Tag Archives: jin

Kenapa kita perlu berdo’a ketika masuk kamar mandi dan WC..??

Dalam agama Islam ada banyak sekali sunnah-sunnah berdoa ketika memulai aktivitas tertentu. Salah satunya ketika mau masuk ke kamar mandi, kamar kecil atau WC. Do’anya sederhana, setelah membaca Basmallah (Bismillahirrohmanirrohim), lalu membaca do’a di atas.

اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَآئِثِ

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan dan kotoran”

Waktu saya masih kecil, saya mikir-mikir kenapa kalau masuk kamar mandi membaca do’a perlindungan dari syathon. Memangnya di kamar mandi ada jin..? Masih belum masuk di pikiran saya yang masih kecil waktu itu.

Bahkan Yusuf, ketika diajari membaca doa masuk kamar mandi dan tahu artinya malah jadi nggak mau masuk, karena dia pikir di kamar mandi ada ‘hantu’-nya. Bahkan, kadang-kadang jadi minta ditemeni kalau mau ke kamar mandi. Walah…

Jin dan Syaitan Suka Tinggal di Kamar Mandi

Saya bukan orang indigo, tidak punya kemampuan untuk melihat ‘mahluk-mahluk’ ghoib, mahluk astral, jin, setan, demit, pocong, gendruwo dan sebangsanya. Agak sulit bagi saya untuk menerima fakta bahwa mahluk-mahluk itu berdiam di kamar mandi. Lha wong nggak sensitif sama sekali.

Tapi kini, mulai marak acara-acara yang menampilkan cerita-cerita mistis. Sekaligus juga membawa dukun, paranormal, paratidaknormal dan orang-orang indigo yang bisa melihat mahluk-mahluk tidak kasat mata itu. Youtuber-youtuber yang mengkhususkan diri pada hal-hal mistik juga banyak. Kehidupan makhluk-mahluk dunia lain ini pun mulai banyak terkuak. Salah satunya tentang kesukaan jin ini tinggal atau menempati kamar mandi dan WC. Bahkan, temen saya waktu umroh, juga melihat ‘nenek-nenek’ di atas kamar mandi hotel di Negeri Sembilan yang kami singgahi.

Ada beberapa tayangan di YouTube yang menceritakan tentang dukun ‘ghoshbaster’ yang menunjukkan tempat tinggal jin di sebuah kamar mandi. Di tayangan lain, artis indigo yang menunjukkan tempat tinggal jin di kamar mandi. Atau ada selebgram indigo yang menceritakan tentang kepala jin yang nonggol ketika sedang berada di WC. WC yang jadi tempat tinggal jin bukan hanya WC yang sudah kuno dan nggak pernah dipakai. Bahkan, WC rumah mewah dan hotel mewah pun konon ada jin yang tinggal di situ.

Ustad-ustad di pengajian pun pernah menceritakan tentang WC dan kamar mandi yang jadi tempat tinggal jin. Hanya saja, kalau yang ngomong ustad yang mempercayai hanya orang mukmin (punya keimanan) saja. Orang awam, apalagi abangan akan sulit menerimanya. Justru, orang-orang awam dan abangan ini lebih percaya kepada dukun dan orang ‘indigo’. Apalagi orang yang dipercaya memiliki ‘kesaktian’ dan ‘mata batin’. Apa pun yang dikatakan dukun ini, meski pun ada ‘bohong-nya’, banyak orang yang manggut-manggut percaya.

Kata orang-orang indigo ini, WC dan kamar mandi memang menjadi salah satu tempat favorit jin untuk berdiam diri dan menetap. Semakin kotor dan bau semakin suka mereka tinggal di situ. Katanya ada gendruwo, kunti, atau pocong. Jin dan setan ini bisa melihat manusia, sedangkan manusia secara alami tidak bisa melihat jin dan setan. Jin ini juga punya ‘napsu birahi’ seperti manusia, bahkan pada manusia pun mereka bisa ‘birahi’. Terutama ‘gendruwo’ yang katanya matanya keranjang dan suka mengoda perempuan. Bahnyak kan cerita-cerita tentang wanita yang ‘digauli’ oleh gendruwo, bahkan ada yang sampai punya anak dari gendruwo. Gendurwo ini bisa menyerupai orang yang kita kenal. Hiiii….. menyeramkan.

Jadi, intinya, kalaua kita masuk ke WC dan kebetulan ada yang tinggal di situ, mereka bisa melihat kita sedangkan kita tidak bisa. Coba bayangkan, pas kita mandi dan telanjang bulat, tanpa sepengetahuan kita, ada ‘mata’ gendruwo yang sedang menikmati kemolekan tubuh kita. hiiii……

Nah, bagaimana caranya agar tidak dilihat oleh gendruwo atau jin penghuni kamar mandi? Caranya adalah dengan membaca ‘Basmallah’ sebelum masuk ke kamar mandi. Lalu membaca do’a perlindungan di atas. Bacaan ini, meskipun terdengar sepele, akan menjadi tabir antara dunia kita dengan dunia lain. Mereka, para jin, setan, demit dan gendruwo ini, tidak akan bisa melihat kita. Bahkan, mereka akan pergi ‘kepanasan’ karena kita meyebut Asma Allah.

Dukun-dukun dan orang-orang indigo ini pun mengakui, jika bacaan-bacaan tertentu bisa mengusir mereka dan membuat jin-jin ini tidak berkutik.

Salah satu adab masuk ke WC dan kamar mandi adalah mendahulukan yang kiri. Cebok pun pakai tangan kiri. Nah, waktu keluarnya baru mendahulukan kaki kanan dan membaca doa keluar kamar mandi. Adab ini tidak disukai jin. Mereka akan merasa terganggu dan minggat dari lokasi itu.

Saya jadi semakin sadar dan bisa memahami akan ajaran sunnah Rasulullah ini. Do’a sederhana yang bisa melindungi kita dari godaan dan gangguan jin penghuni WC dan kamar mandi. Bahkan; do’a sederhana ini juga bisa mengusir mereka.

Wallahu a’lam.

Doa-doa Perlindungan agar Aman dari Gangguan Jin

Gara-gara banyak kejadian orang kesurupan di kebun dan tempat-tempat angker di sekitar kebun tebu, seperti yang sudah saya ceritakan di sebelumnya:

Saya jadi ingat tentang doa-doa perlindungan.

Jin, syetan dan sebangsanya adalah nyata meskipun tidak terlihat mata. Mereka adalah salah satu mahluk Allah yang juga tinggal di bumi ini. Mereka tingga bersama manusia di bumi ini. Mereka bisa melihat kita, tetapi kita tidak bisa melihat mereka. Mereka juga bisa mengganggu dan mencelakai kita.

Rasulullah banyak mengajarkan tentang do’a-do’a dan dzikir untuk melindungi kita dari gangguan dan godaan jin dan syetan itu. Salah satu dzikir yang banyak diamalkan oleh orang muslim adalah doa-doa pagi hari dan sore hari. Ada banyak buku panduan doa-doa pagi hari dan sore hari. Salah satu yang banyak dipakai adalah Al Maktruroh Pagi dan Petang. Kalau kita baca di keterangan hadist dan penjelasannya, sebagian besar dzikir pagi dan petang itu adalah doa-doa perlindungan. Dzikir-dzikir ini juga dipakai untuk meruqyah orang yang kemasuan jin. 

Bacaan dzikir yang paling mudah adalah membaca ta’awudz. Semua orang muslim pasti hafal dzikir ini. 

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

A’udzubillahi minas syaitonir rojim”

Artinya, “Abu berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk.”

Dzikir-dzikir itu antara lain adalah dzikir Al Qur’an: Surat Al Fatihah, Surat Al Baqoroh, Surat Al Ikhlas, Surat Al Falaq dan Surat Annas. Lalu dizkir yang saya sampaikan di postingan ini doa pagi dan sore:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Bismillahilladzi La Yadhurru Ma’asmihi Syai’un fil Ardhi wa Laa fis Sama’i wa Huwas Sami’ul ‘Alim.”

Artinya: “Dengan nama Allah Yang bersama NamaNya sesuatu apa pun tidak akan celaka baik di bumi dan di langit. Dialah Maha Medengar lagi maha Mengetahui.”

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“A’udzu bikalimatillahi taammah min syarri maa khalaq.”

Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apa-apa yang Dia ciptakan.” Keutamaannya: Barangsiapa membaca (doa di atas) Maka dia tidak akan dicelakakan oleh gigitan beracun pada malam itu. Diriwayatkan (1) At Tirmidzi No. 3605, 

Ada satu dzikir lagi yang saya dapatkan dari kitab-nya Syekh Al Qothoni, yaitu dzikir no. 126 tentang Bacaan untuk Menolak Gangguan Syetan:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ اَلتِي لاَ يُجَاوِزُهُنَ بِرٌّ وَلاَ فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَذَرَأَ وَبَرَأَ وَمِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنْ السَّمَاءِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ

A’uzu bikalimatillahit tammatil lati la yujawizuhunna birrun wala fajirun min syarri ma kholaqa wa zaro-a wa baro-a wamin syarri ma yanzilu minas sama-i wamin syarri ma ya’ruju fihaa wamin syarri fitanil lail wan nahaari wamin syarri kulli thoriqin illa thoriqoy yathruqu bikhoirin ya rohman.

“Aku berlindung dengan tanda-tanda kekuasaan Allah yang Maha Sempurna, yang tidak melebihi batas antara kebaikan dan keburukan dari kejahatan apa yang telah Dia ciptakan, dari kejahatan apa-apa yang turun dan naik ke langit,  dari kejahatan apa-apa yang tumbuh dan keluar dari bumi, dari kejahatan ujian malam dan siang, dan dari kejahatan setiap yang berjalan kecuali dia berjalan membawa kebaikan, wahai  Maha Pengasih.”

Pengalaman-pengalaman selama di ArasoE ini semakin membuat saya lebih banyak berdzikir. Terutama ketika ke kebun atau ke tempat-tempat lain yang baru pertama saya datangi dan belum saya kenal. Minimal saya lebih menjaga adab-adab agar tidak menganggu apa saja yang ada di situ. 
Ya…minimal membaca ta’awudz.
 
Semoga bermanfaat.

Kisah-kisah di ArasoE: Kisah Pohon Kelapa di Kebun Tempei

Pohon kelapa yang tumbuh sendirian di tengah kebun Tempeh ini ternyata punya kisah seru.Lokasi tepatnya ada di Kebun Tempe IV blok 25.

Ketika saya lewat di kebun Tempe, ada yang menarik perhatian saya; yaitu: satu pohon kelapa yang tumbuh sendirian di tengah-tengah kebun. Pohon kelapa ini benar-benar sendirian saja. Di area kebun yang luasnya beberapa puluh hektar ini tidak ada pohon lainnya. Pohon kelapa Jomblo.

Saya sangat ingin foto pohon kelapa ini, karena memang menarik bagi saya. Saya foto dari sisi kanan, sisi kiri, kadang-kadang dari timur atau dari barat, tergantung posisi matahari di saat itu. Nggak ada foto yang bagus.

Hari ini saya ketemu dengan SKW wilayah itu, Pak Rusli, yang beberapa hari sebelumnya di sengat lebah di kebun Tempeh (Baca kisahnya di sini: Pak Rusli diserang lebah). Saya tanya tentang pohon kelapa yang ada di tengah kebun Tempe ini. Lalu, Pak Rusli mulai menceritakan kisah pohon kelapa di tengah kebun ini.

Pohon kelapa ini pernah ditumbangkan dengan bulldoser sampai roboh. Keesok harinya, pagi-pagi ketika warga mulai berangkat ke kebun, orang-orang terkejut dan terheran-heran, karena pohon kelapa ini sudah berdiri tegak lagi. Aneh memang, tapi nyata.

Kebun tempeh ini memang terkenal angker di kalangan tenaga tebang tebu. Dulu tidak jauh dari lokasi pohon ini ada bangsal penebang. Bangsal atau pondok ini  semacam barak panjang yang jadi tempat tinggal sementara tenaga tebang. Posisinya ada di pojok kebun. Dalam satu bangsal ada ratusan orang penebang. Mereka datang dari jauh; Bulukumba, Palu, NTT, Jawa Timur atau Jawa Tenggah. Setiap musim tebang, di pondok ini selalu ada tenaga tebang yang meninggal. Hanya tahun 2019 ini saja tida ada tenaga penebang yang meninggal di kebun ini. Sekarang pondok ini sudah tidak ada, karena tidak ada yang mau menempatinya lagi.

Kejadian aneh-aneh juga sering terjadi di kebun ini. Beberapa waktu lalu ada kerjaan kletek daun tebu. Tujuannya kletek adalah untuk meningkatkan rendemen dan agar tebunya lebih ‘matang’. Selama pekerjaan itu dilakukan, ada empat tenaga buruh kletek yang kesurupan. Salah satu dari mereka menceritakan ke Pak Rusli, kalau ada orang tinggi besar dan hitam mencekik lehernya. Tenaga kerja kesurupan adalah hal biasa di kebun Tempeh ini. 

Ada kejadian lain lagi. Ada salah satu tenaga yang tidur-tiduran di bawah pohon kelapa itu. Cuaca yang panas dan terik, memang paling enak berteduh di bawah pohon. Angin semilir membuat mata menjadi berat. Orang ini tidur terus nggak bangun-bangun; tahu-tahu sudah meninggal.

Karena itu sekarang SKW pak Rusli selalu berpesan ke tenaga yang kerja di kebun Tempeh ini untuk banyak berdzikir ketika kerja, tidak banyak bercanda, tidak melakukan aktivitas yang aneh-aneh. Jangan sampai melamun, orang melamun gampang banget ‘kesambet’. 

Pak Rusli sendiri nggak pernah melihat sesuatu yang aneh di sekitar pohon ini. Sebagai sinder wilayah, kadang-kadang dia mesti keluar malam-malam untuk mengecek kebunnya. Keluar jam 2 malam. Biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa. Hanya beberapa waktu lalu Pak Rusli kena musibah di serang lebah, tapi lokasinya agak jauh dari pohon kelapa ini.

Entah ‘dunia’ apa yang ada di sekitar pohon kelapa ini. Di mata saya hanya sebatang pohon kelapa yang tumbuh sendirian di tengah kebun.

Wallahua’lam.

Yang penasaran dengan lokasi pohonnya bisa lihat di google maps: https://goo.gl/maps/gzonv2bHudw96E4U8

Pohon Kelapa di Tengah Kebun Tempe

Amalan sederhana agar harta kita tidak dicolong tuyul, babi ngepet dan sejenisnya

Jaman modern kok masih percaya tuyul dan babi ngepet…..?????!!!!!!

Percaya atau nggak, itu urusan masing-masing. Silahkan saja.

Di dunia timur, praktek-praktek sihir dengan bekerjasama dengan jin/setan adalah kebudayaan kuno. Sampai sekarang pun masih ada orang yang percaya dan mempratekkan sihir semacam ini. Orang-orang syirik semacam ini melakukan perjanjian dengan setan untuk mengambil harta mereka dengan cara-cara ‘ghoib’. Dalam istilah orang jawa; memelihara tuyul dan ilmu babi ngepet. Entah bagaimana caranya, jin-jin itu bisa masuk ke dalam rumah dan mengambil uang atau harta tanpa sepengatuan kita.

Memelihara tuyul atau babi ngepet itu urusan mereka lah….. Mereka yang dapat dosa dan terlaknat di akhirat kelak.

Bagi saya yang penting adalah bagaimana caranya melindungi harta kita dari pencurian-pencurian ghoib pakai sihir semacam ini. Ternyata cara melindungi harta kita dari gangguan jin dan sihir ini sederhana sekali. Saya baca dari buku “Kumpulan Do’a Dalam Al Qur’an dan Hadist” karangan Syech Al Qothoni. Saya juga pernah dengar dari ceramah ustad ahli ruqyah Ustad Faizar dari Purwokerto. Kalau di bukunya Syech Al Qothoni ada di Bab 119 Tambahan. Senjata untuk menghindari tuyul dan babi ngepet adalah bacaan “BASMALLAH“.

Caranya sederhana juga. Jadi setiap kita menutup laci lemari tempat menyimpan uang atau perhiasan, menutup box tempat penyimpanan uang, dan menutup brangkas selalu ucapkan “Bismillahirohmannirrohim”. Itu saja. Dalam hadist disebutkan kalau syetan dan jin tidak akan bisa membuka tempat-tempat yang ditutup dengan menyebutkan Asma Allah. Bahkan, meskipun kita menutupnya hanya dengan selempang benang atau tali saja.

Basmallah juga dibaca ketika kita menutup jendela atau pintu di ruangan yang tertutup. Kadang-kadang kita meninggalkan rumah atau kamar dalam waktu yang cukup lama. Ruangan kosong yang ditinggal lama bisa menjadi tempat tinggal ‘jin’ atau syetan. Syetan akan berkeliaran di sore hari menjelang malam dan bisa masuk ke rumah-rumah orang. Kalau pintu dan jendela di tutup dengan membaca Basmallah, insya Allah tidak akan dimasuki oleh syetan.

Semoga bermanfaat.

Buku Doa Al Quran Hadist

Kisah-kisah di ArasoE: Pengembala Kesurupan di Sibulue

Sibulue adalah nama gunung kecil atau bukit di sebelah utara pabrik gula. Di sekeliling gunung ini terletak beberapa kebun tebu; Sibulue, Polewali, Kaju dan ArasoE. Nama-nama kebun sama dengan nama desa yang mengelilingi bukit Sibulue. Beberapa tempat di bukit Sibulue ini terkenal angker dan ada ‘penunggu’-nya. Kepercayaan masyarakat setempat.

Bukit Sibulue bukan bukit yang besar. Bukit ini banyak batu-batu kapurnya. Batu-batunya ada yang berukuran besar. Pohon-pohonnya tidak terlalu lebat dan rapat. Malah cenderung jarang-jarang, karena sedang musim kemarau panjang seperti saat ini. Rumput-rumputnya nampak kuning kecoklatan karena kering.

Warga kampung sekitar bukit Sibulue banyak yang memilhara sapi. Sapi-sapi itu digembalakan di pematang-pematang kebun tebu, di sawah-sawah atau di ladang-ladang terbuka lainnya yang ada rumpunya. Banyak juga warga yang membuat kandang di kaki bukit Sibulue. Luas kandangnya bisa ratusan meter dan diisi beberapa ekor sapi. Kadang ini dikelilingi oleh pagar kayu atau bambu dan kawat berduri. Setiap hari yang punya sapi akan datang dua kali, pagi dan sore hari, untuk memberi minum dan pakan untuk sapi-sapinya.

Ada juga peternak yang memiliki banyak ekor sapi, tetapi tidak punya kadang di kaki bukit. Mereka biasanya mengembalakan sapi-sapinya di kaki bukit Sibulue. Suatu hari ada warga desa yang mengembalakan sapinya ke Sibulue. Semua tanpak normal-normal saja. Pengembala menunggu sapi-sapinya makan sambil berteduh di bawah pohon. Dia mengawasi sapi-sapinya dari kejauhan. Mereka biasanya membawa bekal makan, minum dan tentunya juga rokok.

Si pengembala merasa pingin buang hajat kecil. Dia berdiri dari tempat duduknya semula. Lalu ‘clingak-clinguk’ mencari tempat yang relatin ‘aman’. Dia berjalan menuju balik batu besar dan melampiaskan hajatnya di situ. Seeerr…..  Lega.

Tiba-tiba…. belum selesai dia memasukkan burungnya lagi, lehernya seperti tercekik.

“eerrgghhhh…..”

Buru-buru dia merapikan diri lalu kembali ke tempatnya semula sambil sedikit berlari. Tangannya memegangi lehernya. Tak berapa lama wajahnya memerah…..lalu lama-lama membiru………..

Dia beranjak pulang dengan langkah sedikit gontai…sapi-sapinya ditinggalkannya begitu saja. Di tengah jalan dia ketemu dengan tetangganya…

“Kenapa kamu…???” tanya tetangganya dengan terheran-heran.

Si pengembala tidak banyak menjawab, hanya menunjuk ke lehernya yang agak susah bernapas. Tetangganya mengantarkannya pulang ke rumah. Dia ditidurkan di tempat tidurnya.

Kabar menyebar dengan cepat. Tetangganya berdatangan ke rumah kayunya, karena penasaran dan pingin tahu. Rumahnya jadi ramai.

Singkat cerita, mereka jadi tahu kalau si pengembala ini ‘mungkin’ kerusupan atau diganggu jin. Mereka memanggil tetua kampung untuk menolongnya.Tetua kampung datang dan melihat kondisinya. Lalu dia berkata pada keluarganya:

“Ambilkan ayam….!”

Keluarganya pun segera mencari ayam dan diserahkan ke tetua kampung itu.

Continue reading

Catatan-Catatan Umroh – Bagian 15

Jin-jin di Makkah dan di Madinah

Karena penasaran dan rasa ingin tahu, saya iseng bertanya kepada Pak Gunawan.

“Pak Gunawan. Kalau di sini ada jin atau setan tidak…????” tanya saya.

Waktu itu kami sedang menunggu sholat magrib di dalam Masjidil Haram. Tepatnya di posisi tengah lantai 1, masuk dari pintu 74. Di sini lebih nyaman, karena karpetnya tebal, dekat dengan air zam-zam, dekat dengan rak Al Qur’an dan cukup ramai jama’ahnya. Namun, kekurangannya bagi kami, di posisi ini dingin banget. Setiap tiang di masjidil Haram ada AC-nya, bagian atas ada kipas yang selalu bergerak. Ukuran kipasnya besar dengan diameter kurang lebih 1.5 meter. Dingin plus angin….. kombinasi sempurna untuk mengigil.

“Di sini saya tidak melihat ada setan, Pak.” Jawab Pak Gunawan.
“Tidak ada sama sekali setan-setan seperti yang ada di Indonesia atau di hotel Malaysia itu. Tidak ada gendruwo, tidak ada raksasa, tidak ada leak, tidak ada kunti, tidak ada wewe, tidak ada pocong.” Lanjutnya lagi memberi pejelasan.

“Di sini yang ada jin. Jin Muslim kali, ya?”
“Waktu kita tawaf kemarin, mereka saya lihat banyak yang sholat di atas Ka’bah. Mereka besar-besar dan putih-putih.”
“Ada juga yang ikut tawaf bersama orang-orang. Mereka juga berpakaian ihram. Kalau ada orang yang tinggi-tinggi, besar-besar dan bau-nya wanggiiiiii……. banget… Itu Jin, Pak. Kalau Pak Roi ketemu, coba lihat kakinya napak ke bumi tidak? Jin-jin itu seperti terbang dan tidak terlihat kaki-nya.”
“Kadang-kadang kan ketika tawaf meskipun ramai dan penuh, selalu ada spot-spot yang seperti kosong. Mereka banyak di situ itu. Ikut tawaf bersama orang-orang.”

“Kalau di dalam masjid seperti tempat ini mereka terlihat tidak?” Tanya saya lagi menyelidik.

“Ada, Pak!”

“Di mana?”

“Tuh di sono….!” lanjut Pak Gunawan tanpa menunjukkan arah, hanya memberi isarat dengan pandangan mata.

Dalam pandangan Pak Gunawan, Jin-jin itu menempel di dinding-dinding dalam masjid. Ikut bertafakur bersama kita menunggu waktu sholat berjama’ah. Seperti yang disebutkan dalam Al Qur’an Surat Adz Dzariyat: 56, bahwa tidaklah diciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Allah, Robb Semesta Alam ini. Jin-jin muslim itu juga beribadah sebagaimana kita manusia beribadah. Bereka juga berumroh, melakukah tawah, sa’i dan ibadah-ibadah lainnya. Subhanallah.

***
Saya yang masih penasaran mencoba bertanya-tanya lagi ke Pak Gunawan. Apalagi tentang sesuatu yang ghoib dan tidak banyak orang yang tahu. Kebetulan, Pak Gunawan ini memang sudah bisa mendeteksi keberadaan ‘mahluk ghoib’ sejak kecil dulu. Bakat ini bukan diperoleh dengan sengaja, tetapi karena faktor ‘keturunan’. Nenek moyangnya dari garis keturunan ayahnya berasal dari Trenggalek, Jawa Timur. Kakeknya adalah tokoh supranatural yang cukup terkenal dan disegani. Dari garis keturunan kakek itu sampai sekarang masih ada yang mewarisi ‘ilmu’ dan menekuni praktek-praktek semacam ini. Pak Gunawan awalnya tidak sadar jika mewarisi ‘kekuatan’ ini dan tidak pernah mempraktekkan kegiatan-kegiatan supranatural. Keluarganya dari golongan terpelajar dan terpandang. Sekolahnya di Luar Negeri dan berpendidikan tinggi. Anehnya, kemampuan itu masih tetap ada dan tidak hilang.

Pak Gunawan sadar kalau kekuatan itu bukan sesuatu yang istimewa. Pernah ketika SMP dulu Pak Gunawan di ruq’yah syariah. Pak Gunawan menceritakan bahwa proses ruq’yah itu sakit sekali.

“Telinga saya ini rasanya ditusuk pakai kayu besar….!!!! Sakit sekali….!!!”
“Tangan ini seperti di sayat-sayat menggunakan pisau besar. Bayangkan sendiri bagaimana rasanya!”

Kata Pak Gunawan menceritakan rasa sakit ketika di ruq’yah. Karena tidak tahan Beliau minta dihentikan dan tidak dilanjutkan proses Ruq’yahnya.

“Kalau di luar masjidil Haram apakah juga ada setan dan jin? Misalnya di jalan-jalan atau di dalam hotel?” tanya saya lagi penuh penasaran.

“Tidak ada, Pak Isroi. Di sini bersih. Beda dengan di tempat kita di Indonesia, hampir semua tempat ada jin dan setannya. Apalagi di tempat-tempat maksiat, banyak sekali mereka.” Kata Pak Gunawan menjelaskan lebih jauh.

Di tempat-tempat atau ruangan yang dibiarkan kosong, hampir selalu ada setannya. Kalau masuk suatu ruangan, meski ruangan itu kosong, Pak Gunawan selalu mengucapkan salam “Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh”. Pak Gunawan menjelaskan kalau hanya ucapan salam itu yang tidak bisa dijawab oleh setan. Kalau kita mengucapkan salam seperti itu, setan-setan akan pergi dengan sendirinya dan kita tidak akan bisa diganggu setan.

***
Suatu ketika kita pulang sholat isya’ bertiga; saya, Pak Gunawan dan Pak Totok. Kita berjalan beriringan dari pintu 74 menuju ke arah exit 4 dan ke jalan Ummul Quro di depan Hotel Hilton Makkah. Di pertigaan itu jalanan macet. Banyak mobil taksi berhenti dan orang-orang berlalu lalang. Beberapa polisi berjaga di pertigaan jalan itu. Jalan ke arah depan Hotel Hilton di tutup polisi. Kami berjalan menyusuri pagar pembatas menyeberang jalan.

Tepatnya di ujung pertigaan, pas di samping tempat sampah ada sedikit ruangan. Tempatnya agak gelap dan remang-remang. Maklum hari sudah mulai malam. Tiba-tiba
“Hhhhhaaaaa…..!!!!!!”””””””

Kami semua kaget….. “Astaghfirullahal’adhim……!!!!!”
Lari menghindar sambil mengelus dada masing-masing.

Ada semacam mahluk duduk di samping tempat sampah itu dan mengangak tangannya tinggi-tinggi. Badannya besar. Besar banget pokoknya. Duduk berselonjor. Kakinya besar-besar… telapak kakinya besar, jari-jarinya besar banget. Matanya melotot. Wajahnya bulat dan gemuk. Hitam comang-cameng. Ketika kami lewat (maaf) baunya ruar biasa busuknya.

“Apa itu tadi, Pak…?????” tanya saya.
“Iya… apa itu ….????” kata Pak Totok mempertegas pertanyaan saya.

“Masya Allah apa itu tadi…???” kata Pak Gunawan.

“Itu jin atau setan ya, Pak Gunawan?” kata saya bertanya lagi.

“Bukan, Pak. Mungkin gelandangan atau orang gila.”

Tempat ini selalu kita lewati kalau berangkat dan pulang dari majid. Baru sekali ini kami ketemu dengan ‘makhluk’ ini. Benar-benar mengagetkan dan menakutkan.

Lain waktu berikutnya, ketika kami melewati jalan ini kami lebih berhati-hati dan coba memperhatikan ‘mahluk’ apa sebenarnya itu. Ternyata memang ada orang besar yang tiduran miring membelakangi jalan menghadap ke tembok. Berselimut kumal besar, tetapi masih terlihat sedikit punggungnya dan rambutnya. Jadi selama ini memang di pojokan itu ada ‘penghuni-nya’ yang luput dari perhatian orang-orang, termasuk kami.

***
Ketika di masjid Nabawi saya menanyakan hal sama ke Pak Gunawan. Suasana masjid Nabawi sangat berbeda dengan di Masjidil Haram. Masjid Nabawi lebih rapi, lebih teratur dan lebih tenang. Meski sedang musim dingin, suhu di Madinah ketika kami datang cukup bersahabat. Suhu di luar yang paling dingin masih belasan derajat celcius. Suhu di dalam majis lebih hangat lagi. Kami biasanya masuk melalui pintu No. 17 atau 18 dan mengambil posisi di tengah-tengah masjid yang agak lapang. Ketika sedang duduk-duduk menunggu sholat magrib saya bertanya ke Pak Gunawan.

“Di sini terlihat ada jin seperti yang di Makkah tidak, Pak Gunawan?” tanya saya penasaran.

“Hhmmmmm…… tidak ada, Pak.”

Lalu Pak Gunawan melihat-lihat ke sekeliling seperti mencari-cari sesuatu.

“Eh…. ada juga, Pak.”

“Sekarang ini sedang ada rombongan jin melintas di depan kita,” katanya mejelaskan.

Padahal karpet-karpet merah dan tebal di depan kita kosong sama sekali, tidak ada jama’ah yang duduk-duduk.

“Mereka berjalan rombongan menuju ke depan. Mungkin mereka mau sholat di dekat mihrob Nabi yang ada di bagian paling depan itu.” katanya lagi melanjutkan penjelasannya.

Perawakan mereka sama seperti manusia, seperti orang-orang Arab. Posturnya tinggi-tinggi, kulitnya putih-putih dan baunya wangi sekali. Tidak ada yang bentuknya aneh-aneh dan mengerikan, seperti yang ada di Indonesia.

***


1. Muqodimah
2. Manasik Terakhir
3. Penundaan Keberangkatan
4. Keberangkatan Hari Minggu
5. Tiga Hari di Hotel Negeri Sembilan
6. Jin-jin dan Setan Penunggu Hotel
7. Menunggu dengan Ketidakpastian
8. Akhirnya Berangkat ke Jeddah
9. Bergabung dengan Rombongan Ja’aah Madura
10. Menginjakkan Kaki di Masjidil Haram Pertama Kali
11. Umroh: Thawaf, Sa’i, Tahalul
12. Thawaf ke-2 dan Sholat di dalam Hijr Ismail
13. Perjuangan di Hajar Aswad dan Multazam
14. Cerita Tentang Mas Sugiono, Pemimpin Jama’ah Madura
15. Jin-jin di Makkah dan di Madinah
16. Mencium Hajar Aswad yang Kedua Kali
17. Belanja di Makkah
18. Ibadah Sepuas-puasanya di Masjidil Haram
19. Minum Air Zam-zam dan Kebutuhan Buang Hajat
20. Pak Gunawan Makan Daging Unta
21. Saling Berbalas Kentut
22. Jabal Nur dan Gua Hiro
23. Suasana Jalan-jalan di Makkah
24. Mau Diusir dari Hotel
25. Katering Orang Madura
26. Ketika Tubuh Mulai Drop
27. Tawaf Wada’
28. Berangkat Menuju Madinah
29. Madjid Nabawi, Raudah dan Makan Rasulullah
30. Suasana di Madinah
31. Berkunjung ke Jabal Uhud
32. Pemakaman Baqi’
33. Katering di Madinah
34. Belanja di Madinah
35. Salam Perpisahan
36. Kami akan Kembali Lagi, Insya Allah

Catatan-Catatan Umroh +3 +9 +3 – Bagian 1

Muqodimah

Setiap orang Islam yang beriman, pasti ingin berkunjung ke Tanah Suci Makkah dan berziarah ke makan Rasulullah di Madinah. Apalagi menunaikan ibadah Haji, Rukun Islam yang ke-lima, setiap muslim tentu ingin menunaikannya. Sayangnya, waktu tunggu keberangkatan haji bisa belasan tahun sampai tiga puluhan tahun. Menunaikan ibadah umroh (haji kecil) mejadi alternatif untuk berkunjung ke Tanah Suci. Ibadah umroh juga salah satu sunnah Nabi. Rasulullah menunaikan ibadah umroh sebelum akhirnya menunaiakan haji penuh. Setiap hari ribuan orang Indonesia berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umroh ini.

Sudah lama sekali kami ingin berangkat umroh. Sampai suatu ketika rizqi itu datang. Kakak saya yang di Solo mengajak saya untuk berangkat umroh bersama-sama. Bulan empat tahun 2017 rencana keberangkatanya, sayang saya lupa memerpanjang pasport saya. Akhirnya saya tidak jadi berangkat bareng dengan kakak, saya berangkat sendiri di bulan 11, menjelang akhir tahun. Semua persayaratan sudah saya penuhi, pasport sudah diperpanjang, uang sudah dibayarkan. Kira-kira seminggu sebelum jadwal pemberangkatan saya mendapatkan kabar jika visa saya tidak bisa diproses, karena nama saya cuma satu kata. Saya harus merubah pasport dan menambahkan dua suku kata lagi. Karena waktu yang sudah mempet akhirnya saya batal lagi berangkat bulan 11.

Mundur satu bulan. Saya pun mengajak istri saya untuk berangkat bersama-sama. Kali ini kami mencoba mengurus passport sekaligus menambah nama. Entah, kenapa perpanjangan pasport yang mestinya mudah dan cepat, membutuhkan waktu cukup lama untuk selesai. Untuk yang ketiga kali-nya kami batal berangkat umroh di bulan 12. Oleh Ustad kami, kami disarankan ikut rombongan yang bulan Januari. Rencana keberangkatan sekitar pertengahan atau minggu ketiga januari. Semua persiapan dan persayaratan sudah kami penuhi, pasport sudah, nama sudah tigak suku kata, bayar sudah dilunasi. Tinggal nunggu jadwal pemberangkatan saja dari travel.

Seri tulisan ini adalah kumpulan catatan-catatan perjalanan kami selama melaksanakan ibadah umroh. Sebagian besar adalah kisah nyata yang benar-benar terjadi dengan sedikit bumbu agar lebih enak di baca. Sebagian nama kami samarkan dan sembagian lokasi juga kami samarkan.

Banyak kejadian sedih, gembira, menegangkan, lucu, mendebarkan, mengharukan, membahagiakan dan menyenangkan yang kami alami bersama. Meski catatan ini adalah catatan pribadi, semoga isinya bermanfaat untuk pembaca. Terutama pembaca yang belum pernah pergi umroh, atau sedang merencanakan umroh. Semoga tulisan ini bisa menjadi ‘rambu-rambu’ agar bisa survive selama beribadah sana.

Kami, terutama saya, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dari isi tulisan-tulisan ini. Mohon maaf jika ada yang tersinggung dengan isi tulisan ini.

Terima kasih dan selamat membaca.

1. Muqodimah
2. Manasik Terakhir
3. Penundaan Keberangkatan
4. Keberangkatan Hari Minggu
5. Tiga Hari di Hotel Negeri Sembilan
6. Jin-jin dan Setan Penunggu Hotel
7. Menunggu dengan Ketidakpastian
8. Akhirnya Berangkat ke Jeddah
9. Bergabung dengan Rombongan Ja’aah Madura
10. Menginjakkan Kaki di Masjidil Haram Pertama Kali
11. Umroh: Thawaf, Sa’i, Tahalul
12. Thawaf ke-2 dan Sholat di dalam Hijr Ismail
13. Perjuangan di Hajar Aswad dan Multazam
14. Cerita Tentang Mas Sugiono, Pemimpin Jama’ah Madura
15. Jin-jin di Makkah dan di Madinah
16. Belanja di Makkah
17. Ibadah Sepuas-puasanya di Masjidil Haram
18. Minum Air Zam-zam dan Kebutuhan Buang Hajat
19. Pak Gunawan Makan Daging Unta
20. Saling Berbalas Kentut
21. Jabal Nur dan Gua Hiro
22. Suasana Jalan-jalan di Makkah
23. Mau Diusir dari Hotel
24. Katering Orang Madura
25. Ketika Tubuh Mulai Drop
26. Tawaf Wada’
27. Berangkat Menuju Madinah
28. Madjid Nabawi, Raudah dan Makan Rasulullah
29. Suasana di Madinah
30. Berkunjung ke Jabal Uhud
31. Pemakaman Baqi’
32. Katering di Madinah
33. Belanja di Madinah
34. Salam Perpisahan
35. Kami akan Kembali Lagi, Insya Allah

Kenapa kita mesti membaca doa ketika masuk WC atau toilet

Dalam agama Islam disunnahkan untuk selalu berdoa ketika akan melakukan semua aktifitas. Minimal membaca basmallah. Termasuk ketika kita akan masuk WC atau toliet untuk membuang hajat kecil atau hajat besar. Kenapa…??? Temen saya yang seorang indigo membuat saya tersadar kenapa kita mesti selalu membaca doa ketika masuk WC.

Teman saya ini, namanya Pak Gunawan, sudah sejak kecil bisa melihat ‘mahluk lain’. Awalnya beliau tidak sadar akan kemampuannya ini. Beliau mengira mereka adalah orang2 biasa. Mereka diajak ngobrol, anehnya hanya dia sendiri yang melihat ‘orang2 ini’. Lama2 beliau bisa melihat mahluk2 yang aneh2. Barulah, dia sadar bahwa ‘mahluk2 ini’ adalah jin2 dan syaiton2, salah satu mahluk ciptaan Allah yang ada di dunia ini. Katanya, di dunia ini ada banyak sekali jin dan mereka ada di mana2. Bentuknya bermacam2. Patung2 berhala-berhala yang sering dipahat dengan batu atau kayu, ada wujud aslinya dalam bentuk jin.

Nah….. salah satu tempat favorite bagi kaum jin ini adalah WC atau toilet atau tempat manusia buang hajat dan kotoran. Jin atau syaiton ini adalah mahluk ‘kotor’ dan suka yang kotor-kotor. Karena itu tidaklah mengherankan kalau mereka sangat menyukai WC dan toilet. Ketika kami menginap di sebuah hotel yang sudah tua dan sepi, toiletnya terasa gelap dan ‘wingit’, saay pergi ke toilet untuk buang air kecil. Keluar dari toilet, dia tanya: “Bagiaman suasana di toilet, Pak? Serem nggak?”

“Memang terasa agak lain sih, tapi saya tidak lihat2 apa2,” kata saya.

“Ada banyak sekali tuh, Pak, di dalam sana.”

“Hah…. beneran, Pak?”

“Iya…!”

“Ada nenek-nenek yang di langit-langit…!”

Lalu Beliau menjelaskan apa2 saja yang tinggal di toilet. Beliau menjelaskan kalau mahluk2 itu memang suka tinggal di tempat kotor dan bau. Semakin kotor dan semakin mau semakin disukai oleh jin. Apalagi sudah lama dan jarang dipakai.

Syaitan memang pekerjaannya mengganggu manusia. Orang2 yang masuk WC akan diganggu oleh jin2 ini. Kalau kita bukan pakaian dan terbuka aurot kita, jin2 ini akan bisa melihatnya juga. Orang normal kalau terlihat aurotnya pasti akan malu dan akan menutupi aurotnya. Kebetulan yang melihat adalah mahluk lain yang ‘tidak terlihat’, kita tidak sadar dan biasa2 saja. Kalau kita tahu, pastilah kita malu.

Nah, salah satu cara untuk memberi hijab atau tabir agar jin tidak bisa melihat aurot kita. Saya mendengar dari Ustad saya, bahwa cara untuk memberi hijab itu dengan membaca doa, doa masuk WC. Doa ini juga menjadi pelindung dari gangguan jin2 syaiton.

Saya semakin tersadar dan selalu berusaha berdoa setiap akan masuk WC, toilet dan tempat2 semacamnya. Agar terhindar dari gangguan jin penghuni toilet.

Bacaan doa masuk dan keluar WC adalah sebagai berikut:

Doa masuk wc

Jin-Jin Pemakan Sesaji

Di masyarakat kita masih ada yang sering memberikan sesajian – atau orang jawa bilang ‘sajen’. Sesaji ini bisa berupa bunga2, wangi2-an, membakar kemenyan, makanan, buah2an, minuman kopi atau teh. Ternyata memang makanan2 sesaji ini benar2 ‘dimakan’ oleh jin2 itu.

Ini masih cerita teman saya yang indigo dan bisa melihat mahluk ‘astral’. Beliau menceritakan tentang jin2 yang suka memakan sesaji ini. Kalau ada sesaji, mahluk2 ini akan segera mendatanginya. Wujudnya mirip kera, tangannya lebih panjang daripada kakinya. Kukunya panjang2 dan berbulu lebat. Tapi ekornya pendek. Di kepalanya ada dua tanduk kecil. Mahluk ini meloncat2 seperti kera.

Jin ini makan dengan lahab. Sesaji ini dicakar2 dan dimakannya semua. Apa saja dimasukkan ke dalam mulutnya. Semuanya bisa masuk. Kalau sesajinya banyak, mahluk ini akan loncat dari satu sejaji ke sesaji yang lain. Setelah habis dia akan pergi.

Ternyata, mahluk ini datang ke jin2 lain yang lebih besar dan lebih menyeramkan. Misalnya gendruwo atau raksasa yang besar dan mengerikan. Mahluk ini memutahkan apa yang sudah mereka makan untuk dimakan oleh jin2 yang lebih besar ini. Dimutahkan utuh.

Teman saya ini membuat ujicoba sendiri. Makanan yang diberikan untuk sesaji dan dimakak jin, maka bobotnya akan berkurang meski hanya sedikit. Makanan2 yang sudah dimakan jin akan kehilangan ‘barokah-nya’. Kita, orang biasa, melihatnya seperti tidak ada perubahan apa2 pada makanan ini. Namun, hakekatnya makanan ini sudah tidak ada barokahnya lagi. Karena itu kita sebaiknya tidak memakan makanan2 sesaji atau makanan yang memang diperuntukan untuk jin. Janganlah kita makan makanan sisa jin.

Apalagi kita yang memberikan sesaji. Sesaji adalah salah satu bentuk pejembahan kepada selain Allah. Itu adalah perbuatan syirik dan salah satu dosa besar. Kadang, mungkin, orang menganggap remeh perbuatan ini, padahal dosanya ‘sundul langit’. Jangan lah sampai terucap pada kita kalau kita memberikan, makanan meskipun kecil, kepada jin dan syaitan. Karena hal itu menjadi jalan bagi jin dan syaitan untuk merasuki kita dan mengganggu kita.

Mitos Mata Air untuk Awet Muda dan Cantik

Di banyak tempat sering ada kepercayaan dan mitos yang mengatakan kalau air dari mata air atau sedang tertentu bisa menyebabkan awet muda. Orang yang mandi dan cuci muka di tempat itu, dipercayai akan terlihat awet muda, lebih cantik dan lebih ganteng. Silahkan dituliskan di komentar kalau di tempat kalian ada kepercayaan semacam ini.

Biasanya tempat2 semacam ini tekenal angker dan ‘wingit’. Tempat di mana banyak hantu dan jin-nya. Banyak orang yang ‘ngalap berkah’, bersemedi dan memberikan sesajen. Benar tidak…??????

Di hari-hari dan bulan-bulan tertentu, tempat-tempat semacam ini biasanya ramai dikunjungi orang. Bahkan banyak yang rela mengantri dan rela berdesak-desakan hanya untuk bisa ‘terlihat awet muda’.

Masih menjutkan cerita teman saya yang indigo itu. Beliau pernah datang di suatu tempat wisata yang terkenal karena airnya bisa menyebabkan awet mudah dan cantik/ganteng.

“Tahu tidak, Pak, apa yang saya lihat di tempat itu..????” Katanya mengawali pembicaraan.

“Tempat itu adalah tempat berkumpulnya para jin. Mereka buang air di situ, mereka ‘pub’ di situ. ‘E O’ di situ. Bahkan mereka ber-jima’ di situ. Itu tempat sejorok2-nya bagi bangsa jin.”

“Airnya itu tidak bening seperti yang kita lihat, Pak…”

“Air itu sampai berwarna putih, karena saking kotornya kena kotoran2 jin itu.”

“Jijik sekali pokoknya lah….”

“Mereka mandi, cuci muka …. hiiiii…. jijik pokoknya lah…”

Jadi, bayangkan saja kita cuci muka dengan air comberan yang super kotor. Muka kita dibaluri dengan kotoran-kotoran jin yang bermacam-macam jadi satu. Lalu kita senyum-senyum penuh percaya diri karena merasa terlihat lebih muda. Coba bayangkan….!!!!

Terlihat cantik atau muda hanyalah sihir bangsa jin saja. Mereka memberi tabir dan mengelabui mata manusia agar terlihat lebih muda dan cantik. Padahal hakekatnya mereka kotor dan menjijikkan sekali. Mereka sudah ditipu oleh jin syaiton.

Naudzubillahi mindzalik.

Karena itu, janganlah kita percaya dengan mitos2 yang tidak jelas. Apalagi mitos2 yang melibatkan jin dan syaiton. Percaya dengan ‘kekuatan’ air yang bisa membuat orang awet muda dan terlihat cantik adalah perbuatan syirik. Itu adalah tipu daya syaiton untuk menjerumuskan manusia dalam kesesatan. Cara itu menjadi jalan agar jin bisa merasuki dan mengganggu kita.