Belajar Bisnis

Aku tipikal orang lab tulen. Sehari-hari kerja di lab. Dulu waktu masih bujang bahkan aku sering tidur di lab untuk melakukan penelitian. Dan aku sangat menikmati pekerjaanku ini, meskipun ‘kering’. Sejalan dengan berjalannya waktu, aku dituntut untuk belajar hal-hal lain. Aku menjadi co-inventor untuk beberapa produk berbasis mikroba. Alhandulillah, produk-produk itu diterima pasar dan mulai diproduksi dalam skala komersial.

Awalnya produksi kami cuma sedikit. Sebagian besar dibagi-bagi gratis untuk teman-teman kami sendiri. Ternyata responya bagus. Aku awalnya membantu sedikit di bagian produksi dan pemasaran. Kemudian kesibukan semakin meningkat, ketika permintaan semakin banyak. Dr. Darmono menjadi kelapa balai, kesibukannya jelas sangat banyak. Apalagi beliau juga memasarkan produk. Lalu Dr. Agus P, kesibukannya juga semakin meningkat. Harus sering keluar kota untuk menjelaskan pada calon pembeli, demo, pelatihan, dan negosiasi. Sekarang tinggal aku yang di lab.

Aku kemudian diminta untuk menjadi supervisi produksi di tim produksi. Di sini aku mulai belajar memproduksi hasil-hasil penelitian dalam skala komersial. Ilmu yang dipakai jelas lain dengan ilmu yang di lab. Aku belajar hal-hal baru di sini. Aku belajar menghitung biaya produksi, ongkos tenaga kerja, pajak, memenej orang, nego harga bahan, mengendalikan biaya, dan lain-lain. Ini hal sangat baru bagiku, tetapi aku jadi semakin semangat untuk melakukannya.

Kini permintaan sudah semakin besar. Tentunya beban kerjaan juga semakin besar. Aku memikirkan stok bahan, dari mana aku dapat, bagaimana kontinuitasnya, berapa harganya, dan lain-lain. Ini benar-benar sangat berbeda dengan pekerjaan di lab. Belum lagi kalau ada dead line pengiriman barang. Lumayan juga pusingnya.

Kira-kira sebulan yang lalu, aku diminta menjadi pengurus koperasi oleh Dr. Siswanto, seniorku. Aku tidak bisa menolaknya. Padahal aku bukan anggota koperasi di kantor. Aku sampaikan ke Dr. Siswanto: aku tidak punya banyak pengalaman, kalau boleh percobaan dulu selama beberapa bulan, kalau aku gagal aku akan mundur. Tetapi Dr. Siswanto terus mendorongku. Bahkan aku ditempatkan di Bidang Usaha koperasi, artinya aku diserahi tugas untuk mendapatkan SHU koperasi.

Tugas ini semakin bertambah berat dan menantang bagiku. Minggu lalu ada musyawarah di kantor. Salah satu keputusanya adalah produk-produk balai akan dikelola oleh koperasi seluruhnya. Gila. Setahuku, total omzet produk balai tahun lalu tidak kurang dari 2 M. Ini kan sama saja memindahkan kesibukan di balai ke koperasi, dan yang paling bersentuhan langsung adalah bidang yang diamanahkan padaku.

Aku sadar, ini tidak mudah bagiku. Aku harus banyak belajar kepada senior-seniorku, bagaimana mengelola bagian usaha ini. Karena aku sekarang juga harus tahu masalah keuangan, pajak, dan akutansi. Aku harus hitung benar-benar agar koperasi tidak rugi, karena yang dipertaruhkan adalah uang anggota koperasi.

Insya Allah. Aku akan berusaha. La khaula wa la quwata illa billah.

Advertisements

2 responses to “Belajar Bisnis

  1. Bapak Isroi, yth.
    Membaca hal-ihwal di atas akan ada peralihan profesi dari seorang skill di lab. akan beralih menjadi seorang manager profesional. Dari hidup sederhana menuju hidup mewah. Tentu saja pribadinya juga semakin tambah thaat, ibadahna semakin kuat, dan shadaqahnya semakin banyak. Bila fenomena ini muncul pada diri Pak Isroi berarti nikmat besar dari Allah. Tetapi, bila terjadi sebaliknya perlu di evaluasi misalnya tambah kesibukan shalat tidak menentu, pribadi semakin sombong, pelit semakin bertambah dan laian-lain seumpamanya. Ini artinya semakin jauh dari Allah SWT sedangkan yang dikehendaki kita semakin dekat dengan Allah. Dalam kedekatan dengan Allah yang bertambah inilah nikmat yang sebenarnya, keluarga semakin bahagia, anak-anak bertambah shalih dan sukses dalam studi. Saya berdo’a semoga Allah SWT selalu memberkahi langkah-langkah menuju masa depan yang lebih sukses dan lebih berkah. Amin ya Rabbal a’lamin.

  2. Terima kasih atas nasehatnya. Doa’akan saya tetap istiqomah.
    Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s