Tag Archives: mikroba

Pembuatan Pupuk Organik dari Kompos Sampah Organik Kota

Sampah kota masih menjadi masalah di Indonesia. Sampah kota terdiri dari sampah organik dan sampah anorganik. Keduanya bercampur menjadi satu. Sampah kota sebenarnya sangat berpotensi unuk dimanfaakan sebagai pupuk organik, baik pupuk organik padat maupun pupuk organik cair.

Tahapan pembuatan pupuk organik dari sampah kota adalah: sampah kota –> pemisahan awal sampah organik dengan sampah anorganik –> pengomposan –> pengeringan kompos –> pemisahan kedua sampah anorganik dengan kompos –> pupuk organik.

Video di atas adalah salah satu fasilitas pabrik pupuk organik granul (POG) dengan bahan baku sampah kota. Pabrik ini memiliki kapasitas besar dan sudah cukup lama memproduksi pupuk organik granul ini.

Sampah organik bisa dibuat kompos dengan cara yang cukup sederhana. Pembuatan kompos dari sampah organik menggunakan aktivator Promi. Setelah jadi pupuk kompos, sampah anorganik baru dipisahkan dengan mesin screening. Pupuk kompos yang sudah bersih dari sampah anorganik selanjutnya dihaluskan dan dikeringkan. Setelah diperkaya dengan beberapa bahan pengaya, pupuk kompos ini dibuat dan dikemas menjadi pupuk organik granul.

Advertisements

Effect of Biofertilizer on Growth, Productivity, Quality and Economics of Rainfed Organic Ginger ( Zingiber officinale Rosc.) Bhaisey cv. in North-Eastern Region of India

Penaran mikroba tidak diragukan lagi sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman. Berikut ini satu bukti ilmiah lagi tentang manfaat biofertilizer alias pupuk hayati atau pupuk mikroba untuk tanaman jahe, jahe gajah, dan jahe merah.
Aktivator Promi memiliki kandungan biofertilizer yang bisa dimanfaatkan untuk tanaman jahe. Baca di sini: Aplikasi Promi untuk Tanaman Jahe

Peningkatkan Pertumbuhan Jahe dengan Mikroba Trichoderma spp

Tulisan ini terinsipirasi oleh sebuah artikel ilmiah dari China yang berjudul “Screening strains of Trichoderma spp for Plant Growth Enhancement in Taiwan” (artikel aslinya bisa dibaca di bagian bawah). Dalam artikel itu ditemukan bahwa beberapa isolat Trichoderma spp diperoleh dari perakaran (rhizospere) tanaman jahe dan terbukti bisa meningkatkan pertumbuhan tanaman. Artinya, bahwa Trichoderma spp memiliki effek positif pada tanaman, tidak hanya pada tanaman jahe tetapi juga berspektrum luas, bisa juga untuk tanaman yang lain. Ketika saya kuliah S2 dulu, saya juga menemukan sebuah artikel tentang efek ‘plant growth promoting’ pada isolat Trichoderma spp, yaitu artikelnya Altomare et al (1999). Nah kebetulan di PPBBI (dulu BPBPI) memiliki banyak koleksi isolat Trichoderma spp. Salah satunya adalah koleksi milik Dr. Darmono Taniwiryono yang juga terbukti memiliki effek positif pada tanaman. Foto ini adalah percobaan sederhana saya untuk membuktikan pengaruh positif mikroba terhadap tanaman. Salah satu mikroba yang saya gunakan adalah Trichoderma spp. Percobaan ini saya lakukan sekitar tahun 2005 atau 2006. Sudah lupa saya. Lihat linknya di sini: Aplikasi Mikroba pada Tanaman.

aplikasi mikroba pada tanaman

Keterangan:
A = kontrol tanpa pemupukan
B = pemupukan standard
C = pemupukan dengan Posmanik + Urea
D = seperti perlakuan A + inokulum T. harzianum dan Aspergillus sp.

Percobaan ini dilanjutkan dengan menggunakan tanaman tebu, sawit, jati, dan lain-lain. Hasilnya menunjukkan bahwa aplikasi mikroba memang bisa meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Continue reading

Aplikasi Promi untuk Penambahan Mikroba Biofertilizer pada Pupuk Organik Cair (POC)

Presentasi Pengomposan Limbah Organik dengan PROMI

Resep MOL Nasi 3

hormon tanaman giberelin auksin sitokininIni adalah resep MOL (Mikroorganime Lokal) atau IMO (Indigeneous MicroOrganism) yang dibuat dari nasi. Resep MOL nasi ini adalah resep MOL yang ke-3 (Lihat resep MOL yang lain di link ini: Kumpulan Resep MOL). Resep MOL nasi ini saya dapatkan dari Majalah Trubus No. 527/2013. MOL ini dibuat oleh bapak Aji Sobarna dari Kab. Subang, Jawa Barat. Cara membuat MOL Nasi ini adalah sebagai berikut:

  1. Potong bambu dan buat lubang seperti membuat ketongan.
  2. Isi bambu tersebut dengan nasi.
  3. Tutup bambu dengan kertas manila dan diikat kuat.
  4. Gali lubang di sekitar perakaran rumpun bambu, kemudian benamkan bambu yang sudah berisi nasi.
  5. Tutup lubang dengan seresah bambu kering. Pada musim hujan diselubungi tumpukan seresah dengan plastik.
  6. Timbun tumpukan seresah dengan tanah. MOL atau IMO akan terbentuk pada 4-5 hari pada musim kering atau 7-10 hari pada musim penghujan.
  7. Koloni MOL atau IMO Induk akan berwarna putih bersih seperti kapas.
  8. Campurkan MOL induk dengan gula merah dengan perbandingan 1:1.
  9. Wadah ditutup rapat dan dibiarkan selama 7 hari. Setelah itu baru digunakan.

Cara pemakaian:

  1. MOL ditambahkan/diencerkan dengan dosis 2ml/liter air.
  2. Campuran diaduk merata dan siap disemprotkan.
  3. Penyiraman/penyemprotan dilakukan dengan selang waktu 10 hari.

Berdasarkan pengalaman Bapak Aji Sobarna, dengan mengaplikasikan MOL nasi tersebut bisa panen padi hingga > 8 ton pe ha.
Silahkan para petani, bisa dicoba resep baru MOL nasi ini.

Baca juga: Pestisida Nabati untuk Pertanian Organik

Probiotik Tanah

probiotik tanah

Probiotik Tanah

Kembali ke Jualanku | Probiotik Tanah
Cara Pemesanan & Pembayaran | Informasi : Manto 085643907204| Email: isroi93@gmail.com

Harga: Rp. 60.000/botol @ 100ml

Satu botol (@100ml) bisa digunakan untuk 400 L air. Jadi biaya per liter air yang disiramkan hanya Rp. 15. Sangat murah sekali.

Bahan Aktif:
Mengadung mikroba/bakteri Lactobacillus, Actinomycetes, Pseudomonas, Streptomyces, Saccaromyces, dan mikroba pelarut fosfat.

Manfaat:
Sebagai amelioran tanah yang bisa memperbaiki kondisi tanah yang rusak akibat pemakaian pupuk kimia secara belebihan dalam waktu yang lama. Probiotik Tanah akan mengembalikan aktivitas mikro-biota tanah, sehingga tanah kembali subur.

Pemakaian:

  1. 100 ml Probiotik Tanah diencerkan dengan 1 liter air.
  2. Kemudian jika akan digunakan setiap 2.5 ml larutan Probiotik Tanah diencerkan dengan 1 Liter air.
  3. Buat parik kecil di sekitar pokok tanaman.
  4. Siramkan di parit yang telah kita buat tadi. Setelah disiramkan, parit ditutup lagi dengan tanah. Penutupan ini untuk melindungi mikroba dari sinar matahari.
  5. Penyiraman dilakukan 2 x seminggu hingga tanah terlihat kembali gembur.

Problem & Solusi Penambahan Mikroba Biofertilizer di dalam Pupuk Organik Granul (POG)

Dalam tulisan sebelumnya saya sudah menjelaskan tentang penambahan mikroba biofertilizer di dalam pupuk organik, baik granul maupun curah ( Penjelasan Tambahan Tentang Mikroba untuk Memperkaya Kompos). Saat ini pemerintah mensyaratkan jika semua pupuk organik granul (POG) terutama yang bersubsidi harus mengandung mikroba biofertilizer. Namun, ternyata ada permasalahan pada penerapan aturan pemerintah tersebut.

Rhizobium
Continue reading

Improvement Granul Fosfat Alam

Fosfat Alam Granul


Baca juga: Fosfat Alam Granul | Uji Mikroba Pelarut Fosfat 1 | Uji Mikroba Pelarut Fosfat 2 | Media Pikovskaya | Isolasi Mikroba Pelarut Fosfat

Posting saya tentang granul fosfat alam cukup mendapat perhatian dari beberapa orang. Salah satu yang serius adalah Pak Dadang dari Gresik. Kemarin saya bertemu dan berdiskusi banyak dengan Pak Dadang. Pak Dadang sudah lama sekali berkecimpung di dunia perpupukan. Beliau paham betul proses pembuatan pupuk fosfat (TSP atau SP36).

Kami berdiskusi tentang banyak hal, terutama tentang potensi pengembangan fosfat alam lokal. Pak Dadang banyak sekali memberikan masukan pada saya untuk mengembangkan fosfat alam granul ini.

dadanggresik
Continue reading

Mikroba yang dapat menaikkan pH tanah

Beberapa waktu yang lalu ada pengunjung blog yang menanyakan tentang mikroba yang dapat menaikkan pH tanah. Saya jawab belum tahu, karena waktu itu memang saya belum mendapatkan informasi tentang hal ini.

Masalah pH tanah memang masalah yang sangat krusial. Tanah pertanian di Indonesia, khususnya di P. Jawa, umumnya bereaksi masam. Jaman dulu ada yang disebut dengan tanah podsolik, terus diubah klasifikasinya menjadi tanah ultisol, sekarang tidak tahu klasifikasi terbaru. Tetapi yang jelas tanah-tanah ini memiliki pH yang rendah. Pernah saya mengukur pH tanah, ada tanah yang pH-nya 3.
Continue reading