Tag Archives: kapasitas

Pengaruh Kompos Terhadap Kesuburan Tanah – KTK

kompos jerami padi untuk sawah

Kompos jerami dengan aktivator Promi


Aplikasi kompos, pupuk kandang, atau pupuk organik padat sudah terbukti bisa meningkatkan kesuburan tanah. Aplikasi bahan organik yang sudah matang seperti ini akan meningkatkan efisiensi pemupukan maupuan serapan hara oleh tanaman. Aplikasi pupuk kimia akan lebih baik dan meningkat efisiensinya jika dikombinasikan dengan aplikasi pupuk organik/kompos/pupuk kandang.

Bagaimana ini bisa terjadi??

Salah satu jawabannya ada di buku “Produksi Sayuran di Daerah Tropika” karangan C.W. Williams, yang diterbitkan oleh UGM Press. Di dalam buku ini, di halaman 32 ditunjukkan hasil-hasil percobaan ilmiah yang melihat pengaruh penambahan bahan organik ke tanah terhadap nilai KTK (kapasitas tukar kation) tanah. Gambarnya ada di bawah ini:

bahan organik KTK

Pengaruh bahan organik terhadap nilai KTK, semakin tinggi bahan organik tanah akan semakin meningkat nilai KTK-nya.

Dari grafik hasil percobaan tersebut terlihat jelas bahwa bahan organik tanah berkorelasi positif terhadap nilai KTK. Artinya, penambahan bahan organik ke tanah akan linier meningkatkan nilai KTK tanah tersebut. Semakin banyak bahan organik yang diberikan akan semakin tinggi nilai KTK-nya. Nilai KTK ini mengambarkan kemampuan tanah untuk ‘memegang’ hara pupuk yang kita berikan ke tanah. Hara itu menjadi lebih mudah untuk diserap oleh akar tanaman dan tidak mudah hilang/tercuci.

Tanah-tanah yang miskin/kurus/tidak subur hampir dapat dipastikan memiliki nilai KTK yang sangat rendah. Misalnya saja, tanah berpasir. Efektivitas pupuk yang diberikakan juga sangat rendah. Hara-hara pupuk itu akan tidak dapat ‘dipegang’ oleh tanahnya, cepat hilang karena tercuci atau penguapan dan akibatnya sedikit yang bisa diambil dan diserap oleh akar tanaman.

Bahan organik seperti kompos memiliki muatan negatif di permukaannya. Hara di dalam pupuk umumnya bermuatan positif. Kalau positif ketemu negatif akan saling berikatan. Jadi, hara yang bermuatan positif itu akan dengan suka-cita untuk berikatan dengan muatan negatif yang ada di permukaan bahan organik. Bahan organik yang ditambahkan ke tanah yang miskin akan meningkatkan KTK ini.

Konsep KTK Tanah

Konsep KTK (Sumber Wikipedia)


(Sumber: Wikipedia)

Akar tanaman dalam menyerap hara dari pupuk akan melakukan ‘pertukaran’ kation. Hara-hara dalam bentuk kation yang sudah ‘dipegang’ oleh bahan organik ini akan dilepaskan dan diserap oleh akar tanaman. Kira-kira seperti itu ceritanya, kenapa pupuk kimia yang diaplikasikan bersama dengan pupuk organik akan lebih baik efisiensinya.

Aplikasi pupuk organik/bahan organik dalam skala yang besar biasanya tidak efisien, bulky, memerlukan jumlah yang sangat besar dan membutuhkan biaya yang besar juga. Salah satu cara untuk menyiasatinya adalah dengan pemberian di lubang tanam. Jadi tidak diaplikasikan ke seluruh lahan, hanya di lubang tanamanya saja atau hanya di guludannya saja.

Semoga bermanfaat.

Buku Produksi Sayuran di Daerah Tropika

Buku Produksi Sayuran di Daerah Tropika

Advertisements

MENGHITUNG PRODUKSI BIOETANOL

etanol 90 persen

Seringkali kita ingin mengetahui berapa kira-kira potensi produksi bioetanol dari suatu bahan baku. Ini penting, terutama untuk menghitung kelayakan usaha bioetanol, potensi produksi, kapasitas produksi, sampai menentukan berapa kapasitas distilator, kebutuhan fermentor, tenaga kerja, dan lain-lain.

FAKTOR KONVERSI GLUKOSA-ETANOL

Fermentasi etanol adalah proses perombakan gula oleh mikroba (bisa yast/khamir atau bakteri) menjadi etanol.
Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut:

C6H12O6 –> CH3CH2OH + CO2

Sedikit kita cerita tentang reaksi kimia. Persamaan reaksi yang telah disetarakan adalah:

C6H12O6 –> 2CH3CH2OH + 2CO2

Jadi setiap 1 mol glukosa akan dihasilkan 2 mol etanol. Kita ingat-ingat lagi pelajaran kimia waktu SMU/SMA dulu.
Berat molekul (BM) Glukosa adalah 180,16 gr/mol
BM etanol adalah 46,07 gr/mol
Jadi kalau kita memfermentasi 1 gr glukosa, etanol yang dihasilkan kurang lebih adalah

= (2 x 46,07)/180,16
= 0,511gr (etanol absolute)

Atau bisa disimpukan faktor konversinya adalah

51%.

Berat jenis etanol pada kondisi standard adalah 0,789 gr/cm3 , sehingga volumenya adalah

= 0,511 gr /(0,789 gr/cm3)

= 0,648 cm3

Continue reading