Pertama Kali Kena Asam Urat

Kaki kiri bengkak, sakit, nyeri

Tepat sehari sebelum tujuh belas agustua 2022, di umurku yang baru masuk umur 4x, pertama kalinya kaki kiriku bengkak, sakit, nyeri dan sulit bergerak, kena gejala2 asam urat.

Hari ini aku kerja seperti biasa. Berangkat dari rumah normal2 saja. Pagi aku cuma sarapan segelas susu dan beberapa butir biskuit. Aku memang tidak biasa sarapan pagi. Jam 7.20 sudah sampai tempat kerja. Kerja seperti biasa. Hari ini ada beberapa meeting, 1 offline, dan 3 online di sore hari.

Selesai meeting pertama, aku mengerjakan pekerjaan yang lain. Ketika aku sedang diskusi dengan teman kerjaku, kaki kiri, tepat di sendi jari tengah terasa nyeri. Aku pikir ini terkilir, soalnya dulu pernah terkilir di jari tengah itu. Sholat dhuhur masih normal.

Makan siang hari ini aku dibelikan makanan dari warteg Petruk oleh Mang Doni. Menunya kentang balado, sayur kecambah dan ikan bandeng. Menu biasa makan siang.

Kakiku semakin terasa nyeri. Aku minta balsel ke teman, sayangnya dia tidak punya. Dia menawarkan koyo Salonpas. Untuk meredakan nyeri aku tempel koyo.

Lalu aku meeting online. Selesai meeting kakiku terasa lebih kaku. Aku lihat, lha kok malah tambah bengkak. Ketika berjalan pun terasa sakit. Apa karena salonpasnya kurang panas, pikirku. Lalu aku minta ke temanku yang lain yang menawarkan balsem Counyerpain. Aku oleskan di tempat yang sakit.

Hari ini aku perlu cek ke beberapa lokasi karena hari kamis akan ada kunjungan orang SIG. Aku jalan keliling kurang lebih 100-200 meter. Masih bisa jalan normal, meskipun terasa agak nyeri.

Lalu meeting lagi. Selesai meeting kakiku terasa lebih sakit. Habis sholat asar, kakiku semakin bengkak dan mulai pincang ketika berjalan.

Hari ini sepulang kerja aku balik ke Bogor. Maklum besok libur tujuhbelasan, jadi aku pulang. Lama perjalanan klo normal 2,5 jam. Klo macet bisa 3-4 jam. Mobilku manual, jadi pakai 3 pedal. Aku sudah agak khawatir dengan kaki kiri, karena akan banyak menginjak pedal kopling. Apalagi klo macet parah.

Bener saja. Jalanan lebih ramai dan macet di tempat2 tertentu. Kakiku semakin bengkak dan sangat nyeri ketika menginjak pedal. Meskipun sakit dan nyeri terpaksa aku mesti menginjak pedal. Ada satu ruas jalan yang macet sampai 30 menit. Luar biasa…. Sepanjang waktu itu kakiku aku paksa untuk menginjak pedal. Sakitnya luar biasa. Baru kali ini aku rasakan. Rasanya nyeri, seperti ditusuk2 dan tegang terus. Masya Allah.

Ada beberapa ruas yang macet. Aku kuatkan dan aku tahan2 terus. Kakiku terasa semakin bengkak. Sepanjang perjalanan aku berdzikir terus, dzikir sore dan untuk melupakan rasa sakit di kaki. Aku berusaha untuk tetap fokus di jalan agar tidak lepas kendali dan nabrak mobil di depan. Macet banget.

Kakiku terasa lebih sakit dan tegang. Setelah melawati ruas2 yang memang biasa sangat macet, setalah dua jam perjalajan. Aku berhenti di SPBU yang memang biasa aku berhenti untuk sholat. Setelah parkir, kakiku sulit digerakkan. Buat angkat kaki saja rasanya sakit banget. Aku istirahatkan dulu. Waktu sudah lewat adzan isya’. Sekitar 15 menit kemudian baru aku melangkah keluar. Jalanku pincang. Aku menuju ke toilet yang ada di samping mushola.

Aku sholat sambil duduk. Kakiku terasa nyeri sekali dan tdk bisa ditekuk. Buat berdiri saja sulit. Aku sholat dijamak magrib dan isya’. Selesai sholat aku beli minum kopi. Istirahat lagi di mobil. Aku berdoa, semoga kakiku agak berkurang nyerinya.

Cukup lama aku istirahat. Lebih lama dari biasanya. Hampir satu jam baru aku paksakan lagi untuk jalan. Meski kakiku masih terasa nyeri tetap aku paksakan untuk injak pedal kopling. Aku jalan pelan, kecepatan hanya 30-40 km/jam saja. Perjalanan masih satu sampai satu setengah jam lagi.

Aku nikmati rasa sakit di kaki sepanjang perjalanan. Ini rasa sakit yang luar biasa yang pernah aku rasakan selama ini. Subhanallah……

Jam 9 malam lebih, aku baru sampai rumah. Mobil aku parkir di lapangan. Aku jalan ke rumah pelan2 dan pincang. Mataku sudah ngantuk sekali.

Setalah ganti baju. Aku oleskan kaki dengan minyak oles. Mataku sudah sangat ngantuk. Aku rebahkan di kamar dan tidak terasa aku tertidur pulas.

Tengah malam aku terbangun. Kakiku masih bengkak dan nyeri. Aku belum makan malam. Perut terasa lapar dan keroncongan. Aku lihat jam, pukul 1.35 malam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s