Tag Archives: bibit

Benih Lithops Mulai Tumbuh

Alhamdulillah. Royan senang sekali. Benih lithops yg ditanamnya sudah mulai tumbuh. Sebagian benih sudah mulai tumbuh pada usia 5-7 hari setelah semai. Bentuknya masih kecil-kecil dan mungil. Meski kecil, sudah terlihat jika tanaman kecil ini adalah bibit lithops. Ciri khasnya jelas terlihat.

Ternyata menanam benih lithops atau living stone tidak lah sulit. Hanya perlu kesabaran dan ketekunan.

Semoga tanaman-tanaman mungil ini bisa tumbuh besar menjadi tanaman living stone yang unik dan indah.

sprout of lithops living stone seed

sprout of lithops/living stone

sprout of lithops living stone seed

sprout of lithops/living stone

sprout of lithops living stone seed

sprout of lithops/living stone

sprout of lithops living stone seed

sprout of lithops/living stone

Benih Lithops umur dua bulan.

Benih Lithops umur dua bulan.

Benih Lithops umur dua bulan.

Benih Lithops umur dua bulan.

Benih Lithops umur dua bulan.

Benih Lithops umur dua bulan.

Advertisements

Menanam Biji Rambutan

Di depan rumah kami ada pohon rambutan. Buahnya manis banget, meski kulitnya masih hijau. Tahun lalu rambutan kami berbuah lebat. Kami bagi-bagikan ke tetangga-tetangga rumah. Tahun ini rambutannya berbuah sedikit. Kami menggumpulkan biji-biji rambutan tersebut. Sebagian kami semai dan kami tanam.

Arroyan suka menanam biji-biji rambutan ini. Caranya sangatlah mudah. Sebelumnya biji-bijian ini dikeringkan dahulu. Biji kering bisa disimpan dalam waktu yang cukup lama. Kalau mau ditanam biji-biji ini diletakkan di atas tanah yang gembur dan lembab. Dalam waktu beberapa hari biji-biji yang kita semai akan berkecambah. Jika daunnya sudah muncul dua lapis/dua payung. Tingginya kurang lebih 15 cm. Bibit ini dipindahkan ke pot yang lebih besar.

Arroyan menceritakan bagaimana cara dia memindahkan bibit-bibit ini. Potnya menggunakan gelas bekas minuman atau gelas bekas minuman apa saja. Bisa juga menggunakan tepat bekas PopMie atau mie gelas. Bisa juga menggunakan botol bekas air mineral yang dipotong. Terserah pakai apa saja boleh. Jangan lupa untuk memberi lubang pada dasar gelas-gelas ini. Lubang ini berfungsi untuk jalan air.

Bagian bawah pot diisi dengan pasir atau kerikil. Pasir dan kerikil ini berguna agar air lebih mudah untuk mengalir ke bawah melalui lubang-lubang yang sudah dibuat tadi. Kemudian diisi dengan media tanam sedikit saja. Media tanam yang digunakan adalah campuran dari tanah gembur, kompos, arang sekam, dan coco peat. Perbandinganya kira-kira satu satu.

Kemudian bibit diletakkan di dalam pot sambil diisi dengan tanah dengan hati-hati. Masukkan media tanam dengan hati-hati pula. Jangan sampai merusak akar-akarnya. Lakukan sampai tanahnya penuh menutupi seluruh leher akar. Tanah sedikit dipadatkan.

Jangan lupa untuk disiram. Secukupnya saja. Karena baru saja ditanam, letakkan pot tadi ditempat yang teduh dan cukup lembab. Bibit ini akan terus tumbuh besar. Jika ukurannya sudah kurang lebih 40cm. Bibit ini siap di tanam

Saat ini sedang musim rambutan dan durian. Kumpulkan saja bijinya dan ditanam.

Memanfaatkan tempat bekas telur untuk persemaian

Pelatihan Kultur Jaringan di PPBBI

Aplikasi Hormon atau ZPT (zat pengatur tumbuh) Tanaman untuk Bibit Jahe

bibit jahe sehat

Bibit jahe (zingiber officinale) yang bagus dan sehat, bebas dari hama dan penyakit


Bukti ilmiah pengaruh aplikasi hormon (zpt) giberelin terhadap produktivitas jahe


Salah satu kunci sukses budidaya jahe adalah pemilihan bibit yang bagus, sehat dan varietas unggul. Varietas unggul penting banget, karena bibit unggul dengan produktivitas tinggi menjadi salah satu jaminan jika produksinya akan tinggi. Secara genetik varietas unggul memiliki potensi produksi yang tinggi. Syarat penting kedua berikutnya adalah bebas dari hama dan penyakit. Bibit bisa menjadi salah satu cara penularan dan penyebaran hama dan penyakit. Bibit jahe yang kelihatan sehat, tetapi jika ditanam di lahan yang terserang penyakit bisa menjadi carrier pembawa penyakit. Hama juga sama, beberapa hama seperti kutu dan nematoda bisa ditularkan melalui bibit.

Nah, syarat yang tidak kalah pentingnya adalah bibit yang sehat dan bagus. Di posting sebelumnya saya sudah menyampaikan tentang ciri tunas yang bagus, yaitu tunas yang sedang dan kecil dari rimpang yang gemuk. (bada di link ini: Tips memilih bibit jahe dari bentuk tunasnya). Bibit dan tunas jahe yang sehat bisa dirangsang dengan mengaplikasikan hormon atau zat pengatur tumbuh (zpt) tanaman. Aplikasi hormon dan zpt pada awalnya banyak digunakan di dalam kultur jaringan jahe. Namun, ternyata aplikasi hormon juga bisa digunakan pada persiapan bibit jahe. Aplikasi hormon ini dapat memecah dormansi tunas jahe, merangsang pembelahan sel-sel embrio, pertumbuhan tunas, sehingga tunas yang dihasilkan tumbuh seragam, serempak dan sehat. Aplikasi hormon atau zpt dilakukan setelah perlakuan dormansi rimpang jahe.

Hormon yang bisa memecah dormansi tunas jahe adalah sitokinin dan giberelin. Hormon auksin sudah lama sekali diketahui merangsang munculnya tunas-tunas dan percabangan baru. Ketiga hormon ini masing-masing, sendiri-sendiri maksudnya bukan dijadikan satu sekaligus, bisa merangsang pertumbuhan tunas jahe. Selain itu, aplikasi larutan gula/sukrosa juga bisa merangsang dan memecah dormansi bibit jahe.

Cara aplikasinya adalah dengan merendam bibit jahe tua dengan larutan hormon. Ada beberapa konsentrasi hormon atau zpt yang disarankan yang berkisar antara 100 – 160 ppm. Direndam dalam waktu yang cukup lama sampai hormon bisa masuk ke dalam rimpang. Setelah itu, rimpang jahe ditiriskan hingga tidak menetes lagi airnya. Jahe yang sudah diberi perlakuan hormon ini baru diperam hingga muncul tunas-tunasnya. Tunas akan segera muncul dan rellatif seragam.

Selamat mencoba.

Silahkan klik gambar di bawah ini jika Anda membutuhkan hormon tanaman/zpt.

hormon tanaman zpt

Standard Prosedur Operasional Budidaya Jahe – Balitro


Baca juga:

Semuanya tentang Jahe
Pupuk Anorganik Khusus Jahe
Hormon/ZPT Giberelin untuk Jahe
Hormon/ZPT untuk Bibit Jahe
Hormon/ZPT untuk Menghambat Tunas Jahe
Penggunaan Mikroba Trichoderma sp untuk Tanaman Jahe


Tip Memilih Bibit Jahe dari Bentuk Tunasnya

image

Benih Jahe Gajah

image

Pemilihan bibit jahe yang baik adalah salah satu langkah awal untuk sukses dalam budidaya jahe. Jika bibit jahe yang dipilih baik, maka hasil yang bagus pun sudah jadi jaminan. Pemilihan bibit jahe yang bagus bisa dilihat dari bentuk tunasnya. Mana menurut Anda bibit jahe yang bagus? Yang gendut atau yang kurus?

Langkah pertama yang penting dalam memilih bibit/benih jahe adalah bibit/benih harus bebas hama dan penyakit. Cek dulu apakah ada kutu. Benih yang kurang bersih biasanya ada kutunya. Kutu ini menyebabkan benih bercak-bercak dan bopeng2 kecil. Kalau tidak dibersihkan bisa menjadi jalan masuknya penyakit. Kulit yang luka akan lebih mudah terserang penyakit.

Bentuk benih yang sehat adalah benih jahe yang “nyempluk”, gendut, berisi. Apalagi jahe gajah, harus yang besar. Jangan pilih yang kecil dan kurus. Rimpang yang gendut menandakan banyaknya cadangan makanan untuk pertumbuhan bibit jahenya kelak. Lihat gambar di bawah ini.

image

Benih jahe yang gendut dan tunasnya sedikit lebih baik daripada benih yang kurus dan bertunas banyak. Cadangan makanan yang banyak hanya untuk memberi ‘makan’ satu saja. Coba kalau cadangan makanannya sedikit mesti memberi makan pada bibit yang banyak. Bibitnya akan kekurangan makanan.

Continue reading

Stevia: Perbanyakan Stevia Pemanis Alami Non-Kalori

image

Ada beberapa cara perbanyakan tanaman stevia, yaitu secara generatif dan vegetatif. Perbanyakan tanaman secara generatif adalah cara konvensional yang mudah, yaitu dengan biji. Pertama kali stevia ditanam di Indonesia adalah dengan biji. Biji stevia dibawa dari Jepang dan ditanam di Tawangmangu.

Biji stevia berkecambah paling baik pada suhu 20oC. Dingin.Daya kecambah biji stevia menurun dengan meningkatnya suhu. Perkecambahan biji stevia dilakukan dengan cara sebagai berikut:
– biji ditaburkan pada tanah lembab di dalam bak plasik.
– bak plastik ditutup dengan plastik putih yang diberi lubang untuk aerasi dan ditempatkan di tempat yang teduh.
– satu bulan kemudian biji akan berkecambah dan akan muncul dua daun kecil.
– bibit kecil stevia ini kemudian dipindahkan ke polybag atau gelas plastik kecil.
– bibit dipelihara hingga siap dipindahkan ke lapang setelah tingginya kira2 15 cm.

Perkembangbiakan secara vegetatif adalah dengan stek batang/cabang berdaun dan kultur jaringan. Stek batang diambil dari batang atas dengan 5-6 pasang daun. Batang dicelupkan ke larutan fungisida dan perangsang akar. Batang ditanam pada media tanam dengan campuran top soil dan pupuk kandang (3:1). Stek disiram dengan air secukupnya. Stek disungkup plastik transparan selama 2 minggu. Setelah itu sungkup dibuka. Stek batang siap ditanam pada umur 21 hari.

Penyediaan bibit dengan kultur jaringan dilakukan untuk penyediaan bibit dalam skala besar/ribuan yang sulit dipenuhi dengan biji atau stek batang.

Sumber: tulisan lama Pak Dendy Suhendi