Pengaruh Luar Biasa dari Doa di Pagi Hari

Doa pagi soreDoa dan wirid pagi-sore sudah menjadi rutinitas. Karena sudah rutinitas menjadi seperti ‘hampar’ rasanya dan seperti kehilangan maknanya. Wirid-wirid itu hanya meluncur cepat dari mulut tanpa masuk ke hati. Rutinitas yang tidak ‘berbekas’ di hari itu. Beberapa hari ini di awal bulan syawal ini saya coba mengevaluasi ‘rutinitas’ itu.

Ketika SMA dulu saya membeli sebuah buku tafsir Al Fatihah karangan Bey Arifin. Buku itu saya baca habis, karena saya ingin paham surat yang wajib dibaca ketika sholat itu. Di salah satu bagian buku itu ada bahasan tengan ayat ke-4. Salah satunya tentang meminta perlindungan dari Allah SWT. Di buku itu disebutkan sebuah hadist yang mengajarkan salah satu doa yang apabila di baca di pagi hari, maka Allah akan member perlindungan dari semua bala dan marabahaya dari pagi hingga sore hari. Demikian pula apabila dibaca ketika sore hari akan diberi perlindungan dari sore hingga pagi hari berikutnya. Saya praktekkan doa itu. Ini adalah wirid pagi-sore.

Ini doa-nya:

doa pagi dan sore

doa pagi dan sore

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Bismillahilladzi La Yadhurru Ma’asmihi Syai’un fil Ardhi wa Laa fis Sama’i wa Huwas Sami’ul ‘Alim.”

Artinya: “Dengan nama Allah Yang bersama NamaNya sesuatu apa pun tidak akan celaka baik di bumi dan di langit. Dialah Maha Medengar lagi maha Mengetahui.”

Saya membacanya dengan penuh kesungguhan setiap pagi dan sore. Dan saya selalu merasa tenang beraktivitas di hari itu, karena yakin Allah akan melindungi saya.

Saya mengalami beberapa kejadian yang bisa merengut nyawa saya, Alhamdulillah saya tetap sehat dan hasih menghirup udara segar sampai sekarang. Dulu motor saya adalah RX King, motornya anak muda jaman dulu. Orang sering bilang motornya copet; soalnya sering dipakai pencopet/penjahat karena larinya yang cepat. Maklum masih ‘darah muda’, saya mengendarai motor dengan kecepatan ‘setan’. Kalau sudah begitu saya merasa seperti Michael Doohan yang sedang ngebut di track balap. Beberapa kali saya mau nabrak atau ditabrak kendaraan lain. Alhamdulillah selamat. Mungkin karena wirid pagi-sore itu.

Ketika kuliah saya mulai aktif di pengajian dan sering mendegarkan kajian-kajian dari ustad-ustad di kampus atau di masjid Fatimahtuzzahra. Referensi wirid pagi-sore pun bertambah. Lebih panjang dan lebih banyak. Saya mencoba menghafalnya satu per satu dan mengamalkanya setiap hari. Sampai akhirnya menjadi sebuah ‘rutinitas’.

Bulan Ramadhan dan Syawal ini, saya mencoba untuk mengevaluasi ‘rutinitas’ itu agar wirid-wirid itu kembali memberikan makna dan ‘ruh’ ketika saya melewati hari-hari ini. Pagi hari seletelah sholat subuh dan ‘acara rutin pagi’ lainnya. Saya melafalkan wirid-wirid itu lagi. Namun, kali ini saya buat beda dengan biasanya. Saya coba resapi arti dan makna wirid-wirid itu. Akibatnya tidak semua wirid sempat saya baca semua. Misalnya; ketika wirid tentang syukur. Saya mencoba mengingat-ingat tentang semua nikmat yang sudah saya peroleh hari kemarin. Ketika saya membaca doa perlindungan, saya bener-bener memohon agar Allah melindungi saya hari itu. Ketika saya membaca doa agar giat bekerja, saya berharap agar hari-hari saya menjadi produktif.

Sebelum keluar rumah saya membaca doa tawaqah keluar rumah. Saya memohon agar diberi karunia dan barokah dalam menjalani kehidupan saya hari ini. Sampai di kantor saya sempatkan sholat duha. Kadang-kadang sholat duhanya di rumah. Setelah sholat saya berdoa dan menyampaikan hajat-hajat saya hari ini.

Efeknya ternyata luar biasa. Saya memulai pagi dengan bahagia. Bekerja dengan riang. Bertemu dengan orang-orang yang baik dan penuh semangat. Sepertinya semua orang yang saya temui selalu cerah-cerian. Akibatnya semangat saya juga menjadi bergelora.
Ketika pulang, satu hal yang sangat membuat saya bahagia adalah sambutan dari anak-anak. Ketika sampai rumah saya bunyikan klakson motor saya. Anak-anak segera keluar membukakan pintu. Kadang-kadang Mas Royan yang nomor satu, atau Mas Abim yang nomor dua. Mereka menyambut dengan wajah penuh keceriaan. Dedek Yusuf menyambut saya dengan sapaan mesranya:
“Hai…Abi……!!!!”

Wajahnya berseri-seri, matanya berbinar-binar. Lalu saya gendong sambil masuk ke dalam rumah.

Hari yang menyenangkan.

Alhamdulillah ya….Rabb…..

Advertisements

5 responses to “Pengaruh Luar Biasa dari Doa di Pagi Hari

  1. Assalamu’alaikum
    Jazakallah khoiron akhi/ ukhti atas doanya
    Tadi udh kita share sama teman.
    Semoga bisa menjadi amal jariyah
    Aamiin 🙂

  2. minta izin copy..

  3. Muhammad Sanusi

    SubhanAllah…. Syukron.. Salam doa

  4. Keren uyyyy

  5. nunung nugroho

    sangat tertarik dan mengispirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s