Percaya pada Pertolongan Allah

Lanjut lagi tentang ‘teman baru‘ saya. Salah satu yang sangat berkesan bagi saya adalah cerita Beliau tentang hakekat ‘pertolongan Allah’.

Sebagai seorang muslim, kita harus percaya pada ‘pertolongan Allah’. Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat (QS.1:214). Kalimat ini mudah diucapkan, tetapi tidak mudah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kadang-kadang kita khilaf dan seakan tidak percaya bahwa Allah pasti akan memberi pertolongan pada hambanya yang memohon pertolongan. Beliau memberikan sebuah cerita nyata tetang bagaimana kekuatan iman dan kekuatan keyakinan pada ‘pertolongan Allah’.

Kisah ini tentang temannya yang sedang membutuhkan banyak uang. Temannya itu membutuhkan uang segera untuk membayarkan uang kuliah untuk anaknya esok hari. Jumlah yang dibutuhkan cukup besar, sedangkan tabungannya tidak mencukupi. Dia sudah berusaha berbagai cara untuk mendapatkan uang tersebut. Namun, sampai hari terakhir dia belum juga mendapatkannya. Salah satu cara untuk mendapatkan uang adalah dengan meminjam ke ‘rentenir’ (saya sebut saja begitu).

Namun, dia sadar kalau bunga itu riba. Dan rentenir itu memberikan bunga yang cukup besar, 10%. Karena dia ingat dosa, dia mengurungkan niatnya untuk meminjam dari rentenir. Dia mencoba lagi mencari pinjaman dari orang lain lagi. Sudah banyak orang yang dia datangi atau telepon, tetapi belum ada yang bisa memberinya pinjaman.

Dia terus berusaha dan berdoa. Berdoa dengan penuh kesungguhan agar Allah memberinya pertolongan. Sampai sore hari uang yang dibutuhkan belum juga datang. Padahal esok hari adalah hari terakhir batas untuk membayar uang kuliah itu. Dia hampir saja putus asa.

Selepas magrib dia sudah benar-benar putus asa dan kembali menelpon ‘rentenir’, kalau dia jadi untuk meminjam uang. Dia berikan nomor rekeningnya dan menunggu kiriman uangnnya.

Dalam hatinya dia gundah, karena dia tahu kalau itu tidak benar dan berdosa. Dia terus bimbang dan berdoa agar diberi jalan keluar yang baik dari Allah. Selepas sholat isya’ dia masih berdoa. Kemudian dia tersadar dan tidak ingin mendapatkan dosa riba, karena riba adalah salah satu dosa besar. Dia telepon lagi ke temannya itu, kalau dia batal meminjam.
“Loe sudah dapat duit'”, tanya temennya.
Dia tidak menjawab. Dia hanya tidak ingin meminjam dengan riba.

Setelah menelpon itu dia merasa lebih tenang. Padahal tidak ada uang sama sekali di sakunya untuk membayarkan uang kuliah anaknya. Dia belum tahu akan dapat dari mana uang itu. Tapi dia merasa tenang, dan dia berserah diri pada Allah.

Pukul sembilan malam datanglah pertolongan Allah itu. Entah dari mana, akhirnya dia mendapatkan pinjaman uang dari temannya yang jauh. Pinjaman lunak tanpa bunga, tanpa agunan. Boleh dikembalikan ketika dia sudah punya uangnya.

Alhamdulillah…..Subhanallah….

Kadang-kadang pertolongan Allah itu begitu dekat. Kadang-kadang kita tidak sabar untuk ‘mencarinya’ dan ‘menantinya’.

Percayalah. Setiap masalah ada solusinya. Setiap kesulitan ada jalan keluarnya. Tetap berusaha dengan sungguh-sungguh. Tetap kerja keras. Tetap berdoa sepenuh hati. Dan serahkan semua urusan pada Allah. Tunggulah, pertolongan itu akan datang pada saat yang tepat.

Wallahu a’lam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s