Cerita Sampah, Masalah dan Solusinya Bagian 5

sampah


Baca ini juga: Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4 | Bagian 5 | 3 Fokus pengelolaan sampah | Pengomposan Sampah | UU No. 18 th 08 tentang Sampah



Sampah bukan MASALAH, SAMPAH ADALAH BERKAH.
Info lengkap pelatihan pengelolaan sampah klik disini: BERKAH DARI SAMPAH


Sampah adalah Kawan, Bukan Lawan

Dulu aku berpikir sampah adalah biang keladi masalah, sumber penyakit, kumuh, bau, dan jorok. Ngak ada rasa simpati sama sekali terhadap para sampah ini. Ngak ada sama sekali dalam kamusku bahwa sampah itu ada kebaikannya. Semua stigma-stigma negatif bin jelek tertuju padanya. Semua sampah adalah musuh yang harus diperangi bersama.


Link terkait: Mengelola Sampah Warga


Akan tetapi, ketika waktu terus berlalu dan aku mulai tertarik dengan yang namanya sampah ini. Awalnya tidak sengaja, ketika seorang kawan minta bantuan untuk ikut memerangi para sampah. Seperti biasa, sebelum berperang kita harus mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan. Oleh karena itu, aku mulai mengamati para sampah ini. Makin lama aku amati, makin banyak yang ingin aku tahu. Sedikit demi sedikit aku mulai berkenalan dengan sampah.

Setelah aku agak lebih mengenal para sampah ini, pandanganku mulai sedikit berubah. Menurut pengamatannku di dunia para sampah tidak jauh berbeda dengan dunia manusia. Ada sampah yang baik, ada sampah yang alim, ada sampah yang pemalu, ada sampah yang jahat, ada sampah yang penjahat, ada juga sampah yang super jahat bin bandit.

Kita menganggap sampah adalah musuh dan biang keladi semua masalah hanya karena kita tidak bisa berkawan dengan mereka. Karena kita tidak memahami mereka, sehingga kita su’udhzon terhadap mereka. Padahal sebenarnya mereka baik. Mereka juga punya hati nurani yang bersih. Kalau kita bisa berkawan dengan mereka, mereka akan menjadi sahabat yang baik dan murah hati. Para sampah ini justru akan banyak memberikan manfaat bagi kita.

Cara pandang ini yang harus kita perbaiki. Ganti ‘kaca mata lawan’ dengan ‘kaca mata kawan’, maka semua akan terlihat berbeda. Kita akan bersikap dengan cara yang berbeda. Kita akan bertindak dengan cara yang berbeda. Begitu juga dengan para sampah, mereka akan simpati pada kita. Hasilnya adalah manfaat untuk semua.

Para Sampah yang Murah Hati

Berkawan dan bersahabat dengan sampah tidaklah mudah. Perlu kesabaran, perlu ketabahan, perlu kejujuran untuk berkawan dengan mereka. Bahkan tidak jarang orang-orang yang berhasil memahami para sampah ini mendapat ketularan stigma-stigma yang selama ini dilekatkan pada para sampah: biang keladi masalah, sumber penyakit, kumuh, bau, dan jorok. Apa pendapatmu tentang orang yang suka mengais-ais tempat sampah, TPA, dan mendapatkan rizki dari sampah?

Tetapi ada juga orang yang bisa melepaskan diri dari stigma-stigma itu, tetapi tetap bisa bersahabat dengan sampah. Dan mereka mendapatkan banyak manfaat dan DUIT dari para sampah. Coba baca lagi tentang pembagian sampah di posting Mengelola Sampah Warga dan di Bagian 1. Sebagian besar geng sampah adalah sampah yang masih bisa memberi manfaat untuk kita. Ada yang langsung bisa dimanfaatkan, tetapi ada juga yang harus diolah terlebih dahulu. Setiap aktivitas yang berhubungan dengan geng sampah ini bisa menghasilkan DUIT.

Kita mulai dari yang pertama, para petugas-petugas sampah mereka mendapat DUIT dari aktivitas membawa sampah dari satu tempat ke tempat lain. Para pemulung, dia mendapatkan DUIT dari memilih-milah sampah. Para pengepul, mereka mendapatkan DUIT dari mengumpulkan sampah. Lalu para pengelola angkutan, mereka mendapatkan DUIT dari mengangkat sampat.

Teman-temanku yang mengelola sampah warga mereka mendapatkan rizki dari para sampah ini. Tempat pengelolaan sampah yang dulu adalah ‘tempat jin buang anak’ sekarang mulai terlihat bersih dan rapi. Bau tidak sedap yang dulu menyengat sekarang mulai hilang. Ngak percaya, silahkan saja lihat dan buktikan sendiri.

Aku pernah melihat di sebuah acara talk show ditelevisi, ada seorang ibu-ibu yang bersahabat dengan satu jenis sampah, yaitu sampah bekas tempat refill pelembut dan pewangi pakaian. Para sampah itu memberi banyak DUIT pada si ibu. Sampah berubah wujud menjadi tas menarik dan mahal. Aku pernah juga melihat di acara berita televisi, di Philiphina para sampah berubah wujud menjadi jas hujan cantik dan menarik.

Itu cerita geng Sampah Nonorganik. Cerita geng sampah organik tidak kalah menarik juga. Memang sih..mereka tidak banyak memberikan DUIT, tetapi manfaatnya sangat besar. Manfaat untuk dunia ini.

Sampah adalah sahabat kita, asalkan kita tahu bagaimana memerlakukan mereka.


Link terkait:
Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 1 | Bagian 2 | Bagian 3 | Bagian 4

Advertisements

11 responses to “Cerita Sampah, Masalah dan Solusinya Bagian 5

  1. Stuju Pak! 🙂

  2. Terima kasih.
    Bagaiman bu Hotma, apakah sudah berhasil proses pengomposannya?

  3. Betul juga sih Pak,, Tapi yang perlu kita lakukan adalah semakin gencar mengkampanyekan upaya pengelolaannya, mulai dari mengurangi calon sampah, menggunakan ualng hingga mendaur ulangnya..
    3R itu lho Pak..
    Dan yang tak kalah pentingnya adalah upaya pemilahan sampah organik dan an-organik di setiap rumah..
    Kami di Tarakan juga lagi gencar kampanye ini..
    Cumannnnn keteladanan sering jadi kendala.. Saya setuju kalau semua harus dimulai dari kita masing-masing dan kami di rumah juga telah menerapkannya terlebih dulu, bahkan sekarang untuk masak sayur atau menyambal gak perlu beli, cukup panen di sekitar rumah dari tanaman yang dipupuk dengan kompos yang dibuat sendiri… puassss dan uenakk

    Salam lestari

  4. Dalam islam ada istilah ibda’ bi nafsi atau mulai dari diri sendiri. Ini masalah keteladanan. Kalau kita sendiri masih belum melakukan, rasanya sulit sekali menularkan ke orang lain. Ibaratnya sama seperti seorang bapak yang perokok berat melarang anaknya merokok. Larangan bapak ini ngak akan pernah didengar dan dipatuhi oleh sang anak.
    Sekecil apapun yang kita lakukan, insya Allah akan bermanfaat.

  5. orang males berkawan dengan sampah adalah karena adanya paradigma lama tentang sampah, sampah dianggap tidak berguna, kotor, bau dan jorok. siapa seh yang mau berteman dengan sampah…orang lebih tertarik kepada hal-hal yang dapat memberikan mereka keuntungan. sampah juga kan apabila dikelola dengan baik dapat memberikan nilai ekonomis tambahan. nilai plusnya dalah dengan peduli sampah bereti kita juga peduli terhadap kesehatan dan lingkungan tempat kita tinggal

  6. mas, mampir dunk ke website ku

    http://www.whh.or.id

    aku belajar kompos banyak memakai saran yang mas isroi berikan

  7. ia…..chip bgddddddd…..

    sampah tu kan suatu masalah bgi Qeeta cMua,,,,,tP kLo qT mmPu mngeLOLa n meNGaLih fungsikan sampah, soooo sampah khaNd jd anugRaH….

    sbg media iaNK dpT meNguNtungKaNd,,,,btp tdK…..
    keindahan, kebersihan, kesehatan seEnggaXnya lbiH mningkatttth….drpd sampahnya didieminnnn numPuX jadi sarang kehancuRan bagi kita,karNa bakteri yg jd sumBer pnyakit.

  8. Pa Isroi minta ijin untuk meng-copy artikelnya untuk pengolahan sampah di kampung. Banyak pertanyaan warga yang sudah tercakup dalam artikel bapak. Terima kasih, semoga Allah mengabulkan apa yang jadi tekad bapak dan rekan2

  9. silahkan, semoga bermanfaat.

  10. Pingback: Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 1 | Berbagi Tak Pernah Rugi

  11. Pingback: Cerita Sampah, Masalah, dan Solusinya Bagian 2 | Berbagi Tak Pernah Rugi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s