Category Archives: Jamur

Petani Jamur di Luar Sono

Metode Analisa Enzyme Ligninolitik; lac, MnP, LiP

Jamur Raksasa

Lagi browsing di internet nemu foto jamur raksasa ini. Sayangnya tidak ada keterangan yang lengkap.

giant mushroom

Giant mushroom

Jamur Pelapuk Putih: Ceriporiopsis subvermispora

Ceriporiopsis subvermispora
[Source: http://www.mycobank.org/]


Artikel saya tentang pemanfaatan jamur pelapuk putih:
BIOLOGICAL PRETREATMENT OF LIGNOCELLULOSES WITH WHITE-ROT FUNGI AND ITS APPLICATIONS: A REVIEW


Jamur Pelapuk Putih: Dichomitus squalens

Dichomitus squalens
[Source: http://www.taigaekologerna.se/Bildarkiv%20o%20bildsidor/svampar/index%20svampbild1.htm]

Dichomitus squalens
[Source: http://www.mycobank.org/MycoTaxo.aspx?Link=T&Rec=312964%5D

Dichomitus squalens
[Source: http://www.mycobank.org/MycoTaxo.aspx?Link=T&Rec=312964%5D


Artikel saya tentang pemanfaatan jamur pelapuk putih:
BIOLOGICAL PRETREATMENT OF LIGNOCELLULOSES WITH WHITE-ROT FUNGI AND ITS APPLICATIONS: A REVIEW


Jamur Pelapuk Putih: Bjerkandera adusta (Willd.) P. Karst. 1880

Bjerkandera adusta
[Source: http://www.eol.org/pages/1009755]

Bjerkandera adusta
[Source:http://www.eol.org/data_objects/5824849]

Bjarkandera adusta
[Source: http://www.bioimages.org.uk/html/r156676.htm]


Artikel saya tentang pemanfaatan jamur pelapuk putih:
BIOLOGICAL PRETREATMENT OF LIGNOCELLULOSES WITH WHITE-ROT FUNGI AND ITS APPLICATIONS: A REVIEW


Mengecek Fungi Pelapuk Putih dengan Bavendamm Test

Phanerochaete crysosporium[TomVolkFungi.net]
Metode untuk menentukan tipe pelapukan kayu oleh jamur dikembangkan 83 tahun yang lalu oleh Bavendamm (1928) dan diterbitkan di jurnal Pflanzenschutz, karena itu test ini sering disebut dengan Bavendamm Test dan media untuk mengujinya sering disebutkan hanya dengan nama media Bavendamm. Saya tidak bisa mendapatkan literatur aslinya dan tidak tahu bahasanya juga. Cuma uji ini sudah sangat umum digunakan untuk determinasi fungi pelapuk putih atau fungi pelapuk coklat. Ada beberapa literatur tahun 50-an dan 70-an yang menyebutkannnya. Metode ujinya sangat sederhana, mudah, cepat, dan akurat (terima kasih Pak Bavendamm yang telah menemukan metode ini).

Untuk mengenali apakah fungi atau jamur itu termasuk fungi pelapuk putih atau bukan, pertama, tentukan terlebih dahulu jamur tersebut termasuk Basidiomycetes atau bukan. Cara mudah membedakan basidiomycetes adalah dengan melihat tubuh buahnya. Umumnya basidiomycetes adalah jamur makro dan bisa membentuk tubuh buah. Memang ada beberapa jamur pelapuk putih yang tidak membentuk tubuh buah, seperti Phanerochaete chrysosporium. Di bawah mikroskop, miselia basidiomycetes juga terlihat lebih besar daripada jamur Ascomycetes atau Deuteromycetes.
Continue reading

Jamur Pelapuk Putih: Phanerochaete chrysosporium

Phanerochaete chrysosporium juga salah satu jamur pelapuk putih yang sangat banyak diteliti sejak 3 dekade yang lalu. Genom dari jamur ini juga sudah dipetakan (Martinez). Phanerochaete chrysosporium dideskripsikan oleh Hal Burdsall. Berikut ini beberapa gambar Phanerochaete chrysosporium dari website TomVolkFungi.net. Tom Volk adalah salah satu murid Hal Burdsall. Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang jamur ini silahkan kontak ke Tom Volk.

Phanerochaete crysosporium

Phanerochaete crysosporium

Beberapa link literatur tentang jamur ini yang sangat menarik:
http://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/0168644594900779
http://www.nature.com/nbt/journal/v22/n6/abs/nbt967.html
http://mmbr.asm.org/cgi/content/abstract/57/3/605
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/3322681


Artikel saya tentang pemanfaatan jamur pelapuk putih:
BIOLOGICAL PRETREATMENT OF LIGNOCELLULOSES WITH WHITE-ROT FUNGI AND ITS APPLICATIONS: A REVIEW


Irpex lacteus, Jamur Pelapuk Putih yang punya banyak manfaat

This slideshow requires JavaScript.

Informasi biologi Irpex lacteus
(sumber: http://www.messiah.edu/Oakes/fungi_on_wood/poroid%20fungi/species%20pages/Irpex%20lacteus.htm)

Irpex lacteus adalah salah satu jamur pelapuk putih yang banyak diteliti. Jamur ini memiliki banyak sekali manfaat. Salah satu artikel yang membahas secara detail tentang manfaat jamur ini ditulis oleh Novotný. Artikel yang sangat menarik. Jika Anda tertarik dengan jamur ini, silahkan baca artikelnya di link ini: Irpex lacteus.

Scientific name: Irpex lacteus (Fr.:Fr.) Fr.
Derivation of name: Irpex means “a large rake with
iron teeth”; lacteus means “milky.”
Synonymy: Polyporus tulipiferae (Schw.) Overh.
Common names: Milk-white toothed polypore.
Phylum: Basidiomycota
Order: Polyporales
Family: Steccherinaceae
Occurrence on wood substrate: Saprobic; on dead
branches of deciduous trees; year-round.
Dimensions: Caps (when present) 1-4 cm wide.
Upper surface: Growth entirely resupinate to effused-
reflexed; caps (when present) whitish, drying yellowish;
velvety hairy.
Pore surface: White to cream, dingy yellow in age; tubes
breaking up into flattened teeth up to 6 mm long.
Edibility: Inedible.
Comments: The brackets often fuse to form long rows.
The caps may be very small in comparison to the spreading,
resupinate portions of this fungus.


(Photo © Gary Emberger.)
Continue reading

Jamur-jamur yang dapat dimakan (edible)

Berikut ini beberapa jamur liar yang dapat dimakan. Informasi ini saya sadur dari http://www.mssf.org/ dan http://www.mykoweb.com/. Informasi ini bisa memperkaya database tentang jamur yang bisa dimakan, dan mungkin juga bisa dibudidayakan. Sehingga jamur yang ada dipasaran tidak hanya didominasi oleh tiram atau merang saja. Semoga bermanfaat.

Pleurotus ostreatus
Pleurotus ostreatus
(Source: http://news.softpedia.com/)

Helvella lacunosa
Helvella lacunosa
(Photo: © Mark Steinmetz)

Clitocybe nuda
Clytocybe nuda Michael wood
(Photo: © Michael Wood)
Continue reading