Tag Archives: hormon

Pengenceran Hormon Pekatan (ZPT)

File ini bisa juga didownload di link berikut ini: PENGENCERAN HORMON TANAMAN

Literatur Tentang Penggunaan Hormon Tanaman dalam Produksi Tanaman

Untuk teman-teman yang suka belajar dan ingin mempelajari tentang penggunaan hormon tanaman pada budidaya tanaman silahkan download literatur ini.

HORMON TANAMAN

auksin sitokinin giberelin

Video Penjelasan ZPT/Hormon Tanaman Auksin

Video YouTube.com ini menjelaskan tentang peranan hormon auksin pada tanaman. Penjelasannya jelas, singkat, dan mudah dimengerti.

Silahkan klik gambar di bawah ini jika Anda membutuhkan hormon tanaman/zpt.

hormon tanaman zpt

Video Penjelasan Tentang Hormon Tanaman

Hormon tanaman lebih mudah dijelaskan dengan gambar atau animasi. Video YouTube di atas menjelaskan tentang hormone-hormone utama tanaman dan peranannya pada pengaturan pertumbuhan tanaman.

Silahkan klik gambar di bawah ini jika Anda membutuhkan hormon tanaman/zpt.

hormon tanaman zpt

Bukti Ilmiah Penggunaan Hormon (ZPT) Giberelin untuk Jahe

Jahe Gajah

Rimpang Jahe Gajah yang tumbuh maksimal

Di artikel sebelumnya (baca di: Panduan Aplikasi Giberelin pada Jahe) saya menyampaikan tentang panduan aplikasi giberelin (GA3) untuk tanaman jahe. Sebenarnya sudah banyak penelitian dan percobaan yang mencoba menggunakan dan mencari hormon atau zpt apa yang cocok untuk tanaman jahe. Salah satunya yang sudah berhasil adalah pemakaian hormon/ZPT GA3 atau giberelin dengan konsentrasi tinggi (150ppm). Hasilnya sangat mengejutkan. Produksi rimpang segar jahe gajah adalah sebesar 69.86 ton/ha dibandingkan kontrol yang mencapai 45.6 ton per ha. Artinya, bahwa aplikasi hormon giberelin dengan konsentrasi tinggi pada awal fase pertumbuhan cepat dan fase pembesaran rimpang (baca: fase-fase pertumbuhan jahe) dapat meningkatkan produksi rimpang jahe segar secara signifikan. Berikut artikel aslinya:

Aplikasi Hormon atau ZPT (zat pengatur tumbuh) Tanaman untuk Bibit Jahe

bibit jahe sehat

Bibit jahe (zingiber officinale) yang bagus dan sehat, bebas dari hama dan penyakit


Bukti ilmiah pengaruh aplikasi hormon (zpt) giberelin terhadap produktivitas jahe


Salah satu kunci sukses budidaya jahe adalah pemilihan bibit yang bagus, sehat dan varietas unggul. Varietas unggul penting banget, karena bibit unggul dengan produktivitas tinggi menjadi salah satu jaminan jika produksinya akan tinggi. Secara genetik varietas unggul memiliki potensi produksi yang tinggi. Syarat penting kedua berikutnya adalah bebas dari hama dan penyakit. Bibit bisa menjadi salah satu cara penularan dan penyebaran hama dan penyakit. Bibit jahe yang kelihatan sehat, tetapi jika ditanam di lahan yang terserang penyakit bisa menjadi carrier pembawa penyakit. Hama juga sama, beberapa hama seperti kutu dan nematoda bisa ditularkan melalui bibit.

Nah, syarat yang tidak kalah pentingnya adalah bibit yang sehat dan bagus. Di posting sebelumnya saya sudah menyampaikan tentang ciri tunas yang bagus, yaitu tunas yang sedang dan kecil dari rimpang yang gemuk. (bada di link ini: Tips memilih bibit jahe dari bentuk tunasnya). Bibit dan tunas jahe yang sehat bisa dirangsang dengan mengaplikasikan hormon atau zat pengatur tumbuh (zpt) tanaman. Aplikasi hormon dan zpt pada awalnya banyak digunakan di dalam kultur jaringan jahe. Namun, ternyata aplikasi hormon juga bisa digunakan pada persiapan bibit jahe. Aplikasi hormon ini dapat memecah dormansi tunas jahe, merangsang pembelahan sel-sel embrio, pertumbuhan tunas, sehingga tunas yang dihasilkan tumbuh seragam, serempak dan sehat. Aplikasi hormon atau zpt dilakukan setelah perlakuan dormansi rimpang jahe.

Hormon yang bisa memecah dormansi tunas jahe adalah sitokinin dan giberelin. Hormon auksin sudah lama sekali diketahui merangsang munculnya tunas-tunas dan percabangan baru. Ketiga hormon ini masing-masing, sendiri-sendiri maksudnya bukan dijadikan satu sekaligus, bisa merangsang pertumbuhan tunas jahe. Selain itu, aplikasi larutan gula/sukrosa juga bisa merangsang dan memecah dormansi bibit jahe.

Cara aplikasinya adalah dengan merendam bibit jahe tua dengan larutan hormon. Ada beberapa konsentrasi hormon atau zpt yang disarankan yang berkisar antara 100 – 160 ppm. Direndam dalam waktu yang cukup lama sampai hormon bisa masuk ke dalam rimpang. Setelah itu, rimpang jahe ditiriskan hingga tidak menetes lagi airnya. Jahe yang sudah diberi perlakuan hormon ini baru diperam hingga muncul tunas-tunasnya. Tunas akan segera muncul dan rellatif seragam.

Selamat mencoba.

Silahkan klik gambar di bawah ini jika Anda membutuhkan hormon tanaman/zpt.

hormon tanaman zpt

Pola dan Kebutuhan Makan (pupuk) Tanaman Jahe

Semua mahluk hidup membutuhkan asupan makanan, termasuk tanaman. Makanan untuk tanaman adalah hara mineral alias pupuk. Tanaman ‘makan’ (maksudnya ‘menyerap’) sari pati makanan dari dalam tanah dengan menggunakan akar-akarnya. Jadi akar tanaman itu ibarat mulutnya tanaman. Namun, tanaman juga memiliki mulut yang letaknya di daun. Mulut ini disebut dengan ‘stomata’ alias mulut daun. Mulut daun juga bisa digunakan untuk menyerap saripati makanan dan udara (CO2 dan O2). Karena ‘mulut daun’ juga digunakan untuk menyerap udara, ‘mulut daun’ ibarat ‘hidungnya tanaman’. Tanaman berbeda dengan mahluk lain dalam hal makan. ‘Makanan’ tanaman alias pupuk diserap dalam bentuk mineral, karena itu orang juga sering menyebutnya saripati makanan.

‘Makanan’ alias pupuk tadi ada beberapa macam, yang sering dibagi menjadi dua kelompok utama. Gampangnya, ‘gizi’ tanaman ada dua macam, yaitu: ‘gizi’ makro dan ‘gizi’ mikro. ‘Gizi’ makro adalah saripati makanan yang dibutuhkan dalam jumlah besar, sedangkan mikro adalah saripati makanan yang dibutuhkan dalam jumlah suedikit zekali. ‘Gizi’ makro yang dibutuhkan tanaman adalah N alias nitrogen, P alias fosfor, K alias potasium atau kalium, Ca alias calsium atau kapur dan Mg atau magnesium. Nah, sedangkan ‘gizi’ mikro hanya dibutuhkan dalam jumlah yang suangat-suangat sedikit, karena saking sedikitnya satuan yang digunakan juga kecil, yaitu ppm atau seper sejuta.

Para ahli sudah meneliti tentang pola makan tanaman jahe ini. Lagi-lagi ahlinya dari China dan India. (maaf saya cari literatur yang dari Indonesia tidak ketemu). Para ahli dari negeri produsen utama jahe dunia itu mengamati serapan saripati makanan oleh tanaman jahe sejak masih bibit sampai umur 4 bulan. Umur 4 bulan adalah umur panen jahe muda yang biasa dilakukan oleh petani jahe di India dan China. Kalau di Indonesia kebiasannya umur 6-8 bulan. Karena tidak ada data yang dari Indonesia, saya gunakan saja data dari negeri seberang itu.

Ternyat pola ‘makan’ tanaman jahe kalau dibuat gambar grafik jadinya seperti gambar di bawah ini.

pola serapan hara mineral pupuk oleh tanaman jahe

Pola serapan hara mineral (pupuk) oleh tanaman jahe. (Gambar dari buku Ginger The Genus of Zingiber

Dari grafik di atas terlihat jika pola ‘makan’ tanaman jahe membentuk kurva exponensial alias melengkung ke atas. Di fase2 awal sedikit, lalu perlahan-lahan naik, dan di akhirnya meningkat dengan pesat. Pola ini bisa dipahami dengan melihat fase-fase pertumbuhan tanaman jahe (baca di sini: Fase-fase pertumbuhan jahe). Di fase awal, yaitu fase benih dan bibit, kebutuhan ‘makanan’ tanaman jahe lebih banyak dipenuhi dari ‘simpanan makanan’ yang ada di dalam rimpang jahe. Kita tahu bahwa tanaman jahe menimbun dan menyimpan makanannya di dalam rimpangnya, karena itu rimpangnya besar dan penuh gizi. Serapan saripati makanan dari dalam tanah di fase-fase ini kecil. Di jurnal lain disebutkan jika efisiensi pupuk N (nitrogen) pada fase ini hanya sekitar 20%an. Kecil sekali.

Continue reading

Aplikasi Hormon (ZPT) Paclobutrazol untuk Menghambat Tunas Jahe

Hormon atau zpt (zat pengatur tumbuh) tanaman tidak hanya digunakan untuk memperbesar dan meningkatkan produksi rimpang jahe, tetapi juga untuk menghambat tumbuhnya tunas jahe (baca juga: Hormon giberelin untuk memperbesar rimpang). Jahe konsumsi yang dipanen sudah cukup tua jika dibiarkan lama kelamaan bisa muncul tunas-tunas baru. Jahe konsumsi yang bertunas akan menurunkan kwalitas dan harganya. Untuk menahan agar rimpang jahe tidak bertunas bisa diberi perlakuan paclobutrazol. Paclobutrazol diberikan dalam jumlah kecil dan aman.

Hormon/zpt yang digunakan:

Paclobutrazol serbuk.

Pembuatan Larutan Stok Paclobutrazol:

1. Masukkan 1 gr paclobutrazol serbuk ke dalam gelas kaca atau gelas beker atau erlenmeyer volume minimal 1000ml.
2. Tambahkan 100ml aquadest. Aduk hingga larut.
3. Jika belum larut sempurna, tambahkan aquadest sedikit demi sedikit sampai semua hormon terlarut semua.
4. Tambahkan aquadest hingga volumenya 1000 ml. Aduk hingga semua terlarut sempurna.
5. Masukkan larutan paclobutrazol ke dalam botol plastik.
6. Simpan ditempat sejuk dan terlindung dari sinar matahari langsung.

Aplikasi Hormon Paclobutrazol:

1. Ambil 100ml larutan stok paclobutrazol.
2. Tambahkan 900ml air bersih. Aduk hingga terlarut sempurna.
3. Larutkan hormon sesuai kebutuhan. Masukkan larutan hormon ke dalam ember atau bak.
4. Masukkan rimpang jahe yang sudah dibersihkan ke dalam ember.
5. Rendam rimpang jahe selama kurang lebih 15 menit.
6. Tiriskan rimpang jahe.
7. Jahe siap dikemas dan dijual.

Sisa larutan paclobutrazol jangan dibuang. Simpan larutan itu dan dipakai kembali jika diperlukan.

Informasi hormon tanaman: Hormon Tanaman

hormon tanaman zpt


Pupuk Organik Cair Khusus Jahe


Aplikasi Hormon (ZPT) Giberelin (GA3) untuk Meningkatkan Produksi Rimpang Jahe

Ada beberapa cara untuk meningkatkan hasil produksi rimpang jahe, salah satunya adalah dengan aplikasi hormon tanaman atau zpt (zat pengatur tumbuh) tanaman. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mencari hormon yang sesuai untuk meningkatkan produksititas rimpang. Hormon tanaman yang sudah terbukti bisa meningkatkan produksi rimpang jahe adalah hormone giberelin yang disemprotkan dengan konsentrasi sangat tinggi (150 ppm). Hasil penelitian Sengupta et al. (2008) aplikasi giberelin bisa meningkatkan produksi rimpang jahe hingga 50% daripada rimpang jahe yang tidak diberi perlakuan giberelin. Dalam literaturnya Sengupta et al (2008) itu disebutkan jika produksi rimpang jehe yang diberi aplikasi giberelin mencapai 69,86 ton/ha, sedangkan yang tidak menggunakan giberelin hanya 45,60 ton/ha. Berikut ini saya sarikan cara praktis aplikasi giberelin untuk meningkatkan produksi rimpang jahe. Aplikasi hormon giberelin harus dibarengi dengan ketersediaan hara/pupuk di dalam media tanam jahe. Produksi rimpang yang tinggi membutuhkan ketersediaan hara yang tinggi juga, salah satunya dengan aplikasi pupuk organik cair (POC Jahe).

Bukti Ilmiah Aplikasi Hormon/ZPT Giberelin untuk Jahe


Catatan:
Aplikasi hormon tidak menjadi jaminan jika hasil panennya akan meningkat pesat. Hormon giberelin bukanlah nutrisi tanaman. Aplikasi hormon tidak akan berpengaruh jika media tanam miskin hara atau kekurangan nutrisi hara tanaman.
Agar aplikasi hormon optimal harus dibarengi dengan ketersediaan nutrisi hara yang cukup dan berimbang. Media tanam harus subur atau diberi pupuk yang cukup dan sesuai.
Hasil panen di atas adalah hasil penelitian. Hasil kenyataan di lapangan bisa bervariasi, tergantung pada varietas jahe, kesuburan media, pupuk yg digunakan, teknik budidaya, iklim, hama, penyakit dll.


Hormon atau zpt yang digunakan adalah:

Giberelin (GA3) yang berbentuk serbuk.

Pengenceran/Pembuatan Larutan Stok Hormon Giberelin:

  1. Masukkan 1 gr serbuk hormon giberelin ke dalam gelas kaca atau jika ada gelas beker atau erlenmeyer 1000ml.
  2. Tambahkan 10 ml ethanol absolut (>95%) dan diaduk hingga larutan hormon larut. Jika hormon belum larut, tambahkan sedikit demi sedikit etanol hingga semua hormon terlarut sempurna.
  3. Tambahkan air hingga volumenya mencapai 1000 ml atau 1 L. Aduk hingga semua hormon tercampur merata.
  4. Untuk pembuatan larutan yang lebih banyak, volume etanol dan air yang digunakan dikalikan dengan berat (gr) hormon yang akan dilarutkan.
  5. Masukkan larutan hormon ke dalam botol. Larutan hormon siap diaplikasikan ke tanaman jahe. Botol disimpan di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung.

Lihat pengenceran giberelin di link ini: Pengenceran Giberelin.

Pengenceran untuk penyemprotan ke tanaman:

  1. Ambil 150ml larutan hormon giberelin yang sudah dibuat sebelumnya.
  2. Tambahkan dengan air bersih sebanyak 850ml hingga volumenya 1 liter.
  3. Larutan diaduk hingga tercampur merata.
  4. Larutan hormon giberelin siap disemprotkan ke tanaman.
  5. Untuk volume yang lebih banyak, kalikan volume di atas dengan volume yang diinginkan. Misal, untuk satu tangki semprot 14L, volume larutan stok hormon yang diperlukan adalah 150ml x 14 = 2,1 L.
  6. Satu rumpun jahe memerlukan kurang lebih 15-20 ml larutan hormon. Satu tangki 14L cukup untuk menyemprot 700 rumpun jahe.

Waktu Penyemprotan:

Aplikasi hormon giberelin diberikan dua kali saja, yaitu pada tanaman jahe usia 90 hst dan 120 hst atau pada awal fase percabangan tiga dan fase pembesaran rimpang. (baca: fase-fase pertumbuhan jahe).

Informasi hormon giberelin klik di sini: Hormon Tanaman

Referensi

Jayachandran, B. and P. Sethumadhavan (1988). “Effect of CCC, ethrel and kinetin on quality of ginger (Zingiber officinale Rosc.).” Agric. Res. J. Kerala 26(2): 277-279.
Kandiannan, K., K. Sivaraman, et al. (1996). “Agronomy of ginger (Zingiber officinale Rosc.)-a review.”
Obasi, M. and S. Atanu (2005). “Effect of growth regulators on growth, flowering and rhizome yield of ginger (Zingiber officinate Rosc).” Nigerian Journal of Horticultural Science 9(1): 69-73.
Ravindran, P. and K. N. Babu (2004). Ginger: the genus Zingiber, CRC Press.
Sengupta, D., T. Maity, et al. (2008). “Effect of growth regulators on growth and rhizome production of ginger (Zingiber officinale Rosc.) in the hilly region of Darjeeling district.” Journal of Crop and Weed 4(2): 10-13.
Velayutham, T. and S. Parthiban (2013). “Role of Growth Regulators and Chemicals on Growth, Yield and Quality Traits of Ginger (Zingiber officinalis Rosc.).” International Journal of Horticulture 3.

Jahe Gajah Bengkak

Jahe Gajah Bengkak

hormon tanaman zpt

Melarutkan Hormon Auksin

Informasi hormon tanaman: Hormon Tanaman

Silahkan klik gambar di bawah ini jika Anda membutuhkan hormon tanaman/zpt.

hormon tanaman zpt