Category Archives: Sampah

Kompos dari sampah

Memanfaatkan Sampah Botol Plastik Bekas untuk Pot Tanaman

pot dari botol plastik bekas

Pot tanaman dari botol plastik bekas untuk menghias tanam atau rumah

Sampah botol plastik bisa menjadi masalah jika dibuang sembarangan. Sampah botol plastik ini bisa dimanfaatkan sebagai pot tanaman. Ada banyak cara pemanfaatan sampah botol plastik ini. Saya mencoba mengumpulkan ide-ide pemanfaatan botol plastik bekas sebagai pot tanaman. Foto-foto ini saya ambil dari banyak sumber, sampai lupa ambil dari mana saja. Contoh-contoh ini merupakan pemanfaatan botol plastik dari berbagai belahan penjuuru dunia.

Jika diatur dan ditata dengan baik, pot-pot yang dibuat dari botol plastik bekas ini bisa menjadi sangat menarik dan menambah keindahan taman, jalan kampung, atau halaman rumah kita. Botol plastik juga bisa dimanfaatkan sebagai pot untuk vertical garden. Bisa juga digunakan untuk hidroponik maupun aquaponik.

Pot yang dibuat dari botol plastik bekas juga bisa dimanfaatkan untuk pembibitan sampai tanaman yang sudah produksi. Bahkan ada yang memanfaatkan sebagai tempat untuk menanam sayuran organik. Pot dari plastik botol bekas juga bisa dimanfaatkan untuk urban farming di dalam rumah, di teras rumah yang sempit atau bahkan hanya di jendela rumah yang sempit.

Semoga kumpulan foto-foto ini bisa memberikan ide bagi Anda untuk memanfaatkan sampah botol plastik bekas sebagai pot tanaman.

pot botol plastik bekas

Pot tanaman dari botol plastik bekas untuk menghias tanam atau rumah

pot botol plastik bekas

Pot tanaman dari botol plastik bekas untuk menghias tanam atau rumah

pot botol plastik bekas

Pot tanaman dari botol plastik bekas untuk menghias tanam atau rumah


Continue reading

Alat sederhana untuk mendaur ulang sampah botol plastik

Video YouTube ini menunjukkan bagaimana membuat sebuah alat yang sangat sederhana untuk mendaur ulang sampah botol plastik. Alat ini bisa dibuat sendiri dengan menggunakan pisau dari serutan pensil, skrup, dan ring. Mudah, simple dan sangat bermanfaat.

Mata pisau yang digunakan bisa menggunakan pisau serutan pensil atau pisau isi cutter. Bisa juga menggunakan pisau dapur yang tajam. Bisa menggunakan barang-barang bekas. Yang paling penting adalah pisaunya harus tajam sekali. Gunakan ring yang seragam. Tinggi ring ini menentukan lebar tapi plastik yang akan dibuat. Semakin tinggi tumpukan ring akan semakin lebar tali plastiknya.

Tali plastik bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam hal. Manfaat pertama tentunya sebagai tali pengikat. Tali ini bisa juga dikencangkan dengan menggunakan pemanas/pengering angin seperti hair dryer. Bisa juga dijadikan kerajinan tangan yang menarik. Silahkan berkreasi sendiri.

Silahkan dicoba.

Temuan Orang India; Sendok yang Bisa Dimakan

Ketika sedang asik-asiknya ‘surfing’ saya menemukan link yang menarik, yaitu: sendok yang bisa dimakan. Hasil temuan orang India. Sendok ini untuk mengantikan sendok plastik yang banyak dipakai di masyarakat. Sendok plastik sangat populer, khususnya untuk makanan kotak, makanan instant, atau di fast food yang di bawa pulang. Masalahnya adalah sendok plastik ini sekali pakai dan langsung dibuang menjadi sampah. Sampah plastik tidak bisa terurai dan mencemari lingkungan.

Orang India, Pak Narayana, memiliki ide dan menemukan sendok yang bisa dimakan, compostable dan biodegradable. Artinya lebih ramah lingkungan daripada sendok plastik. Bahkan di iklan-iklannya, makan dengan sendok ini, selesai dimakan sendoknya. Menarik.

sendok yang bisa dimakan

Harga sendok plastik sagatlah murah. Tantangannya adalah bagaimana membuat sendok ini bisa semurah atau minimal bisa bersaing harga dengan sendok plastik.

Terus terang saya sangat tertarik dengan ide ini. Pak Narayana mungkin sudah mematenkannya di India, tapi idenya boleh saja saya tiru. Pakai rumus ATM. Beberapa sample bioplastik yang saya buat ada yang keras dan rasanya bisa dibuat seperti ini. Seandainya tidak bisa dimakan, minimal biodegradable dan ramah lingkungan.

sendok yang bisa dimakan

Insha Allah.

Pemilahan Sampah di Rumah

Pemilahan sampah diyakini sebagai solusi yang efektif untuk menangani masalah sampah di rumah tangga. Pemilahan ini dilakukan langsung di rumah di mana sampah tersebut timbul. Pemilahan sampah sebenarnya kegiatan yang sederhana, namun sering kali tidak mudah dilaksanakan. Untuk memudahkan pemilahan ini pengelompokkan pemilahan sampah tidak perlu banyak-banyak, cukup dikelompokkan menjadi tiga kelompok saja.

Kelompok pertama: sampah organik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari mahluk hidup dan bisa dikomposkan. Tujuannya memang sampah ini akan dikomposkan dengan menggunakan komposter sampah organik sederhana buatan Pak RT Elan. Meski kelompok ini adalah kelompok sampah organik, tidak semua sampah organik dimasukkan ke dalam tempat sampah ini. Ada beberapa jenis sampah organik yang tidak dimasukkan ke sini. Alasannya adalah: 1) sampah organik ini sulit dikomposkan atau memerlukan waktu yang sangat lama untuk menjadi kompos, 2) jumlanya relatif sedikit. Jadi kalau pun dibuang tidak akan banyak. Sampah organik yang tidak ikut dikomposkan adalah semua sampah organik yang berasal dari kayu atau bambu. Misalnya: tusuk sate, tusuk gigi, sumpit, sendok es cream dan yang sejenisnya. Sampah organik yang keras dan besar juga sebaiknya tidak ikut dikomposkan, misalnya: kulit durian. Meski bisa jadi kompos, tapi kulit durian perlu waktu yang relatif lama untuk menjadi kompos. Contoh lain: batok kelapa. Beberapa sampah organik yang juga tidak ikut dikomposkan adalah: tulang belulang (ayam, sapi, kambing), tanduk dan rambut. Untuk keluarga kecil yang terdiri dari 3-5 orang, volume sampah organinya per hari rasanya tidak lebih dari 2-3 liter. Satu komposter ukuran sedang cukup untuk menampung sampah organik ini.


Continue reading

Pot Tanaman dari Botol Bekas

Saya mendapatkan foto-foto dari sebuah group FB pemanfaatan botol plastik bekas sebagai pot tanaman. Semoga bisa memberiman ide untuk teman2 yang sedang memberdayakan masyarakat untuk gemar menanam.
———————————————-

pot dari botol plastik bekas

Memanfaatkan sampah botol plastik bekas untuk pot tanaman

pot dari botol plastik bekas

Memanfaatkan sampah botol plastik bekas untuk pot tanaman

pot dari botol plastik bekas

Memanfaatkan sampah botol plastik bekas untuk pot tanaman


Continue reading

Komposter Sampah Organik Sederhana yang Tidak Pernah Penuh

Bp. Elan Jaelani, Ketua Rt. 2, Rw. 12, Pamoyonana, Kec. Bogor Selatan, menjelaskan tentang komposter sederhana untuk pengomposan sampah organik rumah tangga. Keistimewaan komposter ini dibandingkan komposter yang sudah saya postin sebelumnya adalah komposter ini tidak pernah penuh meski diisi terus menerus. Kompos yang sudah jadi ada di bagian bawah dan tertampung di bagian bawah. Kompos ini dipanen/diambil terus, sehingga komposter ini tidak akan penuh.

Komposter ini dibuat dari tong plastik berukuran 50 L. Bisa saja dibuat dari tong yang lebih besar jika digunakan untuk volume sampah organik yang lebih besar. Bagian bawah, di sisi sampingnya, tong ini diberi lubang untuk pintu memanen kompos yang sudah jadi. Sedikit di lubang panen ini dipasang pejangga dari pralon yang disusun sedemikian rupa untuk menahan kompos/sampah organik. Bagian tutupnya diberi lubang seukuran pralon. Di atas penahan pralon ini diberi saringan plastik yang ukuran lubang-lubangnya besar. Kira-kira berukuran 3 cm. Lubang ini harus cukup besar agar kompos bisa turun ke tempat penampungan. Jika ukuran lubang-lubang saringan ini terlalu kecil, kompos akan sulit turun ke tempat penampungan kompos.

Cara pemakaianya sangat mudah dan sederhana sekali. Pertama, dibagian bawah diberi lapisan daun. Lapiran daun ini berfungsi sebagai alas penahan. Bisa juga diberi sobekan kertas karton. Kedua, dibagain bawah diberi selapis kompos yang sudah jadi atau tanah topsoil/tanah atas yang subur. Setelah itu baru ditambahkan sampah organik.

Sampah organik tidak perlu disemprot air, karena sampah organik umumnya sudah cukup mengandung air. Air hanya perlu ditambahkan jika sampah organiknya kering sekali. Kemudian ditambahkan dekomposer, misalnya: Promi atau MOL atau dekomposer yang lain. Pengunaannya sedikit saja. Dekomposer ini berfungsi untuk mempercepat proses dekomposisi bahan organik menjadi kompos. Sampah organik ditambahkan secara bertahap setiap hari.

Sesekali tong ini digoyang-goyang agar kompos yang sudah jadi turun ke bawah ke tempat penampungan. Dengan demikian, tumpukan kompos akan turun secara bertahap pula. Jika penambahan sampah organik sebanding dengan kecepatan dekomposisi, tong komposter tidak akan pernah penuh.

Kompos yang dihasilkan dari komposter ini dimanfaatkan untuk memupuk tanaman di pekarangan sendiri.

Insipirasi Pot Tanaman dari Barang Bekas

Kalau anda suka menanam dan suka berkebun. Anda bisa membuat pot tanaman yang cantik dari barang-barang bekas Anda. Video YouTube di atas bisa menjadi inspirasi membuat pot-pot tanaman yang cantik dengan menggunakan barang-barang bekas.

Silahkan dicoba.

Jangan Buang Sampah Sembarangan

Jangan buang sampah sembarangan, meski hanya secuil bungkus permen. Kalau orang satu kota buang bungkus permen sembarangan akan ada jutaan bungkus permen. Menumpuk dan jadi masalah bagi semua orang.
BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA.

Ulat Hongkong, ulat pemakan sampah plastik styrofoam

Ulat hongkong yang bisa memakan sampah plastik styrofoam

Ulat hongkong (Tenebrio molitor) yang bisa memakan sampah plastik styrofoam

Ulat ini sangat dikenal oleh para pencinta burung, karena ulat ini biasanya digunakan sebagai pakan burung. Nama dagangnya adalah ‘Ulat Hongkong’. Siapa sangka ternyata ulat ini bisa menjadi solusi bagi masalah sampah plastik styrofoam.

Dua jurnal ilmiah yang diterbitkan baru-baru ini mengungkapkan kehebatan ulat kecil ini dalam memakan sampah plastik styrofoam. Silahkan dilihat di link berikut ini:

  1. Biodegradation and Mineralization of Polystyrene by Plastic-Eating Mealworms: Part 1. Chemical and Physical Characterization and Isotopic Tests
  2. Biodegradation and Mineralization of Polystyrene by Plastic-Eating Mealworms: Part 2. Role of Gut Microorganisms

Penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari China itu membuktikan bahwa ulat hongkong yang mempunyai nama ilmiah Tenebrio molitor memakan sampah plastik styrofoam. Mikroba-mikroba yang ada di dalam usus ulat ini mampu memecah styrofoam menjadi karbon dioksida (CO2). Hebat sekali. Selama ini sampah plastik dikenal sebagai sampah yang tidak bisa didegradasi.

Penemuan ini membuka peluang untuk menangani masalah sampah plastik, khususunya sampah plastik styrofoam. Apalagi ulat hongkong sangat mudah diternakkan.

ulat hongkong tenebrio molitor sampah plastik styrofoam

Ulat hongkong pemakan sampah plastik styrofoam

Pemanfaatan Botol Bekas Air Mineral untuk Kerajinan

Botol bekas bisa dimanfaatan untuk berbagai macam kegunaan, selain sebagai pot tanaman. Salah satunya adalah dipakai sebagai bahan sapu, sikat. Caranya cukup sederhana seperti yang ditunjukkan pada video di atas. Pertama botol plastik dijadikan serat terlebih dahulu. Kemudian baru digunakan sebagai bulu sikat/sapu.