Tag Archives: hias

Membuat Tanaman Variagata dengan Perlakuan Hormon/ZPT

Antrurium variagata (foto dari Google.com)

Antrurium variagata (foto dari Google.com)

Variagata adalah cacat pada tanaman yang berupa belang putih/kuning pada tanaman. Belang-belang ini terjadi karena mutasi genetik di mana tanaman gagal membentuk pigmen. Tanaman hias yang mengalami variagata memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada tanaman normal. Variagata bisa terjadi secara alami dan bersifat permanen atau bisa dibuat dengan melakukan treatment hormon/ZPT (zat pengatur tumbuh) tanaman. Variagata yang dibuat dengan perlakuan hormon bisa bersifat temporer (sementara) dan bisa juga bersifat permanen.

Beberapa hormon yang digunakan untuk membuat tanaman variagata adalah hormon strepson, colchicine, 2.4-D dan streptomycin (antibiotik). Cara aplikasinya adalah dengan menyemprotkan hormon tanaman atau kombinasi beberapa hormon tanaman pada daun dengan dosis tertentu. Interval penyemprotan bisa setiap hari hingga tiga hari sekali hingga terbentuk daun variagata.

Continue reading

Advertisements

Morfologi Lithops

Lithops living stone morphologi

Bagian-bagian tanaman Lithops (Sumber: http://www.floweringstones.co.za/morphology/morphology.html)

Lithops atau living stone, kita terjemahkan saja sebagai ‘Batu Hidup’. Namun saya lebih suka menyebutnya dengan lithops saja, karena terdengar lebih keren. Lithops adalah sebuah tanaman dari keluarga sekulen yang unik. Bentuk tanamannya, bagian tanaman yang muncul dipermukaan, pada dasarnya adalah dua daun yang berlawanan. Tuhan Yang Maha Kuasa menciptakan kedua daun tanaman ini sangat tebal dan menyatu bagian-bagian tepi-tepinya, sehingga bentuknya mengerucut. Bagian bawah meruncing pada pertemuan akarnya, sedangkan bagian atasnya terbelah menjadi dua bagian yang kurang lebih sama besarnya, lobus. Sebagian besar spesies lithops bagian pinggir menyatu dari atas ke bawah, namun ada garis tipis di bagian atas.

Lithops living stone morphologi

Bentuk penampang samping Lithops (Sumber: http://www.floweringstones.co.za/morphology/morphology.html)

Benih Lithops Mulai Tumbuh

Alhamdulillah. Royan senang sekali. Benih lithops yg ditanamnya sudah mulai tumbuh. Sebagian benih sudah mulai tumbuh pada usia 5-7 hari setelah semai. Bentuknya masih kecil-kecil dan mungil. Meski kecil, sudah terlihat jika tanaman kecil ini adalah bibit lithops. Ciri khasnya jelas terlihat.

Ternyata menanam benih lithops atau living stone tidak lah sulit. Hanya perlu kesabaran dan ketekunan.

Semoga tanaman-tanaman mungil ini bisa tumbuh besar menjadi tanaman living stone yang unik dan indah.

sprout of lithops living stone seed

sprout of lithops/living stone

sprout of lithops living stone seed

sprout of lithops/living stone

sprout of lithops living stone seed

sprout of lithops/living stone

sprout of lithops living stone seed

sprout of lithops/living stone

Benih Lithops umur dua bulan.

Benih Lithops umur dua bulan.

Benih Lithops umur dua bulan.

Benih Lithops umur dua bulan.

Benih Lithops umur dua bulan.

Benih Lithops umur dua bulan.

Akhirnya dapat Benih Tanaman ‘Living Stone’ atau Lithops


Baca juga: Lithops atau Living Stone | Benih Lithops atau Living Stone | Benih Lithops/Living Stone | Menanam Benih Lithops | Merawat Tanaman Lithops |


Terus terang kami kepincut dengan tanaman sekulen unik ‘Living Stone‘ atau Lithops. Dua minggu yang lalu kami putuskan untuk membeli benih tanaman ini secara on-line dari USA. Pesanan kami sudah datang. Benihnya kuecil-kuecil. Kami akan mencoba menanamnya.

Ada dua macam paket yang kami pesan. Paket pertama adalah mix living stone yang berisi kurang lebih 100 benih. Tapi benihnya campuran dari bermacam-macam lithops atau living stone. Kami pilih ini karena harganya relatif murah dan benihnya cukup banyak. Benih ini cocok untuk yang baru belajar menanam lithops seperti kami.

Paket kedua adalah lithops yang memiliki nama Lapidaria margaretae. Di fotonya bentuknya sangat unik, cantik dan mengemaskan. Karena itu kami pilih lithops ini. Harganya lebih mahal. Satu paket isi 30 benih.

Konon katanya menanam lithops sangat sulit dan perlu menunggu waktu yang cukup lama. Justru itulah tantangannya, kami sangat penasaran kepingin menanam living stone ini. Kalau percobaan pertama ini berhasil, kami akan pesan jenis-jenis lithops yang lainnya lagi.

Lithops adalah sejenis tanaman sekulen. Di Indonesia cukup banyak tanaman sekulen yang bisa hidup. Tanaman ini juga barasal dari Afrika Selatan. Posisinya tidak berbeda jauh dengan Indonesia. Kami juga punya beberapa tanaman sekulen. Berbekal pengalaman ini,kami yakin bisa menanam lithops atau living stone ini. Insha Allah.

Tunggu update selanjutnya ya.

Kalau Anda tertarik dengan benih lithops ini bisa menghubungi Arroyan 082135352399.

mix living stone seed lithops

Benih living stone campuran yang kami pesan seperti ini

Lapidaria margaretae seeds living stone lithops

Lapidaria margaretae seeds

Mengganti Media Tanaman Hias

Tanaman hias dalam pot akan tumbuh dan lama-kelamaan akarna akan memenuhi pot. Akarnya bisa menembus bagian bawah pot dan masuk ke tanah. Jika dibiarkan terus, tanah akan habis dan tanaman akan mulai kurus. Akhirnya bisa mati tanaman hias yang kita sayangi itu. Jika akar tanaman sudah mulai penuh, saatnya untuk menganti media tanahnya dengan yang baru dan mengganti potnya dengan pot yang sudah besar.

Media tanam yang dipakai tergantung pada jenis tanaman yang akan ditanam. Misalnya saja untuk tanaman kaktus, sebaiknya lebih banyak menggunakan pasir dan tanah saja. Tidak perlu diberi kompos, atau diberi sediki sekali. Kalau untuk tanaman suplir, sebainya menggunakan banyak kompos dan harus lembab Kalau untuk tanaman gantung, sebaiknya menggunakan media tanam yang ringan.

Kali ini Arroyan mencontohkan bagaimana mengganti media tanam tanaman sekulen yang akarnya sudah memenuhi pot. Caranya tidak sulit. Perlu hati-hati agar akarnya tidak rusak dan tanamannya tidak stress.

Selamat mencoba.

Koleksi Bonsai Mini

Bonsai adalah tanaman hias yang unik. Bonsai dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai miniatur tanaman besar-besar yang di hutan. Bonsai ini mengobati kerinduan orang akan suasana berada di hutan belantara. Bagi orang-orang tertentu, tanaman besar yang kokoh tampak menarik dan artistik. Namun, ada sebagian orang juga yang takut dengan tanaman yang besar-besar.

Bonsai ini dibuat seperti tanaman yang besar-besar itu, tetapi bentuk dan ukurannya mini. Karena ukurannya mini, bonsai tidak makan tempat dan bisa diletakkan di dalam ruangan. Kami memiliki tiga koleksi tanaman bonsai yang masin di-training, bonsai mini yang belum jadi. Kami pilih yang berukuran kecil, karena rumah kami kecil. Tidak banyak ruangan yang kami miliki. Bonsai mini ini bisa diletakkan di teras kami yang tidak begitu luas. Bonsai ini juga bisa diletakka di meja tamu atau di rak buku.

Merawat bonsai susah-susah gampang, apalagi kami tidak punya pengalaman membuat bonsai. Pernah bonsai kami daunnya menjadi besar-besar. Setelah kami tanyakan ternyata bonsainya kebanyakan pupuk. Bonsai dibuat sedemikian rupa sehingga tumbuhnya sangat lambat dan kerdil, jadi tidak perlu banyak pupuk. Tanahnya pun dibuat minimalis.

Punya tanaman bonsai asik juga. Kalau kami bosan tinggal lihat-lihat tanaman bonsai ini sambil membayangkan sedang berada di alam liar atau hutan belantara. Asik. Coba saja.

Memperbanyak Tanaman Sekulen

Arroyan menjelaskan cara mudah memperbanyak tanaman sekulen. Kebetulan ada beberapa tanaman sekulen yang dirusak oleh kuncing tetangga. Banyak daun-daunnya yang rontok. Nah, sekulen bisa diperbanyak dari daunnya ini. Caranya sangat mudah sekali. Kira-kira seperti ini.

Pertama, siapkan terlebih dahulu media tanamnya yang terdiri dari kompos kering halus, pasir, sekam bakar, coco peat dan pasir. Tanaman kaktus tidak perlu banyak tanah/kompos, jadi penambahan komposnya sedikit saja. Semua media dicampur jadi satu dan dimasukkan ke pot atau tempat penanaman yang lain.

Potongan daun itu di letakkan di atas media tanam itu. Sesekali dibasahi agar basah dan lembab. Dari ujung potongan daun akan muncul akar dan tunas-tunas baru. Tanaman sekulen ini akan mendapatkan makanan dari daunnya, jadi tidak perlu banyak diberi pupuk dan air. Penambahan air secukupnya saja. Kalau terlalu banyak justru akan membuat daunnya busuk dan mati.

Setelah muncul tunasnya dan sudah agak besar, tanaman sekulen bisa dipisahkan ke dalam pot-pot terpisah untuk dibesarkan. Tanaman sekulen tumbuh lambat, jadi perlu kesabaran untuk merawatnya.

Koleksi Tanaman Hias Arroyan

Kami punya beberapa koleksi tanaman hias. Arroyan menunjukkan beberapa koleksi tanaman hias kami. Tanaman hias yang kami suka sebagian besar adalah tanaman kaktus dan sekulen. Ada beberapa jenis sekulen dan kaktus, antara lain adalah: ekor cicak, ekor cicak sebra, beberapa jenis agave (sejenis lidah buaya), ada juga kaktus yang berduri tajam, kaktus ekor naga dan kaktus bulat yang bisa tumbuh sangat besar. Kami juga punya tanaman sekulen ‘jenggot musa’, tanaman unik yang tidak memiliki akar.

Kami juga punya tanaman bonsai kecil-kecil. Ada tiga pot. Kami suka bonsai yang kecil karena tidak banyak makan tempat. Bonsai ini bisa ditaruh di meja, di rak buku atau di tempat-tempat lain. Sesekali bonsai ini ditaruh diluar agar cukup mendapatkan sinar matahari.

Salah satu alasan kami menyukai sekulen dan kaktus karena perawatannya sangat mudah. Tanaman ini tidak perlu banyak disiram dan dipupuk. Menyiramnya kalau medianya kering saja. Dipupuknya juga setahun sekali. Tapi tanaman ini perlu tempat yang kering dan banyak mendapat sinar matahari. Kalau tempatnya terlalu lembab justru akan membuat tanaman ini busuk dan mati.

Ada juga tanaman yang kami tanam secara hidroponik sederhana. Tanaman itu kami taruh di stoples kaca. Di stoples ini kami beri ikan cupang. Kotoran ikan ini akan menjadi pupuk untuk tanamannya. Ikannya juga lebih suka kalau ada tanamannya, airnya menjadi lebih bersih dan tidak perlu sering diganti. Ikan juga akan memakan jentik-jentik nyamuk.

Living Stone, Batu Hidup yang Unik dan Cantik

Tanaman sekulen 'Batu Hidup' yang cantik dan unik.

Tanaman sekulen ‘Batu Hidup’ yang cantik dan unik.

Royan dan Umminya lagi pingin nanam tanaman sekulen ‘Living Stone’ atau batu hidup. Kami melihatnya satu ketika bermain ke Kebun Raya Cibodas. Tanaman ini memang unik dan cantik. Sayangnya tidak ada yang jual di Cibodas. Memang tanaman ini bukan tanaman asli Indonesia.


Baca juga: Lithops atau Living Stone | Benih Lithops atau Living Stone | Benih Lithops/Living Stone | Menanam Benih Lithops | Merawat Tanaman Lithops |


Tanaman ini dinamakan sebagai ‘living stone’ atau batu hidup karena bentuknya yang sangat mirip batu. Di habitat aslinya tanaman ini hidup di daerah yang kering dan berbatuan. Hidup diantara batu-batu. Tapi batu ini adalah tanaman, jadi disebut batu hidup.

Tanaman sekulen 'Batu Hidup' yang cantik dan unik.

Tanaman sekulen ‘Batu Hidup’ yang cantik dan unik.


Continue reading

Insipirasi Pot Tanaman dari Barang Bekas

Kalau anda suka menanam dan suka berkebun. Anda bisa membuat pot tanaman yang cantik dari barang-barang bekas Anda. Video YouTube di atas bisa menjadi inspirasi membuat pot-pot tanaman yang cantik dengan menggunakan barang-barang bekas.

Silahkan dicoba.