Tag Archives: Arroyan

Morfologi Lithops

Lithops living stone morphologi

Bagian-bagian tanaman Lithops (Sumber: http://www.floweringstones.co.za/morphology/morphology.html)

Lithops atau living stone, kita terjemahkan saja sebagai ‘Batu Hidup’. Namun saya lebih suka menyebutnya dengan lithops saja, karena terdengar lebih keren. Lithops adalah sebuah tanaman dari keluarga sekulen yang unik. Bentuk tanamannya, bagian tanaman yang muncul dipermukaan, pada dasarnya adalah dua daun yang berlawanan. Tuhan Yang Maha Kuasa menciptakan kedua daun tanaman ini sangat tebal dan menyatu bagian-bagian tepi-tepinya, sehingga bentuknya mengerucut. Bagian bawah meruncing pada pertemuan akarnya, sedangkan bagian atasnya terbelah menjadi dua bagian yang kurang lebih sama besarnya, lobus. Sebagian besar spesies lithops bagian pinggir menyatu dari atas ke bawah, namun ada garis tipis di bagian atas.

Lithops living stone morphologi

Bentuk penampang samping Lithops (Sumber: http://www.floweringstones.co.za/morphology/morphology.html)

Advertisements

Akhirnya dapat Benih Tanaman ‘Living Stone’ atau Lithops


Baca juga: Lithops atau Living Stone | Benih Lithops atau Living Stone | Benih Lithops/Living Stone | Menanam Benih Lithops | Merawat Tanaman Lithops |


Terus terang kami kepincut dengan tanaman sekulen unik ‘Living Stone‘ atau Lithops. Dua minggu yang lalu kami putuskan untuk membeli benih tanaman ini secara on-line dari USA. Pesanan kami sudah datang. Benihnya kuecil-kuecil. Kami akan mencoba menanamnya.

Ada dua macam paket yang kami pesan. Paket pertama adalah mix living stone yang berisi kurang lebih 100 benih. Tapi benihnya campuran dari bermacam-macam lithops atau living stone. Kami pilih ini karena harganya relatif murah dan benihnya cukup banyak. Benih ini cocok untuk yang baru belajar menanam lithops seperti kami.

Paket kedua adalah lithops yang memiliki nama Lapidaria margaretae. Di fotonya bentuknya sangat unik, cantik dan mengemaskan. Karena itu kami pilih lithops ini. Harganya lebih mahal. Satu paket isi 30 benih.

Konon katanya menanam lithops sangat sulit dan perlu menunggu waktu yang cukup lama. Justru itulah tantangannya, kami sangat penasaran kepingin menanam living stone ini. Kalau percobaan pertama ini berhasil, kami akan pesan jenis-jenis lithops yang lainnya lagi.

Lithops adalah sejenis tanaman sekulen. Di Indonesia cukup banyak tanaman sekulen yang bisa hidup. Tanaman ini juga barasal dari Afrika Selatan. Posisinya tidak berbeda jauh dengan Indonesia. Kami juga punya beberapa tanaman sekulen. Berbekal pengalaman ini,kami yakin bisa menanam lithops atau living stone ini. Insha Allah.

Tunggu update selanjutnya ya.

Kalau Anda tertarik dengan benih lithops ini bisa menghubungi Arroyan 082135352399.

mix living stone seed lithops

Benih living stone campuran yang kami pesan seperti ini

Lapidaria margaretae seeds living stone lithops

Lapidaria margaretae seeds

Mengganti Media Tanaman Hias

Tanaman hias dalam pot akan tumbuh dan lama-kelamaan akarna akan memenuhi pot. Akarnya bisa menembus bagian bawah pot dan masuk ke tanah. Jika dibiarkan terus, tanah akan habis dan tanaman akan mulai kurus. Akhirnya bisa mati tanaman hias yang kita sayangi itu. Jika akar tanaman sudah mulai penuh, saatnya untuk menganti media tanahnya dengan yang baru dan mengganti potnya dengan pot yang sudah besar.

Media tanam yang dipakai tergantung pada jenis tanaman yang akan ditanam. Misalnya saja untuk tanaman kaktus, sebaiknya lebih banyak menggunakan pasir dan tanah saja. Tidak perlu diberi kompos, atau diberi sediki sekali. Kalau untuk tanaman suplir, sebainya menggunakan banyak kompos dan harus lembab Kalau untuk tanaman gantung, sebaiknya menggunakan media tanam yang ringan.

Kali ini Arroyan mencontohkan bagaimana mengganti media tanam tanaman sekulen yang akarnya sudah memenuhi pot. Caranya tidak sulit. Perlu hati-hati agar akarnya tidak rusak dan tanamannya tidak stress.

Selamat mencoba.

Menanam Biji Rambutan

Di depan rumah kami ada pohon rambutan. Buahnya manis banget, meski kulitnya masih hijau. Tahun lalu rambutan kami berbuah lebat. Kami bagi-bagikan ke tetangga-tetangga rumah. Tahun ini rambutannya berbuah sedikit. Kami menggumpulkan biji-biji rambutan tersebut. Sebagian kami semai dan kami tanam.

Arroyan suka menanam biji-biji rambutan ini. Caranya sangatlah mudah. Sebelumnya biji-bijian ini dikeringkan dahulu. Biji kering bisa disimpan dalam waktu yang cukup lama. Kalau mau ditanam biji-biji ini diletakkan di atas tanah yang gembur dan lembab. Dalam waktu beberapa hari biji-biji yang kita semai akan berkecambah. Jika daunnya sudah muncul dua lapis/dua payung. Tingginya kurang lebih 15 cm. Bibit ini dipindahkan ke pot yang lebih besar.

Arroyan menceritakan bagaimana cara dia memindahkan bibit-bibit ini. Potnya menggunakan gelas bekas minuman atau gelas bekas minuman apa saja. Bisa juga menggunakan tepat bekas PopMie atau mie gelas. Bisa juga menggunakan botol bekas air mineral yang dipotong. Terserah pakai apa saja boleh. Jangan lupa untuk memberi lubang pada dasar gelas-gelas ini. Lubang ini berfungsi untuk jalan air.

Bagian bawah pot diisi dengan pasir atau kerikil. Pasir dan kerikil ini berguna agar air lebih mudah untuk mengalir ke bawah melalui lubang-lubang yang sudah dibuat tadi. Kemudian diisi dengan media tanam sedikit saja. Media tanam yang digunakan adalah campuran dari tanah gembur, kompos, arang sekam, dan coco peat. Perbandinganya kira-kira satu satu.

Kemudian bibit diletakkan di dalam pot sambil diisi dengan tanah dengan hati-hati. Masukkan media tanam dengan hati-hati pula. Jangan sampai merusak akar-akarnya. Lakukan sampai tanahnya penuh menutupi seluruh leher akar. Tanah sedikit dipadatkan.

Jangan lupa untuk disiram. Secukupnya saja. Karena baru saja ditanam, letakkan pot tadi ditempat yang teduh dan cukup lembab. Bibit ini akan terus tumbuh besar. Jika ukurannya sudah kurang lebih 40cm. Bibit ini siap di tanam

Saat ini sedang musim rambutan dan durian. Kumpulkan saja bijinya dan ditanam.

Memperbanyak Tanaman Sekulen Bagian 2

Di posting sebelumnya Arroyan sudah mejelaskan tentang cara memperbanyak sekulen dengan daunnya. Posting kali ini Arroyan akan menjelaskan cara lain untuk memperbanyak sekulen, yaitu dengan memisahkan anakannya. Caranya juga mudah.

Tanaman sekulen yang sudah tua biasanya akan muncul anakan di sisi kanan dan kiri pangkal batangnya. Anakan-anakan ini bisa dipisahkan dan ditumbuhkan terpisah dari induknya. Anakan ini akan bisa tumbuh besar dan bisa digunakan sebagai indukan lagi.

Pemisahan anakan ini juga bermanfaat untuk memperbesar tanaman induknya. Jika tidak dipisahkan anakannya, induknya akan tetap kecil dan sulit untuk memjadi besar. Indukan yang bebas dari anakan akan bisa tumbuh membesar maksimal.

Media tanam yang digunakan sama seperti pada postingan sebelumnya, yaitu: sedikit kompos halus/kering, pasir, sekam bakar dan coco peat. Media tanam ini dicampur merata. Siapkan pot untuk menanam. Masukkan sedikit media tanam ke dalam pot. Selanjutnya anakan dimasukkan ke dalam pot tersebut. Tambahkan media tanam sehingga penuh. Jangan lupa untuk menyiram media tanam ini.

Memperbanyak Tanaman Sekulen

Arroyan menjelaskan cara mudah memperbanyak tanaman sekulen. Kebetulan ada beberapa tanaman sekulen yang dirusak oleh kuncing tetangga. Banyak daun-daunnya yang rontok. Nah, sekulen bisa diperbanyak dari daunnya ini. Caranya sangat mudah sekali. Kira-kira seperti ini.

Pertama, siapkan terlebih dahulu media tanamnya yang terdiri dari kompos kering halus, pasir, sekam bakar, coco peat dan pasir. Tanaman kaktus tidak perlu banyak tanah/kompos, jadi penambahan komposnya sedikit saja. Semua media dicampur jadi satu dan dimasukkan ke pot atau tempat penanaman yang lain.

Potongan daun itu di letakkan di atas media tanam itu. Sesekali dibasahi agar basah dan lembab. Dari ujung potongan daun akan muncul akar dan tunas-tunas baru. Tanaman sekulen ini akan mendapatkan makanan dari daunnya, jadi tidak perlu banyak diberi pupuk dan air. Penambahan air secukupnya saja. Kalau terlalu banyak justru akan membuat daunnya busuk dan mati.

Setelah muncul tunasnya dan sudah agak besar, tanaman sekulen bisa dipisahkan ke dalam pot-pot terpisah untuk dibesarkan. Tanaman sekulen tumbuh lambat, jadi perlu kesabaran untuk merawatnya.

Koleksi Tanaman Hias Arroyan

Kami punya beberapa koleksi tanaman hias. Arroyan menunjukkan beberapa koleksi tanaman hias kami. Tanaman hias yang kami suka sebagian besar adalah tanaman kaktus dan sekulen. Ada beberapa jenis sekulen dan kaktus, antara lain adalah: ekor cicak, ekor cicak sebra, beberapa jenis agave (sejenis lidah buaya), ada juga kaktus yang berduri tajam, kaktus ekor naga dan kaktus bulat yang bisa tumbuh sangat besar. Kami juga punya tanaman sekulen ‘jenggot musa’, tanaman unik yang tidak memiliki akar.

Kami juga punya tanaman bonsai kecil-kecil. Ada tiga pot. Kami suka bonsai yang kecil karena tidak banyak makan tempat. Bonsai ini bisa ditaruh di meja, di rak buku atau di tempat-tempat lain. Sesekali bonsai ini ditaruh diluar agar cukup mendapatkan sinar matahari.

Salah satu alasan kami menyukai sekulen dan kaktus karena perawatannya sangat mudah. Tanaman ini tidak perlu banyak disiram dan dipupuk. Menyiramnya kalau medianya kering saja. Dipupuknya juga setahun sekali. Tapi tanaman ini perlu tempat yang kering dan banyak mendapat sinar matahari. Kalau tempatnya terlalu lembab justru akan membuat tanaman ini busuk dan mati.

Ada juga tanaman yang kami tanam secara hidroponik sederhana. Tanaman itu kami taruh di stoples kaca. Di stoples ini kami beri ikan cupang. Kotoran ikan ini akan menjadi pupuk untuk tanamannya. Ikannya juga lebih suka kalau ada tanamannya, airnya menjadi lebih bersih dan tidak perlu sering diganti. Ikan juga akan memakan jentik-jentik nyamuk.

Pengalaman Kerja Pertama Arroyan; Jadi Pelayan Warung Bakso

royan membuat bakso

Royan sedang membuat mie ayam di warung bakso Cibereum 2

Liburan sekolah tahun ini bertepatan dengan libur puasa dan lebaran. Arroyan dan Abim libur cukup lama, lebih dari sebulan. Sayangnya, waktu liburan mereka lebih banyak diisi dengan kegiatan yang kurang bermanfaat: tidur, main game dan lihat YouTube. Sekali-kali mereka mengaji. Ini yang membuat saya dan Umminya anak-anak uring-uringan. Diarahkan untuk mengisi dengan kegiatan yang bermanfaat susah.

Saya berfikir bahwa anak-anak, terutama Arroyan harus diberi kegiatan yang lebih bermanfaat. Saya tahu Arroyan suka tantangan baru dan kegiatan yang ‘menantang’. Ketika di Gothenburg dulu, kalau liburan musim panas anak-anak seusia Royan bisa kerja parttime. Kerja apa saja dan mereka mendapatkan bayaran dari kerjaannya itu. Tapi di Indonesia kebiasaan seperti ini tidak ada. Di sini tidak ada liburan musim panas, dan ketika liburan masih banyak orang yang kerja, lowongan kerjaan juga sedikit. Lalu kerja apa ya Royan? pikir saya.

“Mas Royan, daripada kamu tidar-tidur aja, mendingan kerja saja. Malah dapat duit!”
“Aku kerja apa?”
“La kamu mau kerja apa?”
“Nggak tahu”.
“Ya sudah, nanti Abi cari informasi orang yang bisa ngasih kamu kerja”.
Continue reading

Jalan-jalan di hutan Taman Nasional Gunung Halimun

Salah satu kegiatan yang saya sukai adalah berjalan-jalan di hutan dan menikmati alam bebas. Ketika ada rencana kalau Kepanduan akan diadakan kegiatan menyusuri gunung Halimun, saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Terakhir saya naik ke Halimun tahun 2006 yang lalu. Sudah luama sekali.

Saya tanya ke panitia apakah Royan yang baru kelas 7 boleh ikut. Jawabannya boleh. Saya ajak Royan untuk ikut acara ini. Saya tahu Royan juga suka berpetualang di alam bebas.

Banyak yang mesti saya siapkan. Perlengkapan gunung saya entah ada di mana. Terpaksa saya mesti berhemat dan menabung untuk mendapatkan beberapa perlengkapan hiking. Terutama untuk Royan, karena dia belum punya sama sekali. Sebagian dari perlengkapan itu saya pinjam dari Green Camp, seperti tenda, sleeping bag, tas ransel, kompor gas portable, dan lainnha. Sisanya kami beli di Toko Kataraf langganan kami.

Untuk bekal kami beli di tok grosir Lestari Makmur yang harganya miring. Kami bawa Indomie berbagai macam rasa, Sarden, Cornet, minuman instant, biskuit, roti, permen. Kami bawa juga lontong dan beras. Jumlahnya lebih dar cukup untuk makan tiga hari.

Setelah di-packing ternyata bawaan kami berat. Bobot tas saya mungkin 25-30kgan. Tas Royan 15-20kgan. Berat untuk orang seumuran saya. Satu regu kami ada 8 orang. Regu saya ada tiga orang yg sdh uzur, saya, Pak Jo dan P Mig. Royan yang paling muda.

image

Kamu kumpul di halaman masjid at taufiq. Kata panitia ada 112 orang peserta. Setelah konsolidasi agak lama kira2 menjelang pukul 21 malam baru berangkat. Kami naik truk. Perjalanan semakin seru ketika turun hujan. Gede lagi hujannya.

Awalnya saya pikir kami akan naik ke puncak Halimun. Ternyata tidak. Kami menuju gerbang Taman Nasional Halimun Salak di desa Malasari, kec. Nanggung. Dari gerbang kami jalan kira2 4 jam menuju tempat peninapan pertama.

image

image

image

Royan dan Mobil-mobilannya

Mengajarkan membaca pada anak merupakan pekerjaan yang susah-susah gampang. Sifat mereka yang masih polos dan masih suka bermain-main adalah tantangan tersendiri. Dari buku-buku dan majalah yang kami baca, sebenarnya anak-anak bisa diajarkan membaca sejak masih bayi. Bahkan sejak mereka belum bisa berbicara sama sekali. Kami banyak membeli buku-buku agar anak-anak kami mencintai buku dan gemar membaca.

Continue reading