Tag Archives: tanah

Metode Analisis Biologi Tanah (versi pdf)

Buku ini juga bisa didownload di link: Puslittanah

Advertisements

Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman

Kesuburan Tanah Nutrisi Tanaman

Kesuburan Tanah Nutrisi Tanaman

Banyak lahan yang produktivitasnya menurun/turun. Salah satunya karena kesuburan dan daya dukung lahan tersebut yang menurun akibat eksploitasi tanah bertahun-tahun. Meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman menjadi salah satu kunci keberhasilan usaha tani.

Buku setebal 240 halaman yang ditulis oleh Bp. Ali Munawar, Ph.D (dosen Unlam) ini membahas tentang kesuburan tanah dan hubungannya dengan nutrisi tanaman. Pembahasannya cukup lengkap dan detail yang terbagi menjadi 11 bab. Buku ini memang buku-nya anak kuliahan, tetapi buku ini sangat bermanfaat bagi petani, pekebun, formulator pupuk dan praktisi-praktisi di bidang pertanian. Buku ini bisa menjadi referensi yang sangat bermanfaat ketika menghadapi masalah pemupukan dan ketidaksuburan tanah.

Pupuk tidak asal memupuk saja, tetapi banyak faktor yang perlu diperhatikan agar pupuk lebih efisien dan optimum dalam mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman. Bagusnya buku ini juga membahas tentang bahan organik dan peranan mikroba tanah dalam penyerapan hara oleh tanaman.
Continue reading

Mengganti Media Tanaman Hias

Tanaman hias dalam pot akan tumbuh dan lama-kelamaan akarna akan memenuhi pot. Akarnya bisa menembus bagian bawah pot dan masuk ke tanah. Jika dibiarkan terus, tanah akan habis dan tanaman akan mulai kurus. Akhirnya bisa mati tanaman hias yang kita sayangi itu. Jika akar tanaman sudah mulai penuh, saatnya untuk menganti media tanahnya dengan yang baru dan mengganti potnya dengan pot yang sudah besar.

Media tanam yang dipakai tergantung pada jenis tanaman yang akan ditanam. Misalnya saja untuk tanaman kaktus, sebaiknya lebih banyak menggunakan pasir dan tanah saja. Tidak perlu diberi kompos, atau diberi sediki sekali. Kalau untuk tanaman suplir, sebainya menggunakan banyak kompos dan harus lembab Kalau untuk tanaman gantung, sebaiknya menggunakan media tanam yang ringan.

Kali ini Arroyan mencontohkan bagaimana mengganti media tanam tanaman sekulen yang akarnya sudah memenuhi pot. Caranya tidak sulit. Perlu hati-hati agar akarnya tidak rusak dan tanamannya tidak stress.

Selamat mencoba.

Pentingnya Biologi Tanah Terhadap Kesuburan dan Kesehatan Tanah

Ide menarik pemanfaatan seresah tebu untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah

panen tebu bahan organik seresah

Panen tebu menyisakan bahan organik yang melimpah (Sumber

Manfaat pupuk organik padat, seperti: kompos, pupuk kandang, dll, sudah tidak diragukan lagi. Berbagai penelitian di seluruh penjuru dunia sudah membuktikan pengaruh positif dari pemberian bahan organik bagi produktivitas tanaman maupun perbaikan sifat fisik dan kimia tanah. Namun, penyediaan pupuk organik tidak lah selalu mudah. Salah satunya di lahan tebu.

Sumber bahan organik dari perkebunan tebu banyak sekali, seperti: seresah, sisa klethekan, blotong, dan abu ketel. Blotong dan abu ketel sudah banyak dimanfaatkan untuk pupuk organik oleh beberapa produsen pupuk organik. Nah, yang belum banyak dimanfaatkan dan seringkali cuma dibakar saja adalah seresah tebu. Seresah ini bisa berupa seresah sisa kletekkan dan seresah sisa panen tebu.

Saya pernah melakukan penelitian cukup intensif untuk mengkomposkan seresah tebu. Namun, hasilnya boleh dikatakan ‘gatot’ alias gagal total. Permasalahannya bukan karena seresah tebu susah dikomposkan atau Promi tidak manjur untuk seresah tebu, akan tetapi permasalahannya adalah ketersediaan air yang cukup untuk proses pengomposan seresah tebu. Proses pengomposan mutlak memerlukan kelembaban yang cukup, kurang lebih 60-70%. Jika kadar airnya kurang, proses pengomposan akan terhambat atau bahkan tidak berhasil sama sekali.

Saya pernah mencoba berbagai cara, ditaruh di atas permukaan tanah dengan ditutup plastik/terpal. Pernah juga mencoba dengan membuat lubang di dalam tanah. Pernah dicoba membuat rorakan. Tetap saja seresahnya sulit menjadi kompos. Ketika tumpukan seresah dibuka, terlihat masih utuh dan kering kerontang. Gagal.

Namun, saya mendapatkan cerita menarik untuk pemanfaatan seresah tebu oleh petani. Ceritanya ada teman yang bekerja sebagai pabrik gula di daerah Kediri, Jawa Timur. Ada seorang petani di daerah sana yang mencoba untuk memanfaatkan seresah ini sebagai pupuk organik. Caranya masih sederhana, tetapi menurut cerita dia hasilnya sudah mulai terlihat.

Caranya adalah dengan membuat rorakan di sepanjang sela barisan tanaman tebu. Sereah sisa kletekkan dimasukkan ke dalam rorakan tersebut. Ketika panen, seresah-seresah juga dimasukkan ke dalam rorakan ini. Ketika saatnya ‘pedot oyot’, rorakan ini akan tertutup dengan tanah. Seresah ini memang tidak segera menjadi kompos, maklum kondisinya kering. Proses pelapukan sereah berlangsung cukup lama, mungkin hingga musim tanam berikutnya. Untungnya, kondisi tanah di daerah tersebut cukup lembab. Jadi meskipun kering, tetapi tidak kering sekali.

Hasilnya baru terlihat di musim tanam berikutnya. Setelah beberapa kali melakukan praktek ini, tanaman tebu yang ditanam tumbuh bagus, kuantitinya meningkat, rendemennya juga meningkat. Vigor tanamannya bagus.

Belum ada studi ilmiah tentang ini, namun ‘kearifan lokal’ ini bisa menjadi faktor pendorong pemanfaatan seresah tebu sebagai pupuk organik. Petani tebu bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia, sekaligus meningkatkan produktivitas tanamannya.

Tanah Sawah dan Pengelolaannya

Standard Mutu Pupuk Organik dan Pembenah Tanah

Continue reading

Resep Rahasia Membuat Daun Pepaya Tidak Terasa Pahit

Waktu itu saya sedang melakukan acara bakti desa. Kami tinggal di desa selama beberapa hari untuk saling berbagi pengalaman dengan petani di desa. Kami menginap di rumah salah satu penduduk desa. Suasana pedesaan yang tenang dan asri.


Continue reading

“Copy Darat” dengan Dr. Nasih

Beberapa waktu yang lalu ada pengunjung blog yang memberi komentar. Di bagian nama, tertulis Nasih. Komentar ini memberi semangat saya untuk menulis di blog. Saya memberi komentar balik dan akhirnya kami saling berkirim email.

Pak Nasih ternyata adalah dosen di Fak. Pertanian UGM di bagian kesuburan. Saya senang sekali, karena kebetulan saya juga sering berkutat di masalah kesuburan tanah. Saya pikir saya bisa menimban ilmu dengan Pak Nasih tentang masalah kesuburan tanah.

Aku silaturahim ke lab Dr. Nasih di Faperta UGM

Aku silaturahim ke lab Dr. Nasih di Faperta UGM

Sampai akhirnya saya janjian ketemu dengan Pak Nasih di labnya. Saya datang berdua dengan teman saya, Muhamat. Sesampai di sana saya senang sekali. Ternyata Pak Nasih adalah dosen yang masih muda, energik, dan banyak ide-ide segar. Tak berapa lama kami pun asik ngobrol tentang macam-macam. Mulai dari blog, menulis, kompos, biofertilizer, pupuk, dan literature.

Pak Nasih menyampaikan sesuatu yang sangat menarik bagi saya. Kebetulan spesialisasi Pak Nasih adalah masalah unsur karbon di dalam tanah. Pendapat Beliau (ini pendapat ahlinya…lho…) kalau saja kandungan bahan organik tanah bisa ditingkatkan sampai 5% saja, maka petani tidak perlu pupuk. “Lho..kenapa bisa begitu, Pak? “ Tanya saya menyelidik bercampur penasaran.

Kandungan bahan organik itu merupakan salah satu indicator kesuburan tanah. Dengan kandungan bahan organik yang tinggi, maka unsur-unsur lain akan diikat oleh bahan organik tersebut dan tersedia untuk tanaman. Perlu diketahui bahwa menurut Puslit Tanah (itu namanya yang dulu), kandungan bahan organik di tanah pertanian di Indonesia tidak lebih dari 2%. Apalagi dengan cara budidaya yang sangat intensif dan tidak memperhatikan pasokan bahan organik tanah, kandungan organik tanah semakin menipis. Akibatnya sangat banyak sekali, misalnya saja jumlah pupuk kimia yang diberikan harus semakin banyak.

Pak Nasih juga menunjukkan bahwa dia memiliki ribuan literature yang terkait dengan masalah kesuburan, termasuk biofertilizer, kompos, pupuk organik, dan lain-lain. Ini salah satu yang sangat saya suka, karena saya bisa ‘barter’ literature dengan Pak Nasih.
Saya berharap suatu saat nanti ada sesuatu yang dikerjakan bersama-sama antara saya dengan Pak Nasih. Insya Allah.

KOMPOS: Dari Tanah Kembali Ke Tanah


Catatan: Bahan ini digunakan untuk menjelaskan kompos pada petani, pekebun, atau masyarakat awam. Dibuat dengan bahasa yang lebih sederhana agar lebih mudah dipahami oleh petani. Semoga bermanfaat.


Silahkan lihat cara pembuatannya di Youtube:

Apa itu kompos?

Kompos atau humus adalah sisa-sisa mahluk hidup yang telah mengalami pelapukan, bentuknya sudah berubah seperti tanah dan tidak berbau. Kompos memiliki kandungan hara NPK yang lengkap meskipun persentasenya kecil. Kompos juga mengandung senyawa-senyawa lain yang sangat bermanfaat bagi tanaman.
Continue reading