Menyimpan Kultur Fungi

Saya memiliki banyak koleksi jamur/fungi. Fungi/jamur ini saya isolasi dari lapang dan sebagian besar belum sempat diteliti potensinya. Oleh karena itu saya harus menyimpan koleksi ini agar tidak rusak. Cara penyimpanan yang saya gunakan sangat simpel sekali dan selama ini dapat mempertahankan koleksi dalam waktu beberapa tahun.

Penyimpana Fungi dalam Aquadest Steril

Salah satu metode penyimpanan yang aku gunakan adalan penyimpanan di dalam air steril. Caranya sebagai berikut:

  1. Tumbuhkan jamur/fungi pada medium PDA atau medium agar spesifik lainnya,
  2. Siapkan cryo tube steril yang diisi dengan aquadest steril,
  3. Secara aseptis, masukkan cuplikan kecil jamur/fungi ke dalam tabung,
  4. Tutup rapat tabung,
  5. Tabung disimpan dalam suhu kamar.

Apabila fungi tersebut berspora, maka fungi yang disimpan adalah fungi yang memiliki spora. Jamur yang disimpan adalah jamur yang bebas dari kontaminan dan sedang dalam pertumbuhan optimal. Untuk jamur makro (FPP) biasanya yang berumur 1 – 1,5 minggu. FPP yang sudah berumur tua agak sulit ditumbuhkan kembali.

Menyimpan Fungi di dalam Tanah

Beberapa fungi yang diisolasi dari tanah sering menurun aktivitasnya, kemampuannya atau menurun virulensinya. Salah satu cara yang saya gunakan untuk menjaga kemampuan fungi tersebut adalah menyimpan kultur stok ditanah asal waktu mengisolasinya. Caranya sebagai berikut:

  1. Ambil tanah asal fungi tersebut diisolasi. Jika sulit diperoleh atau tidak tersedia, ambil tanah yang kondisinya mirip dengan asal fungi.
  2. Masukkan tanah tersebut di dalam kantung plastik atau botol bekas jam.
  3. Sterilkan tanah tersebut hingga tiga kali. Interval waktu sterilisasi adalah 24 jam/satu malam.
  4. Secara aseptis inokulasikan kultur fungi ke dalam tanah steril tersebut. Kultur fungi yang diinokulasikan sebanyak mungkin, atau kira-kira 20% dari volume tanah.
  5. Tanah disimpan dalam suhu ruang.

Menyimpan Fungi di dalam Polybag

Ada beberapa fungi yang aktivitasnya berkaitan erat dengan tanaman tertentu, meskipun fungi ini tidak bersimbiosis dengan tanaman tersebut. Sejarahnya mungkin fungi ini diisolasi dari rhizosphere suatu tanaman. Untuk menjaga agar kemampuan fungi tidak menurun selama penyimpanan, seringkali fungi ini disimpan di dalam polybag yang ditumbuhi tanaman tersebut. Caranya sebagai berikut:

  1. Siapkan kultur fungi/jamur yang akan disimpan.
  2. Inokulasikan kultur fungi ini ke dalam tanah yang akan digunakan untuk menyimpan fungi.
  3. Tumbuhkan tanaman tersebut di dalam tanah/polybag yang telah diinokulasi dengan fungi.
  4. Pelihara tanaman tersebut, beri pupuk dan disiram secukupnya

Menyimpan Fungi/Jamur di dalam Substrat Organik

Beberapa jamur/fungi tumbuh atau diisolasi dari substrat-substrat organik tertentu. Misalnya, dari kayu yang melapuk, dari TKKS atau dari seresah. Kultur stok fungi ini dapat disimpan dengan cara menumbuhkannya pada substrat organik asal isolat tersebut. Dengan cara ini kultur stok biasanya dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama dan tidak menurun aktivitasnya.

Prinsip penyimpananna sama seperti metode yang telah saya sebutkan di atas. Hanya jamur/fungi ini ditumbuhkan di dalam substrak organiknya. Dengan cara ini kadang-kadang tumbuh tubuh buah jamur tersebut.

[isroi]

Advertisements

2 responses to “Menyimpan Kultur Fungi

  1. kopetttt

  2. haii…
    saya mau melakukan penelitian ttg malassezia furfur..
    bisa tolongin saya bagaimana cara membuat kulturnya?
    cara agar penyimpanannya kulturnya agar tahan lama(agar bisa lebih dari 12hari,setau saya)?
    mohon dibalas..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s