Subdidi Pupuk Organik (Semoga Terealisasi)

Saya baca di Sinar Tani Edisi 18 – 24 Juni 2008 No. 3257 Tahun XXXVIII, bahwa Wapres Yusuf Kalla memiliki ide untuk memberikan subsidi pupuk organik. Pernyataan ini disampaikan pada saat meresmikan penggunaan pupuk organik jerami di desa Parak Buruh, Batipuh Panjang, Sumatera Barat. Pemerintah mengalihkan subsidi pupuk anorganik ke subsidi pupuk organik. Misalnya kalau saat ini subsidi untuk pupuk urea Rp. 3000, maka untuk pupuk organik Rp. 1000.

Kalau ide ini benar-benar terealisasikan akan sangat besar sekali dampaknya. Beberapa waktu yang lalu saya juga diminta membuat tulisan singkat untuk rapim badan litbang deptan. Saya cantumkan di situ tentang ide pemberian subsidi untuk pupuk organik.

Subsidi pupuk selama ini diberikan untuk pupuk anorganik yang memang ongkos produksinya mahal. Apalagi dengan melambungnya harga BBM, ongkos produksinya pun ikut-ikutan naik. Pemerintah tidak akan kuat menanggung subsidi ini terus-terusan. Harus ada alternatif lain pengganti/substitusi pupuk kimia. Jawabannya adalah pupuk organik itu. Pengalaman saya membantu petani membuat kompos jerami membuktikan bahwa kompos jerami memiliki potensi yang besar sekali untuk menggantikan/memsubstitusi pupuk kimia. Bahan bakunya sudah tersedia di lahan petani, jumlahnya melimpah, dan pembuatannya pun mudah.

Lihat di sini: Pembuatan kompos jerami mudah, murah, dan manfaat

Kompos jerami dapat memenuhi kurang lebih setengah kebutuhan pupuk kimia yang dipakai petani saat ini. Kira-kira setera dengan 150 – 200 NPK. Selain itu kompos juga memberikan manfaat yang sangat banyak, antara lain: memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah, meningkatkan kandungan bahan organik, dan meningkatkan kesuburan lahan. Kompos ibarat multivitasmin bagi tanaman.

Yang masih menjadi pertanyaan adalah bagaimana realisasi dari subsidi ini, mekanismenya maksudnya. Ambil contoh seperti ini: satu ha sawah dapat menghasilkan kompos jerami jadi kurang lebih 5 – 7 ton. Kalau subsidinya Rp. 1000 berarti nilainya kurang lebih Rp. 5 – 7 juta. Besar sekali nilainya. Setahu saya kebutuhan biaya petani tidak lebih dari Rp. 4 juta per ha. Andaikan dalam satu ha bisa menghasilkan gabah sebanyak 5 ton dengan harga gabah sebesar Rp. 2.200/kg, maka penghasilan petani kira-kira Rp. 11 juta. Jumlah subsidi pupuk organik ini kurang lebih setengah dari penghasilan petani. Artinya jika subsidi ini direalisasikan dengan benar, maka petani tak perlu keluar biaya untuk melakukan usaha tani, bahkan sudah dapat untung.

Hitung-hitungan saya untuk membuat kompos jerami diperlukan dana sekitar Rp. 450 rb/ha atau biaya komposnya hanya sekitar Rp. 65 – 90/kg. Ini kalau komposnya dibuat langsung in situ di lahan petani.

Yang saya takutkan jika subsidi ini diberikan seperti subsidi pupuk anorganik, yaitu diberikan ke pabrik pupuk. Berarti kompos jerami akan dipabrikasi dan yang membuat adalah pabrik/pengusaha pupuk organik. Baru dijual ke petani dengan harga subsidi. Kalau seperti ini, siapa yang menikmati subsidi itu? Petani atau pengusaha?

Kalau pupuk organik dari kompos jerami dibuat di pabrik, saya yakin cost-nya akan tinggi tidak seperti yang saya sebutkan di atas. Ada tambahan ongkos angkut, pajak, upeti, biaya siluman, dan lain-lain. Mungkin harganya jadi tidak jauh berbeda dengan harga pupuk kimia saat ini. Lebih menakutkan bin menyedihkan kalau subsidi ini rawan penyelewengan seperti yang terjadi pada subsidi pupuk kimia. Niat pemerintah mungkin baik, tetapi pelaksanaannya tidak seperti yang diharapkan.

Niat pemerintah ini sangat baik, saya sangat mendukung hal tersebut. Cuma perlu dikaji lebih dalam lagi agar tidak terjadi penyelewengan dan bisa langsung membantu petani. Subsidi itu bisa diwujudkan dalam bentuk penyuluhan/diseminasi tentang pengomposan jerami. Karena kesadaran petani untuk mengomposakan jerami sangat rendah sekali. Mungkin juga bisa dengan memberi bantuan peralatan yang dibutuhkan untuk mengomposakan jerami. Kompos jerami memerlukan aktivator pengomposan, subsidi juga bisa diberikan dalam bentuk bantuan aktivator pengomposan jerami.

Semoga ide ini tidak hanya sekerdar ide, tetapi benar-benar dapat direalisasikan. Insya Allah.


DOWNLOAD PUPUK ORGANIK

Silahkan didownload resources yang mungkin Anda perlukan juga:

  1. Buku Petunjuk Pupuk Organik Granul
  2. Buku Petunjuk Teknis Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT): Padi Sawah Irigasi
  3. Petunjuk Teknis Uji Mutu Pupuk Organik
  4. Standard Mutu Pupuk Organik
  5. Kompos
  6. SNI Dolomit
  7. Kompos Limbah Kakao
  8. Petunjuk Lapang PTT Padi
  9. Budidaya Padi Sehat
  10. Brosur Budidaya Padi Sehat
  11. Brosur Kompos Jerami
  12. Pengelolaan Lahan untuk Budiaya Sayur Organik
  13. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati
  14. Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya
  15. Analisis Biologi Tanah
  16. Juknis Mutu Pupuk Organik
  17. Menuju Pertanian Lahan Kering Lestari
  18. Pembuatan Kompos-Balittanah
  19. Pemupukan Berimbang
  20. Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya
  21. Petunjuk Pengambilan Sampel Tanah untuk Analisis Biologi Tanah
  22. Compost Quality TestGermination Index Method
  23. Compost and Soil Conditioner Quality Standards 2005

Daftar bahan lain yang bisa didownload: Download Di Sini
Cara mendownload: Klik dua kali pada link yang akan didownload. Kemudian ikuti perintah selanjutnya. Kalau ada iklan yang muncul, klik aja iklannya atau langsung ke SKIP ADD yang ada di pojok kanan atas.

Advertisements

7 responses to “Subdidi Pupuk Organik (Semoga Terealisasi)

  1. maaf pak isroi alamat blog yang kemaren salah, ini yang benar.
    mengomentari pendapat anda di atas, saya sangat tertarik. sering saya membandingkan indonesia khususnya dalam bidang pertanian dengan negara lain misalnya jepang, vietnam dan cina. sepengetahuan saya pertanian mereka lebih maju, terlebih jepang, dengan kontur geografisnya jepang telah mampu menghasilkan beas untuk kebutuhan sendiri. semoga pertanian indonesia pun bisa maju sehingga erlu import beras lagi. semangat terus pak isroi, saya bangga sekali dengan bapak.

  2. salam kenal. sebagai peminat pertanian, saya setuju sekali jika pupuk organik menjadi perhatian pemerintah, apalagi jika bisa menjadi program andalan pertanian untuk periode pemerintahan 2009-2014 misalnya. bagaimana caranya pak, supaya pemerintah men’seriusi’ ide yang bagus tsb? saya juga sedang membina beberapa kelompok tani di jawa barat dan selalu saya anjurkan agar mereka mulai menggunakan pupuk organik dan mengurangi pupuk kimia terutama pestisidanya. sebagai alternatif pestisida kimia, saya memproduksi biopestisida. Belum teruji sih, tapi petani mau mencoba… saya berharap, semakin banyak petani yang merasakan manfaat pupuk organik. Go organic!

  3. Saya juga sedang mencoba untuk mengkomunikasikan ide ini ke beberapa pejabat yang berwenang. Memang perlu proses dan jalan yang cukup panjang, karena menyangkut kebijakan jangka panjang.
    Semoga saja terealisasi.

    Saya setuju dengan Ibu, kita mulai dari apa yang bisa kita lakukan sendiri. Saya juga mencoba membina petani untuk menggunakan pupuk organik/kompos. Memang harus pelan-pelan sih.
    Saya juga memuat artikel tentang pestisida nabati, silahkan dibaca di blog saya.

  4. Saya setuju juga untuk digalakkan pemakaian pupuk organik dalam rangka peningkatan kualitas budidaya agrikultur Indonesia bertepatan dengan sulitnya dan kenaikkan harga pupuk kimia dipasaran.
    Go go organic Indonesia

  5. Halo mas isroi, saya sangat senang sekali ternyata disini masih banyak kawan2 yang sangat peduli terhadap lingkungan dan kondisi pertanian kita. nama saya hasan dari lembang (bandung) saya sendiri sekarang sedang belajar bagaimana membuat pupuk organik dengan memanfaatkan kotoran sapi di daerah saya menggunakan cacing jenis esiana foida dan lumbricus rubellus agar saya bisa membantu para petani di daerah saya dengan menyediakan pupuk organik berkualitas dan harga yang murah. mari kita bersama sama memajukan pertanian indonesia…go organic!

  6. salam kenal pak Isroi,
    memang sangat perlu bagi petani untuk menggunakan pupuk organik yang notabene bisa dibuat sendiri, apalagi keberadaan pupuk sintetis akhir2 ini sering “ghaib”. Akan tetapi perlu adanya sosialisasi dan edukasi tetang pebuatan p. organik juga aplikasi di lapangan pada tanaman juga sistem bdidayanya. Beberapa LSM sudah memulai ini tapi hanya sebatas skala RT, dan sbatas kebutuhan tanaman hias. Alangkah bagusnya bila pengomposn ini dalam skala besar, pelakunya petani sendiri, apalagi ada insentif subsidi dari pemerintah, pasti banyak mendapat sambutan. Tetapi subsidi ini benar2 harus tepat sasaran untuk kesejahteraan petani. Smoga usaha bapak benar2 mendapat respon bagus dari pemerintah. Sukses selalu pak.

  7. bang isroi,..
    sayasenang dengan usulan anda tentang susidi pupuk organik, tetapi ternya ta subsidi pupuk organik hanyadinikmati pengusaha2 besar sehingga petani yang punya potensi untuk membuat pupuk orgahik menjadi tertekan kartena pupuk yang mereka buat tidaj laku atau menjadi malas karena ada yang lebih murah dan instan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s