Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 3

Sampah yang menumpuk di kali

Sampah yang menumpuk di kali


Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Mengapa Para Sampah Berkumpul


Baca ini juga: Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4 | Bagian 5 | 3 Fokus pengelolaan sampah | Pengomposan Sampah | UU No. 18 th 08 tentang Sampah


Sampah bermasalah karena mereka berkumpul. Pertanyaan berikutnya adalah KENAPA dan BAGAIMANA MEREKA BERKUMPUL. Yang paling bisa menjawabnya adalah para sampah-sampah itu sendiri. Andaikan mereka punya mulut, pasti akan mengatakannya dengan jujur. Atau andaikan kita mengerti bahasa mereka, kita pun akan tahu. Tetapi sayangnya, mereka tidak punya mulut untuk berbicara atau kita yang tidak bisa mengerti bahasa mereka.

Buku KomposKita mulai dari sampah-sampah yang liar di mana-mana. Masyarakat kita memang suka membuang sampah sembarangan. Mereka ajarkan anak-anak mereka untuk membuang sampah di mana saja. Begitu barang yang dipegang berubah jadi ‘sampah’, mereka langsung mencampakkan di mana saja. Andaikan muka mereka tak punya malu, mereka akan B A B juga di sembarang tempat.

Banyak pengalaman yang membuatku super jengkel. Pernah ada anak SD lewat depan rumah. Plastik bekas minuman POP ICE diputar-putar lalu dilembar sembarangan. Kontan saja aku jengkel. Pernah juga aku lihat ada orang yang buang sampah plastik di lubang-lubang selokan. Gemes banget aku melihatnya. Sering kalau aku pulang kerja, ada mobil mewah yang membuang sampah sembarangan di sepanjang jalan. Rasanya aku ingin tabrak mobil mewah itu. Aku pernah kontrak rumah di dekat sungai kecil. Ada ibu-ibu yang sering membuang sampah di jembatan sungai itu. Aku pernah menegurnya, tetapi dia cuek saja dan selalu buang sampah di sungai itu. Andai aku punya kekuatan untuk menghentikannya. Banyak deh…contohnya, bisa menghabiskan space kalau diceritakan di sini.

Mereka yang awalnya berceceran. Kalau sedikit sih tidak akan jadi masalah. Lalu mereka diterbangkan angin atau hanyut terbawa air hujan. Yang tadinya bercerai berai, mulai berkumpul. Satu dua berkumpul, lalu menjadi banyak. Mereka berkumpul di selokan kecil, lalu ke saluran air, lalu ke dam-dam, lalu ke sungai-sungai. Tadinya sedikit lama-lama menjadi bukit. M A S A L A H.

Tetapi ada juga orang-orang bodoh yang sengaja mengumpulkan sampah-sampah ini dan menjadikannya M A S A L A H. Sampah-sampah yang tadinya berceceran, lalu dikumpulkan. Dari satu tong, jadi dua tong, lalu jadi satu gerobak, lalu jadi satu truk, lalu jadi satu bukit, lalu jadi gunung.

Ada sampah yang sejak dikeluarkan sudah jadi masalah. Karena jumlahnya yang sangat-sangat besar dan jelas jadi masalah. Apalagi kalau mereka dikumpulkan atau berkumpul dalam jumlah sangat besar, maka akan jadi SUPER MASALAH.

TO BE CONTINUED………NEVER ENDING STORY


Mengelola Sampah Warga



Link Terkait: Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4


Advertisements

5 responses to “Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 3

  1. sy sdh upaya memotivasi warga untk dpt mengelola sampah warga, ada respon positip dan mau ikuti jejak spt d gunung batu yg sdh bisa kelola sampah utk jadi kompos. sy butuhkan mas isroi utk berikan penyuluhan.

  2. Pingback: Makalah Tentang Kompos « isroi

  3. Pingback: IDE UNTUK PEMASARAN KOMPOS DARI SAMPAH | Berbagi Tak Pernah Rugi

  4. Pingback: Belajar dari Swedia: Memilah-Milah Sampah Sejak Dari Awal | Berbagi Tak Pernah Rugi

  5. Pingback: Cara Mudah Mengolah Sampah Pasar 1 | Berbagi Tak Pernah Rugi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s