Beberapa Tips Merawat Anggrek dari Roy Tokunaga

Saya sedang belajar merawat anggrek. Searching-searching di dunia maya dan mulai membaca. Berikut ini beberapa tips dari Roy Tokunaga, ahli anggrek dari Hawai. Tipsnya sederhana dan lebih mirip ‘rambu-rambu’ merawat anggrek. Silahkan dibaca di dokumen di bawah ini.

Advertisements

Belajar Menyembelih Hewan Qurban

Saya sebenarnya orangnya penakut lihat darah dan tidak tegaan. Seumur-umur menyembelih ayam saja belum pernah. Padahal dulu Bapak hampir setiap hari menyembelih 4 ekor ayam. Saya tidak pernah sama sekali. Baru hari ini saya belajar menyembelih hewan qurban. Sekali mengembelih langsung 33 ekor.

Kalau hari raya qurban paling banter pengalaman saya adalah menjadi petugas motong-motong daging dan membagikan daging qurban. Saya ngeri kalau lihat darah. Apalagi melihat leher hewan qurban di sembelih, bisa berkunang-kunang mata saya. Pernah dulu saya menolong tukang becak yang tersermpet motor. Kepalanya bocor, darahnya mengucur ke mana2. Setelah menolong korban baik ke atas mobil untuk di bawa ke RS, saya langsung lemes.

Dalam hati kecil saya, saya harus berani lihat darah dan menyembelih hewan qurban. Pernah saya mengikuti pelatihan penyembelihan hewan qurban di Masjid Fatimatuzahra, tapi belum pernah saya praktekkan sama sekali. Maklum, masih takut.

Hari raya qurban tahun lalu saya mencoba memberanikan diri membantu Pak Iso, tukang jagal, kampung saya untuk memeganggi hewan qurban yang akan disembelih. Saya beranikan diri melihat golok tajam yang mengiris leher domba dan darah mengucur dari lubang leher yang hampir patah. Darah mengenai tangan aaya. Saya kuatkan hati untuk melihat darah itu. Saya tahun untuk tidak pingsan. Alhamdulillah, saya membantu Pak Iso menyembelih 36 ekor domba.

Hari Raya Qurban tahun ini saya ingin belajar menyembelih. Kebetulan ada teman yang menawarkan golok sebelih. Goloknya tajam sekali. Terbuat dari baja per jip willys. Tajam, kuat dan harganya lumayan. Saya membeli satu ukuran sedang yang biasa untuk menyembelih domba.

Setelah sholat Ied, saya menuju ke tempat penyembelihan hewan qurban. Pak Iso menyembelih 3 ekor sapi. Saya lihat dari jauh saja. Sempat ragu2 untuk menyembelih domba. Ketika selesai menyembelih sapi, giliran domba yang disemebelih.

Saya bilang ke Pak Iso, “Ajari saya menyembelih domba, Pakdhe Iso?”

“Ayo..!”

Satu ekor domba disiapkan untuk di sembelih. Pak Iso membacakan niat untun menyembelih dan mendoakan yang berqurban. Saya yang pegang pisau.

“Potong dari sini ke sini!” Kata Pak Iso sambil memegangi kaki bagian depan.

Saya kuatkan keberanian dan bersiap untuk menyembelih. Pisau saya posisikan di leher. Saya cari2 dan pegang kerongkongannya.

“Bismillahi laa illaha illallahuallahu akbar.”

Pisau saya potong ke bawah. Pisaunya bener-bener tajam. Sekali sayat langsung putus kerongkongan dan tenggorokan domba ini.

Seterusnya saya mulai berani memotong leher domba-domba ini. Hari ini, di hari pertama saya menyembelih, saya menyembelih 33 ekor domba dari 35 ekor domba yang di korbankan hari ini.

Alhamdulillah. Saya sudah mengalahkan ketakutan saya sendiri akan darah.

Anggrek Kantong Species Paphiopedilum lowii

jual Anggrek kantong spesies Paphiopedilum lowii

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum lowii

Salah satu anggrek kantong spesies yang berasal dari Indonesia. Paphiopedilum lowii ini ditemukan di Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi. Penyebarannya cukup luas. Paphiopedilum lowii tumbuh di dekat perairan sungai dan daerah yang bercurah hujan tinggi. Paphiopedilum lowii ini suka sekali hidup di tempat yang sangat lembab. Paphiopedilum lowii umumnya ditemukan di tempat yang terang dan kadang-kadang di tempat yang terkenal sinar matahari langsung. Paphiopedilum lowii tumbuh di ketinggian 760-1370 dpl, tetapi ada juga yang melaporkan ditemukan di ketinggian 250 dpl, tapi juga ditemukan di tempat2 yang sangat tinggi 1600 dpl. Akarnya tumbuh menembus di lapiran lumut yang tebal, seresah daun di dahan pohon atau humus di tebing-tebing terjal. Anggrek kantong ini didiskripsikan oleh (Lindl.) Pfitzer tahun 1895. Nama sinonim dari anggrek kantong spesies Paphiopedilum lowii adalah Paphiopedilum lowi, atau dinamankan juga Low’s Paphiopedilum, Cordula lowiana, Cypripedium cruciform, Cypripedium lowii, Paphiopedilum lowii f. aureum, Paphiopedilum lowii var. aureum, Paphiopedilum lowii var. lynniae, dan Paphiopedilum lynniae. Anggrek kantong ini masuk ke dalam genus Paphiopedilum.

Pengenalan Anggrek Kantong Paphiopedilum lowii

Anggrek kantong ini ini berukuran sedang, tumbuh di daerah panas hingga dingin, berbunga lithophyte, memiliki 4 sampai 6, linier hingga elips sempit, berdaging, daun hijau gelap yang jernih. Daun panjangnya hingga 40 cm dan lebarnya hingga hingga 5,5 cm.

Bunga anggrek kantong Paphiopedilum lowii ini mekar pada bulan juni – agustus, tegak agak melengkung, panjang tangkai bunganya 60 cm hingga 100 cm, mengangguk, ungu belang hijau, bunga yang sudah dewasa berbentuk elips, kuning dengan ujung berwarna ungu. Diameter bunganya 14 cm dan tingginya sekitar 7 cm, kelopak dorsal (bagian atas) berwarna kuning ke hijau, dan pangkal lebih berwarna coklat atau kastanye dengan garis-garis yang menyebar secara radial yang membentang dari dasar ke bagian atas, kelopak bawah berwarna hijau muda, dasar serpihan lembaran bagian dalam berwarna hijau kekuning-kuningan dan ditandai dengan bintik-bintik coklat yang kadang-kadang memiliki bentuk mata. kelopak-kelopak ini berwarna ungu ke merah muda, bibir berwarna coklat kehijauan sampai coklat gelap dan biasanya memiliki urat-urat yang lebih gelap yang terlihat jelas, sedangkan petak samping yang ditata di bagian tengah memiliki warna yang lebih terang dan titik-titik coklat.

Perawatan Anggrek Kantong Paphiopedilum lowii

Perawatan anggrek yang di sampaikan di sini hanya panduan semata. Perawatan harus disesuaikan dengan kondis dan lingkungan di mana Paphiopedilum ini tumbuh.

Cahaya:

Anggrek kantong Paphiopedilum lowii suka di tempat yang terang dan banyak cahaya dengan sirkulasi udara yang baik.

Suhu udara

Suhu udara yang disukai anggrek ini di siang hari 25-27oC dan di malam hari sekitar 16-17oC denga perbedaan suhu siang malam hari antara 9-11oC.

Kelembaban

Anggrek Paphiopedilum lowii suka tempat yang lembab dengan kelembaban 85-90% sepanjang tahun.

Substrat untuk tumbuh

Substrat/media tumbuh harus selalu longgar, permeabel, yang bisa menjaga kelembaban, tetapi tidak menyerap air. Media lumut kering bisa dipakai dan ditambahkan ke campuran yang digunakan untuk menjaga kelembaban.
Anggrek ini sangat toleran terhadap kelebihan garam yang menumpuk dan substrat yang melapuk. Artinya, tidak masalah jika sering diberi pupuk. Paphiopedilum lowii mampu bertahan dari kelebihan garam dan pupuk, serta substrat yang mudah lapuk lebih baik daripada kebanyakan spesies anggrek yang lain. Namun, jika dibiarkan dalam kondisi ini dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan pembusukan akar.

Sumber: Paphiopedilum lowii | Paphiopedilum lowii
Informasi pembelian: Paphiopedilum lowii

jual Anggrek kantong spesies Paphiopedilum lowii

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum lowii

jual Anggrek kantong spesies Paphiopedilum lowii

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum lowii

Memisahkan (split) Anakan Anggrek Kantong Spesies

Salah satu cara perbanyakan anggrek kantong spesies adalah dengan memisahkan (split) anakannya. Berikut ini cara yang saya pakai untuk memisahkan anakan anggrek kantong spesies.

Alat dan bahan yang dipakai:
– pisau dapur yang tajam
– betadine salep
– bawang merah
– pot anggrek
– cacahan pakis untuk media tanam

Langkah-langkahnya:

  1. Cabut dengan hati-hati anggrek kantong spesies dari pot lama. Cabut dengan hati-hati agar akarnya tidak rusak/luka. Jika perlu dipecahkan pot lamanya.
  2. Dengan menggunakan pisau tajam yang bersih dan kering, belah anakan dari batang indukannya.
  3. Belah bawang merah dan oleskan bawang merah pada luka bekas potongannya. Bawang merah mengandung hormon tanaman yang bisa merangsang pertumbuhan akar baru.
  4. Oleskan betadine salep pada luka bekas sayatan tadi. Betadine salep ini berguna untuk melindungi luka dari pembusukan.
  5. Siapkan pot dan cacahan pakis. Tanam anakan anggrek spesies kantong yang baru dipisahkan dengan hati-hati. Masukkan cacahan pakis dan padatkan agar tanaman bisa tegak berdiri.
  6. Siram anggrek kantong yang baru ditanam dengan air cucian beras/POC. Air cucian beras mengandung vitamin yang berguna untuk memulihkan anggrek yang baru dipisahkan anakannya.
  7. Letakkan pot di tempat yang teduh dan dirawat/disiram setiap hari. Jaga agar media tanak tidak terlalu lembab/basah, karena bisa menyebabkan pembusukan pangkal batang anggrek.


Continue reading

Anggrek Kantong Species Paphiopedilum bullenianum

jual Anggrek kantong spesies Paphiopedilum bullenianum

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum bullenianum

Anggrek Kantong Species Paphiopedilum glaucophyllum

jual Anggrek kantong spesies Paphiopedilum glaucophyllum

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum glaucophyllum

Anggrek Kantong Species Paphiopedilum dodyanum

Anggrek kantong dari Pulau Sumatera yang baru ditemukan dan didaftarkan. Berikut link-nya: Paphipedillum dodyanum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum dodyanum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum dodyanum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum dodyanum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum dodyanum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum dodyanum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum dodyanum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum dodyanum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum dodyanum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum dodyanum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum dodyanum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum dodyanum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum dodyanum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum dodyanum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum dodyanum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum dodyanum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum dodyanum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum dodyanum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum dodyanum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum dodyanum

Anggrek kantong spesies asli Indonesia Paphiopedilum dodyanum

jual Anggrek kantong spesies Paphiopedilum dodyanum

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum dodyanum

jual Anggrek kantong spesies Paphiopedilum dodyanum

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum dodyanum

jual Anggrek kantong spesies Paphiopedilum dodyanum

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum dodyanum

Anggrek Kantong Spesies Paphiopedilum agusii

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum agusii

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum agusii

Anggrek kantong spesies ini adalah salah satu anggrek kantong asli pulau Jawa Indonesia. Salah satu anggrek speseies yang baru ditemukan dan diberi nama. Namanya khas Indonesia banget. Biasanya nama satu spesies tanaman atau hewan diberi nama sesuai dengan nama penemunya atau nama orang yang mengindentifikasinya. Nah nama anggrek kantong yang ditemukan di Gunung Tugel ini adalah Paphipledilum agusii. Nama agusii diambil dari nama penemunya, yaitu Pak Agus Marup. Asik juga kan, namanya disematkan ke nama spesies tanaman dan akan dipakai terus sampai kapanpun.

Anggrek kantong spesies P. agusii ini memiliki ciri khas sperti anggrek kantong yang lain. Warna kelopak bagian atas putih bergaris-garis hijau, warna kantongnya hijau tua kekuning-kuningan dan warna dua kelompak yang menjuntai di ujungnya kemerah-merahan. Ada bintik-bintik hitam. Bunganya berukuran sedang. Daunnya hijau, ada pola batik berwarna hijau tua yang samar-samar. Anggrek ini ditemukan di gunung dengan ketinggian 900 dpl. Perwatannya cukup mudah dan rajin berbunga.

Menurut saya anggrek kantong spesies ini cantik dan wajib dikoleksi bagi para pengemar anggrek spesies.

Paphiopedilum agusii
Info hubungi via WA: +62 082325489277

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum agusii

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum agusii

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum agusii

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum agusii

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum agusii

Anggrek kantong spesies Paphiopedilum agusii


Continue reading

Kecantikan dan Keunikan Anggrek Spesies Paphiopedilum Asli Indonesia

Indonesia sangat kaya dengan keragaman anggrek spesies. Salah satunya jenis anggrek spesies dari genus Paphiopedilum. Menurut salah satu sumber paling tidak ada puluhan spesies Paphiopedilum yang berasal dari berbagai pulau di Indonesia. Berikut ini hanya sebagian dari anggrek spesies itu.

(nama2 spesiesnya akan diupdate kemudian)

Cara Aplikasi Paclobutrazol Larutan Pekat untuk Merangsang Buah

Cara Aplikasi Paclobutrazol Larutan Pekat untuk Merangsang Buah

https://isroi.com/jualanku/hormonzat-pengatur-tumbuh-zpt-tanaman/#paclobutrazol
https://isroi.com/?s=paclobutrazol

1. Hormon yang dipakai adalah Paclobutrazol Larutan Pekat konsentrasi 10.000 ppm 100ml.
2. Konsentrasi larutan hormon paclobutrazol yang diaplikasikan ke tanaman 10 ppm.
3. Pembuatan larutan stok 1 liter:
a. 100 ml Paclobutrazol pekat (10.000 ppm) diincerkan dengan menjadi 1 liter
b. Tambahkan 100 ml paclobutrazol pekat dengan 900 ml aquadest..
c. Aduk hingga tercampur merata.
d. Masukkan ke dalam botol yang tertutup rapat dan disimpan di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung.
e. Konsentrasi hormon paclobutrazol di dalam larutan stok adalah 1000 ppm.
4. Pengenceran hormon untuk aplikasi ke tanaman:
a. Ambil 10 ml paclobutrazol dari larutan stok yang sudah dibuat sebelumnya.
b. Tambahkan 990 ml aquadest.
c. Aduk secara merata dan dimasukkan ke dalam botol.
d. Konsentrasi larutan paclobutrazol ini adalah 10 ppm.
5. Aplikasi Paclobutrazol 10 ppm ke tanaman dengan cara penyumtikan:
a. Bor tanaman dengan posisi miring ke bawah hingga masuk ke dalam bagian kayu. Kedalaman disesuaikan dengan diameter batang tanaman.
b. Jika perlu dalam satu batang tanaman bisa dibuat 2-3 lubang.
c. Masukkan 10 ml hormon paclobutrazol ke dalam lubang.
d. Tutup lubang dengan kapas.
6. Aplikasi bisa diulang dua atau tiga kali dalam satu musim dengan selang waktu ½ – 1 bulan.