Tag Archives: Jakarta

Trifting: Berburu Jam Second di Pasar Loak – Bag. 1

Kalau beruntung, trifting jam tangan second di pasar loak Jembatan Item Jatinegara bisa mendapatkan jam dengan kualitas cukup bagus dan dengan harga yang miring. Jam-nya campur-campur, ada yang ori dan banyak juga yang KW super sampai nggak jelas mereknya. Kita mesti pintar-pintar memilih dan menawar. Tidak perlu buru-buru.

Aku ingin menceritakan pengalamanku mencari jam tangan analog second di pasar loak Jembatan Item Jatinegara. Pasar ini sudah jadi legenda pasar loak di Ibukota. Seru juga jalan-jalan di pasar ini, karena hampir semua jenis barang di jual dengan kondisi yang macam-macam. Aku beberapa kali main ke pasar ini, dan salah satu yang paling banyak dijual oleh para pelapak di sana adalah jam tangan. Kayaknya, hampir setiap lapak ada jam tangan bekasnya. Ada beberapa yang khusus hanya menjual jam tangan.

Ada beberapa tips sederhana bagi saya orang awam untuk mengecek apakah jam itu ori atau KW. Baca di sini: Tips memilih jam tangan second ori.

Pertama Kali Beli Jam Dinding Seiko Second

Awalnya aku tidak terlalu peduli dengan jam-jam second ini, karena kami sudah punya jam. Satu jam sudah dipakai bertahun-tahun. Lama-lama kami penasaran juga. Awalnya kami tertarik dengan jam dinding Seiko. Kami menemukan satu lapak yang hanya menjual jam dinding. Jam dinding Seiko sudah sangat terkenal awet dan kualitasnya bagus. Harganya pun lumayan mahal. Worthed lah dengan harganya. Nah, waktu kami tanya-tanya harganya lumayan murah. Kondisi memang tidak mulus banget. Ada bekas lecetnya dan agak sedikit kusam. Aku coba cek-cek mesin jam-nya, dan memang ini jam Seiko original, bukan KW.

Aku tanya berapa harganya. Harga tergantung umur jam dan kondisi jam-nya. Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp. 150rb s/d 200rb. Seperti biasa, aku tawar mulai dari setengahnya. Sambil cek-cek dan lihat-lihat, kami terus menawar jam-nya. Alot…. biasa lah … emak-emak…. :). Akhirnya deal kami beli dua jam dinding dengan harga sekitar Rp. 150-an rb. Lumayan.

Jam Tangan Second Ada di Mana-mana

Kalau jalan-jalan ke pasar loak Jembatan Item Jatinegara, rasanya di mana-mana hampir selalu ada yang jual jam tangan. Dari jam tangan analog, jam tangan digital, sampai smartwatch juga banyak. Lihat saja foto-fotoku ini.

Ada juga yang jual jam tangan second di ruko-ruko kecil, tapi saya lupa belum mengambil foto-fotonya.

Harga jam yang ditawarkan pun mulai dari puluhan ribu sampai jutaan ada. Padahal dijajakannya hanya lesehan saja. Kondisinya ada yang masih mulus seperti baru sampai yang sudah tinggal bangkai jam saja.

Tips Berburu Jam di Pasar Loak

Sedikit sharing kalau temen-temen mau berburu jam tangan second di pasar loak. Tips ini semoga membantu mendapatkan jam yang diinginkan dengan harga yg miring.

1. Putuskan dulu mau cari jam apa dan yang seperti apa

Ini penting banget. Kamu mesti sudah punya rencana dulu mau beli jam apa. Jangan ke sana tanpa tahu apa yang akan dibeli atau dicari.

Contohnya, aku ingin membeli jam tangan analog yang automatic atau quartz (battery), jam yang simple, elegan, kondisi bagus, harga kirasan beberapa ratus ribu saja. Aku cari beberapa merek yang sudah cukup terkenal: SEIKO, CASIO, ALBA atau CITIZEN. Semua merek Jepang. Aku cari yang original yang usianya kisaran 20-30 tahun. Agak vintage.

Kamu bisa pilih jam lain yang kamu sukai. Intinya jangan ke sana tanpa ada tujuan yang jelas.

2. Searching dan Palajari dulu Jam Incaranmu

Langkah berikutnya adalah lakukan riset kecil-kecilan terlebih dahulu. Cari pakai Google atau pakai AI, model-model jam yang jadi incaranmu. Kalau bisa sedetail mungkin, termasuk bagaimana membedakan jam yang original dan tidak. Apa ciri-ciri penting dari jam original yang kamu incar. Kalau perlu buat catatan kecil.

3. Trifting Santai, Jangan Buru-buru

Karena kamu berburu jam second jadi santai saja. Jangan buru-buru dan emosi. Jangan targetkan sekali datang langsung dapat yang diinginkan. Ada banyak pilihan jam dan lapaknya. Kalau perlu putarin semua lapak, cek-cek dulu, baru pilih dan tandai jam mana pilihanmu.

Jam analog yang akhirnya aku beli, aku tidak langsung beli. Aku lihat-lihat dulu. Aku ijin ambil foto-fotonya; depan, belakang, detailnya, foto nomor serinya, lengkap lah. Belum aku jadiin. Pulang dari sana, hari berikutnya aku searching lagi. Maklum masih pemula. Aku tanya AI apakah jam ini asli original.

Seminggu lagi aku datang. Seperti biasa berburu santai. Sampai ke lapak itu baru aku tawar kenceng. Akhirnya deal juga.

4. Cek Keaslian Jam yang Ditawarkan

Kalau kamu mencari jam original, kamu harus tahu ciri-ciri ke aslian dari merek jam yang kamu incar. Banyak jam KW yang sangat mirip dengan aslinya. Istilahnya KW super atau KW 1. Banyak juga jam hasil kanibal atau sudah diperbaiki dari kerusakannnya.

Selalu tanyakan ke pejualnya apakah barangnya ori. Sepanjang pengalaman saya banyak penjual yang jujur. Tapi ada juga sih yang tidak jujur. Jadi tetap hati-hati. Selalu cek dan re-rek lagi.

Mengecek keaslian jam sudah banyak tutorialnya di Youtube. Beberapa yang aku lalukan adalah: mengecek kualitas fisik jam, cek bagian belakangnya dan nomor serinya, cek detail-detail kecilnya.

Kalau sudah yakin mau beli, minta ijin untuk cek mesin bagian dalamnya. Kalau perlu bawa kaca pembesar atau pakai kamera HP untuk cek mesin dalamnya.

5. Cek Seluruh Fungsi Jam Berjalan dengan Normal

Aku sempat beberapa kali gagal beli karena mesin dalemnya ada masalah, meskipun barangnya ori. Pernah aku sudah tawar menawar jam tangan wanita untuk istriku. Istriku suka juga. Jam Citizen Quartz. Setelah deal, aku minta untuk cek fungsi IC dan mekanik-nya. Para penjual jam punya alat khusus untuk mengecek ini. (Sayang aku lupa foto dan dokumentasikan). Setelah dicek, ternyata mekaniknya ada kendala, jalannya seperti agak tersendat. Akhirnya kami batal beli dan pembelinya pun juga membatalkan penjualan.

Karena ini jam penunjuk waktu, baik itu digital atau pun analog, semua fungsi jam harus dicek bener dan benar-benar bisa berfungsi normal. Untuk jam analog automatic, pastikan bahwa mesinnya normal dan jamnya berjalan normal. Tidak tersendat, atau jamnya lebih lambat. Aktifkan fungsi reset agar jamnya bisa ke jam 12 dengan normal. Tunggu sampai 15 menit dan cek apakah jamnya bisa berjalan dengan normal, tidak lambat atau tidak terlalu cepat.

Kalau jamnya pakai battery atau Quartz. Cek apakah detiknya normal dan apakah tidak lambat atau terlalu cepat. Buka juga bagian mesinnya. Cek apakah ada karat di bagian batterynya. Mekanis harus berjalan dengan normal tanpa tersendat.

Hampir semua pedagang jam second punya alat untuk mengecek fungsi jam quartz. Alat kotak kecil yang gunanya untuk mengecek IC mesin jam dan mekanik jam-nya. Jadi sebelum deal beli, jangan pernah lupa untuk cek mesin-mesinnnya dulu.



6. Tawar Mulai dari Kurang dari Setengah dari Harga yang Ditawarkan

Di pasar loak tidak ada patokan harga yang pasti, jadi mesti pintar-pintar menawar. Kalau saya biasanya lihat-lihat barangnya dulu dan tanya berapa penawaran harga awalnya. Klo kita suka dan ingin beli baru tawar harganya. Sebaiknya kita sudah punya referensi dulu berapa harga barang baru-nya atau kisaran harga secondnya dari internet. Dari penawaran pedagangnya kita bisa mengira-ngira apakah dia menawarkan dengan harga tinggi atau cukup murah. Kalau harga awalnya sudah tidak masuk akal, biasanya langsung saya skip. Susah.
Nah kalau barang cocok dan harga penawaran juga menarik baru kita mulai tawar menawar.

Saya biasanya menawar dengan harga setengah dari yang mereka tawarkan. Tunjukkan keseriusan kita untuk membeli. Cek lebih detail dan sambil menawar. Naik pelan-pelan saja. Bersyukurlah kalau akhirnya harganya deal. Kalau tidak, ya… tinggalin saja. Belum rekekinya.

7. Klo harga tidak cocok, pindah ke lapak lain

Kalau tidak cocok harganya tinggalin saja, pindah ke lapak lainnya. Ada banyak pelapak dan mungkin juga ada yang barangnya mirip-mirip atau sama.

Pengalaman saya, saya pernah cek jam Casio sporty. Di pelapak pertanya yang saya lihat dia ngasih harga Rp. 150rb – Rp. 180rb. Aku cek dan memang barangnya original. Semua part masih berfungi dengan baik. Aku tidak menawar di lapak ini. Lanjut jalan lagi. Ternyata tidak jauh dari situ ada juga barang yang mirip, satu seri. Aku tanya lagi. Di pelapak ini ngasih harga sedikit lebih tinggi Rp. 200rb. Aku cek dan sama kualitasnya; ori. Aku coba tawar menawar, Mentok di harga Rp. 150rb. Aku tinggalin. Aku jalan lagi dan cek-cek yang lain.

Kira-kira satu jam kemudian aku balik lagi ke lapak pertama. Aku tawar lagi. Dia tetap kekeh di harga Rp. 125rb. Tidak mau turun. Aku coba tawar dengan keras. Aku keluarkan uang Rp. 100rb dan aku kasihkan. Dia minta naik lagi. Akhirnya deal di harga Rp. 110rb. Alhamdulillah.

Jam tangan casio murah

8. Minta garansi klo ada masalah

Barang second biasanya tidak ada garansi. Karena itu harus cek dengan teliti, double cek sebelum benar-benar membelinya. Ada baiknya tanyakan juga apakah ada garansinya.

Jam dinding SEIKO yang saya beli ternyata ada masalah, dan akhirnya saya bawa balik lagi ke penjualnya. Sama penjualnya diperbaiki dan tanpa ada biaya lagi.

Ada juga jam tangan SEIKO yang ternyata kondisinya parah, untuk perbaikan perlu biaya lumayan besar. Jadi saya bawa balik lagi ke lapaknya dan saya minta tukar tambah barang saja. Meskipun barangnya belum ada, jamnya tetap saya tinggal. Lain waktu kalau pas lewat dan ada jam yang cocok bisa jadi pengurang harganya.

Asalkan kita jaga komunikasi dan jaga pertemanan dengan pejual lapaknya saja. Insya Allah, pedagang di pasar loak baik-baik dan mereka adalah pedagang tetap di sana.

Happy trifting.

Menghindari Jalur Ganjil-Genap di Jakarta dengan Waze

Saya bukan orang Jakarta dan tidak hafal jalan-jalan di Jakarta. Pemberlakuan aturan ganjil genap membuat saya perlu berhati-hati agar tidak kena denda jika salah masuk jalur. Saat ini tidak perlu pusing-pusing lagi mencari jalur alternatif untuk menghindari jalur agar tidak salah jalur ganjil genap. Applikasi navigasi Waze sudah memberikan fasilitas untuk bisa mengenali atura ganjil genap ini dan mencarikan rute alternatifnya.

Saya punya pengalaman buruk dengan atura ganjil genap ini. Mobil yang saya pakai nomornya ganjil, Di hari genap saya akan menghadiri undangan rapat di Batan, Jakarta, yang kena aturan ganjil genap ini. Saya masuk ke jalur itu jam 10.10 menit dan masuknya hanya sekitar 100 meter saja. Mobil kami dihentikan petugas…..mampus dah…..!!!!
Untungnya waktu itu masih masa ujicoba, jadi kami hanya diberi peringatan saja.

Teman saya, Pak Tri Panji mengalami hal yang sama. Kena tilang gara-gara salah masuk ganjil genap, meski pun waktunya hanya lewat beberapa menit saja. Tetap saja kena tilang dan harus ikut sidan dan bayar denda yang jumlahnya lumayan.

Aplikasi Waze Indonesia sudah mengakomodir atura ini. Jadi, dengan sedikit pengaturan di Waze, Waze akan memberikan jalur-jalur alternatif agar tidak kenal tilang gara-gara salah masuk jalur ganjil genap. Caranya mudah sekali.

Pertama masuk ke akun Waze Anda, kemudian masuk ke menu Setting > Navigation > Licence plate restriction. Di menu ini tambahkan dua digit terakhir dari nomor plat mobil kita. Angka nol dianggap sebagai nomor genap. Kemudian kembali ke halaman depan.

Dengan pengaturan ini, Waze secara otomatis akan mengenali apakah plat mobil kita berpotensi melanggar aturan ganjil genap atau tidak. Jika kebetulan kita akan melanggar atura ini, Waze secara otomatis akan mencarikan jalur-jalur yang tidak terkenal aturan ganjil genap. Bahkan, saya pernah membuktikan kecanggihan aplikasi ini. Waktu itu belum jam ganjil genap belum dimulai, jadi Waze memberikan rute yang melewati Jalan Sudirman. Tapi, karena jalanan macet sampai hampir melewati jam mulai berlakukan nomor ganjil genap. Waze secara otomatis akan mengalihkan jalur ke rute-rute alternatif yang tidak terkena aturan ganjil genap.

Seilahkan dicoba.

waze alternatif jalur ganjil genap

Menambahkan pengaturan untuk menghindari jalur ganjil genap DKI Jakarta

waze alternatif jalur ganjil genap

Menambahkan dua digit nomor plat mobil kita ke pengatura Waze untuk menghindari jalur ganjil genap dan mencari jalur alternatifnya.

Tidur Sambil Berdiri di Commuterline

tidur berdiri

Orang tidur umumnya dengan cara berbaring. Jika tidak merasakan sendiri atau tidak melihat sendiri, mustahil orang bisa tidur dengan cara berdiri. Jika Anda ingin mencoba sensasi tidur sambil berdiri, saya akan beritahu bagaimana caranya.

Pengalaman ini saya alami ketika naik commuterline jurusan Jakarta – Bogor sore selepas jam kerja. Jarang sekali saya kerja di Jakarta, tapi seminggu ini memaksa saya untuk berangkat dini hari dan pulang sore hari ke Jakarta. Saya lebih suka pergi PP Jakarta-Bogor dengan memanfaatkan kereta listrik atau Commuterline. Biasanya saya sudah kembali ke Bogor sebelum pukul 3 sore, untuk menghindari orang-orang yang pulang dari kerjaan mereka. Namun, hari ini terpaksa saya pulang sampai sore. Saya naik kereta dari Stasiun Sudirman dan turun transit di Stasiun Manggarai. Dari Stasiun ini naik dari peron 6 kereta yang ke arah Bogor.

Jam-jam ini adalah jam orang pulang kerja. Stasiun Manggarai sudah penuh dengan orang, apalagi yang jurusan ke Bogor. Di sepanjang peron orang sudah bergerombol menunggu datangnya kereta. Begitu kereta datang, orang-orang berebut naik ke kereta, berjubel-jubel dan saling dorong. Semua orang ingin naik ke kereta meski kereta sudah sangat penuh. Saya ikut arus saja, terdorong sendiri masuk ke kereta.

Di dalam kereta tentu saja sudah tidak kebagian tempat duduk. Penumpang berdiri sambil berjubel-jubel. Rasanya tidak ada tempat lowong di kereta tanpa orang yan berdiri. Dari stasiun Manggarai ke Bogor melewati beberapa stasiun. Di stasiun-stasiun yang dilewati lebih banyak orang yang naik daripada orang yang turun. Gerbong kereta semakin penuh sesak. Berdiri berdempet-dempet. Termasuk saya. Meski tidak dapat pegangan tangan, tidak akan bisa jatuh. Berdiri saja tegak.

Jarak Jakarta-Bogor kurang lebih 1 sampai 1.5 jam perjalanan. Badan capek sekali dan mata sudah mulai sayu. Meski bedesak-desakan, udara di kereta lumayan dingin. Kereta ber-AC dan dilengkapi kipas angin yang cukup kecang. Angin membuat saya semakin mengantuk. Saya lihat orang-orang yang di dalam kereta pun juga banyak yang tertunduk mengantuk.

Goncangan kereta seperti ayunan nina-bobo. Tak terasa mata semakin berat dan tidak tertahankan rasa mengantuknya. Mata yang semakin berat membuat penumpang tertidur sambil berdiri. Meski tidurnya tidak benar-benar pulas, orang-orang tetap bisa tertidur meski cuma sekejab.

Jika Anda ingin merasakan sensasi tidur sambil berdiri, silahkan coba naik kereta commuterline hari senin atau jum’at pukul 5 sore dari stasiun Manggarai. Rasakan sensasinya.

Panduan Pembuatan Pupuk Kompos Jerami dengan PROMI dari BPTP Jakarta

Informasi PROMI Klik di PROMI

Silahkan lihat cara pembuatan pupuk kompos jerami di Youtube:

Tips Android: Waze Social GPS Maps & Traffic, Aplikasi Menghindari Jalan Macet

tampilan kondisi macet di waze

Waze Social GPS smartphone android macet

“Tua di Jalan” atau “Umurnya habis di jalan”. Ungkapan itu muncul dari teman-teman yang sering kena macet di jalan Jabodetabek. Salah ambil jalan atau salah memperediksi waktu-waktu macet bisa membuat strees. Namun, dengan aplikasi gratis Waze, Anda bisa menhindari macet dan bisa lebih cepat sampai ke tempat tujuan. Hebatnya lagi aplikasi ini bisa didownload gratis di Google Play.

Ketika masih tinggal di ‘pedalaman’ yang jarang sekali kena macet, saya masih cukup mengandalkan Google Maps. Saya cukup puas dengan Google Maps yang bisa memberikan peringatan dengan suara ketika akan membelok ke kanan atau ke kiri. Google Maps juga memberikan prediksi waktu yang cukup akurat. Sebenarnya Google Maps juga bisa memberikan informasi tentang kondisi traffic di jalan yang akan kita lalui. Sayangnya, karena koneksi internet yang masih buruk di ‘pedalaman’, fasilitas ini praktis tidak berfungsi.


Artikel lain tentang Android, klik di sini: Tip-tip Android

Kiat Mudik dengan Waze


Continue reading