Tag Archives: sepeda

Puasa Ngowes ke Tanjakan Sengked, Ciomas

Abim hobi naik sepeda. Meski di bulan puasa Ramadhan seperti ini, Abim tetap saja ngowes. Kali ini dia sudah siap-siap ngowes pagi-pagi sekali. Tujuannya adalah tanjakan Sengked Ciomas. Orang menyebutnya tanjakan setan, karena tinggi dan kemiringannya yang tidak mudah ditaklukan. Jaraknya kurang lebih satu km dan kemiringannya sampai 40o. Miring banget.

Tidak banyak orang yang bisa sekali naik bisa sampai atas tanpa berhenti. Dulu Abim tidak bisa nanjak tanpa berhenti, tapi sekarang dia sudah bisa nanjak ke tanjakan Sengked tanpa berhenti sampai atas.

Silahkan dicoba kalau ada yang punya stamina dan nyali.

Ini salah satu jagoan tanjakan Sengked. Pak Rudi.

Advertisements

Pak Rudi, Jagoan Sepeda Tanjakan Sengked – Ciomas

Pesepeda Paling Top; Dany Macaskill

Terus terang saya sangat kagum dengan peseda satu ini, Dany Macascill. Dia memang ahlinya naik sepeda freestyle. Banyak videonya di YouTube dan sudah dilihat jutaan orang. Salah satu videonya yang paling terkennal judulnya The Ridge yang sudah dilihat 37juta kali.

Saya sudah beberapa kali menonton video ini dan tida pernah bosan. Keahliannya naik sepeda, pemandangan yang indah dan sedikit ‘menakutkan, dan sudut pengambilan gambar yang canggih, membuat video ini layak ditonton, maklum kalau disukai banyak orang.

Dany Macaskill naik sepeda di berbagai tempat dengan rintangan-rintangan yang luar biasa. Dia menunjukkan keahliannya naik sepeda yang luar biasa. Keseimbangannya luar biasa, dan sangat trampil. Dia bisa salto sambil naik sepeda. Meniti pagar, batang pohon, tembok atau penghalang jalan.

Jadi Dany Macaskill sungguh menyenangkan. Dia hobby naik sepeda dan ahli di bidangnya. Dari situ dia mendapatkan uang yang lebih dari cukup. Seneng sekali, mengerjakan hobby dan mendapatkan bayaran.

Catatan Ciengkek (lagi)

image

Ciengkek masih jadi tantangan untuk ditaklukkan. Saya coba mengukur berapa jarak dan tinggi tanjakan Ciengkek ini. Pengukuran di mulai dari jembatan kali Ciomas yang ada di dekat  pangkalan pasir. Untuk mengukur ketinggian saya menggunakan aplikasi Altimeter untuk Smartphone Android. Ketinggian di posisi awal ini terbaca 286 dpl.

image

Untuk mengukur jarak tempuh dan waktunya saya menggunakan aplikasi Endomondo. Dengan aplikasi ini saya bisa merekam jejak di peta Google Maps, jarak yang ditempun dan waktu tempuhnya. Saya bersepeda berdua saja dengan Arroyan.

Continue reading

Catatan Main Sepeda Hari Ini, Ming 26/10/14

image

Cari keringat, berdua saja sama Si Abim. Jalanan naik uphill, lewat sawah2, kampung2, tanjakan, dan sungai. Jaraknya tdk begitu jauh, 1 jam saja.

Catatan main sepeda

image

image

Continue reading

Menaklukkan Tanjakan Ciengkek Ciomas

image

Istirahat di tanjakan Ciengkek Ciomas

Bersepeda adalah salah satu. Olah-raga favoriteku untuk membakar tumpukan lemak di perut. Biasanya saya bersepeda sendiri atau bersama anak-anak menyusuri kampung-kampung (cross country) di seputaran tempat tinggal kami. Ada satu jalur sepeda yang memiliki tanjakan tajam dan menantang. Tanjakan Ciengkek namanya.

Tanjakan ini juga tanjakan favorite bagi para goweser yang menyukai tanjakan dan cross country. Kemiringannya mungkin sampai 40-45o. Artinya tajam banget tanjakannya. Di beberapa tempat orang mesti mengenjot sepeda sambil berdiri agar roda depan tidak terangkat ke atas. Jaraknya dari bawah sampai ke puncak sekitar 500 – 800 m. Ada beberapa kelokan di tanjakan ini.

Ketika melalui jalur ini saya sering ketemu dengan goweser-goweser lain. Pernah ketemu dengan satu atau dua orang. Pernah ketemu dengan rombongan delapan orang. Bahkan pernah ketemu dengan rombongan 40 sepeda. Banyak goweser ingin menaklukkan tanjakan ini.

image

Pete dan rute tanjakan Ciengkem

Peta dan rute tanjakan Ciengkek

Continue reading

Jalur sepeda cross country di Pati

Jalur sepeda cross country di Pati yang menantang. Melewati kebun singkong, tebu, hutan jati, hutan bambu, peternakan lebah, dan menyebrangi sungai. Ada tanjakan yang bisa untuk uji ketahanan. Turunannya pun mengasikkan. Jalurnya tidak terlalu jauh, tidak lebih dari 20 km. Cukup untuk mencari keringat sambil menikmati pemandangan.

Setiap pulkam aktivitas yang saya sukai adalah bersepeda dengan anak-anak. Selain menyehatkan, bersepeda juga bisa untuk rekreasi. Kali ini kami mencoba rute baru yang belum pernah kami lewati. Malam hari saya dan Royan sudah merencanakan rute yang akan kami lalui dengan bantuan Google Maps.

Kali ini Abim agak malas-malasan ikut. Dia maunya bersepeda ke waduk Gembong, karena sebelumnya belum sampai dan kami pulang karena kehujanan di tengah jalan. Pagi hari selepas sholat subuh, Abim kembali memeluk gulingnya. Meskipun sudah kami bujuk2 untuk ikut bersepeda. Akhirnya hanya saya dan Royan yang bersepeda.

Berikut ini rute yang kita tempuh. Saya tampilkan screenshoot dari Google Maps. Sengaja saya tampilkan dalam beberapa gambar agar tampak lebih jelas.

image

Peta 1. Rute dimulai dari lapangan Joyo.
Continue reading

Gowes di Gunung Rowo

Saya mulai menikmati aktivitas bersepeda. Awalnya tujuannya untuk ‘cari keringat’ sambil ‘mengecilkan perut’. Ternyata bersepeda sangat mengasikkan. Sambil berolah raga, kita bisa menikmati pemandangan.

Kali ini saya bersepeda dengan Arroyan. Kami sengaja bersepeda berdua saja dan tidak mengajak Abim, karena jalur yang akan kami lalui cukup jauh, dan tanjakannya tinggi. Pukul 06.15 menit kami sudah meninggalkan rumah menuju Gunung Rowo.

Jarak rumah kami ke Gn. Rowo kurang lebih 18km. Lumayan jauh. Apalagi jalurnya menanjak terus. Ada beberapa tanjakan yang cukup tinggi sebelum sampai ke waduk Gn. Rowo.

Maklum badan saya agak kelebihan sedikit beratnya. Perut maju ke depan. Ditambah napas yang sudah berumur. Saya mengayuh sepeda santai-santai saja. Yang penting bisa sampai atas sudah luar biasa.

Delapan kilo meter pertama dilalui dengan lancar. Tanjakannya masih landai. Saya baru berhenti karena ‘kebelet pipis’. Di balik pohon randu besar yang tumbuh di dekat jalan saya ‘membuang hajat kecil’ saya. Minum seteguk air dan langung gowes lagi.

Napas saya mulai tersengal-sengal setelah sampai ditanjakan yang cukup curam di areal kebun singkong. Saya paksakan terus mengayuh dengan gigi pada posisi 1-1 alias yang paling ringan. Royan terlihat masih segar bugar dibelakang saya sambil terus memberiku semangat untuk tetap mengayuh.

Kaki saya pegel sekali. Akhirnya saya menyerah dan berhenti di depan sebuah padepokan yang gapuranya berwarna hitam kelam. Saya duduk sambil melepas lelah di pokok kayu yang tumbang. Padepokan ini unik. Suasananya sedikit ‘angker’. Di halaman depannya ada batu nisan yang diletakkan agak tinggi. Ada tulisan yang cukup jelas saya baca dari luar gapuro: Tujuan Hidup. Aneh.

Kami meneruskan perjalanan menuju Gunung Rowo. Setelah melewati gapuro desa Sitiluhur jalanan terus menanjak tajam. Terpaksa kami berhenti sampai 3 kali, karena tidak kuat terus mengowes sepeda kami.

Alhamdulillah, dengan napas tinggal satu dua, akhirnya sampai juga ke waduk. Kami berhenti dan istirahat di salah satu gubuk yang ada di pinggir waduk. Kami memesan es degan untuk membasahi dahaga.

Rasa capek kami terobati setelah melihat keindahan Gunung Rowo. Langit cerah membiru. Sekeliling waduk yang ditumbuhi rumput menghijau. Ada beberapa nelayan yang sedang mengkap ikan. Di kejauhan ada gunung yang berdiri gagah. Benar-benar pemandangan yang indah sekali. Subhanallah.

image

Satu setengah jam lebih kami menikmati pemandangan di gunung Rowo. Ketika matahari mulai terik. Kami memutuskan untuk turun kembali ke rumah.

Perjalanan pulang berjalan cepat karena jalanan menurun. Rasa lelah tidak ada lagi.

Suatu saat kami akan gowes ke sini lagi sambil ngajak Abim, Yusuf, dan Umminya Royan. Insya Allah.

image

image

Sampah: Sepeda yang dibuat 100% dari Sampah Karton Bekas

Ada banyak cara memanfaatkan sampah kertas menjadi produk yang bermanfaat. Salah satunya yang dilakukan oleh Izhar Gafni. Dia membuat sepeda dari kertas karton bekas. Meskipun dari kertas, sepeda ini tetap bisa berfungsi dengan baik, bahkan bisa menahan beban sampai ratusan kg. Memang kertas yang dijadikan bahan bukan kertas biasa, tetapi kertas karton tebal. Silahkan lihat sendiri videonya di bawah ini:

Sumber


Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH