Ide menarik pemanfaatan seresah tebu untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah

panen tebu bahan organik seresah

Panen tebu menyisakan bahan organik yang melimpah (Sumber

Manfaat pupuk organik padat, seperti: kompos, pupuk kandang, dll, sudah tidak diragukan lagi. Berbagai penelitian di seluruh penjuru dunia sudah membuktikan pengaruh positif dari pemberian bahan organik bagi produktivitas tanaman maupun perbaikan sifat fisik dan kimia tanah. Namun, penyediaan pupuk organik tidak lah selalu mudah. Salah satunya di lahan tebu.

Sumber bahan organik dari perkebunan tebu banyak sekali, seperti: seresah, sisa klethekan, blotong, dan abu ketel. Blotong dan abu ketel sudah banyak dimanfaatkan untuk pupuk organik oleh beberapa produsen pupuk organik. Nah, yang belum banyak dimanfaatkan dan seringkali cuma dibakar saja adalah seresah tebu. Seresah ini bisa berupa seresah sisa kletekkan dan seresah sisa panen tebu.

Saya pernah melakukan penelitian cukup intensif untuk mengkomposkan seresah tebu. Namun, hasilnya boleh dikatakan ‘gatot’ alias gagal total. Permasalahannya bukan karena seresah tebu susah dikomposkan atau Promi tidak manjur untuk seresah tebu, akan tetapi permasalahannya adalah ketersediaan air yang cukup untuk proses pengomposan seresah tebu. Proses pengomposan mutlak memerlukan kelembaban yang cukup, kurang lebih 60-70%. Jika kadar airnya kurang, proses pengomposan akan terhambat atau bahkan tidak berhasil sama sekali.

Saya pernah mencoba berbagai cara, ditaruh di atas permukaan tanah dengan ditutup plastik/terpal. Pernah juga mencoba dengan membuat lubang di dalam tanah. Pernah dicoba membuat rorakan. Tetap saja seresahnya sulit menjadi kompos. Ketika tumpukan seresah dibuka, terlihat masih utuh dan kering kerontang. Gagal.

Namun, saya mendapatkan cerita menarik untuk pemanfaatan seresah tebu oleh petani. Ceritanya ada teman yang bekerja sebagai pabrik gula di daerah Kediri, Jawa Timur. Ada seorang petani di daerah sana yang mencoba untuk memanfaatkan seresah ini sebagai pupuk organik. Caranya masih sederhana, tetapi menurut cerita dia hasilnya sudah mulai terlihat.

Caranya adalah dengan membuat rorakan di sepanjang sela barisan tanaman tebu. Sereah sisa kletekkan dimasukkan ke dalam rorakan tersebut. Ketika panen, seresah-seresah juga dimasukkan ke dalam rorakan ini. Ketika saatnya ‘pedot oyot’, rorakan ini akan tertutup dengan tanah. Seresah ini memang tidak segera menjadi kompos, maklum kondisinya kering. Proses pelapukan sereah berlangsung cukup lama, mungkin hingga musim tanam berikutnya. Untungnya, kondisi tanah di daerah tersebut cukup lembab. Jadi meskipun kering, tetapi tidak kering sekali.

Hasilnya baru terlihat di musim tanam berikutnya. Setelah beberapa kali melakukan praktek ini, tanaman tebu yang ditanam tumbuh bagus, kuantitinya meningkat, rendemennya juga meningkat. Vigor tanamannya bagus.

Belum ada studi ilmiah tentang ini, namun ‘kearifan lokal’ ini bisa menjadi faktor pendorong pemanfaatan seresah tebu sebagai pupuk organik. Petani tebu bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia, sekaligus meningkatkan produktivitas tanamannya.

Advertisements

One response to “Ide menarik pemanfaatan seresah tebu untuk meningkatkan kandungan bahan organik tanah

  1. waaahh ide bagus ini pak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s