??!!

Nah… gara-gara siput ini beberapa tanaman anggrek saya sudah jadi korban. Awalnya, pagi hari ketika sedang menyiram tanaman saya lihat ada pot yang gundul. Waduh…kenapa nih anggrek, pikir saya. Daunnya habis semua, tinggal sisa sedikit pangkal batangnya. Bekasnya seperti dimakan binatang. Saya coba cari-cari binatangnya tidak ketemu. Kejadian ini terjadi beberapa kali. Anggrek yang habis dimakan hampir semuanya tidak bisa diselamatkan lagi; wassalam.

Saya curiga mungkin binatangnya makan di malam hari. Habis isya’ saya bawa senter dan clingak-clinguk di antara pot-pot anggrek. Ternyata eh…ternyata… ada sepotong binatang lunak yang sedang lahap memakan daun anggrek. Ketahuan dah… Saya ambil siput itu dan saya gencet sampai mati.

Mengatasi Hama Siput

Patroli Malam Hari

Untuk mengatasi masalah ini, saya jadi lebih sering untuk patroli malam hari, khususnya setelah turun hujan. Cek satu per satu pot atau anggrek yang digantung. Perhatikan dengan lebih seksama, karena warna siput sangat mirip dengan warna tanah, kalau malam hampir-hampit tidak terlihat.

Nah..
Continue reading

Catatan-Catatan Umroh – Bagian 2

Manasik Terakhir

Kira2 satu minggu sebelum jadwal pemberangkatan ada pesan WA masuk dari Ustad Doddy.
“Assalamu’alaikum wr wb. Afwan, Akhi. Untuk persiapan terakhir dan informasi keberangkatan umroh, semua CJU (calon jamaah umroh) diwajibkan mengikuti manasik terakhir di Mampang Prapatan, Jakarta. Alamat dan jamnya akan dikabari lagi. Terima kasih.”

Kami senang mendapatkan kabar itu, karena selama ini kami masih bertanya-tanya kepastian keberangkatan kami. Lokasi manasiknya di sebuah sekolah IT di jalan utam kayu, Mampang. Jadwal pertemuannya hari minggu pukul 09 pagi.

Hari minggu pagi-pagi kami sudah bersiap menuju ke Mampang. Mesti bisa bawa mobil sendiri, saya minta Pak Rifai untuk mengantar kami ke Jakarta. Kami sempat kesulitan menemukan alamatnya, karena sekolah itu sedang di renovasi dan nomor rumahnya tertutup oleh seng bangunan. Mobil parkir di pinggir jalan yang agak sempit itu. Kami masuk ke lokasi dan ada penjaga sekolah pakai seragam coklat. Saya menanyakan apakah benar ini sekolah IT yang ditunjukkan oleh Ustad Dodi.

“Benar, Pak. Bapak mau manasik, ya? Lokasinya di lantai 2, Pak. Ustad Iwan sudah ada.” Jawan penjaga itu dengan sopan sambil menunjuk ke lantai dua sekolah IT ini.

Ustad Iwan adalah direktur biro umroh tempat kami akan melaksanakan ibadah umroh ini. Saya belum pernah ketemu Beliau dan baru pertama kali ini kami datang manasik di tempat ini. Kami biasanya manasik di Bogor.

Kok masih sepi tempatnya? Padahal sudah pukul sembilan lebih, kata saya dalam hati.

Ketika naik ke lantai dua kami bertemu dengan Bapak dan Ibu sepasang suami istri yang sudah cukup berumur. Suaminya, maaf, jalannya agak pincang. Istrinya jalan di belakangnya.

“Assalamu’alaikum,” sapa saya sambil menjabat tangannya.

“Mau manasik, Pak?”
“Iya.”
“Saya juga, katanya di lantai dua. Ruangan yang mana, ya?”, kata saya sambil berbasa-basi.
Di atas ada Bapak2 berumur sekitar lima puluhan memakai baju koko dan kopiah. Sambil tersenyum dia menyambut kami.
“Dari Bogor, ya? Pak Isroi? Saya Irman.” Katanya memperkenalkan diri.
“Silahkan, Pak. Manasiknya di kelas itu yang pintunya terbuka.”
Kami pun masuk ke ruang kelas itu. Masih kosong. Kelas SD dengan bangku kecil untuk satu anak. Saya masuk dengan Istri. Kami mengambil tempat duduk di baris ke dua agak ke depan dan di ujung. Bapak dan Ibu yang ketemu dengan kita tadi duduk di belakang.
“Saya Isroi, Pak, dari Bogor. Ini istri saya.” Kata saya memperkenalkan diri.
“Saya Soleh, dari Bekasi.” Jawabnya.
“Baru kita saja yang datang, ya? Memangnya berapa orang jamaah umroh kali ini?” Tanya saya lagi.
“Tidak tahu juga saya. Iya masih kita sendiri.” Jawab Pak Soleh singkat. Dari logatnya saya tebak Pak Soleh orang Sunda.
Kami pun ngobrol basa-basi sambil menunggu yang lain. Sementara itu Pak Irman menyiapkan sound system dan layar proyektor.
Tak berapa lama, masuk seorang laki2. Tubuhnya kecil altletis, rambutnya pendek, berkumis dan mengenakan kaos.
“Assalamu’alaikum.”
Sapanya sambil masuk ke ruangan. Dia mengambil tempat duduk di depan sisi kiri. Kami tidak banyak bicara dan menyibukkan diri dengan aktifitas masing2.
Tak berselang lama, masuk lagi seorang ke ruangan. Masih cukup muda, rabutnya tipis, wajahnya bulat, tidak terlalu tinggi dan tubuhnya sedikit besar. Wakahnya selalu tersenyum.
“Assalamu’alaikum.” Katanya ketika masuk ruangan dan menyalami kami satu per satu. Dia mengambil tempat duduk di depan di dekat bapak yang betubuh altletis tadi.
Tak berapa lama, ada Bapak2 yang lain lagi masuk dengan memba snack box dengan kantong plastik putih. Dia mengeluarkan snack box itu dan membagikannya pada kami.
“Silahkan… silahkan…”
Saya iseng bertanya, “Yang lain belum datang, Pak?”
“Tidak. Jamaah umroh kali ini hanya segini.”
“Enam orang saja?”
“Ya.”
Bapak itu, namanya Pak Rusdi, membagikan juga botol minuman air mineral ukuran kecil.
Beberapa menit kemudian, masuk Bapak2 berpakaian koko, memakai kacamata, menggenakan kopiah. Di tangannya membawa segepok buku hijau kecil; pasport. Dia duduk di depan. Pak Irman berdiri membuka acara. Beliau memperkenalkan diri dan mengenalkan bapak yang duduk di depan adalah Ustad Iwan, direktur biro umroh dan haji Maksimal. Pak Irman mempersilahkan Ustad Iwan untuk menyampaikan materi manasik kali ini.
“Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh…..”
Sebagaimana pembukaan ceramah, ustad Iwan membaca hamdalah, sahadat dan sholawat atas Nabi. Lalu membaca beberapa ayat dan hadist tentang haji dan umroh. Ustad Iwan menampilkan slide dengan proyektor.
Ustad Iwan menyampaikan materi tentang keutamaan haji dan umroh, hukum2 umroh, larangan2 umroh, sunnah2 umroh dan benerapa tips Umroh. Materi yang tidak jauh berbeda dengan yang ada di buku saku yang dibagikan dan video2 manasik di YouTube. Di sesi tanya jawab saya menanyakan lagi tentang peserta umroh.
“Jamaah yang umroh kali ini berapa orang, Ustad?”
“Jamaah umroh kali ini hanya enam orang saja.”
“Jadi kita semua yang ada di sini, ya Ustad?”
“Ya.”
Ustad Iwan membuka buku pasport yang diikat karet. Lalu beliau membaca namanya satu per satu.
“Pak Gunawan?”
Lelaki pendek berambut tipis itu mngacungkan jari. Namanya Pak Gunawan.”Pak Soleh?””Bu Mariati?””Pak Totok?”Bapak- bapak berbadan atletis itu menunjukkan jarinya. “Pak Isroi?””Bu Happy?”
Semua orang sudah diabsen. Kami pun diminta untuk mengisi absensi.
Kemudian Pak Gunawan bertanya, “Maaf, Ustad. Jadwal kita nanti di sana seperti apa ya, Ustad? Tiket kita pakai pesawat apa, ya?”
Ustad Iwan menjawab sambil membagikan lembaran fotokopian bersisi jadwal kegiatan umroh selama di Makkah dan di Madinah.
“Ini jadwal kita. Kita insya Allah akan berngkat hari kamis sore jam 14 kumpul di Bandara. Di depan Hokben Terminal 2. Pesawat kita Etihad.”
Ustad Iwan menjelaskan satu persatu jadwal tersebut.
Pertanyaan2 berikutnya seputar tips selama beribadah Umroh.
Acara manasik selesai menjelang adzan dhuhur. Pihak travel sudah menyediakam makan siang nasi kotak. Kami semua dibagikan nasi kotak sebelum pulang.
Wajah2 kami terlihat ceria. Senyuman selalu tersungging di wajah jamaah umroh yang hanya enam orang ini. Meskipun hanya sedikit, tetapi setwlah mendengarkan penjelasan Ustad Iwan, kami merasa optimis dan senang karena akan segera bernagkat ke tanah suci.
Kami pun pualng ke rumah masing2. Saya dan Umminya Royan pulang ke Bogor. Pak Gunawan ke BSD. Pak Totok ke Ciputat. Pak Soleh dan istrinya kembali ke Bekasi.

***


1. Muqodimah
2. Manasik Terakhir
3. Penundaan Keberangkatan
4. Keberangkatan Hari Minggu
5. Tiga Hari di Hotel Negeri Sembilan
6. Jin-jin dan Setan Penunggu Hotel
7. Menunggu dengan Ketidakpastian
8. Akhirnya Berangkat ke Jeddah
9. Bergabung dengan Rombongan Ja’aah Madura
10. Menginjakkan Kaki di Masjidil Haram Pertama Kali
11. Umroh: Thawaf, Sa’i, Tahalul
12. Thawaf ke-2 dan Sholat di dalam Hijr Ismail
13. Perjuangan di Hajar Aswad dan Multazam
14. Mencium Hajar Aswad yang Kedua Kali
15. Cerita Tentang Mas Sugiono, Pemimpin Jama’ah Madura
16. Jin-jin di Makkah dan di Madinah
17. Belanja di Makkah
18. Ibadah Sepuas-puasanya di Masjidil Haram
19. Minum Air Zam-zam dan Kebutuhan Buang Hajat
20. Pak Gunawan Makan Daging Unta
21. Saling Berbalas Kentut
22. Jabal Nur dan Gua Hiro
23. Suasana Jalan-jalan di Makkah
24. Mau Diusir dari Hotel
25. Katering Orang Madura
26. Ketika Tubuh Mulai Drop
27. Tawaf Wada’
28. Berangkat Menuju Madinah
29. Madjid Nabawi, Raudah dan Makan Rasulullah
30. Suasana di Madinah
31. Berkunjung ke Jabal Uhud
32. Pemakaman Baqi’
33. Katering di Madinah
34. Belanja di Madinah
35. Salam Perpisahan
36. Kami akan Kembali Lagi, Insya Allah

Tips Agar Whatsapp Tidak Lemot

Whatsapp (WA) memiliki banyak fitur. WA tidak hanya sekedar tempat ngobrol (chatting) tapi juga berbagi foto, video dan dokumen. Sayangnya, WA menjadi lamban, lemot dan banyak makan memori HP. Berikut ini beberapa tips agar WA tidak cepat lemot.

WA akan Mengilas SMS, MMS dan E-mail

Whatsapp (WA) menjadi salah satu aplikasi messenger wajib di dalam smartphone. Saat ini WA menggantikan fungsi SMS dan MMS. Bahkan, pelan tapi pasti WA akan menggilas e-mail juga dengan kemampuannya untuk saling berbagi foto, video dan dokumen. WA juga bisa untuk menelpon via jaringan internet seperti Skype. Komplit fasilitasnya.

SMS dan MMS fitur komunikasi kuno yang biasanya per satuan pesan. Berbeda dengan WA yang biayanya berdasarkan besarnya memori pesan tersebut. WA menawarkan biasa komunikasi yang jauh lebih murah dibandingkan SMS dan MMS.

Salah satu yang menarik dari WA saat ini adalah fasilitas untuk berbagi dokumen, seperti pdf, docx, xlsx dan pptx. File2 ini bisa langsung dibuka dengan HP smartphone. Dokumen2 yang dulu biasa dikirim via e-mail, kini mulai dikirim via smartphone. WA web yang bisa dibuka dengan laptop/pc menambah fungsionalitas WA yang menggantikan fungsi e-mail.

Namun, karena banyaknya fasilitas ini seringkali WA menjadi lemot alias lamban dan memori membengkak dengan cepat. Apalagi jika kita menggikuti banyak sekali group WA. Percakapan yang intensif dan ramai akan diikuti dengan membengkaknya memori WA. Ada satu group WA yang saya ikuti memakan penyimpanan hingga 3G dan total memori WA 5 GB. Gila…..

Besarnya memori yang dimakan oleh WA bisa memperlemah kemampuan smartphone. Tapi jangan khawatir, berikut ini beberapa tips agar WA menjadi lebih ‘jinak’ dan tidak banyak memakan resource/sumber daya smartphone kita.

Menonaktifkan Download/Loading Otomatis

File yang banyak memakan memori dan kuota internet adalah file foto, video, pesan suara dan dokumen. Secara default, file2 ini akan didownload secaran otomatis. Sayangnya, sebagian besar foto dan video ini tidak terlalu penting. Kadang2 isinya hanya guyonan dan candaan saja.

Salah satu cara agar WA tidak banyak memakan memori adalah membatasi loading otomatis dari file2 ini. Saya mematikan semua setting/pengaturan loading otomatis. Dengan pengaturan ini, foto, video dan pesan suara hanya akan diloading ketika kita memberinya ijin. Jadi kita bisa kemilih foto atau video mana yang akan kita lihat.
Continue reading