Menyiapkan Tanah untuk Percobaan Rumah Kaca

Penelitian rumah kaca sering dilakukan, terutama yang berkaitan dengan pertanam-tanaman.  Kalau saya sering menggunakan percobaan rumah kaca untuk menguji isolat mikroba yang saya dapatkan atau menguji pupuk organik yang sedang saya teliti. Percobaan rumah kaca sebenarnya mudah dilakukan, tetapi jika tidak hati-hati dalam mempersiapkannya malah bisa gagal jadinya. Berikut ini beberapa tip menyiapkan tanah untuk percobaan rumah kaca.

Banyak saya perhatikan, mahasiswa khususnya, yang sedikit ceroboh ketika menyiapkan tanah percobaan.  Jadi hasil percobaannya agak ngaco, bias, bahkan bisa guagal tuotal………
Kesalahan yang terjadi akibat preparasi tanah yang tidak benar antara lain:

  1. tanaman tidak tumbuh seragam
  2. ada beberapa tanaman/unit percobaan yang menyimpang pertumbuhannya (paling tinggi, paling rendah, dll)

Apabila data-data ini dianalilis statistik bisa menjadi bias hasilnya.  Mungkin yang harusnya signifikan bisa menjadi tidak signifikan atau sebaliknya.

Berikut ini beberapa tip preparasi tanah yang biasa kami terapkan untuk percobaan rumah kaca.

Memilih Tanah yang Tepat

Ada banyak sekali jenis tanah.  Menentukan tanah apa yang akan digunakan untuk percobaan adalah sangat penting sekali. Jika akan melakukan pengujian efektivitas suatu mikroba atau pupuk, biasanya saya menggunakan tanah-tanah marginal atau tanah yang relatif miskin hara dan bahan organik.  Seperti tanah-tanah Ultisol.  Karena dengan menggunakan tanah-tanah semacam ini pengaruh mikroba atau pupuk organik akan terlihat lebih nyata.  Apabila menggunakan tanah-tanah yang subur, pengaruh mikroba atau pupuk uji akan kecil sekali dan kemungkinan tidak berbeda nyata.

Ambil Tanah dari Area yang Tidak Dipupuk

Tanah diambil di daerah/area yang tidak dipupuk.  Kalau diambil dari daerah yang sudah dipupuk kemungkinan akan mengacaukan hasil percobaan kita.  Kecuali tujuannya memang untuk menguji tanah tersebut.

Kupas Lapisan Paling Atas

Lapian tanah paling atas kira-kira sedalam 10 cm dibuang dan tidak diikutkan untuk tanah percobaan.  Lapisan ini biasanya ditumbuhi rumput-rumputan atau banyak sekali sisa-sisa bahan organik.

Ambil dengan Kedalaman kurang lebih 30 cm

Lapisan tanah yang diambil adalah lapisan tanah dengan kedalaman kurang lebih 30 cm saja.  Jangan diambil lapisan tanah yang lebih dalam lagi apalagi digali hingga seperti menggali kuburan. Lapisan yang lebih dalam lagi biasanya sudah masuk ke lapisan yang lain, mungkin juga lapisan batuan induk.

Ambil Lapisan Tanah yang Seragam

Ambil hanya lapisan tanah yang seragam saja.  Apabila di daerah tersebut terlihat ada lapisan tanah yang berbeda-beda.  Misalnya ada yang berpasir dan ada yang berlempung, maka ambil bagian tanah  yang seragam saja.  Jangan dicampur aduk.

Diayak

Setelah diambil tanah selanjutnya diayak dengan ayakan pasir.  Pengayakan ini untuk memisahkan tanah dengan batu, kayu, dan tulang.  Sehingga tanahnya menjadi lebih halus dan seragam.

Campur Tanah Secara Merata

Sebelum tanah digunakan sebaiknya tanah tersebut dicampur secara merata (homogenisasi).  Saya biasanya menggunakan mesin molen semen untuk mencampur tanah.  Terutama bila jumlahnya sangat banyak.  Satu molen bisa menampung kurang lebih 150 kg tanah.  Dalam satu kali pencampuran ini digunakan untuk satu ulangan yang sama.

Kemas dengan Bobot Seragam

Tanah kemudian di kemas dengan bobot yang seragam.  Ini untuk memudahkan pada saat penggunaan nantinya.  Misal dikemas per 10 kg.

Lebih Baik Lebih daripada Kurang

Lebihkan jumlah tanah yang diambil dari kebutuhan untuk percobaan.  Biasanya saya lebihkan 20 % dari kebutuhan.  Karena ini lebih baik daripada ternyata kurang atau ternyata ada yang salah sehingga ada polybag yang harus diganti.

Berikut ini contoh hasil percobaan akibat preparasi tanah yang tidak benar.  Tanaman-tanaman yang lain tumbuh kurang subur bahkan mati, tetapi ada beberapa tanaman  yang tumbuh sangat subur.

Contoh preparasi tanah yang salah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s