Royan dan Mobil-mobilannya

Mengajarkan membaca pada anak merupakan pekerjaan yang susah-susah gampang. Sifat mereka yang masih polos dan masih suka bermain-main adalah tantangan tersendiri. Dari buku-buku dan majalah yang kami baca, sebenarnya anak-anak bisa diajarkan membaca sejak masih bayi. Bahkan sejak mereka belum bisa berbicara sama sekali. Kami banyak membeli buku-buku agar anak-anak kami mencintai buku dan gemar membaca.


Pada waktu itu anak kami yang pertama, Ar Royan, sudah sekolah di TK kelas A. Royan sebenarnya bukan anak yang bodoh, tapi bukan juga yang paling cerdas di sekolah. Ya…. sedikit di atas rata-rata temannya. Sayangnya Royan malas kalau disuruh belajar. Apalagi belajar membaca dan menulis. Mungkin karena waktu itu dia masih berumur 4,5 tahun, masih agak kecil dan masih suka main-main. Salah satu mainan kesukaan Royan adalah mobil-mobilan, tetapi meskipun begitu saya batasi jumlah mainannya. Royan punya satu keinginan, yaitu memiliki mobil-mobilan remote control yang besar. Keinginan itu muncul pada waktu berkunjung ke rumah Dedek Rizki, Anak kakak iparku. Waktu itu kami berkunjung ke rumah Dedek Rizki yang ada di Lenteng Agung, Depok. Royan seneng sekali, karena Dedek Rizki punya mainan yang banyak. Dan mainan yang paling disukainya adalah mobil-mobilan yang paling besar dan ada remote control-nya.

Kami pindah ke rumah baru, rumah kami sendiri. Royan juga pindah sekolah ke TK yang tidak jauh dari rumah kami. Di sini tidak jauh berbeda dengan waktu di sekolah lama. Royan masih susah kalau diajari memembaca. Segala cara kami coba untuk mengajari Royan membaca. Gurunya di sekolah melaporkan jika kemampuan membaca Royan tidak mengembirakan. Kami coba membeli buku-buku pelajaran membaca untuk anak TK. Ada beberapa judul buku yang kami beli. Selain itu kami membeli juga CD palajaran membaca dan CD-CD palajaran untuk anak TK lainnya. Masih saja Royan kurang semangat belajar membaca.

Kemudian saya ingat kalau Royan sangat ingin punya mobil-mobilan besar dengan remote control. Saya coba rayu dia, saya janjikan kalau Royan bisa membaca akan dibelikan mobil-mobilan besar yang ada remote control-nya.

“Mas Royan, kalau Mas Royan bisa membaca dengan lancar, Abi akan belikan Mas Royan mobil-mobilan yang besar dan ada remote control-nya”, janjiku ke Royan.

“Iya..iya….Mas Royan mau…..”, sahutnya dengan penuh kegirangan.

Sejak saat itu tanpa disuruh Royan selalu minta diajari membaca. Selesai belajar membaca saya beri dia uang untuk ditabung. Uang ini akan digunakan untuk membeli mobil remote control impiannya. Tidak lebih dari satu atau satu setengah bulan, Royan sudah bisa membaca dengan cukup lancar. Memang masih agak terbata-bata dan belum bisa mengucapkan beberapa kata yang sulit. Inilah saatnya memenuhi janjiku pada Royan, pikirku. Tabungan itu kami buka dan kami pergi ke toko membeli mainan impiannya. Royan sangat senang dengan mainannya. Namun yang lebih menyenangkan kami adalah Royan semakin bersemangat belajar membaca.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s